
Bab 199 Perjamuan
Setelah Tuan Besar pergi meninggalkan Hotel Arssad, di resepsionis ada tamu hotel yang membawa 2 bodyguard.
"Mbak aku pesan hotel yang biasa ya, dan juga untuk pengawalan ku ini" ucap orang itu.
Resepsionis sudah tahu lagi orang yang memesan kamar hotel tersebut, karena dia sudah menjadi pelanggan setia hotel, dan selalu meminta kamar hotel yang sama.
"Pak Adi, kamar VIP 290 kebetulan sudah ada yang mengisi, bagai mana kalau kamar VIP 295, pak" ucap resepsionis.
Biasa dia sedikit arogan, apabila kamar hotel yang selalu dia gunakan di pakai orang lain, dia memerintahkan kepada resepsionis untuk memindahkan tamu hotel tersebut.
Tetapi karena dia berniat bertemu tuan besar, sehingga dia tidak berani berbuat apa-apa lagi, dan pastinya orang yang menyewa kamar 290 itu bukan orang sembarangan.
"Baiklah aku yang itu saja, eh aku mau tanya, apa tuan besar Sandjaya ada di sini atau tidak ?" Tanya Adi Sucipto.
"Kebetulan tadi beliau pergi, dan nanti sore kembali, apa pak Adi berniat bertemu dengan tuan besar?" Tanya resepsionis.
Adi Sucipto pun mengangguk tanpa berbicara sepatah katapun, kemudian resepsionis itu melanjutkan "Kalau begitu, pak Adi bisa bersiap karena nanti sekitar pukul 7 malam kami mengadakan perjamuan di aula atas, semua pengusaha sudah banyak yang berdatangan dari kemarin dan kamar VIP ini hampir penuh, bahkan kamar hotel bawah sudah penuh dengan para Bodyguard "
"Hadeuh berarti aku telah dong" ucap Adi Sucipto.
Padahal setelah di berikan pengobatan oleh jagat, Adi Sucipto langsung berangkat dari kota G ke kota B, tetapi mobil mereka ada kendala, yaitu mobil mogok di tengah jalan.
Sehingga mereka harus bermalam di dalam mobil yang sedang menunggu perbaikan, yang seharusnya kalau perjalanan mereka lancar mereka sampai pada tengah malam.
Karena montir mobil baru datang waktu subuh, sehingga Adi Sucipto baru sampai di hotel Arssad sedikit kesiangan.
Adi Sucipto pun bertanya "kamu tahu di mana kamar hotel orang yang bernama Anton"
"Maaf, pak Adi, kamu tidak bisa memberitahukan kepada anda perihal pengunjung lain kepada anda karena ini sudah menjadi aturan kami" ucap resepsionis itu.
"Hai dia adik ku, wajar aku kakaknya ingin tahu" ucap Adi Sucipto.
Kemudian resepsionis itu mengecek buku tamu "Maaf kalau boleh tahu namanya Anton apa ?"
"Anton Sucipto" ucap Adi Sucipto.
"Maaf pak Adi, tidak ada tamu yang namanya Anton Sucipto di sini" ucap resepsionis.
Setelah itu Adi Sucipto dan istrinya pergi di antarkan staf hotel menuju kamar 295, sedangkan para bodyguard itu pergi ke luar karena kamar hotel mereka berada di luar.
**
Kedua bodyguard Adi Sucipto, itu lewat di kamar hotel Anton, dan dia melihat kearah bang Anton mereka pun menyapa.
"Tuan muda, ternyata anda ada di sini ?" Tanya salah satu bodyguard.
Anton pun melirik ke arah bodyguard itu "Oh ternyata kalian berdua, apa kalian Bersama kakak ku"
Mereka berdua pun mengangguk "iya tuan menginap di kamar 295"
Kemudian mereka pun mengobrol sebentar dan kemudian mereka menuju ke kamar hotel untuk beristirahat.
Setelah berada di kamar hotel, salah satu bodyguard itu menghubungi Adi Sucipto, dia melaporkan bahwa bang Anton ada di hotel kelas ekonomi.
Kemudian Adi Sucipto pun pergi ke resepsionis untuk memesan kamar hotel yang lebih baik dari pada hotel kelas ekonomi yang ada di bawah.
Setelah memesan kemudian Adi Sucipto datang ke kamar hotel yang di tempati bang Anton, yang kebetulan mereka sudah masuk kedalam kamar.
Tok....tok....tok....
Suara pintu di ketuk, kemudian Istri bang Anton membukakan pintu, dia terkejut karena yang mengetuk pintu itu adalah Adi Sucipto.
"Kakak ipar ?" Ucap istrinya bang Anton.
"Dek, si Anton ada di sini tidak ?" Tanya Adi Sucipto
"Ada kak silahkan masuk" ucap istrinya bang Anton sambil membuka pintu.
Kemudian mereka pun masuk belum duduk Adi Sucipto langsung menceramahi bang Anton "Dasar adik kurang ajar, banyak yang ingin membunuh mu, ternyata kamu sembunyi di sini, mana anak buah mu yang banyak itu dan kamu banggakan"
Mendengar perkataan itu bang Anton hanya bisa menghela napasnya "Hadeuh, bang sudahlah segini juga udah uyuhan aku ada yang menyelamatkan, dari pada kamu, aku minta tolong untuk menjaga anak dan istri ku, mana. Gak ada bodyguard mu yang datang"
Ternyata antara adik kakak ini ada kesalahan paham, sehingga mereka pun berdebat hebat yang pada akhirnya Adi Sucipto memerintahkan kepada bang Anton untuk pindah dan tinggal di kamar hotel yang layak.
"Sudahlah, aku tidak mau berdebat lagi dengan mu, sekarang pindah dari sini aku sudah menyewa kamar hotel yang lebih luas dari pada ini" ucap Adi Sucipto sambil menyerahkan kunci hotel.
Anak dan istri bang Anton pun sangat senang karena bisa pindah kamar hotel mereka pun bersiap untuk pindah dengan di bantu oleh bodyguard Adi Sucipto.
Mereka pun pindah ke kamar hotel yang lebih mewah lagi.
Pada sore harinya sebelum perjamuan tiba, semua staf hotel sudah berkumpul di ruangan rapat.
Mereka berkumpul untuk mendiskusikan tentang Bagas yang di mutasikan menjadi kepala cabang hotel Arssad kota G, dan di mutasikan langsung oleh tuan besar.
Tuan besar yang sudah duduk di kursi kebesarannya mengangkat Farrah sebagai direktur umum yang baru dan ada seorang laki-laki yang menggantikan pekerjaan Farrah sebagai humas.
Setelah rapat itu berakhir, tuan besar meminta supaya mereka dapat bekerja sama dengan baik, dan kalau ada pelanggaran seperti sebelumnya maka langsung di laporkan supaya tidak berlarut-larut.
*
Sedangkan di luar hotel Arssad para eksekutif dan pengusaha berdatangan untuk hadir dalam acara perjamuan tuan besar Sandjaya.
Mereka pun datang dengan membawa bodyguard mereka masing masing, ada pun yang sudah menginap di hotel Arssad ini, mereka pun bersiap.
Calon satpam yang dalam masa pendidikan pun di tugaskan untuk berjaga di setiap tempat, mereka langsung di terjunkan oleh Hadi karena satpam senior tidak akan mampu mengatasi para tamu yang sangat banyak.
Bukan hanya para pengusaha, tetapi juga dari aparatur negara yang turut hadir dalam acara perjamuan ini salah satunya adalah Ruben.
Bahkan agung biantara pun turut hadir dalam perjamuan ini, karena perusahaan biantara grup memiliki kerjasama dengan Sandjaya grup.
Mobil mewah berjajar rapi di parkiran dan ada sekitar 50 motor RX-KING di lahan parkir khusus kendaraan roda dua.
Mereka adalah anak buah Andi gengster serigala dari kota B bagian timur, yang datang untuk mengawal Andi dan istrinya.
Andi pun berjalan bersama istrinya ke arah gedung markas keamanan moeza bodyguard berada, untuk menemui Hadi.
Mereka berdua teman baik, karena sama sama murid dari tuan besar Sandjaya dan satu angkatan dengan dirinya waktu berlatih di kampung dahulu.
Andi tahu kota dari Hadi, tetapi mereka berpisah karena pekerjaan mereka, Hadi di perintahkan menjadi kepala keamanan dan membantu Alex sedangkan Andi sendiri keluyuran tidak tentu arah.
"Hai bang Hadi apa kabar" sapa Andi
"Hai pria Nakal, berani juga kamu datang ke tempat ini, apa kamu sudah bosan hidup" ucap Hadi sambil mengepalkan tangannya.
Kemudian mereka pun beradu tinju.
Wuss....
Brak....
Kepalan tinju mereka berdua saling bertubrukan dan setelah itu mereka pun berpelukan.
"Lama kita tidak bertemu, aku pikir kamu sudah mati di jalanan" ucap Hadi.
"Aku tidak akan semudah itu di tumbangkan pereman pasar, pukulan bang Hadi masih kuat seperti dulu" ucap Andi.
Mereka pun melepaskan pelukan mereka Hadi pun memuji "Kamu sepertinya semakin kuat saja, bagai mana dengan Genk Serigala yang kamu bentuk, sepertinya semakin banyak dan kuat saja"
Andi tertawa sambil menggaruk kepalanya "Hahaha....bang Hadi pastinya mencari tahu tentang ku"
"Hai enak saja, mencari tahu tentang mu, aku banyak memiliki infoman jadi aku tahu semua informasi di kota ini tentang dunia bawah tanah" ucap Hadi.
Kemudian mereka pun berbincang sebentar dan mengenalkan istri dari Andi, setelah itu Andi pamit untuk menemui tuan besar.
"Aku akan keatas dulu, sudah sangat lama aku tidak bertemu dengan Guru, bahkan sudah beberapa tahu aku tidak pulang kampung" ucap Andi.
"Sana pergi dasar murid durhaka, ingat berkelakuan Baiklah didepan tuan besar" ucap Hadi sambil mengusir andi
***
* Bersambung