Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 227 Istilah Bantal dan Guling


Bab 227 Istilah Bantal dan Guling


Jagat yang sedang naik motor pun membuka helmnya dan helm itu di letakkan di tangki bensin, scurity itu pun menghampiri.


"Maaf mas ada yang bisa aku bantu ?" Tanya scurity itu.


Jagat malah balik bertanya "Apa kakek Badar yang mengirim mu ke sini, kalau begitu cepat buka pintu gerbang aku mau masuk"


"Maaf siapa anda di sini tidak ada yang bernama kakek badar" ucap scurity itu.


"Hadeuh dasar, dari mana kalian berasal, apakah dari hotel Arssad atau dari yayasan keamanan lain ?" Tanya jagat.


"Aku dari moeza bodyguard mas, yang ada di hotel Arssad" jawab security itu.


"Kalau begitu apa kamu tidak mengenali ku, cepat buka pintu gerbang itu, aku mau masuk ke dalam" perintah jagat.


Tetapi tetap scurity itu tidak mau membukakan pintu gerbang tersebut dan dia malah mencibir "Apa kakek Badar mu itu tukang kebun di vila ini, dan kamu adalah cucu dari tukang kebun itu, baiklah akan aku bukakan pintunya, tetapi dengan satu syarat, kamu harus menggonggong seperti anjing di depan ku"


Scurity itu mereka ada di atas angin karena sudah menjadi penjaga keamanan di vila yang paling besar ini, sehingga merendahkan jagat yang berpenampilan sederhana.


Dia adalah scurity yang baru di rekrut beberapa hari dan tidak tahu mengenai siapa jagat itu sebenarnya.


Jagat pun membelalakan matanya "Apa yang kamu katakan, menyebut kakek ku sebagai tukang kebun dan menyuruh ku menggonggong seperti anjing, dari mana keberanian yang kamu dapat itu"


Jagat pun menyetandarkan motornya kemudian menghampiri scurity itu, tanpa aba aba jagat langsung memukul wajah scurity yang bersikap sombong dan arogan itu


Buk....


"Argh...."


Brak ....


Scurity itu terhuyung dan menabrak gerbang, kemudian scurity itu bangkit kembali dengan menyeka darah yang keluar dari mulutnya itu


"Kurang ajar, hanya anak tukang kebun saja berani memukul ku, aku akan melaporkan perlakuan mu kepada tuan besar Sandjaya supaya kakek mu di pecat dan kamu mendapatkan hukuman" ancaman scurity itu.


"Ayo laporkan saja, aku tidak takut, tetapi hari ini kamu aku pecat dan segera pergi dari sini" bentak jagat.


"Cih.... dengan kekuasaan apa kamu memecat ku" ucap scurity itu


Kemudian scurity itu pun hendak menyerang jagat, dia pun melayang pukulan kearah jagat "Rasakan bogem mentah ku ini"


Jagat pun mengepalkan tangannya dan dia pun balik meninju, hingga tinjuan scurity dan tinju jagat beradu.


Krekak....


Ada suara patah tulang yang terdengar ketika kedua pukulan bertemu, dan seketika itu scurity itu langsung berteriak kesakitan.


"Argh....sialan tangan ku...."


Teriakan itu terdengar sampai ketelinga scurity lain, dan ada sekitar 4 scurity pun keluar dari gerbang.


Salah satu scurity itu berasal dari petugas keamanan club malam hotel Arssad, sehingga dia mengenal siapa jagat sebenarnya.


Tetapi sebelum itu petugas keamanan bertanya "Ada apa ini bida ?"


Ternyata nama scurity yang arogan itu bernama bida, dia pun berteriak dan meminta bantuan "Tolong bang Aten, orang ini memaksa untuk masuk dan memukuli ku, dia cucu dari pengurus kebun vila ini"


Scurity lain tidak langsung mengepung jagat, mereka malah berdiam diri di belakang Aten, petugas keamanan club malam hotel Arssad.


Aten bukan menolong Bida, dia menghampiri dan menampar pipinya bida dengan keras.


Plak....


"Aku malu memiliki anak buah yang tidak tahu diri seperti mu, Sepertinya kamu sudah bertindak arogan dan tidak mengenali siapa yang kamu hadapi" bentak Aten.


"Bang bukannya membantu aku, kamu malah menampar ku, dan malah membela orang miskin seperti dia" rengek bida.


Aten tadi menampar bida Tetapi sekarang dia menendang bida dengan keras "Kurang ajar, kamu bilang tuan muda Arssad orang miskin dasar tidak tahu diri"


Kemudian Aten pun memerintahkan 3 anak buahnya "Bukakan pintu gerbang...."


Jagat pun kembali menaiki motornya dan dia berkata kepada Aten "tadi dia menghina tuan besar Sandjaya sebagai tukang kebun dan menyuruh ku menggonggong seperti anjing kalau ingin masuk ke dalam rumah ku sendiri, kamu tahu apa yang harus dilakukan untuk menindak lanjuti scurity seperti dia ini"


Jagat pun menjalankan motornya dan masuk kedalam vila, sedangkan disana Aten menjadi sangat marah.


Aten pun berbalik ke arah bida "Aku memecat kamu sekarang juga"


Kemudian Aten melambaikan tangannya "Karena dia sudah menghina tuan muda Arssad, dan menyuruh tuan muda menggonggong seperti anjing, hajar dia dan kirim dia ke rumah sakit"


Bida pun di pukuli oleh 3 orang scurity lainnya, sampai babak belur dan dia pun di kirim ke rumah sakit, karena seluruh tubuhnya penuh dengan lebam akibat kebodohannya sendiri.


Dari sana jagat memiliki pelajaran yang berharga, yaitu sebagai pemimpin dia harus di ketahui oleh seluruh anak buahnya dan harus menghormatinya, Jagan sampai kejadian ini terjadi lagi.


Jagat pun memarkirkan motornya dan kemudian dia pun membukakan pintu vila, disana terlihat kakek badar yang sedang duduk di sofa sambil bermalas malasan.


Di sana juga terlihat Dias dan Dara yang sedang memijit kakek badar, sedangkan firman dan idhang sedang menyeruput secangkir kopi


Jagat pun di sambut oleh Maya yang berlari menghampirinaya "Asik kakak datang, aku sudah rindu dengan mu kak"


Jagat pun tersenyum kemudian memangku Maya "Adik yang cantik, bagai mana selama aku tinggal, apakah kamu tidak nakal"


Maya menggelengkan kepalanya "Aku selama ini sudah menjadi anak baik kak, kak Dias sama kak dara juga baik kepada ku, kalau aku baik bukanya kak jagat akan memberi kan ku hadiah"


Jagat pun mengangguk "iya karena aku sudah janji aku akan memberikan mu hadiah, tetapi hadiahnya akan aku berikan nanti malam"


Jagat pun membawa Maya ke ruang tengah dan dia pun duduk di sofa.


Dara dan Dias pun melambaikan tangannnya sambil memijat kakek badar "Selamat datang kembali mas"


Jagat tersenyum "Ya aku kembali, ternyata kalian langsung bisa akrab dengan kakek ku"


Mereka pun mengangguk, Dias pun berbicara "Kakek badar dan kedua paman sangat baik kepada kami, bahkan kakek badar memberi kami makan yang enak berupa apel jin"


Kakek Badar pun bersenyum ke arah jagat dan dia bertanya "Apa yang sering kamu lakukan kepada mereka berdua, mereka bilang dia di jadikan bantal guling oleh mu"


Jagat menyeringai "hehehe....iya mereka memang aku jadikan bantal guling oleh ku"


"Maksud nya ?...." Kakek Badar tidak tahu istilah bantal dan guling yang di ucapkan oleh jagat.


Jagat pun menjelaskan "ya mereka aku jadikan sandaran kepala dan aku peluk ketika aku tidur"


Kakek Badar pun menggelengkan kepalanya "Hadeuh dasar bocah kurang ajar, pantas saja kamu membeli boneka arwah, ternyata untuk ini"


Kakek Badar tahu maksud jagat, dia ingin membuat mereka hidup kembali dan bisa di jadikan tempat melakukan kegiatan pelepas hasrat jagat.


Jagat malah menyeringai "Ya kek, terkadang Elis dan Sofy sudah tepar terlebih dahulu sebelum aku mencapai puncaknya, sehingga untuk melanjutkan aku melakukan itu dengan Dias dan Dara"


"Dasar kamu ini...." Ucap kakek badar.


Idhang dan firman yang mendengar percakapan mereka berdua hanya tertawa kecil.


Kemudian idhang pun bangkit "Aku mau ke dapur untuk memasak, aku sudah membeli banyak bahan untuk di masak dan nanti kita makan bersama"


Idhang adalah seorang koki yang ahli, setiap pasakanya sangat enak, bahkan dari kecil jagat belajar memasak darinya.


Dan sekarang dia juga memegang restoran terbesar di kota S, di mana dekat kampung halaman jagat sendiri.


Firman pun bangkit "Ku juga akan mencuci mobil, semenjak berada di kota ini aku belum sempat mencuci mobil tuan besar"


Mereka pun pergi dari ruang utama ini untuk melakukan tugas mereka masing-masing


***


* Bersambung