
Bab 301 Ci Ibun
Di lantai atas BIP Mall semua sudah berkumpul dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi.
Mereka mengobrol bercanda dan tertawa, jagat seperti seorang raja yang di kelilingi wanita cantik.
Bodyguard mereka duduk di meja sebelah dengan memesan makanan.
"Hai sudah lama aku tidak ke Club malam, bagai mana kalau malam ini kita bersenang-senang, apakah kalian setuju" ucap Eriska.
Dia selalu memiliki ide untuk beraktivitas seperti pergi ke Mall, ke salon dan berbelanja, bahkan sekarang dia mengusulkan untuk pergi ke Club malam.
Semua orang tidak menjawab, tetapi lirikan mereka menatap langsung kepada jagat.
Karena tanpa ijin dari jagat semua orang tidak dapat pergi ke manapun, jagat menentukan keputusan terakhir karena dia kepala keluarga.
Jagat melirik ke semua orang, dan melihat mereka sangat antusias "Baiklah, kalau kalian mau ke Club malam, nanti kita pergi, tetapi aku tidak bisa mengawasi kalian semua di sana sehingga kalian masing-masing bawa 2 bodyguard untuk mengawal dan pakaian mobil kalian masing masing"
Semua orang bersorak gembira, bahkan wanita yang dekat dengan jagat langsung memeluk dan mencium pipi jagat.
"Terima kasih sayang...."
"Terima kasih mas...."
"Terima kasih Ay...."
"Terima kasih Mas say...."
Semua wanitanya mengucapkan terima kepada jagat karena dia sudah mengijinkan mereka untuk pergi ke Club malam.
"Ngomong ngomong, kita mau pergi ke Club malam mana, kalau hotel Arssad aku sudah sangat sering, bahkan aku hatam semua menu dan sebagainya, Bagai mana kalau kita ke Club Pesona" usul Eriska.
Elis melambaikan tangannnya "tidak.... tidak, bagai mana kalau kita ke Club Nirwana, apa kamu tahu bahwa Club' Malam Nirwana sudah di akuisisi oleh mas say kita, kita kunjungi club malam itu"
Semua orang langsung mengangkat jempolnya "Setuju...."
Bahkan Eriska yang biasa mendominasi pun mengangguk setuju "Ya aku setuju, kebetulan di sana sering berkumpul komunitas Phantom"
Dara dengan polosnya bertanya "Kak komunitas Phantom itu apa ? Bukannya Phantom itu hantu?"
Eriska tersenyum "Yang aku maksud itu Komunitas Mobil R.R Phantom yang seperti kita miliki, bukanya tadi Sayang ku sudah berkata bahwa kita harus bawa mobil masing-masing, jadi sekalian kita kumpul dan bersilaturahmi dengan komunitas Phantom itu "
"Oh...." Jawab Dara.
"Setelah kita makan, ayo kita belanja untuk persiapan nanti malam, kita harus memakai pakaian yang bagus dan beda dengan orang lain" ajak kembali Eriska.
Semua orang bersorak setuju, melihat wanitanya begitu kompak jagat tersenyum senang.
Bagi dia mengeluarkan uang banyak tidak masalah, yang penting semua wanitanya senang.
"Mas say, apakah kamu mau ikut kita belanja ?" Tanya Elis.
Jagat menggelengkan kepalanya "Tidak, kalian semua pergi saja, kartu Bank sudah aku titip sama sofy untuk membeli kebutuhan kalian"
Mereka pun pergi setelah makan, jagat memerintah para bodyguard untuk pergi supaya mereka dapat di awasi.
Sedangkan jagat masih duduk sambil meminum secangkir kopi hitam.
Jagat sengaja tidak ikut berbelanja bersama wanitanya karena dia sedang ingin mempelajari kitab seribu racun.
Jagat baru membaca sebagian dari kitab itu sewaktu di rumah sakit Wijaya.
Jagat pun memasuki alam bawah sadar dan masuk ke dalam ruang dimensi yang ada di cincin batu wulung.
Dia duduk bersila sambil membolak-balik halaman kitab tersebut.
Sesekali dia berdi dan mengambil beberapa tanaman herbal yang dia dapat dari kampung cisarati dan sebagian dia beli dari toko herbal Babah Kuya.
Jagat meracik sendiri obat herbal, entah itu untuk apa, apakah yang diraciknya racun atau obat penawar.
Setelah selesai jagat membuka kembali kitab seribu racun itu, di sana ada kalimat yang jagat baca dengan lantang
"Bila Ingin melarutkan obat terbaik gunakan air khusus yang di sebut Ci Ibun, air itu akan menjadikan obat 100 persen efektif dan berkhasiat dalam meningkatkan kinerja obat, apa lagi untuk penawaran Racun"
Di sana jagat tersenyum, karena dia mendapatkan rahasia untuk memaksimalkan potensi obat yang dia buat.
Jagat juga tahu cara bagai mana menghasilkan ci ibun tersebut.
Ci ibun terbuat dari butiran embun yang mengandung isensi bulan dan di tampung menggunakan mantra pengumpul dengan menggunakan formasi khusus supaya isensi bulan yang ada di ci ibun pekat.
Sebenarnya jagat tidak khawatir kalau dia menangani pasien yang keracunan, karena dia memiliki lumut goa naga yang bisa menangkal berbagai macam racun.
Setelah selesai jagat pun kembali kedalam raganya kesadarannya pun kembali dan dia langsung meraih cangkir yang berisi kopi lalu kemudian meneguknya.
"Ach ...."
Minum kopi Tanpa Ach.... Itu tidak asik, sehingga banyak orang setelah meneguk kopi selalu bilang Ach.... Begitu juga dengan jagat.
Jagat pun mengeluarkan beberapa butir obat yang sudah dia buat dari dalam ruang dimensi cincin batu wulung.
"Aku tidak menggunakan ci ibun untuk obat ini, aku hanya memadatkan ekstrak obat herbal seperti perintah dari kitab seribu racun, aku tidak tahu khasiat obat ini apakah efektif atau tidak.
Sepulang dari Mall ini aku akan uji coba, aku akan menyuruh Eriska, Elis dan Sofy untuk memakan obat yang aku buat ini, dan aku akan lihat hasilnya setelah mereka bertiga memakannya"
Jagat tersenyum sendiri membayangkan keberhasilan dia dalam meracik obat yang berkhasiat.
Ketika dia sedang melamun terdengar suara beberapa orang yang panik.
"Tolong.... tolong.... adakah di antara kalian yang mengerti ilmu medis, tolong istri ku...."
Orang yang berterima itu tidak jauh darinya, hanya beberapa meja dari tempat jagat duduk.
Jagat pun berdiri dan mendekat "Ada apa pak? apa yang di alami istri bapak?"
Lelaki paruh baya yang tadi berteriak berbalik ke arah jagat "Siapa kamu ? Apakah kamu tahu ilmu medis?"
Jagat mengangguk "Ya kebetulan aku seorang Dokter"
Lelaki paruh baya itu pun berbinar "Oh anda dokter, kalau begitu tolong periksa istri ku, dia tiba-tiba menggaruk wajahnya dan sekarang dia wajahnya menjadi merah dan bengkak"
Terlihat ada seseorang wanita yang terus menerus menggaruk tangan dan wajahnya sambil berkata "Gatal.... gatal.... Ini sangat gatal sekali aku sudah tidak kuat lagi"
"Bu tenanglah, ini ada dokter untuk memeriksa mu, hentikan menggaruk nya" pinta lelaki paruh baya.
Tangan yang wanita itu garuk sudah memerah dan sudah keluar darah dari bekas garukan tersebut.
"Istri bapak mengalami alergi yang sudah akut, apa tadi istri bapak memakan makanan laut, atau masakan yang di makan istri bapak mengandung saos tiram atau hasil laut yang lainnya ?" Tanya jagat.
Lelaki paruh baya itu menganguk "Istri ku memang alergi makanan laut, tetapi aku tidak pernah memesan makanan seafood atau semacamnya"
Lelaki paruh baya itu baru ingat dia memesan cah kangkung yang memakai saus tiram.
"Astaga aku ingat, cah kangkung ini memakai saus tiram, istri ku suka dengan cah kangkung, tetapi aku lupa malah memesan cah kangkung saus tiram"
lelaki paruh baya itu pun menyesal karena dia yang menyebabkan alergi istrinya itu kambuh.
"Dokter tolong bisakah kamu mengobati istri ku ini" pinta lelaki paruh baya itu.
Jagat sedikit tidak membawa peralatan kedokteran bahkan dia lupa memasukan jarum akupuntur kedalam cincin batu wulung.
Yang ada hanya obat yang baru saja dia buat dan obat herbal yang lainnya.
Dengan terpaksa jagat mengeluarkan satu obat yang baru saja dia buat.
"Ambil obat ini dan suruh istri bapak untuk meminumnya" ucap jagat sambil menyerahkan pil obat.
Tanpa bertanya obat apa ini, lelaki paruh baya itu langsung mengambil obat dari tangan jagat kemudian di berikan kepada istrinya.
"Bu ayo cepat minum obat ini supaya kamu sembuh dan tidak gatal lagi"
Lelaki paruh baya itu memberikan pil obat dan segelas air.
Gleguk....
Wanita itu langsung meminumnya.
"Bagai mana Bu, apakah masih gatal ?" Tanya lelaki paruh baya.
Wanita itu sudah tidak gatal, tetapi wajahnya menjadi merah dan sekujur tubuhnya seperti terbakar api.
"Gerah.... Panas aku harus ke kamar mandi, tubuh ku sangat gerah dan terasa panas"
Wanita itu langsung berlari tergesa-gesa untuk menuju ke toilet.
Lelaki paruh baya itu berbalik ke arah jagat kemudian dia membentak "Hai apakah kamu dokter gadungan, apa yang sudah di berikan kepada istri ku sampai dia kepanasan, apakah kamu memberikan istri ku racun"
Jagat tidak bisa berkata apapun karena reaksinya begitu cepat dan tidak terduga.
***
* Bersambung