Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Laki-Laki Medit


Sudah tiga hari Niko di rawat di rumah sakit, selain karena gejala batuk pilek dan demam dokter juga mengatakan bahwa ada kemungkinan lambungnya bermasalah. Namun semua hasil check up menunjukan lambungnya bagus, tidak ada gejala tipes, maag atau yang lainya. Namun selama ini Niko merasa mual setiap mencium aroma makanan, dan juga perutnya sering melilit tiba-tiba, sampai terasa keulu hati, persis seperti terkena gejala tipes.


"Sayang Mas besok mau pulang saja deh. Mas nggak mau berlama-lama tinggal di rumah sakit, habisan sudah tiga hari Mas di rawat, tetapi tidak ada tanda-tanda membaik. Bahkan dokter di sini payah semua. Masa ngecek sakit apa saja sampe tidak tahu." Niko ngegerutu, meremehkan pelayanan di rumah sakit tersebut yang menurutnya sangat payah. Terlebih semua obat yang dokter maupun perawat berikan tidak bisa mengurangi rasa pusing dan mualnya.


"Tapi kalo kita pulang, Mas gimana keadaanya begini. Masih tidak bisa berdiri lama-lama kan? Karena kepala Mas yang pusing?" tanya Zoya dengan hati-hati karena Niko yang sakit justru semakin sensitif. Bahkan untuk bertanya saja Zoya harus hati-hati, apabila Niko tidak dalam kondisi yang baik ia akan marah-marah. Padahal dulu Niko untuk marah pada Zoya hampir tidak pernah. Hal itu karena Niko yang sangat-sangat mencintai Zoya. Bahkan Zoya adalah gadis incaranya selama sekolah sehingga Niko tidak akan pernah bisa membuat Zoya bersedih.


"Entah lah aku pun aneh dengan tubuh ini. Rasanya aneh sekali setiap bangun tidur pusing dan perut serasa di remas-remas. Kenapa aku jadi curiga sama Fifah yah." Niko memang selama ini memperhatikan gejala sakitnya dan awal mula ia sakit.


"Maksud Mas, curiga sama Fifah bagaimana sayang? Aku tidak tahu dengan maksud kamu." Zoya lebih baik menunggu Niko menjelaskan dari pada salah tafsiran, dan memancing pikiran yang bercabang.


"Maksud Mas, kan Mas sakit semenjak Fifah pergi dan juga dokter sudah memeriksa semuanya, tetapi hasil pemeriksaan Mas bagus. Lalu sakit apa Mas? Nah dari sini Mas curiga kalo Fifah main dukun untuk guna-guna Mas. Kamu tahu kan Fifah itu seperti apa. Dia itu manusia jauh dari agama. Berbeda dengan kamu yang sangat paham tentang agama, sehingga kamu tidak mungkin melakukan hal semacam itu. Fifah untuk sholat saja tidak pernah pasti dia bermain dukun untuk guna-guna Mas, " ucap Niko dengan gigi-gigi saling beradu sehingga timbul suara mengerikan.


"Ya ampun sayang, masa sih Fifah tega melakukan itu semua. Setahu Zoya dia cewek yang nurut. Kayaknya nggak mungkin lah Fifah melakukan itu." Zoya memang tidak begitu mengenal Fifah, tetapi hati kecilnya mengatakan tidak mungkin madunya tega melakukan hal berdosa seperti itu.


"Ok, memang Mas selama ini tidak ada bukti, tapi Mas yakin ini ulah wanita licik itu. Biarkan saja Allah yang membalasnya dan nanti dia juga tenggelam di lubang penderitaan dan api neraka. " Niko yang sangat yakin pelakunya Fifah pun sangat jijih dengan istrinya yang sebentar lagi akan menjadi Mantan.


Yah itu semua karena Meta yang mewakilkan Fifah untuk mengurus perceraian antara Niko dan Fifah.


Berbeda dengan Cyra yang semua urusan di kerjakan orang-otrang Tuan Latif sehingga Cyra tinggal terima beres dan tanda tangan. Dia sudah resmi bercerai dengan Naqi.


Apabila Fifah, Meta yang modar-mandir untuk mengurus semua perceraian Fifah. Dengan alasan Fifah sakit sehingga Meta dan pengacar Fifah yang mengurusnya.


"Apa aku jujur sajah yah Met sama Niko, kalo aku sedang hamil. Setidaknya kalo Niko tahu aku sedang hamil uang sepuluh miliar dan biyaya Papah berobat tidak di permasalahkan sama Niko." Fifah tidak tau harus berbuat apa sebab Fifah tidak memiliki tabungan sebanyak itu, hidup saja dia benar-benar menumpang sama Meta. Hal itu karena Meta juga tidak mengizinkan Fifah kerja. Sebenarnya Fifah sudah beberapa kali meminta meta mencarikan kerjaan untuk dirinya, tetapi berkali-kali juga Meta marah apabila Fifah kekeh ingin kerja dengan alasan biar bisa membiyayai anak dan keluarganya.


Namun tetap saja Meta tidak mengizinkan Fifah bekerja. Malahan dia yang berjanji akan tetap memberika uang bulanan untuk keluarga Fifah, dan biaya Fifah dan anaknya juga akan jadi tanggung jawab Meta.


"Enggak usah di pikirkan ancaman Ben-cong itu, biar aku yang urus. Mana surat-surat kepolisian yang menunjukan hasil fisum dan lain sebagainya." Meta meminta agar mengumpulkan surat-surat itu, ia akan gunakan surat itu untuk mengancam Niko. Meta yang awalnya menghubungi pengacara Niko pun meminta mereka janjian, dengan alasan Meta ingin damai dan ingin meminta maaf karena telah ikut campur ke dalam masalah Niko dan Fifah.


Pihak Niko yang mengira bahwa yang di omongkan Meta adalah benar sehingga Meta di minta menemui Niko di rumah sakit. Setelah mendapatkan kesempatan bertemu, Meta pun tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini pasalnya baik Niko maupun pengacaranya sejak kemarin sulit sekali untuk di minta pertemuan membahas perceraian Fifah dan dirinya.


"Dasar laki-laki gila, giliran dengan omongan bohong kaya gini dia mau ketemu. Dari kemarin di ajak ketemu baik-baik sok jual mahal. Cuih, ketahuan sekali Niko itu tidak mau rugi dan tipe laki-laki pelit, alias medit," gumam Meta,dengan penuh emosi.


"Gimana, Mas Niko mau ketemu?" tanya Fifah dengan cemas.


"Mau setelah di gunakan jurus pembohongan, dia mau bertemu. Dari kemari sok sibuk. Dasar laki kamu itu gila sih Fah. Nanti-nanti kamu kalo pilih laki jangan yang tipe kaya dia bikin setres, tiap hari makan ati yang ada nanti kamu gila," sungut Meta, yang Ikut gila gara-gara kelakuan Niko.


"Terus kamu dan Niko mau ketemuan di mana? Apa mau jalan sekarang juga?" tanya Fifah, dia penasaran dan cemas takutnya meta kenapa-napa dibuat Niko yang berkuasa itu.


"Rumah sakit, kena karma dia jadinya dia masuk rumah sakit," jawab Meta singkat. Ia kini tengah bersiap akan menemui Niko yang berada di rumah sakit.


Fifah pun hanya bisa mendoakan semoga urusan Meta menemui Niko dipermudah, dan dia secepatnya bisa bercerai seperti Cyra yang kini sudah menyandang setatus JAMUR (Janda bawah umur). Fifah tidak ingin berurusan dengan Niko sehinga siang malam ia berdoa agar urusanya dipermudah. Untung ada Mata yang walaupun sibuk dengan kerjaan tetapi Meta masih mau disibukan dengan segala urusan Fifah.