Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 288 Mantra Penyegel Arwah


Bab 288 Mantra Penyegel Arwah


Di tempat yang lain tepatnya di rumah dukun santet.


Salah satu boneka santet yang terbuat dari jerami dan tergeletak di meja dukun mengeluarkan asap dan kemudian muncul api.


Wuss....


Boneka santet itu langsung terbakar habis dan menjadikan boneka santet dari jerami itu menjadi abu.


Tetapi anehnya hanya boneka itu yang terbakar meskipun ada boneka yang lain di dekat boneka itu.


Api yang membakar tidak menyambar boneka lain dan hanya boneka itu sajalah yang terbakar habis.


Brak....


Dukun santet itu menggebrak meja "Siapa yang berani menangkal ilmu santet ku ?...."


Dukun santet itu berteriak kesal sambil mengangkat tangannya ke atas.


"Oh iya, si raja genderewo, aku harus memanggil si raja genderewo"


Dukun santet itu mengeluarkan keris dan kemudian membakar kemenyan. Hingga asap mengepul di ruangan itu.


"Randong.... Kembali lah.... Randong, Pulang lah.... Randong...."


Dukun santet itu memanggil nama raja genderewo yang bernama Randong.


Tetapi setelah beberapa lama memanggil, raja genderewo itu tidak datang juga, biasa selama dia memanggil, si randong itu langsung datang, tetapi ini tidak.


Dukun santet itu menjadi geram "Sialan Si Randong pasti di tangkap atau dia sudah musnah, siapa orang yang sudah menangkal santet sakti ku"


Dukun santet itu mengangguk anggukkan kepalanya "Pasti dukun ini sakti sehingga bisa menangkal ilmu ku, aku harus membunuhnya segera, supaya tidak ada lagi yang menghalangi pekerjaan ku kedepannya"


Di rumah sakit Wijaya pasien sudah sadar dan dia pun menangis di pelukan ibunya, mereka berterima kasih kepada jagat karena sudah menyembuhkan anaknya itu.


Jagat pun hendak kembali ke ruangan divisi khusus tetapi ayah pasien berteriak "Tunggu Dokter"


Jagat pun berbalik "iya ada apa pak ?"


"Ini tidak akan sesederhana mengobati pasien di rumah sakit, aku mohon, datanglah ke rumah ku, aku takut semua orang yang ada di rumah menjadi korban santet berikutnya"


Orang itu pun memohon supaya jagat bisa menuntaskan masalah keluarganya yang berhubungan dengan santet.


Dia juga ingin mengetahui siapa yang menyantet dirinya tersebut, sehingga dia mengundang jagat untuk datang kerumahnya.


Jagat hanya memberikan kontak telpon kepada ayah pasien "Ini masalah personal, tidak ada hubungannya dengan rumah sakit, lusa nanti aku tidak sibuk, bapak bisa menghubungi nomor ku ini"


Kemudian jagat pun berbalik dan melangkah pergi setelah memberikan nomor handphonenya.


Jagat dan Arman sudah duduk santai di ruangan divisi khusus di kala semua dokter dan perawat belum selesai menangani pasien.


Mereka pun berbincang tentang kejadian tadi, dan Arman pun bertanya untuk memastikan "Apa benar raja genderewo yang dokter jagat segel lebih kuat dari pada siluman harimau yang aku miliki, bahkan aku tak sanggup menanganinya ?"


Jagat mengangguk "Ya benar, genderewo yang aku segel itu ada di level bintang 7, sedangkan pak Arman hanya baru mampu menghadapi makhluk yang memiliki level bintang 4"


Kemudian jagat menjelaskan "Dukun yang memberikan perintah kepada genderewo itu sepertinya dukun sakti, dia juga pasti di bayar mahal sehingga menurunkan langsung makhluk level tinggi, biasanya kalau dukun biasa hanya mengirim makhluk yang memiliki level di bawah level bintang 4 tetapi ini mengirimkan makhluk kuat"


Memang Arman juga membuka praktek perdukunan di rumahnya selain bekerja sebagai perawat di rumah sakit ini, dan berkat siluman harimau yang di berikan oleh jagat, Arman sedikit terkenal sebagai dukun kampung di desanya.


Tetapi mendengar penjelasan dari jagat hati Arman sedikit menciut dan dia harus hati-hati untuk kedepannya.


"Ini taruhannya adalah nyawa, jika makhluk yang aku segel ini tidak kembali, maka si dukun akan menggunakan segala cara untuk menemukan siapa yang telah menangkap makhluk peliharaannya ini, dan akan terjadi saling serang ilmu gaib antara aku dan dukun itu nantinya, maka aku pun harus waspada"


Jagat melanjutkan "Aku bisa saja mengembalikan santet yang dia kirim kan kepada anak itu, tetapi aku tidak mau memulai peperangan ini, aku akan menunggu dia memulai terlebih dahulu dan akan aku ambil keuntungan itu untuk banyak mengambil periharaannya kemudian aku jual ke dukun lain yang membutuhkan perewangan"


Jagat sedikit tersenyum membayangkan bagaimana dia menaklukkan makhluk yang akan di kirim dukun itu untuk menyerangnya.


Banyak hal yang jagat bayangkan, tetapi dia sadar bahwa kartu arwah yang dia miliki sudah habis terisi penuh oleh makhluk.


Bahkan toples kecil yang dia beli sudah terisi semuanya, sehingga tadi dia menggunakan kertas mantra penyegel Arwah untuk menyegel raja genderewo.


Sebagai hadiah karena Arman telah membantu jagat, dia pun memberikan toples kecil yang berisi makhluk.


"Pak Arman terima kasih karena telah membantu tadi, ini buat pak Arman, sudah aku taklukkan, pak Arman hanya tidak menjalin kontrak darah untuk mengendalikannya, ini aku dapat dari Jaya, salah satu bodyguard yang bekerja untuk ku, katanya dia berasal dari perguruan Laskar Hantu"


Arman langsung membelalakan matanya ketika mendengar tentang jaya dan perguruan silat laskar hantu.


"Ja...Jaya Perguruan Laskar Hantu, apa orangnya sedikit botak dan tinggi kurus dan kelakuannya sedikit aneh ?" Tanya Arman bersemangat.


"Pak Arman kenal dengan jaya ?" Jagat malah balik bertanya.


"Ya aku kenal, dia senior ku, aku pernah belajar di perguruan Laskar Hantu untuk mengendalikan kekuatan yang di wariskan oleh leluhur ku ini, dia yang membimbing ku, apa sekarang dia bekerja untuk dokter jagat ?"


Jagat mengangguk "Iya, dia melamar menjadi bodyguard di perusahaan yang aku dirikan, dan sekarang dia bekerja untuk ku, aku menyita semua makhluk yang dia miliki dan memberikan satu yang paling kuat, dan ini adalah salah satu yang dia miliki aku berikan kepada pak Arman"


"Memang dia memiliki banyak peliharaan makhluk halus, dia juga di juluki sebagai si pemburu hantu, jadi makhluk yang ada di dalam toples kecil ini milik jaya yang di sita dokter jagat"


Arman pun mengambil toples kecil itu, dan dia pun berterima kasih kepada jagat.


"Terima kasih dokter, dan titip salam dari ku untuk jaya" ucap Arman.


"Ya nanti akan aku sampaikan kepada dia" jawab jagat sambil mengangguk.


Satu persatu dokter dan perawat yang sudah selesai menjalankan tugasnya masuk kedalam ruangan ini.


Elis duduk dengan santai di dekat jagat sambil tersenyum, tetapi melihat raut wajah dokter Yohanes, nampak tidak menunjukan ekspresi, mukanya datar seperti tembok.


Dokter Dian kembali duduk sambil menyapa jagat "Bagai mana, pasien yang dokter jagat tangani, sepertinya sudah dari tadi duduk di sini"


Jagat tersenyum dan berkata "Ya sudah setengah jam yang lalu kami berada di sini, pasien yang aku tangani cukup sulit dan itu sudah di atasi"


Jagat pun sedikit merendah, tapi memang tadi jagat sedikit kewalahan karena harus membuat segel mantra penyegel Arwah, kalau saja kartu arwah masih ada yang tersisa, maka pekerjaan jagat akan lebih mudah.


Dengan hanyalah menempelkan kartu arwah dan mengalirkan sedikit tenaga dalam dan mengucapkan sedot, maka makhluk yang merasuki tubuh anak itu bisa langsung tersedot.


Dan itu tidak memakan banyak waktu seperti tadi, tapi apa boleh buat karena itu sudah terjadi, tetapi walaupun begitu, jagat menangani pasien lebih cepat dari pada dokter yang lainnya.


Dan yang terakhir muncul di ruangan itu ada Sofy, dia nampak kelelahan sepertinya dia sudah mengeluarkan banyak energi untuk mengobati pasien, karena harus menangani pasien operasi.


***


* Bersambung