Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 136 Tumbal


Bab 136 Tumbal


Sesampainya di rumah sakit Wijaya, jagat memarkirkan mobilnya, dan kemudian mereka pun pergi menuju kantor divisi khusus.


Dan di sana sudah menunggu sofy, sedangkan dokter Yohanes sendiri belum datang karena dia pun membuka praktek.


Sofy sesudah menjalankan tugasnya di balai pengobatan milik Toni dia langsung ke rumah sakit Wijaya untuk menunggu jagat.


Jagat dan Elis duduk di kursi dan Sofy pun langsung tersenyum "Cie....cie.... yang mau jaga malam sama dokter Yohanes, semangat amat"


Mendengar perkataan dari sofy, Elis pun langsung memanyunkan bibirnya dan menggembungkan pipinya "Ngebayakan saja aku sudah bergidik geli, sudah ah jangan bahas, aku mau bersiap dan diam di tempat dokter Marta"


Elis pun dengan raut muka marah mengambil peralatannya untuk pergi ke tempat dokter Marta, tetapi sebelum pergi jagat mengingatkan.


"Elis ingat apa yang aku katakan tadi dan sini aku minta Dias" tangan jagat menengadah.


"Untuk apa Dias, sekarang kan mas say bersama dokter sofy, kenapa harus butuh lagi Dias, dara saja ada bersama dokter Sofy" Elis tidak mau memberikan Dias yang dia bawa dalam kartu Arwah.


"Dias dan Maya makhluk yang sama, sehingga nanti Maya bisa belajar dengan Dias, jadi sini aku butuh dias" jagat menggoyangkan jarinya.


Dengan wajah cemberut dengan terpaksa Elis pun menyerahkan Dias kepada jagat "ini ambil"


Setelah menyerahkan kartu Arwah yang berisi Dias, Elis pun menghampiri Sofy "Heh dokter sofy, ingat jangan terlalu heboh dengan mas say ku, sisakan sedikit tenaga mas say ku untuk menggoyang ku nanti"


Sofy tersenyum dan tahu apa yang di maksud oleh Elis, sofy pun berbisik "Tenang saja, nanti akan aku servis mas say mu biar tidak bisa berpaling dari ku, akan aku ***** dan aku hisap si dorisnya supaya dia puas dan ketagihan"


Sofy memanas manasi Elis, dan Elis pun menundukkan kepalanya, ada penyesalan yang mendalam di hatinya "Ah....kenapa aku harus jaga malam di rumah sakit ini, siapa sih yang membuat peraturan itu, jujur aku ingin bersama mas say ku"


Sofy pun menepuk pundak Elis dan kembali berbisik "Sabar ya, orang sabar itu di sayang mas say"


Sofy pun ikut ikutan memanggil jagat dengan sebutan mas say, meniru apa yang di ucapkan oleh Elis.


Sebelum Elis ketempat dokter Marta dia mendekati jagat kemudian dia pun menyosor bibirnya jagat.


Setelah itu Elis berpesan "Mas say kalau besok ada waktu, aku mau...."


Ucapan Elis tidak di lanjutkan karena keburu ada orang yang menekan gagang pintu, sebelum pintu itu di buka mereka pun nampak seperti tidak terjadi apa-apa.


Daun pintu pun bergeser dan terbuka, ternyata yang datang adalah dokter Yohanes, dia pun kaget karena adanya jagat dan dokter sofy.


"Kenapa dokter jagat dan dokter sofy masih ada disini" tanya dokter Yohanes.


Jagat tersenyum dan menyerahkan hasil pemeriksaan medis "Aku hanya mau menyerahkan hasil pemeriksaan pasien, bukanya aku di perintahkan untuk mengunjungi pasien di rumahnya, dan ini hasil laporan ku"


Dokter Yohanes pun berkata ketus dan mengusir jagat secara halus "Kamu kan bisa serahkan besok pagi jadi tidak perlu datang ke sini, dan kalau sudah tidak ada urusan lagi, silahkan tinggalkan tempat ini"


Jagat pun tersenyum dan menjawab "kalau aku tidak kesini mana mungkin suster Elis ada di sini, kan tadi yang menjadi partner aku suster Elis, dan sekalian aku antar dia karena harus tugas malam"


Jagat selalu tersenyum apa pun perkataan orang yang mencibir dan mengatai dirinya, dia menjawab dengan di awali senyuman.


Dokter Yohanes pun bergumam "Tebar pesona sekali sih bocah ini, sok imut banget, cepat lah pergi, aku mau berduaan dengan suster Elis ku"


Kemudian dokter Yohanes pun berkata "ya sudah kalau begitu, silahkan tinggalkan tempat ini"


Jagat pun bangkit dari duduknya dan kemudian mengajak sofy untuk pergi meninggalkan tempat ini.


Sofy pun melambaikan tangannnya ke arah Elis "Dadah Suster Elis, baik baik di sini ya, jangan keluyuran ke mana mana"


Di sana Elis pun memanggil "Tunggu, kita bareng ke luar"


"Dokter Yohanes aku memang jaga malam tetapi aku tidak mesti berdiam di sini bersama mu kan, ingat kita bukan muhrim, kalau ada pasien dan butuh pendamping, aku ada di ruangan dokter Marta ya, kita disana sama sama perempuan, jadi tidak akan terjadi apa apa" ucap Elis sambil melangkah pergi.


Raut wajah kekecewaan terukir di wajah dokter Yohanes, ini adalah kesempatan besar untuk bisa mendekati Elis, dan jadwal jaga malam pun sebetulnya sudah di atur olehnya dan dokter Calvin.


Tetapi rencananya itu seketika gagal, karena ternyata dokter Marta juga harus jaga malam, coba kalau dokter umum lain yang jaga malam mungkin Elis akan diam di kantor divisi khusus bersama dokter Yohanes.


Setelah mereka keluar dari ruangan itu dokter Yohanes pun mengepalkan tangannya dan berucap dengan pelan sambil marah "Sial....sial....sial....sial.... Gagal sudah rencana ku malam ini"


Dokter Yohanes pun duduk dan memikirkan cara supaya Elis bisa diam di Kantor divisi khusus bersamanya malam ini.


*


Jagat dan Sofy pergi meninggalkan rumah sakit Wijaya, mereka menggunakan mobil baru jagat, sedangkan mobil milik sofy di biarkan di parkiran rumah sakit Wijaya.


Sebelum itu mereka mampir terlebih dahulu ke toko baju anak yang kebetulan berdampingan dengan toko boneka.


Jagat pun membeli pakaian anak untuk Maya dan banyak boneka, jagat juga mampir di kios rampe, kios yang menjual berbagai macam untuk sesajen dan lain sebagainya.


Jagat pun membeli kembali 7 rupa, parfum panca warna dan apel jin serta kemenyan dan peralatan lainnya.


Sofy tidak banyak bertanya seperti Elis, dia hanya mengikuti saja kemana jagat pergi.


Tetapi baju anak dan boneka, baru lah sofy tanya "baju anak dan boneka itu untuk siapa ?"


Jagat menjawab singkat "untuk Maya"


Sofy tidak bertanya lagi Maya itu siapa tetapi dia bertanya hal yang lain "Bagai mana Rumah yang akan kita beli, apakah nona Eva Ho sudah membawa mu ke rumah yang akan kita beli"


"Pemiliknya tidak jadi menjual rumah tersebut" jagat hanya menjawab singkat.


"Oh ya sudahlah" sofy pun membalas dengan singkat juga.


Sofy pun diam saat di perjalanan karena mobil melaju tidak terlalu cepat dan tidak juga lambat, karena hari sudah malam, sehingga jagat mengendarai mobilnya dengan hati hati.


Tetapi dia baru tersadar dan bertanya "Loch !..ini kan bukan arah ke kosan Elis, mau kemana kita ini ?"


Jagat menoleh ke arah sofy dan kemudian kembali fokus menyetir "Aku akan menculik mu, hehehe...."


Nada bicara jagat sedikit menyeramkan dengan sedikit ketawa hehehe.... membuat bulu kuduk sofy berdiri.


Dengan penasaran sofy kembali bertanya "Kita mau kemana, aku tidak keberatan kamu culik aku, karena aku ini milik mu, tapi kita mau kemana ?"


"Kamu tahu tadi aku sudah membeli banyak sesajen dan peralatan pesugihan, aku mau menumbalkan mu" di dalam hati jagat ingin tertawa tetapi dia tahan.


Sofy pun tersentak kaget "Apa aku mau kamu jadikan tumbal"


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna