
Bab 154 Pulang Ke Rumah
Di tempat yang lain tepatnya di rumah Eriska.
Dia yang pulang kerumah dengan berdandan layaknya seorang wanita, di sambut senang oleh ibunya.
Ibu Eriska sampai memeluk dirinya sambil menagis bahagia "Apa benar ini kamu nak"
Eriska pun merasa bingung karena biasanya ibunya tidak begini dan malah acuh tak acuh, tetapi sekarang ibunya memeluk dan menangis kemudian tersenyum kepada Eriska.
"Ada apa sih mam, kok mami menangis dan tersenyum sendiri, emang ada yang salah dari Eriska"
Ibunya Eriska pun menggelengkan kepalanya "Tidak sayang, mami lagi bahagia saja, karena kamu pulang dengan berpenampilan seperti ini, mami harap kamu terus begi, jangan lagi pakai jeans dan kaos hitam dengan riasan wajah seperti hantu, mami lebih suka kamu begini, mungkin papa pun akan kaget dengan penampilan mu sekarang yang cantik begini"
Eriska hanya tersenyum menanggapi ibunya itu, dia pun di ajak masuk kedalam rumah.
"Kebetulan mami sudah masak ayo kita makan, papa sebentar lagi pulang, dan adik sudah menunggu di dalam"
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju meja makan, tidak lama kemudian ayahnya Eriska yang bernama Candra Wijaya pulang.
"Pah sini cepat lihat siapa yang pulang" panggil ibunya Eriska.
Candra Wijaya pun menanggapi dengan ketus "Ah paling juga si anak Badung, tumben dia ingat pulang"
Eriska yang mendengarkan ayahnya itu tersenyum kecut, tetapi ketika Candra Wijaya masuk ke ruang dia terlihat sangat kaget, karena penampilan Eriska sudah berubah 180 derajat.
Bahkan Candra Wijaya hampir tidak mengenali anaknya sendiri yang berpenampilan peminim, Candra Wijaya menggosok kedua matanya ketika melihat Eriska.
Eriska pun tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya kemudian menghampiri ayahnya, Eriska mengambil tangan ayahnya itu kemudian sun tangan.
"Ayo pah duduk kita makan bersama" ajak Eriska.
Candra Wijaya pun terperanjat "i...iya ayo !"
Candra Wijaya tidak banyak berkomentar lagi mengenai Eriska, dia malah bersyukur karena Eriska sudah berubah menjadi feminim.
"Syukurlah kamu sudah berubah nak, kalau mau, mulai besok bantu papa untuk mengurus perusahaan keluarga kita, papah sudah hampir tua, dan siapa lagi yang harus melanjutkan perusahaan papah di masa depan, sedangkan Dika masih kecil" ucap Candra Wijaya.
Biasanya Candra Wijaya berbicara ketus kepada Eriska dan sering marah marah, tetapi sekarang ayahnya itu berbicara sangat sopan kepada Eriska.
Jagat pernah berpesan kepada Eriska supaya mematuhi perintah orang tuanya, dan benar saja Eriska berpenampilan seperti ini akan di sukai oleh mereka.
Jagat pun pernah membandingkan dirinya dengan Sofy dan Elis yang berpenampilan Feminim, dan jagat pernah berbicara bahwa dia suka wanita berpenampilan seperti itu.
Sehingga Eriska pun mau di ajak ke salon dan merubah semua penampilannya, itu semua karena jagat.
Eriska yang menanggapi perkataan Ari ayahnya itu menganggukan kepalanya "Eriska akan belajar bagaimana mengelola perusahaan, mohon bimbingannya pah"
Candra Wijaya pun tersenyum senang karena Eriska pun berbicara begitu sopan dan tidak menolak ajakan dirinya untuk mengelola perusahaan yang keluarganya miliki.
Keluarga Wijaya bukan hanya memiliki universitas dan rumah sakit saja, tetapi ada juga perusahaan lain yang bekerja sama dengan Sandjaya grup milik keluarga jagat.
Candra Wijaya berbicara dalam hatinya "Ini mungkin berkat jagat sehingga anak ku bisa berubah menjadi seperti ini, tetapi aku mendengar selintingan bahwa dia sedang menjalin hubungan dengan Sofy dan Elis, dokter dan perawat yang bekerja di rumah sakit ku, tetapi kalau iya....."
Candra Wijaya pun berpikir, karena siapa pun tidak mau anaknya berhubungan dengan play boy seperti jagat, tetapi karena janji perjodohan yang sudah di sepakati, mau tidak mau Candra Wijaya pun membiarkan Eriska bersama jagat.
Jagat memang anak yang baik dan sopan, bahkan penampilan dirinya sederhana dan tidak seperti anak orang kaya lainnya.
Kemudian Candra Wijaya pun bertanya kepada Eriska "Bagai mana dengan kuliah mu nak ?"
"Kuliah ku tak ada masalah pah, justru sekarang aku sedang akan PKL dan menyusun laporan" jawab Eriska.
"Bagus kalau begitu, kebetulan kamu mau PKL, sekalian bantu papah di perusahaan. Kan kamu PKL hanya menyusun data saja untuk menyusun laporan" ucap Candra Wijaya.
"Iya pah, tapi aku juga harus mengajak beberapa teman untuk PKL bersama, Karena kita di bagi tugas dalam tim" balas Eriska.
"Ok, ajak saja teman mu, kalau mereka cakap, setelah mereka lulus kuliah, mereka bisa kamu pekerjakan sebagai karyawan di perusahaan kita"
Eriska pun mengangguk "Baik pah"
Mereka pun makan bersama dengan gembira, dan sekarang keluarga mereka lengkap dan harmonis.
Eriska pun berencana tidak akan lagi kos atau pun mengontrak, dia akan berangkat ke kampus dan kantor dari rumah dan pulang kerumahnya sendiri
**
Di hotel Arssad Anton pun di temui langsung oleh Alex, Hadi dan 3 orang bodyguard terkuat yang di pilih jagat untuk melindungi Anton.
Anton pun bercerita tentang dirinya yang sedang di kejar oleh anak buahnya Danu dan geng shooting gun dari Utara.
Alex pun berbicara kepada Anton "Beruntung kamu berteman dengan tuan muda kami, kalau tidak mungkin kamu dan sekeluarga sudah habis di bantai oleh Danu dan anak buahnya"
Anton terkejut karena Alex menyebut jagat sebagai tuan mudanya, karena Anton baru tadi sore bertemu dengan jagat di jalan, dan kalau bukan jagat yang menolong, mungkin Anton dan istrinya akan mati.
Anton menjadi malu sendiri karena dari tadi istrinya selalu bilang akan membayar jagat berapa pun, tetapi ternyata jagat tidak butuh uang karena Alex saja yang kaya dan terkenal di dunia bawah tanah menjadi anak buah jagat.
Anton pun menundukkan kepalanya "Sejujurnya aku baru ketemu jagat tadi sore ketika aku di kejar anak buah Danu, aku meminta tolong kepadanya, aku mau tanya kenapa kamu bilang jagat tuan muda mu, siapa dia sebenarnya"
"Jagat memang tuan muda kami, nama aslinya adalah Arya Sandi Sandjaya cucu dari tuan besar badar Sandjaya, pemilik Hotel Arssad ini, dan kamu tahu tuan besar badar Sandjaya itu siapa" Alex menjawab pertanyaan dari Anton dan kembali melempar pertanyaan.
Anton pun mengangguk "iya aku tahu, karena sejak aku masih remaja sering melihat tuan besar di pertarungan bawah tanah, dia sosok legenda yang tidak terkalahkan sampai sekarang"
Kemudian Anton pun memohon maaf kepada Alex "Maafkan aku karena ketidak Tahuan ku, dan maafkan juga istri ku karena sudah meremehkan jagat waktu kami berada di dalam kendaraan"
Alex pun menepuk pundak Anton "Tenang saja tuan muda ku orang yang baik hati, dia tidak akan tersinggung dengan perkataan seperti itu, untuk kedepannya bersikap lah baik, karena dia bukan orang yang sembarangan"
Anton pun menganggukan kepalanya "Terima kasih banyak, aku berjanji akan menjadi anak buahnya, dan membantu dia apa bila ada kesulitan"
"Ya sudah lah sekarang kamu istirahat kalau butuh sesuatu ketiga bodyguard ini akan melindungi mu, mereka stand buy di depan sana" Alex menunjuk gedung yang di jadikan markas untuk Moeza bodyguard.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna