Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 280 Darah di Bayar Darah, Nyawa di Bayar Dengan Nyawa


Bab 280 Darah di Bayar Darah, Nyawa di Bayar Dengan Nyawa


Setelah beberapa putaran warta pun ambruk, karena terkena pukulan Elis.


Wajah nya lebam dan bahkan tangan dan kakinya bengkak, warta merasa bahwa tangan Elis sebuah besi linggis yang keras dan membuat tangan dan kakinya terasa sakit.


Ketika beradu tendangan dan tulang kering mereka bertemu, warta merasa dia sedang menendang tiang besi yang kokoh.


Elis yang akan melakukan serangan terakhir pun di hentikan warta yang berteriak "Aku menyerah.... Tolong berhenti"


Warta bersimpuh dan menyatukan kedua tangannya "Kumohon jangan serang aku lagi aku menyerahkan kalah"


Wajahnya sudah tidak bisa di kenali lagi bahkan bibirnya seperti Donal bebek.


Warta pun harus merendahkan dirinya sendiri karena dia takut di hajar lagi, bahkan dia sampai berlutut dan meminta maaf.


"Aku minta maaf atas semua ucapan ku, tolong lepaskan aku dan murid ku, aku tidak akan menggangu Dozo ini lagi"


Elis tidak berkata apa-apa, dia hanya menoleh ke arah anaknya pak Suwarno.


Anaknya pak Suwarno hanya mengangguk melihat tatapan dari Elis.


Diamnya mereka di jadikan kesempatan untuk warta melarikan diri, dia pun berjongkok dan mundur secara berlahan, dia hendak meninggalkan tempat ini.


Murid muridnya yang meringis kesakitan karena mereka yang pertama di hajar Elis, mundur secara berlahan dan hendak melarikan diri.


Tetapi tiba-tiba pintu kamar pribadi di buka, jagat pun keluar dengan di ikuti oleh pak Suwarno yang berjalan pincang.


Jagat pun berteriak kepada warta dan muridnya "Berhenti....! siapa suruh kalian pergi"


Warta dan muridnya yang hendak melarikan diri pun mematung, jagat pun melambaikan tangannya dan memanggil mereka semua.


"Kemari dan cepat berlutut" bentak jagat.


Mereka tidak merespon dan tidak mematuhi perintah jagat, mereka hanya takut pada Elis karena Elis yang telah menghajar mereka.


Mereka tidak tahu kekuatan jagat, sehingga mereka mengabaikannya.


"Aku bilang kemari dan berlutut" kembali jagat memerintah.


Mereka malah berjalan mundur mendekati pintu keluar dan setelah beberapa langkah kebelakang mereka pun berbalik dan berlari.


Wuss....


Jagat tiba tiba bergerak dan menghilang dari tempat dia berdiri, dan sekarang jagat ada di depan mereka.


Jagat mengibaskan tangannya.


Wuss....


Angin kencang berhembus ke arah mereka, sehingga mereka pun terpental dan terjatuh.


"Aku bilang berlutut" ucapan itu mengandung aura intimidasi, yang membuat mereka merasa ketakutan, bahkan lutut mereka bergetar.


Mereka pun berlutut dengan lutut bertumpu di lantai, tubuh mereka bergetar ketakutan, mereka seperti sedang bertemu malaikat maut yang akan merenggut nyawa mereka.


"Tu.... Tuan maaf kan kami, karena tidak tahu anda" ucap warta.


Jagat menghampiri warta, dia mengulurkan tangannya kemudian memelintir baju di bawah lehernya.


"Enak saja kamu pergi begitu saja tanpa harus bertanggung jawab, aku yang mengobati pak Suwarno kewalahan karena tulang tangan dan kakinya retak"


Kemudian jagat melanjutkan "Kamu tahu tidak, biaya operasi tangan yang tulangnya retak, itu lebih dari 100 juta, dan ini dia tangan dan dua kaki, itu berarti pak Suwarno harus menyediakan uang sebesar 400 juta, belum perawatan di rumah sakit yang akan memakan biaya besar, belum kerugian mental dan bahkan pak Suwarno tidak akan bisa berjalan dengan normal"


Jagat pun menengadahkan tangannya "Ayo bayar konvensasi yang kamu perbuat, termasuk 5 murid Dozo yang tadi kalian pukuli, aku tidak mau menambah pekerjaan ku, aku kemari hanya untuk mengobati pak Suwarno, dan sekarang aku harus mengobati kelima muridnya, kamu bayar biaya pengobatan murid Dozo ini, kalau tidak...."


Jagat tidak melanjutkan bicaranya, dia hanya mengarahkan jempol tangannya keleher yang berarti itu tanda bahwa jagat akan menghabisi mereka semua kalau tidak mau membayar.


Elis tersenyum dan bergumam "Heuh ternyata mas say bisa juga menggertak orang, biasanya dia bersikap rendah hati"


Melihat gerakan tangan jagat, warta dan muridnya gemetar ketakutan, kemudian salah seorang dari mereka berkata "Dokter, maafkan aku, aku tidak membawa uang"


Murid yang lainnya mengangguk "Ya kami juga tidak membawa uang"


Jagat tersenyum dan mengangguk "Baiklah kalau begitu, untuk ganti uang konvensasi aku memiliki ide, ingat istilah ahli beladiri jaman dulu, darah di bayar darah, nyawa di bayar dengan nyawa"


Mereka pun mendongakkan kepalanya "Maksud dokter ? ....."


"Karena kalian sudah mematahkan tangan dan kaki dari murid Dozo ini, kalian juga akan aku buat seperti mereka, tangan dan kaki kalian akan aku patahkan" ancam jagat.


Mereka pun sontak kaget, wajah mereka langsung pucat seperti telah kehilangan banyak darah.


Kemudian jagat melanjutkan bicaranya "Apa tadi kalian mendengar rintihan dan teriakan pak Suwarno ketika aku obati, itu sangat menyakitkan sekali, kalau tidak percaya, akan aku buktikan kepada kalian, kalian dapat merasakan bagai mana nikmatnya patah tulang"


Jagat menakut nakuti mereka semua dia seperti iblis yang tidak berbelas kasih, jagat pun meraih tangan salah satu murid dari warta.


Murid warta pun langsung menutup matanya sambil berteriak "Tunggu, jangan, tolong lepaskan aku, baiklah akan aku bayar, aku memiliki tabungan, akan aku transfer sekarang juga"


Orang itu langsung merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone, jagat pun merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone.


"Ayo transfer dengan scan code QR ku" pinta jagat.


Orang itu pun mengutak Atik handphone milik nya dan setelah itu dia menscan code QR jagat dan uang pun masuk ke rekening milik jagat.


Yang lainnya pun melakukan hal yang sama, masing masing dari mereka mentransfer uang sebesar 100 juta.


Karena mereka anak orang kaya tingkat 3 sehingga mereka memiliki tabungan sebanyak itu, walau pun itu tabungan yang mereka kumpulkan selama bertahun tahun.


Kemudian jagat mendekati warta, dia adalah pemimpin dan guru dari mereka, dan belum merogoh saku celananya untuk mengambil handphone atau memberikan uang.


"Kalian semua boleh pergi kecuali dia" ucap jagat sambil menunjuk ke arah warta.


Murid murid warta pun langsung bangkit dan berlari keluar dari aula Dozo ini.


Murid dari warta ada 20 orang dan mereka mentransfer uang 100 juta perorang, sudah bisa di bayangkan berapa banyak yang di dapat oleh jagat dari mengintimidasi mereka semua.


Dan sekarang giliran dari warta yang belum memberikan uang konvensasi "Kamu dalang dari semua ini, tangan dan kaki pak Suwarno sampai retak, kamu tinggal pilih, mau di perlakukan sama yaitu aku bikin cacat atau bayar biaya konvensasi"


Jagat bisa memeras murid warta, tetapi warta hanya diam saja, warta sebenarnya memiliki kartu trup untuk menakut nakuti jagat.


"Dokter, sebenarnya aku anggota dari Red Sheald, kalau kamu membuat ku cacat, pihak Red Sheald tidak akan tinggal diam" warta mencoba menggertak.


Jagat sedikit kesal karena dia di ancam, jangan pun meraih baju warta "Apa kamu mengancam ku dengan Perusahaan keamanan Red Sheald, setelah ini kalau kamu ingin balas dendam dengan membawa perusahaan keamanan Red Sheald, bilang kepada pemimpin mu, aku jagat owner dari Moza bodyguard menantang kalian, kalau berani datangi aku di aula gedung hotel Arssad, aku tunggu kapan pun kalian mau"


Jagat menarik baju dari warta "Bayar atau aku habisi kamu, aku tidak takut dengan gertakan perusahaan keamanan Red Sheald"


Warta tahu tentang moeza bodyguard, itu perusahaan keamanan yang baru di bentuk beberapa bulan yang lalu.


Perusahaan keamanan moeza bodyguard banyak merekrut security dan sekarang mereka sudah di pekerjakan.


Karena perusahaan itu di bawah naungan hotel Arssad, siapa yang tidak kenal tuan besar Sandjaya, perusahaan di bawah naungan dirinya langsung naik daun bahkan satpam dan bodyguard banyak di pesan perusahaan dan orang kaya.


Mendengar perkataan dari jagat warta pun mu tidak mau harus membayar biaya konvensasi.


"A....aku akan mentransfer uang konvensasinya" ucap warta yang gemetaran sambil merogoh handphone di sakunya.


Awalnya dia ingin menakut nakuti jagat dengan Red Sheald, tetapi warta kalah mental dengan jagat membawa moeza bodyguard.


"Berapa banyak yang harus aku bayar ?" Tanya warta.


"Karena kamu sudah mematahkan 2 tangan dan 2 kaki, juga sebagai pemimpin mereka, maka kamu harus membayar 10 milyar, itu sudah termasuk konvensasi mental"


Warta membelalakan matanya "A....apa 10 milyar ?"


Jagat mengangguk "ya !"


Warta ingin menangis, bahkan kalau bisa dia ingin menggali lubang untuk dia sembunyi, warta ingin segera melarikan diri dari tempat ini.


Tekanan intimidasi jagat sangat menakutkan, dia takut akan di habisi jagat, karena tidak memiliki uang sebanyak itu.


"Maaf kan aku, aku tidak memiliki uang sebanyak itu, dalam tabungan ku, aku hanya memiliki uang 2 milyar"


"Aku akan berbaik hati, baiklah ayo transfer, ingat jangan kamu berbuat onar lagi, apa lagi menindas perguruan beladiri ini, Dozo ini di bawah perlindungan Moeza Bodyguard"


Warta pun mengangguk kemudian dia mengutak Atik handphone dan kemudian mentransfer uang ke rekening jagat.


Setelah itu dia pun di lepaskan dan pergi dengan malu, bahkan dia pergi sebagai pecundang yang babak belur.


***


* Bersambung