Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Pertanyaan Mommy


"Ngomong-ngomong kalian kapan nikah Met, bukannya kamu bilang sama aku nanti setelah kak Fifah melahirkan kalian akan menikah. Ini bayinya sekarang ajah udah mau ada yang ngapelin kok belum juga nikah-nikah. Nunggu apa lagi Met?" tanya Cyra, yang khawatir kalo-kalo kakaknya tidak jadi di nikahi sama Meta. Sama nasibnya dengan Qila yang pada akhirnya tidak ada kejelasan dari Sam. Jangan sampai Meta juga melakukan hal yang sama pada kakaknya. Siap-siap Cyra langsung maju memberi pelajaran pada Meta.


"Sabar cin, I'm memang sengaja pengin nikah disaksikan sama you, kalo tidak ingin disaksikan sama you mungkin begitu berojol tuh janda udah I'm tak ajak lari ke KUA. Bodo amat anaknya nangis yang penting bapak sama emaknya nikah," jawab Meta dengan tampang bercandanya.


"Ayo atuh, nih sekarang Cyra sudah ada di sini. Kapan rencana nikahnya biar Cyra sempatkan diri untuk datang ke pernikahan kalian," ujar Cyra.


"Secepatnya deh Ra, biar gini-gini I'mjuga pengin kasih pernikahan yang terbaik sama mamihnya Mesy biar lebih berkesan gitu. Masa katanya dulu dia di nikahi Niko di rumah sakit dengan sangat sederhana padahal dia dapat perawannya, tapi masih ajah disia-siain sekarang pengin lah gue mengganti momen yang dia nggak pernah dapatkan." Meta pun dengan yakin ingin mewujudkan apa yang menjadi keinginan Fifah tempo dulu tetapi tidak di wujudkan oleh Niko. Dan bahagia yang Niko berikan hanya dua minggu setelah itu ia hanya dijadikan budak s*k oleh suaminya itu.


"Amin, kalo gitu aku dukung deh, dan aku bantu selagi bisa ada yang aku bantu." Cyra pun mendukung apa yang jadi keinginan Meta, dan ternyata bukan hanya Cyra yang siap bantu tetapi semua yang hadir pun akan ikut membantu acara pernikahan Meta dan Fifah, sehingga Meta jadi ingin buru-buru melangsungkan pernikahan.


Acara kumpul-kumpul penyambutan Cyra, dan mommy pun sudah selesai dan kini mamih dan Qari berpamitan pada Cyra karena mereka akan segera kembali ke rumah.


"Ra, mamih pulang dulu yah sayang. Padahal mamih pengin kamu main kerumah mamih, pengin bikin brownis kaya dulu lagi, tapi kamu pasti nggak akan mau karena ada Naqi di rumah kita." Mamih dengan sedih mengungkapkan rasa kangenya dengan kue buatan Cyra dan kebersamaan dengan menantunya itu.


"Loh, Mas Naqi udah kembali ke Jakarta? Terus kondisi Rania gimana?" tanya Cyra yang memang belum tahu berita apapun itu dengan Naqi, sebab semua teman bahkan Qari pun tidak pernah membahas Naqi dan Rania.


"Sudah, Naqi sudah kembali pada kami. Banyak sekali pelajaran yang terjadi dalam hidup Naqi dan Rania, tidak hanya dengan mereka dengan mamih pun. Mamih semakin menyadari bahwa semuanya akan kembali lagi pada kita di mana kita masih dianggap kuat menerima ujian dari Tuhan. Sekarang mamih pun sudah menerima Rania sebagai anak mamih karena ternyata Rania dan Naqi itu sodara satu ayah Ra." Mamih terisak di dalam pelukan Cyra. Sementara Cyra seolah sebuah patung yang saking kagetnya sampai-sampai ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Sementara mommy sebenarnya sejak tadi penasaran dengan mamih itu siapa dan juga kenapa Qari memanggil Cyra kakak Ipar. Yah, sampai saat ini mommy Ezah memang belum tahu bahwa putrinya sudah pernah menikah. Begitupun Mr Kim juga tidak memberitahukan hal itu. Sehingga mommy tidak tahu bahwa Cyra sudah pernah menikah dan kini setatus putrinya adalah janda. Dan mamih yang Cyra sebut adalah mantan ibu mertuanya, dan Qari adalah mantan adik iparnya.


Cyra sangat kaget dengan kabar yang dibawa oleh mamih di mana ini adalah hari pertama ia ada di Jakarta tetapi sudah di kagetkan dengan kabar yang mamih bawa.


"Maafkan mamih sayang, bukan maksud mamih untuk mengingatkan kamu pada kenangan buruk kalian mamih hanya berharap bahwa kamu akan tetap jadi anak menantu mamih satu-satunya. Tapi mamih juga tidak ingin membuat kamu sedih, mamih ingin melihat kamu tetap bahagia dengan semua yang kamu alami dulu sudah cukup kesedihan kamu sayang. Sekarang tinggal raih kebahagiaanmu." Mamih tahu dia sudah salah berbicara sehingga ia merasa sudah membuat Cyra kembali bersedih. Padahal tanpa bisa dimengerti Cyra pun ada rasa bahagia ketika tahu bahwa Naqi tidak jadi menikah dengan Rania. Namun juga hatinya masih begitu sakit ketika mengingat kejadian yang sudah satu tahun berlalu itu.


"Tidak apa-apa kok Mih, Cyra tidak bersedih kok. Cyra juga sudah berusaha Melupakan semuanya dan kalo tadi Cyra sempat syok dan kaget itu karena Cyra mengira kalo Mas Naqi sudah menikah dengan Rania, tapi malah ternyata mereka sodara satu ayah." Cyra berusaha untuk mengerti apa yang terjadi dan tentu juga agar mamih tidak lagi dihantui rasa bersalah terus menerus. Karena mengira Cyra sedih karena ucapanya.


Setelah mamih dan Qari pamit, Mr Kim pun ikut pamit dan pulang bersama mereka karena Mr Kim harus menemui Tuan Latif untuk memberikan laporanya dengan semua yang terjadi diantar Ezah dan Cyra.


Cyra pun pamit lebih dulu untuk kembali ke kamarnya karena ingin istirahat, begitupun momy yang memang di perjalanan memakan waktu belasan jam pasti badan pada pegal semua dan mengistirahatkan tubuh adalah cara paling tepat.


"Ra... Momy boleh tidur dengan kamu?" tanya momy berbasa basi sudah jelas Cyra tidak akan masalah dengan momy'nya yang ingin istirahat denganya.


Cyra menghentikan langkahnya yang lebih dulu ada di depan ketika dia tahu bahwa mommy'nya memanggil namanya. "Tentu dong momy kenapa harus bertanya bukanya kita sering menghabiskan malam bersama mom?" tanya Cyra, agar momy tidak merasa berbeda dengan dirinya itu.


"Mommy hanya takut kalo bakal mengganggu tidur siang kamu sayang, makanya mommy izin dulu dengan kamu," jawab mommy dengan suara lembutnya dan kini mereka sudah berjalan bersama menuju kamar Cyra.


Cyra dan mommy pun kini sudah rebahan diatas kasur dan menutup tubuh mungil mereka dengan selimut tebal.


"Ra, apa kamu sudah benar-benar mengantuk? Dan akan langsung tidur sekarang?" tanya momy dengan posisi saling memunggungi.


"Belum mom, memangnya kenapa? Ada yang ingin mommy tanyakan?" tanya Cyra dengan membalik tubuhnya supaya menghadap kearah momynya.


"Apa kamu sebelumnya sudah pernah menikah sayang? Lalu yang kamu panggil mamih dan adik Ipar apakah itu mantan keluarga kamu? Lalu di mana suami kamu?" Momy akhirnya bisa mencecar Cyra dengan pertanyaan yang sejak tadi ada di dalam kepalanya.


Cyra pun sedikit kaget dengan pertanyaan mommy'nya karena ia tidak menyangka bahwa sejak tadi momy memperhatikan kegiatan Cyra dengan Mamih dan Qari.


"Iya Mom, Cyra sebelumnya sudah pernah menikah dan Mamih dan Qari tadi adalah mantan Ipar dan mertua Cyra. Untuk mantan suami Cyra, untuk saat ini Cyra pun tidak mengetahui bagaimana keadaanya dan di mana sekarang. Karena sejak Cyra memutuskan menyusul momy, Cyra tidak lagi mendengar info tentang mantan suami Cyra." Cyra sudah berfikir mungkin memang mommy sudah saatnya tahu semua. Itu yang ada dalam fikiran Cyra.


Momy pun nampak kaget dengan apa yang Cyra sampaikan. "Apa kalian berpisah karena adanya orang ketiga?" tanya mommy dengan penuh curiga.


Cyra pun bingung mau menjawab dengan bagaimana tidak mungkin Cyra berbohong dan juga rasanya apabila harus jujur terlalu berat.