
Bab 184 Sial Kakek Tahu
Setelah lama mengobrol kemudian handphone milik jagat berdering, handphone milik jagat di letakkan di atas nakas mobil sehingga getar dan suara dering terdengar nyaring.
Sambil menyetir mobil jagat pun mengambil handphone lalu menggeser layarnya keatas dan di tempelkan ke daun telinga.
Jagat tahu yang menelpon dirinya adalah kakeknya sendiri yang bernama Kakek Badar "Halo kek"
Di ujung telpon kakeknya berbicara "Hai bocah nakal, sekarang ada di mana kamu, kakek sedang dalam perjalanan menuju kota B"
"Waduh....maaf kek aku tidak bisa menyambut mu, aku sekarang sedang di kota G untuk menyelesaikan masalah cabang" jagat pun beralasan.
"Kenapa harus kamu yang menyelesaikannya, bukan kah ada bagian humas yang bernama Farrah, dan apa masalahnya serumit itu sehingga kamu harus turun tangan sendiri" jawab kakek badar.
Jagat pun menjelaskan "Aku mendengar kabar, bahwa kepala cabang semena mena kepada karyawan, bahkan ada karyawati yang bunuh diri karena di hamili, banyak karyawati mengadu kepada Farrah bahwa mereka sering di lecehkan, tetapi mereka tidak berani lapor polisi, dan Farrah pun tidak berani bertindak karena tidak ada bukti dan dia sedikit takut karena kepala cabang masih kerabat pak Bagas"
"Kalau begitu, selesaikan lah dan segera kembali" ucap kakek badar.
"Siap kek, paling hari Senin aku sudah pulang. Eh kakek mau sampai kapan berada di kota B ?" Tanya jagat.
"Kakek berada di kota B lumayan lama ada sekitar 1 Minggu, ada banyak hal yang harus kakek lakukan di hotel Arssad" ucap kakek badar.
Kemudian kakek badar melanjutkan "Aku dengar kamu sudah menyelesaikan masalah keuangan hotel Arssad dan katanya kamu sedang mendirikan perusahaan keamanan, apa itu benar ?"
Jagat langsung berbicara tapi tidak menjawab pertanyaan dari kakek badar dia malah balik bertanya "Dari mana kakek tahu ?"
"Hahaha.... semua informasi aku tahu dari Alex, dia adalah orang kepercayaan ku dari dulu, semua tentang hotel Arssad aku tahu dari Alex, bahkan aku tahu kamu berseteru dengan Cakra anaknya Bagas" jawab kakek badar.
"Huh, dasar pak Alex tukang ngadu, awas kamu kalau ketemu nanti" ucap jagat spontan.
"Sudahlah jangan marahi Alex, dia inforam terbaik yang aku miliki, kalau buka dia siapa lagi yang aku percayai, dari dia masih kecil sampai sekarang dia setia bekerja kepada ku, aku sudah menganggap dia sebagai anak ku sendiri" ucap kakek badar.
Kemudian mereka pun berbincang di telpon dan pada akhirnya kakek badar bertanya kepada jagat dengan serius.
"Siapa dua wanita yang sedang bersama mu, jangan bilang mereka berdua kekasih mu, ayo kenalkan aku kepada mereka"
Jagat pun terbengong dan bergumam dalam hati "Sial kakek tahu, pasti pak Alex yang memberitahu kakek"
"Kenapa diam ayo jawab, bukan Alek yang memberitahukan ku, tapi aku tahu karena kamu bocah nakal" ujar kakek badar.
"Anu...." Jagat bingung bagai mana mengatakannya.
Kemudian kakek badar sedikit mendesak "Cepat berikan handphone mu kepada mereka"
Jagat tidak bisa menolak kemudian dia memberikan handphone milik nya ke Elis "Kakek ingin berkenalan dengan kalian"
Kemudian Elis mengambil handphone milik jagat dan Elis menekan tombol pengeras suara.
Elis pun mulai menyapa "Halo kakek nama ku Elis Tandjaya"
Kemudian sofy pun memperkenalkan diri "Halo kek nama ku sofy"
"Oh jadi nama kalian berdua Elis dan Sofy" ucap kakek badar di ujung telpon.
Kemudian mereka berdua menjawab secara bersamaan "Iya benar kek"
Di ujung telpon kakek badar tidak berbicara, sepertinya dia sedang berpikir dan setelah jeda beberapa saat, kakek badar pun berbicara kembali
"Oh jadi di antara kalian berdua ada dari keluarga Tandjaya, apa hubungan mu dengan Danastri ?" Tanya kakek badar.
Kemudian Elis pun menjawab "Kakek kenal dengan ibu ku ?"
"Oh jadi nama kamu Elis Tandjaya anak dari Danastri ? Ya aku kenal karena waktu aku masih muda aku sering main ke kampung cisarati" ucap kakek badar.
Di depan jagat berbicara "Main ke kampung cisarati untuk apa kek, apa untuk mencari wanita cantik"
"Eh, dasar yang kamu bocah nakal, begini begini kakek setia, bukan seperti kamu" ucap kakek badar
"Hus...ay jangan berbicara begitu, itu kakek mu tau" cegah Sofy.
"Ya benar yang di katakan oleh cucu menantu, kamu jangan begitu kepada kakek mu ini" ucap kakek badar.
Mendengar kakek badar menyebut cucu menantu kepada sofy, wajah sofy pun memerah.
Kemudian kakek badar berbicara kembali "Bagai mana dengan misi mu, apa Candra sudah mengatakan tentang anaknya kepada mu"
Jagat tidak menjawabnya tetapi di sana Elis yang berbicara kepada kakek badar "Maksud kakek tuan Candra Wijaya dan anaknya nona Eriska"
"Iya kenapa kamu tahu ?" Tanya kakek badar.
"Kami berdua bekerja di rumah sakit milik tuan Wijaya, jadi kami tahu, dan tenang saja kek, mas Arya sudah menaklukkan hati nona Eriska, dan kami bertiga pun sudah sepakat berbagai kasih sayang, asal dengan syarat dia yang paling utama dan kami menyetujuinya" ucap Elis.
Elis memanggil mas Arya di depan kakek badar karena Elis menghormati kakek badar dan jagat, tetapi kalau mereka sedang santai seperti biasanya Elis biasa menyebut mas say dan Sofy menyebut jagat dengan sebutan sayang Ay.
Ada Nanda umpatan dari balik telpon yang di lontarkan oleh kakek badar "Sialan dasar bocah nakal, bisa bisanya kamu memiliki 3 wanita dan mereka semua akur"
"Bukan tiga kek tetapi lima" timpal sofy
"Kurang ajar, kakek aja punya istri 2 itu juga harus sembunyi sembunyi dari nenek mu, lah kamu bocah ingusan, banyak banget wanita mu" ucap kakek badar.
Sofy di dalam hati pun bergumam "Pantas Ay memiliki banyak wanita, toh dia keturunan orang yang berpoligami"
Kemudian kakek badar pun berbicara "Hey cucu menantu, jangan bilang si bocah nakal itu turunan tukang kawin ya, lebih baik banyak istri dari pada banyak zinah, dengan gunta ganti pasangan, yang ada penyakit yang melanda"
Sofy pun menutup mulutnya sendiri "waduh kakek tahu, padahal aku hanya berbicara di dalam hati"
Elis yang mendengar perkataan itu langsung menengok ke arah sofy dan dia pun berkata kepada kakek badar "Kakek kami tidak berkata apa pun kok"
Kemudian sofy langsung berbicara "Maafkan aku kek, aku bersalah aku hanya berbicara dalam hati, kakek hebat bisa tahu isi hati ku padahal kita berada sangat jauh"
Sofy meminta maaf sekali menuju kepada kakek badar yang bisa menebak isi hatinya, karena kejadian itu Elis pun menjadi sangat berhati-hati dalam mengendalikan diri, supaya dia tidak berkata yang tidak tidak di dalam hatinya.
Kakek berada langsung tertawa terbahak-bahak "Hahaha....Aku suka dengan sikap jujur mu"
Kemudian kakek badar berbicara kepada jagat "Hey bocah nakal, jangan sakiti hati mereka, dan jaga mereka dengan baik"
Jagat yang sedang menyetir pun mengangguk "Baik kek, aku akan mengingat ucapan Kakek"
"Cucu menantu, kalau bocah nakal itu menyakiti kalian atau tidak adil, maka lapor saja kepada ku, aku akan menghajar bocah nakal itu untuk kalian berdua" ucap kakek badar di ujung telpon.
Sofy dan Elis mengangguk, mereka merasa senang karena kakek badar menerima mereka berdua dan bersikap baik.
Mereka berdua pun kompak menjawab "Siap kek, terima kasih"
Kemudian di akhir percakapan kakek badar pun menasehati "Kalau ada selisih paham, bicarakan secara baik baik, ingat jangan mengambil keputusan dalam keadaan emosi"
Semua mengangguk dan berbicara "Baik kek ...."
"Kakek cukupkan dulu sampai disini, nanti kita ketemu di hotel Arssad" kakek badar pun menutup telponnya.
Tidak terasa perjalanan mereka pun sudah hampir sampai di pusat kota, dan mereka sudah keluar dari jalur jalan protokol dan masuk ke jalan utama kota.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna