Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 174 Telepati Kontak Batin


Bab 174 Telepati Kontak Batin


Jagat langsung berlari menuju ke arah keluarga saksana, para jawara itu menghadang jagat, tetapi apa yang terjadi, jawara itu tidak bisa bergerak sedikit pun.


Ternyata jagat melemparkan jarum akupuntur ketitik vital para jawara itu, sehingga mereka tidak bisa bergerak.


Beberapa detik kemudian mereka jatuh pingsan, dukun yang mendukung keluarga saksana pun berniat untuk melindungi Badrun dan Darya dari serangan jagat.


Tetapi jagat langsung melemparkan golok yang masih dia pegang ke arah dukun tersebut.


Jagat mengancam dukun itu "Diam lah jangan ikut campur, kalau tidak akan aku buat kamu muntah darah seperti tadi"


Dengan ancaman itu membuat dukun itu menjadi ketakutan, dia tadinya berniat membacakan mantra dan memanggil perewangan yang dia miliki.


Tetapi golok yang jagat lempar langsung menancap di depan kakinya dan di barengi dengan kata kata ancaman dari jagat.


Makhluk merah yang di keluarkan oleh dukun itu tadi kalah melawan belatung gaib, yang membuat dukun itu muntah darah.


Sehingga dukun itu menyadari bahwa jagat adalah orang yang mengirimkan dua makhluk hijau untuk melawan mahluk merah milik nya.


Kalau pertarungan antara makhluk gaib sudah sampai memuntahkan darah di pemiliknya, berarti lawan yang di hadapi sangat kuat.


Dukun itu pun cari aman dengan tidak bergerak dan membiarkan jagat melewati dirinya.


Badrun tidak sekuat kelihatannya dia hanya baru mencapai level master tahap pertengahan, sedangkan Darya sendiri baru memasuki master tahap awal.


Ki Wawut adalah kakak dari Badrun, dia tidak ingin menjadi kepala keluarga saksana dan lebih berfokus belajar bela diri.


Sehingga Ki Wawut berada di level grand master tingkat pertengahan, dan sudah beberapa tahun dirinya tidak naik tingkat ke level yang lebih tinggi lagi.


Meskipun begitu dia adalah orang terkuat di keluarga saksana dan orang yang paling di hormati, selain jadi tetua dia juga guru beladiri dari para jawara keluarga Saksana.


Tetapi na'as Ki Wawut dapat di kalahkan oleh jagat dengan mengenaskan, sehingga Badrun dan Darya merasa ketakutan.


Badrun berteriak kepada anaknya "Darya ayo kita lari, selamatkan nyawa kita"


"Iya ayah ayo kita melarikan diri" jawab Darya sambil tergesa-gesa mengeluarkan selendang bidadari dan memakainya begitu juga Badrun.


Mereka berdua pun lari dan kemudian melayang terbang, Badrun terbang lebih tinggi dari pada Darya karena dirinya memakai selendang bidadari yang asli, sedangkan Darya menggunakan selendang yang hanya menyisipkan beberapa benang dari selendang bidadari itu sehingga Darya terbang cukup rendah.


Meskipun begitu mereka berdua bisa melarikan diri dengan cepat, melebihi kecepatan kuda.


Disana jagat berteriak kepada mereka berdua "Kalian berdua tidak akan aku biarkan lari dari tempat ini"


Jagat mengeluarkan dua jarum akupuntur, kemudian dia sisipkan energi petir ke jarum tersebut, kemudian jarum itu di lemparkan oleh jagat ke arah Darya dan Badrun.


"Jurus hempasan jari petir"


Krekak....


Jarum di lepaskan dari jari jagat dan seperti kilat yang menyambar ke arah Badrun dan Darya.


Cleb....


"Argh...."


Mereka langsung meringis terkena jarum akupuntur tersebut dan seperti tersambar petir Mereka berdua langsung meledak.


Duwar....


Mereka pun di bopong oleh para jawara keluarga Tandjaya menuju kedepan nyai Danastri.


Mereka melepaskan selendang bidadari dari pinggang Badrun dan Darya kemudian di berikan kepada nyai Danastri.


Elis yang geram menghampiri Darya kemudian dia berkata dengan kesal "Taruhan dari pertarungan ini adalah apabila keluarga saksana kalah maka serahkan selendang bidadari dan kamu harus menjadi Kasim, jadi rasakan lah tendangan ku ini"


Buck....


Elis dengan keras menendang Otong Darya sampai dia meringis kesakitan karena kedua telor si Otong miliknya pecah, kemudian Darya pun pingsan.


Semua orang bersorak gembira karena keluarga Tandjaya menang atas tantangan keluarga saksana.


Jagat berseru kepada dukun yang masih berdiri mematung "Aku ingin kamu besok pagi menyerahkan selendang bidadari yang tersisa, kalau kurang satu maka aku tidak akan segan untuk menghancurkan keluarga saksana"


Dukun itu pun mau tidak mau menuruti perkataan dari jagat "Baiklah aku janji besok pagi akan membawa selendang bidadari yang tersisa"


"Kalau begitu bawalah mereka pergi dan katakan kepada mereka kalau nanti sudah siuman, jangan berani mengusik lagi keluarga Tandjaya kalau tidak keluarga Sandjaya ku dari hutan larangan gunung moeza akan meluluhlantakkan keluarga saksana sampai tidak tersisa" jagat mengancam dukun itu.


Dukun itu pun gemetaran setelah mendengar perkataan dari jagat yang mengatakan bahwa jagat dari keluarga Sandjaya Hutan larangan gunung moeza.


Semua orang supernatural atau para dukun pasti tahu mengenai hutan larangan gunung moeza, di sana pusatnya para dukun santet yang terkenal.


Bahkan di sana ada sarana pesugihan untuk kekayaan dengan pesugihan kepada siluman ratu serigala.


Dukun dari keluarga saksana pun mengangguk dan berjanji akan memberitahukan pesan jagat kepada seluruh keluarga saksana supaya tidak lagi menyinggung keluarga Tandjaya.


Setelah itu mereka pun meninggalkan kampung cisarati dan keluarga Tandjaya melanjutkan pesta mereka dengan minum dan makan sampai mereka tertidur pulas di rumput dan halaman rumah.


Yang lainnya masuk ke dalam rumah, jagat masuk ke dalam kamarnya, sedangkan sofy dan Elis mereka berdua masuk ke kamar yang sama.


Elis dan jagat tidak bisa melakukan malam pertama sebagai suami istri di rumah tersebut karena rumah itu terbuat dari kayu dan bambu, sehingga apabila jagat melakukan hubungan suami istri dengan Elis maka di pastikan Elis akan berteriak dan mendesah dengan keras dan itu sangat memalukan.


Bukan hanya itu saja, jagat juga ingin menjaga perasaan sofy, karena tanpa di duga jagat harus menikahi Elis tanpa di rencanakan.


Jagat berbaring di kasur, tetapi dia tidak bisa tidur, jagat terus memandangi cincin yang dia pakai dengan permata Wulung Ireng.


Keluar Tandjaya tidak tahu fungsi dari batu wulung Ireng, bahkan kakeknya sendiri badar tidak pernah bercerita mengenai Wulung Ireng.


Jagat pernah mempelajari Semua batu permata di kerajaan siluman ajag bahkan ilmu pengobatan dan bahan herbal, tetapi ratu ajag tidak pernah memberitahukan tentang batu wulung Ireng.


Jagat pun bangkit dan duduk bersila, dia memejamkan matanya seakan hendak berkultivasi.


Sebenarnya jagat sedang menggunakan telepati, dia melakukan kontak batin dengan ibu angkatnya yaitu ratu ajag yang berada di hutan larangan gunung moeza.


"Ibunda Ratu.... ibunda ratu....aku memanggil mu ....." Jagat mengontak ratu ajag melalui telepati Konta batin


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna