
Bab 99 Aku Bukan Orang Yang Berbelas Kasih.
Jagat meminta maaf kepada sofy dan Elis karena dia pergi lama, tetapi itu tidak menjadi masalah untuk mereka berdua.
Elis pun berpindah kursi dan membiarkan jagat duduk ditengah mereka, jagat pun duduk kemudian memegangi tangan mereka berdua dengan kasih sayang dan mereka pun merasa hangat.
"Apa kalian berdua mau berjoget" tanya jagat.
Elis dan Sofy dengan kompak menggelengkan kepalanya, kemudian sofy pun berkata "Kalau aku joget nanti aku bakal kelelahan, dari kemarin sampai tadi aku selalu bergoyang"
Elis pun menimpali "Iya kami berdua menggoyang kamu di atas tempat tidur, jadi kami tidak perlu lagi berjoget di sini, lebih baik kita nonton saja di sini"
Mendengar jawaban dari Elis dan Sofy jagat pun tersenyum "Hahaha.... memang kalian berdua itu ya, sesuatu banget. Kalau begitu ayo kita minum"
Jagat pun menuangkan minuman kegelas Elis dan Sofy kemudian dia mengambil gelas bekas Eriska tanpa sadar dan menuangkan minuman itu kedalamnya, mereka pun minum sambil mengobrol.
Setelah beberapa lama mereka mengobrol, di pintu masuk 2 orang pasangan muda, dia adalah Cakra dan Ajeng.
Jagat dan wanitanya itu duduk di dekat bar tender sehingga lampu di sana terang dan bisa kelihatan dari jauh apalagi dari pintu masuk. Cakra yang melihat jagat langsung menghampiri mereka.
"Aku kira kamu terbaring di rumah sakit ternyata selain kamu sebagai OB kamu juga Gigolo bahkan kedua wanita cantik ini sanggup kamu layani" cibir Cakra.
"Apa maksud mu" tanya jagat.
"Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya tidak menyangka saja bahwa kamu orang yang begitu... Menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan uang dan bahkan bekerja menjadi gigolo untuk memuaskan wanita seperti mereka" jawab Cakra.
Di sana sofy langsung naik pitam karena perkataan Cakra menyinggung dirinya "Apa aku punya masalah dengan mu, apa kamu tahu kamu sudah menyinggung diri ku"
Cakra menggoyangkan tangannya "Aku tidak memiliki masalah dengan mu, tapi aku memiliki masalah dengan OB itu, sehingga dengan tanpa sengaja aku menyinggung mu"
Kemudian sofy ingin menampar pipi Cakra dia berniat berdiri dan akan melayangkan tangannya ke arah Cakra tetapi jagat menahannya.
Di sana Ajeng pun menimpali sambil menunjuk kearah jagat "Tidak aku sangka kamu lelaki rendahan dengan bekerja sebagai pemuas nafsu wanita yang kesepian, Sepulang dari ini aku akan memberitahukan ayah ku untuk mengusir kamu dari rumah kontrakannya"
Cakra pun merasa puas karena Ajeng ikut mengatai Jagat dan dia bahkan akan melaporkan itu kepada ayahnya ajeng supaya jagat di usir.
"Aku juga ingin tahu setelah kamu di usir dari kontrakan ayahnya Ajeng, apa kedua wanita ini bisa menampung mu di rumahnya, atau kah kamu akan menjadi gelandangan yang tidak memiliki tempat tinggal" cibir kembali Cakra.
Elis pun geram dia menunjuk kearah Cakra "Eh jaga mulut mu, kalau tidak kamu akan menyesal"
Cakra malah tertawa "Hahaha....aku akan menyesal, menyesal mengenai apa, bahkan aku tidak sabar lagi sepulang dari sini kamu akan masuk kedalam rumah sakit dengan wajah dan tangan di perban"
Jagat memang orang yang sabar, tetapi sekarang harga dirinya telah di injak-injak oleh Cakra, dan dia pun tidak mau diam saja.
Jagat berdiri dan berjalan menghampi Cakra, Cakra pun mundur beberapa langkah Karena dia takut jagat menghajar dirinya seperti waktu terakhir kali dia masuk ke dalam rumah sakit.
Tetapi jagat tidak memukul Cakra dia malah berjalan kebelakang Cakra dan berbisik "Ayo kita lihat, siapa yang akan masuk ke dalam rumah sakit setelah ini, aku atau kah diri mu, aku orang yang sabar tetapi ingat aku bukan orang yang berbelas kasih"
Setelah jagat berkata begitu, jagat kembali duduk di kursinya, Cakra pun tertegun dan kemudian tersadar.
"Kamu mengancam ku, selama aku di sini tidak ada orang yang berani menyinggung diri ku, ingat aku Cakra Wibisono putra dari direktur umum hotel Arssad ini, semua keamanan di sini memandang hormat diri ku, kalau aku perintahkan mereka untuk memukuli mu sekarang aku juga sanggup, tetapi aku tidak akan melakukannya, tunggu saatnya nanti baru kamu tahu siapa diri ku" dengan sombongnya Cakra sesumbar dan membawa nama ayahnya untuk menakuti Jagat.
Setelah bicara seperti itu Cakra pun pergi, kemudian dia mencari tempat duduk, setelah mendapatkan tempat duduk, Cakra kemudian merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone.
Cakra menelpon anak buahnya [Halo, cepat ke Club Malam segera, si OB itu ada di sini]
30 menit kemudian 10 orang anak buah Cakra pun datang, Cakra pun melambaikan tangannnya kepada mereka dan mereka pun menghampiri.
Sesaat kemudian 10 orang anak buah beni dari kota bagian timur datang, mereka memakai jaket Hoodie dengan gambar serigala di belakang punggung jaket merah.
Jagat sebenarnya melihat mereka tetapi mereka pura-pura tidak melihatnya.
Jagat tersenyum dan tenang, semua anak buah beni dan anak buahnya Cakra, sudah di kendalikan oleh jagat.
Perintah terakhir jagat kepada mereka adalah memukuli Cakra sampai bonyok, dan sekarang mereka pura-pura patuh kepada Cakra.
Anak buah beni, sudah bersiap, mereka memakai jaket yang bolak balik, pas mereka datang mereka memakai jaket Hoodie berwarna hijau, tetapi di bagian belakang kalau mereka balik jaket itu berwarna hitam polos.
Tidak lupa mereka pun membawa masker hitam sehingga apabila mereka memukuli Cakra nanti tidak akan bisa dikenali.
Mereka pun duduk di kursi yang berada pura pura melindungi Cakra padahal mereka sedang menunggu waktu yang tepat untuk beraksi.
Jagat yang sedang mengobrol, dengan Elis dan Sofy, tiba-tiba matanya menjadi biru, ternyata jagat sedang menjalin kontak dengan Belatung Gaib supaya mereka melaksanakan perintah jagat.
Melakukan telepati jagat pun memerintahkan mereka "Ketika Cakra berjoget baru lah beraksi, disana kalian tidak akan ketahuan karena banyak orang dan musik terdekat keras"
Dengan perintah itu mereka pun mengangguk, anak buah beni pun menyebar mereka pergi ke lantai dansa untuk berjoget.
Cakra terlihat berdiri, dan mengajak ajeng mereka melangkah menuju lantai dansa, mereka pun berjoget dan masuk di kerumunan orang.
Anak buah beni mulai bergerak mereka membalikan jaket merah serta memakai masker hitam.
Lampu yang kelap kelip dan suasana yang riuh serta musik yang keras membuat orang asik dengan dirinya sendiri sehingga tidak memperhatikan orang lain.
Cakra pun di kelilingi oleh 6 orang, 4 orang lainnya menghadang Ajeng supaya tidak mendekati Cakra yang sedang di pukuli.
Ajeng tidak masuk kedalam target sehingga Ajeng mereka aman kan, hanya Cakra yang menjadi target utama.
Setelah beberapa lama Cakra sudah jatuh tersungkur dan ke 10 orang itu pun berlalu pergi.
Melihat Cakra sedang tergeletak Ajeng langsung berteriak histeris sehingga orang orang yang berjoget di dekat mereka langsung menyingkir.
"Tidak mas Cakra....."
Anak buah Cakra pun segera menghampiri dengan tergesa gesa, mereka membawa Cakra keluar dari lantai dansa.
Dan setelah itu anak buah beni pun datang dengan belaga tidak tahu apa yang terjadi.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna