Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 230 Ritual Pembangkitan


Bab 230 Ritual Pembangkitan


Waktu menunjukkan pukul 11 malam dan ini waktunya untuk melakukan ritual.


Bulan di atas langit menunjukan cahayanya dan bentuknya bulat sempurna.


Nampak cahaya rembulan menembus genting yang terbuat dari kaca sampai sedikit menerangi simbol Mantra yang di buat oleh jagat.


Dan simbol Mantra itu adalah pengumpul energi yang di salurkan kedalam boneka arwah, sehingga tulisan simbol Mantra yang di tulis menggunakan darah ayam camani nampak bercahaya merah.


Jagat dan semua orang menuju lantai ketiga di mana ritual akan di laksanakan.


Semua orang di suruh duduk melingkar dengan jarak yang cukup jauh dari ritual, sekitar 3 sampai 5 meter mereka duduk.


Jagat pun memberikan satu carcik kertas kepada semua orang kemudian dia pun berkata "Tolong bantu aku dengan membaca doa ini dan ulang berkali-kali sampai ritual selesai"


Semua orang menganguk setuju dan menerima kertas yang di berikan oleh jagat tersebut.


Kemudian jagat pun memulai ritual dengan membacakan mantra jangjawokan sambil menebarkan kertas kuning yang sudah di tuliskan mantra.


Kertas kuning itu pun setelah di lemparkan jagat keatas langsung terbakar api dan berubah menjadi asap yang meresap ke dalam tubuh boneka arwah.


Kemudian jagat memerintahkan kepada Dias, dara dan Maya untuk berdiri di boneka arwah yang akan dia masuki sebagai jasad baru mereka.


Semua orang pun tidak berhenti berdoa dengan doa yang di berikan kepada mereka oleh jagat.


Mereka pun sambil melihat ritual itu dengan mata takjub dan mengagumkan.


Bahkan kakek badar yang mana dia seorang kuncen dan dukun yang sudah malang melintang di dunia supernatural baru pertama kalinya melihat ritual seperti ini.


Biasanya kakek badar hanya melakukan ritual ruwatan bumi atau rutan untuk membangun perusahaan seperti kantor dan pabrik.


Tetapi ritual pembangkitan seperti ini kakek badar belum pernah melakukannya, bahkan menurut kakek badar ini sangat luas bisa.


Simbol sihir mantra yang di tulis oleh jagat dengan menggunakan tinta darah ayam camani seakan seperti stiker yang terlepas dari ubin.


Simbol itu melayang keatas dan masuk kedalam tubuh boneka arwah.


Jagat pun berteriak sambil menunjuk kearah simbol Mantra tersebut "Tubuh menjadi wadak, Darah menjadi darah, Roh menjadi jiwa atas kesadaran sendiri"


Kemudian jagat memerintahkan kepada dara, Dias dan Maya sambil berteriak "Masuk lah kedalam wadak kalian yang akan menjadi tubuh dan jasad baru kalian"


Dara, Dias dan Maya kemudian berubah menjadi partikel cahaya dan masuk ke dalam boneka arah itu melalui dada sebelah kiri.


Di mana dada sebelah kiri tersebut terdapat inti dari boneka arwah yang bisa menampung jiwa sebagian ini penggerak.


Kemudian jagat kembali membacakan mantra dan semua simbol tulisan yang ada di tubuh boneka arwah itu meresap kedalam tubuh boneka arwah.


Jagat pun berteriak kembali "Bangkit dan bangun lah...."


Kemudian ketiga boneka arwah itu pun membuka matanya, dan boneka arwah itu pun mulai bergerak dan mereka sekarang dapat bangkit dan duduk di depan jagat.


Kemudian jagat pun memerintahkan mereka bertiga dengan menunjuk ke bakakak ayam yang utuh serta jeroan yang sudah di masak oleh idhang.


"Makanlah untuk menjadi sumber energi, daging dan tulang kalian semua" teriak jagat.


Mereka pun merangkak menuju ayam bakakak tersebut kemudian mereka makan dengan lahap seperti seekor harimau yang kelaparan.


Bahkan tulang dari ayam tersebut sampai di makan habis tidak tersisa beberapa menit kemudian semua sudah habis di lahap oleh mereka bertiga.


Ritual itu belum berakhir karena mereka belum menampakkan adanya kesadaran.


Jagat kembali membacakan mantra karena jiwa dari mereka bertiga belum sepenuhnya memasuki bagian bagian tubuh boneka arwah.


"Masuk dan meresap serta bersatu dengan jasad baru kalian...." Ucap jagat sambil mengarahkan tangannya ke kepala mereka bertiga.


Ritual itu pun selesai jagat di bawa oleh idhang dan Firman ke kamarnya sedang dara, Dias dan Maya di bawa ke kamar yang ada di lantai 3.


Setelah itu idhang dan Firman membereskan bekas ritual tersebut dan mereka pun beristirahat.


Ke esokan paginya jagat pun bangun dan seluruh badannya terasa sakit. Itu efek karena dia kelelahan dan kehabisan tenaga dalam.


Sekarang jagat hanyalah orang biasa sampai beberapa hari kedelapan, karena kehabisan tenaga dalam, atau kalau dalam istilah dunia fantasi jagat mengalami kehabisan energi sihir.


Dan akan kembali normal dalam beberapa hari, sehingga jagat sekarang hanyalah orang biasa yang tidak bisa menggunakan kekuatannya.


Jagat melirik ke sekitar kamar dan tidak di ketemukan siapa pun, jagat pun keluar dari kamar.


Sebenarnya bisa saja jagat pulih seketika oleh obat yang telah di Ranu jagat sendiri, tetapi obat itu ada di dalam cincin Wulung Ireng.


Dan untuk mengaktifkan cincin Wulung Ireng jagat harus menggunakan tenaga dalam yang dia miliki untuk memasuki ruang hampa di dalamnya.


Tetapi untuk sekarang jagat tidak bisa menggunakan itu karena sekarang jagat hanyalah orang biasa.


Jagat mendengar kegaduhan, ada canda tawa yang terdengar di lantai atas, sehingga jagat pun pergi kelantai ketiga.


Dan ternyata di sana terlihat para wanita sedang bermain kostum cosplay.


Dara yang polos, di dandani Elis menggunakan cosplay anime di mana dara menjadi cosplay beast man serigala.


Dias di dandani menjadi cosplay maid sedangkan Maya yang imut di dandani cosplay beast man kucing.


Mereka pun senang dan tertawa bersama sama mereka berhenti tertawa karena melihat jagat yang muncul di balik pintu kamar.


Kemudian mereka menatap ke arah jagat dan dia pun menjadi pusat perhatian, kemudian jagat pun berkata "Lanjutkan lah, aku tidak akan menggangu kesenangan kalian semua"


Mereka pun kembali mendandani Maya seorang jagat tidak pernah ada dan terlihat oleh mereka semua.


Jagat yang lesu kembali turun ke bawah dia pun mengambil handuk kecil yang masih menggantung di pagar tangga bekas kemarin, mungkin idhang dan Firman lupa membawa handuk kecil itu.


Jagat pun menyelendangkan handuk itu di bahunya hingga melingkar di leher, sehingga jagat lebih mirip petugas kebersihan dari pada pemilik rumah vila ini.


Setelah sampai di lantai bawah, keadaan nampak sepi, tidak ada kakek badar yang duduk di sofa utama dan bahkan idhang dan Firman pun tidak nampak.


Jagat berfikir mungkin mereka masih ada di kamar masing masing karena hari ini masih pagi dan belum jam 7 pagi.


Kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu.


Tok....Tok....Tok....


"Iya sebentar "Saut jagat sambil berjalan kearah pintu.


Dia pun membuka pintu dan melihat orang yang mengetuk pintu itu seorang satpam yang di tugaskan berjaga di depan.


Kemudian satpam itu melapor "Tuan muda ada tamu yang hendak bertemu dengan tuan besar"


"Baiklah kalau begitu kamu sudah boleh pergi dan berjaga kembali di Depan" jawab jagat sambil melambaikan tangannnya.


Kemudian satpam itu pun menganggukan kepalanya "aku pamit berjaga tuan muda"


Satpam itu pun kembali ke pos satpam yang ada di depan vila.


Kemudian datang seorang pemuda yang menghampiri jagat, dia tadi turun dari mobil mewah bermerk BMW, dan setelah satpam itu pergi barulah pemuda itu menghampiri jagat.


Dan jagat pun mengenali pemuda yang menghampirinya tersebut.


***


* Bersambung