
Bab 121 Santet
Setelah selesai mengobati Darmawan Wira Atmajaya jagat pun menulis resep obat yang harus di minum oleh Darmawan Wira Atmajaya.
"Setelah aku periksa, sepertinya pak Darmawan tidak memiliki masalah, dan tidak mandul, ya mungkin karena terlalu cepat keluar sehingga si ****** tidak dapat membuahi sel telur karena keburu mati di perjalanan, itu juga belum aku pastikan, tetapi kalau ingin tahu lebih lanjut aku harus memeriksa juga kondisi istri pak Darmawan" ujar jagat.
"Baiklah kalau begitu, apa istri ku harus aku bawa ke sini atau kah dokter jagat bersedia berkunjung ke rumah kami untuk memeriksa istri ku itu" ucap Darmawan Wira Atmajaya.
"Itu terserah pak Darmawan saja, tapi untuk Minggu ini aku sibuk dan tidak bisa kemana mana" ucap jagat.
"Baiklah ini kartu nama ku, hubungi aku kalau kamu senggang, yang pasti kalau bisa Minggu depan harus sudah memeriksa istri ku itu, karena aku sudah tidak sabar lagi ingin memiliki keturunan" ucap Darmawan Wira Atmajaya.
"Aku janji hari kamis depan akan berkunjung ke rumah pak Darmawan untuk memeriksa kondisi istri bapak" ujar jagat.
"Ya sudah aku pergi dulu" ucap Darmawan Wira Atmajaya.
Dia pun meninggalkan ruangan pemeriksaan dan jagat pun kembali ke kantor tempatnya berkumpul.
Tetapi belum juga duduk dokter Calvin sudah menyuruh kembali jagat untuk memeriksa pasien yang ada di ruangan lain.
Dan sekarang jagat mendapatkan partner yaitu dia di temani sama Arman.
Jagat pun kembali menuju ruang periksa dengan di pandu Arman sebagai asistennya sekarang.
Dan terdapat pasien pasangan suami istri, yang salah satunya berbaring di blangkar.
"Permisi pak, Bu, aku dokter jagat yang akan memeriksa anda berdua" sapa jagat.
"Oh silahkan dok, perkenalkan nama ku Hendar dan ini istri ku Lia" suami pasien itu pun memperkenalkan dirinya.
"Apa keluhan ibu sehingga harus di tangani oleh dokter divisi khusus seperti kami ini pak" tanya jagat.
"Ini dok, aku sudah periksakan istriku ke dokter lain, dan dokter bilang ibu sehat tidak mengalami apa pun, tetapi kaki dan tangan istriku tidak bisa di gerakan seperti yang lumpuh, dan bahkan lihat pipinya seperti orang yang terkena stroke" suami pasien yang bernama hendar menceritakan keluhan kepada jagat.
"Terus apakah sudah pernah di scan atau penanganan lainnya" tanya kembali jagat.
"Kami sebenarnya sudah di rumah sakit ini dari kemarin, dan dokter di sini sudah berusaha mencari informasi tentang Penyakit yang istri ku derita, dan dokter menyarankan agar di tangani oleh dokter divisi khusus, karena dari pemeriksaan dokter umum tidak ada kendala di tubuh istri ku, dok" tutur hendar.
Kemudian jagat pun mendekati pasien yang bernama Lia, kemudian dia memeriksa denyut nadinya dari pergelangan tangan.
Nampak denyut nadi pasien itu normal dan tidak mengalami sesuatu, tetapi anehnya pasien yang bernama Lia ini seperti orang yang lumpuh, dan bahkan kaki dan tangannya menjadi kaku.
Jagat pun mencob memindai penyakit pasien dengan menggunakan mata emas yang Jagat miliki.
Jagat pun menjadi shock, karena dia melihat di beberapa pembuluh darah dan di bagian alat gerak pasien tertanam paku yang lumayan besar.
Sehingga tubuh pasien di ibaratkan patung kayu yang tidak bisa bergerak, dengan adanya paku yang tertanam di alat gerak pasien makan pasien menjadi kaku.
Paku ini bukan paku sembarangan, karena bukan logam yang dapat terdeteksi oleh alat kedokteran, paku ini adalah paku energi dari hasil santet seseorang.
Jagat pun menggelengkan kepalanya, karena tidak menyangka bahwa ada orang yang sangat kejam dengan mengirimkan paku kedalam tubuh dalam jumlah yang banyak.
"Bagai mana dengan hasil pemeriksaan kepada istri ku, dok" tanya hendar.
"Sepertinya penyakit ibu Lia sangat parah, tetapi masih bisa di tangani" jawab jagat.
Jagat pun tersenyum "kami sebagai dokter hanya berusaha untuk mengobati, soal sembuh atau tidaknya penyakit istri pak hendar itu kehendak yang maha kuasa"
Kemudian jagat melirik ke arah Arman "pak Arman, maaf sebelumnya, karena yang aku tangani sekarang adalah pasien wanita, maka boleh kah aku merubah Partner ku, pak Arman bisa kembali ke ruangan kita, dan mohon untuk pengganti pak Arman siapa saja asalkan seorang wanita, tapi sebenarnya aku minta maaf"
"Tidak apa-apa dokter jagat, aku mengerti, baiklah aku akan kembali dan memberitahukan perawat yang lain" ucap Arman sambil hendak melangkah pergi.
Tetapi baru saja ingin membuka pintu Arman di panggil kembali oleh Jagat "Pak Arman, maaf kelupaan, tolong apabila pengganti pak Arman kesini, tolong bawakan tas aku yang ada di kursi, dan tadi aku lihat ada kebun herbal sebelum kesini, aku minta di petikan 20 daun sirih ya pak"
"Baiklah aku akan memberitahukan kepada suster pengganti" Ucap Arman sambil membuka pintu dan melangkah pergi.
Jagat pun menunggu pengganti Arman yang datang, sembari mengobrol dengan Hendar "Apakah pak hendar memiliki keluhan di badan bapak"
Hendar pun mengangguk dan tidak menyangkalnya "Iya dok, aku sering tiba-tiba merasa pusing, pundak ku terasa berat dan terkadang kaki ini terasa lemas"
Sambil mengobrol jagat sebetulnya dia juga sambil memindai penyakit yang diderita oleh hendar, dan tidak jauh berbeda dengan Lia, di tubuh hendar pun ada beberapa paku yang menancap di titik titik syarafnya.
Sehingga mengakibatkan peredaran darah dan oksigen ke otak tidak berjalan lancar karena terhambat oleh paku yang menancap.
Sehingga mengakibatkan kepala menjadi pusing, pundak terasa berat dan kaki terasa lemas.
Sebenarnya ini sudah termasuk penyakit non medis karena berhubungan dengan hal di luar nalar manusia pada umumnya, yang tidak bisa di obati dengan cara kedokteran.
"Pak hendar, apakah bapak memilih musuh, atau saingan bisnis yang membenci anda" tanya jagat yang membuat hendar keheranan dengan pertanyaan ini.
Hendar pun berpikir sejenak dia ingin menjawab pertanyaan dari jagat tetapi dengan jawaban yang pas.
Tetapi sebelum hendar menjawab, Jagat sudah berkata kembali "Maaf loh pak, soalnya penyakit bapak dan ibu Lia di katagorikan sebagai penyakit non medis yang tidak bisa di tangani dengan cara kedokteran,
Penyakit yang bapak dan ibu alami di sebabkan karena bapak dan ibu terkena santet, sehingga meskipun aku nanti sudah menyembuhkan bapak dan ibu, tetapi suatu hari nanti bapak dan ibu bisa terkena penyakit yang sama, bahkan bisa menimbulkan kematian" jelas jagat.
Hendar pun menjadi shock mendengar perkataan dari jagat, dia tidak menyangka bahwa penyakit yang istri dan dirinya derita akibat dari santet.
Hendar pun mencerna kembali pertanyaan dari jagat yang menanyakan tentang musuh dan saingan kerja yang membencinya.
Tetapi hendar yakin bahwa dia tidak memiliki musuh, kalau saingan bisnis itu sudah pasti tetapi mereka tidak pernah mengalami konflik.
"Dokter jagat, aku mohon bisakah kamu menyembuhkan kami, aku berharap dan percaya kepada mu, dan soal musuh yang kamu bicarakan, aku yakin aku tidak memiliki musuh, tetapi kalau saingan bisnis aku banyak, tetapi aku tidak pernah menyinggung mereka atau siapa pun" ucap hendar yang menjelaskan.
"Kalau begitu bukan hanya anda berdua yang harus di obati, tetapi tempat usaha anda juga harus di periksa, karena ada kemungkinan anda terkena santet itu di akibatkan adanya saingan bisnis yang sirik kepada anda, dan apakah pernah ada kejadian aneh di tempat usaha anda" tanya jagat.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna