
Bab 132 Anak Itu Adalah Hantu
Kejadian yang di ceritakan oleh agung sangat mengerikan, sampai cctv pun, di rusak dan master dari cctv tersebut di ambil untuk menghilangkan bukti.
Dan cerita tersebut hasil investigasi polisi yang memeriksa tempat kejadian perkara, dan sayangnya polisi tidak bisa mengungkapkan siapa penjahat yang merampok rumah ini.
Kejadian tersebut membuat istri agung menjadi depresi karena kehilangan Maya, anak satu satunya.
Agung berniat untuk menjual rumah ini karena menjadi kenangan buruk bagi istrinya, dan ingin pindah ke luar negeri, supaya istrinya bisa melupakan Maya.
Ini yang terakhir kalinya dia mengunjungi rumah ini, untuk mengenang sejenak Maya, karena tidak ada informasi dari kepolisian tentang Maya yang hilang.
Entah di bunuh oleh perampok itu, atau mereka culik dan membawanya entah kemana.
Setelah selesai bercerita, tidak lama kemudian Ruben datang dengan di antara teman-temannya memakai mobil polisi.
Mereka pun berbincang bincang dengan terlebih dahulu mereka berkenalan, pemilik rumah ini bernama Agung Biantara dan jagat pun memperkenalkan diri dengan nama aslinya yaitu Arya.
Kemudian Elis bertanya kepada agung, karena kebetulan orang yang minta dokter Divisi khusus datang bernama agung juga.
"Maaf pak agung, apakah tadi anda menghubungi rumah sakit Wijaya ?" Elis bertanya penasaran.
"Kenapa anda tahu aku menghubungi rumah sakit Wijaya" jawab agung.
"Kebetulan, aku perawat dari rumah sakit Wijaya dan mas Arya ini seorang Dokter di divisi khusus, dan kebetulan sekali, sekalian melihat rumah yang akan kami beli, setelah itu kami bermaksud pergi untuk mengobati pasien" Elis menjelaskan.
"Oh kalau begitu, ini sangat kebetulan sekali " ucap agung.
Ya meskipun jagat berpenampilan sederhana tetapi agung tidak memandang rendah jagat seperti orang lain.
Agung memperlakukan Jagat seperti memperlakukan orang yang lainnya, dia tidak kelihatan sombong atau pun angkuh.
Jagat mengobrol dengan agung dan juga Ruben, sedangkan Elis dan Eva melihat dalam rumah.
Di sana Elis langsung berteriak "Hati hati dek, jangan lari lari di tangga nanti kamu jatuh"
Sontak semua orang melihat kearah tangga dan Elis, tetapi di tangga tidak ada siapa pun, bahkan mereka tidak melihat anak kecil yang sedang lari larian turun naik tangga.
"Apa yang kamu bicarakan nona Elis, mana anak yang kamu bicarakan, aku tidak melihat ada anak kecil yang bermain di tangga" ucap Eva Heran.
Elis pun menghampiri anak tersebut dan memanggilnya "Sini dek, kamu mau permen tidak, kakak membawa permen, apa kamu mau"
Elis merogoh saku celananya dan mengeluarkan permen untuk penghilang bau mulut.
Anak kecil itu pun menghampiri sambil tertawa khas anak kecil "asik kakak punya permen, aku mau aku mau"
Sontak semua orang melihat Elis dengan tatapan yang aneh, dan kenapa Elis berbicara sendiri, anak yang ada di tangga tidak seorang pun melihatnya.
Di sana jagat tersenyum, dan hanya Elis dan jagat lah yang bisa melihat anak tersebut.
Elis membuka telapak tangan dan permen tersebut berada di telapak tangannya Elis, anak itu mendekati dan mengendus tangan Elis.
"Emm...harum dan rasa permen kakak sungguh enak, terima kasih kak" ucap anak itu.
Elis tidak tahu bahwa anak itu adalah hantu, dia sedikit kaget karena permen yang dia berikan hanya di endusnya saja.
Tetapi anak itu mengucapkan bahwa permen itu harum dan enak, Elis pun menoleh ke arah jagat dan Jagat pun mengangguk.
Jagat pun berjalan menghampiri Elis disana jagat bertanya sambil mengeluarkan apel jin yang dia keluarkan dari tas kecil yang dia bawa. "Adek, kalau boleh kakak tahu nama adek siapa"
Anak itu membelakangi Jagat dan berjalan ke atas tangga, jagat pun memperlihatkan apel jin dan membukanya "Kalau Ade bicara sama kakak, kakak akan memberikan hadiah ini untuk adek"
Anak kecil itu tergoda dengan aroma dari apel jin yang di keluarkan oleh jagat.
Melihat Jagat dan Elis berbicara entah dengan siapa, karena mereka tidak bisa melihatnya, bulu kuduk mereka pun berdiri dan merasa panas dingin.
Jagat kembali bertanya "Nama adek siapa ya ?"
Anak kecil itu pun berbicara sambil duduk di tangga dekat jagat, Jagat pun mengelus rambut anak kecil itu, Elis jadi bisa menyimpulkan bahwa anak kecil itu adalah hantu.
Elis bisa melihat hantu karena jagat dulu membukakan mata batinnya, dan karena di sana ada jagat Elis pun merasa tidak takut.
Elis duduk didekat anak itu dan mengelus kepala anak tersebut, suasana itu seperti anak yang sedang bersama orang tuanya.
Kemudian anak kecil itu pun menjawab pertanyaan dari Jagat "Nama ku Maya kak, bunda dan ayah jahat mereka meninggalkan Maya sendiri di rumah ini"
Elis pun kaget dan mengucapkan nama anak itu "Apa nama kamu Maya"
Anak kecil itu pun mengangguk "iya kakak cantik, nama ku Maya"
Mendengar perkataan Elis, semua orang tersentak kaget, istrinya agung pun menjadi menangis dan histeris, dia mendekati Elis dan jagat yang ada di tangga.
"Mana Maya, anak ku Maya di mana kamu nak, bunda sangat merindukan mu" istri agung celingukan mencari Maya.
"Maya ada di sini bunda, bunda kemana saja, Maya Rindu bunda" anak kecil yang bernama bunda memanggil ibunya.
Tetapi sayangnya, ibunya Maya tidak bisa mendengar dan melihat Maya.
"Maya sayang di mana kamu nak, bunda rindu" ucap istrinya agung.
Adegan itu membuat Elis meneteskan air matanya, dan semua orang yang tadi duduk pun berdiri melihat kearah mereka.
Jagat pun memanggil istrinya agung "Di sini Nyonya, dia di dekat ku"
"Jangan panggil aku nyonya, panggil saja aku Lisa" ucap istrinya agung.
"Baik Mbak Lisa, tetapi kalau ingin bisa melihat Maya, aku harus melakukan sesuatu terlebih dahulu kepada Mbak Lisa" ucap Jagat.
"Lakukanlah yang penting aku bisa melihat Maya anak ku" ucap Lisa.
Jagat pun mengusap wajah Lisa "Maaf ya Mbak aku melakukan ini kepada mu"
Jagat kemudian membacakan mantra dan membuka mata batin dari Lisa, tetapi itu hanya sementara dan hanya 2 jam saja.
Setelah selesai Lisa pun membuka matanya dan melihat ke arah Elis dimana Maya sedang duduk bersamanya.
Lisa pun langsung mendekati Maya dengan cepat dan memeluk Maya "Maya anak ku, maafkan bunda nak"
Maya pun menangis dan mengadu kepada ibunya "Bunda....Bunda kemana saja, aku takut bunda, kenapa bunda meninggalkan aku sendiri di rumah ini"
Lisa pun menangis sambil memeluk Maya "Bunda tidak akan meninggalkan kamu lagi nak, maafkan bunda...."
Melihat Lisa menangis sendiri dan seperti memeluk angin, karena mereka tidak bisa melihat wujud Maya.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna