
Bab 148 Ini Terlalu Banyak
Mereka meninggalkan restoran hendar dengan menaiki mobil milik jagat yang di sopiri oleh bodyguard yang dia panggil di hotel Arssad.
Sedangkan di Big mall Fernandio, Lina dan teman temannya di paksa untuk menelan habis makan yang ada di atas meja sampai perut mereka penuh dan begah.
"Bagus anak anak yang pintar, kalau begitu aku akan membayar tagihannya kalian sudah boleh pergi dari tempat ini" salah satu bodyguard jagat mengusir mereka.
Dia pun membayar tagihan dengan menggunakan kartu bank milik jagat dan kembali ke hotel Arssad dengan menaiki motor tua yang jagat tinggalkan di mall itu.
Dio pun bergumam sambil pergi "Kurang ajar, jagat awas kamu ya, akan aku balas 10 kali lipat"
"Eh kayaknya aku mual mau muntah" ucap Lina.
"Iya aku juga, ayo cepat cari toilet " ucap teman lainnya.
Mereka pun bergegas menuju toilet dan muntah di tempat itu, makan enak yang mereka dambakan sekarang keluar lagi karena keserakahan mereka.
Sekarang mulut mereka terasa pahit, dan muntahannya sangat menjijikkan, sehingga mereka pun menjadi lemas karena mengeluarkan isi perutnya dari mulut.
Semua orang menggeram "eugh....jagat bajingan...."
Di dalam mobil jagat pun bersin "hacih.... sepertinya ada yang sedang membicarakan ku"
"Ah paling juga anak anak songong itu" jawab Eriska yang duduk bertiga di kursi belakang.
Eriska sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ingin dia tanyakan, tetapi dia malu karena ada sofy dan Elis.
Bahkan dirinya bertanya tanya, apakah jagat itu beneran orang yang atau bukan, Karena tidak di sangka saja dirinya memiliki mobil yang bisa di bilang mewah dan bahkan memiliki sopir dan 2 bodyguard.
Tetapi pertanyaan itu tidak di utarakan dan lebih memilih di pendam di dalam hatinya.
Kemudian Jagat yang duduk di kursi depan berbicara kepada Eriska, "Ka aku boleh meminta nomor rekening mu tidak"
Eriska pun terkejut "untuk apa nomor rekening ku"
"Tadi kan kamu juga ikut kita ngobatin pak hendar dan aku akan memberikan sedikit uang pengobatan kepada mu karena sudah ikut membantu" ucap Jagat.
Eriska pun menggelengkan kepalanya dan mengayunkan tangannya "Tidak usah itu buat kalian bertiga saja, toh aku tidak membantu apa pun, hanya ikut ikutan saja, aku pun berterima kasih kepada mu Karena sudah membelikan gaun cantik ini kepada ku dan mengajak ku ke salon"
Sofy pun mengelus pundak Eriska "Nona Wijaya, sudahlah berikan saja nomor rekening anda kepada jagat"
Elis pun menganggukan kepalanya tanda mengiyakan ucapan sofy "Iya berikan saja, mas say juga mungkin memerlukannya suatu hari nanti"
Eriska pun menoleh kearah sofy dan kemudian Elis "Sudah aku katakan jangan panggil aku nona Wijaya, panggil saja aku Eriska, Karena kita sama sama wanitanya jagat, tetapi ingat walaupun kalian yang pertama dan yang kedua, tetap saja aku yang harus jadi yang utama"
Elis dan Sofy pun mengangguk sambil tersenyum "iya baiklah nona....eh Eriska"
Semua nya tertawa, kemudian Eriska pun mengirimkan nomor rekening dirinya melalui handphone.
"Aku sudah mengirimkan nomor rekening melalui pesan ke handphone mu" ucap Eriska.
Kemudian jagat pun memencet mencet handphone milik nya, dan terdengar suara kring...., Notifikasi masuk ke handphone milik Eriska.
Ternyata itu Notifikasi dari E.Banking dan jagat sudah mentransfer uang ke rekening Eriska.
Eriska pun membuka aplikasinya dan dengan membelalakan matanya Eriska sedikit terkejut melihat deretan angka Nol di sebelah angka 1.
"Apa ini tidak salah, ini terlalu banyak tahu tidak" ucap Eriska yang tidak percaya.
Eriska memang tidak percaya dan seperti mimpi, Karena uang yang di transfer jagat ke rekening bank sebanyak 100 juta rupiah.
Meskipun Eriska anak orang kaya, tetapi ayahnya tidak pernah memberikan uang sebesar 100 juta rupiah secara langsung seperti yang di lakukan oleh jagat.
"Mas say kita itu orang yang baik hati, makanya aku semakin cinta sama dia" timpal Elis.
Bodyguard yang menjadi sopir mereka pun mengernyitkan dahinya dan bergumam "Apa apaan ketiga wanita cantik ini, apa ini nasibnya orang kaya seperti tuan muda Arya, bahkan ketiga wanitanya dalam mobil yang sama dan tidak terjadi percekcokan"
Kemudian di sana Elis berkata "hai pak sopir, jangan berpikir yang macam macam tentang kami bertiga ya, aku tahu apa yang kamu pikirkan"
Sopir itu pun mukanya menjadi memerah dan menjawab dengan terbata bata "ti.. tidak aku tidak berfikir yang macam macam nona, aku berfikir hanya satu macam saja"
"Hayo ketahuan, makanya jangan macam macam sama sofy pak, dia bisa mengetahui isi hati dan apa yang kamu lakukan seminggu ke belakang" ucap Sofy.
"I...iya maaf non" ucap sopir
"Sudah jangan menggoda dia, nanti bisa celaka loh" jagat pun menengahi.
Kemudian jagat pun berbicara kepada Eriska "keuntungan kita menjadi dokter divisi khusus itu ya begini, kalau ada pasien orang kaya dan meminta mengobati langsung ke rumahnya, maka jasa pengobatannya masuk kantong kita,
Dan kita pun tidak menargetkan harus di bayar berapa, dan mereka pun mengerti dan itulah hasil kita hari ini setelah mengobati pak hendar"
"Tapi ini terlalu banyak untuk ku" ucap Eriska.
"Itu sudah setimpal untuk mu" ucap jagat.
Kemudian dia pun melanjutkan "dan itu juga sebagai jawaban yang ada di hati kamu, dan semua ini hasil dari mengobati orang kaya"
"Ya bahkan sekarang kami memiliki rumah sendiri yang diberikan secara percuma dari seorang pengusaha, tempatnya ada di komplek intan permata" timpal Sofy.
Eriska pun semakin terkejut "apa komplek real estate intan permata"
Sofy pun menganggukan kepalanya "iya benar, kalau mau kita bisa tinggal bersama di rumah itu, karena di sana banyak kamar yang masih kosong".
Elisa pun mengeluh "ya kamar banyak yang kosong, aku nyesel kemarin malam malah ada piket, jadi tidak sempat pilih kamar sendiri"
"Baiklah aku nanti akan pindah ke rumah itu, supaya kita ramai di sana" jawab Eriska.
"Ya di sana juga ada Dias dan Dara dan juga Maya, kita akan ramai di sana" ucap Sofy.
Kemudian Eriska pun tiba-tiba menjewer telinga jagat "Ayo siapa lagi Dias, Dara dan Maya. Aku sudah katakan kamu tidak boleh memiliki wanita lebih dari 5"
Jagat pun jadi kesakitan "Adu...du...Duh, sakit ka, lepaskan telinga ku ini, nanti lepas bagai mana"
"Aku tidak mau tahu ayo jelaskan" bentak Eriska.
Kemudian Elis pun membela jagat "sudah dong, kasihan kan mas say ku, nanti aku yang jelasin, tapi lepaskan dulu mas say ku"
Eriska pun melepaskan telinga jagat dan menoleh ke arah Elis "Maya itu anak kecil yang masih berusia 5 tahun, dia anak yang memberikan kita rumah"
"Iya sedang dara dan Dias di suruh mengasuh Maya di rumah" timpal Sofy.
Eriska pun menoleh ke arah sofy dan Elis "Kalian kompak banget ya kalau membela jagat, baik lah aku percaya, tetapi ingat aku yang utama walaupun bukan yang pertama, kalau jagat nambah lagi wanitanya aku tidak akan segan memotong ***********, dan itu tugas kalian berdua supaya dia tidak jelalatan ke wanita yang lain selain kita"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna