
Bab 286 Api Mapag Geni
Di sela sela obrolan mereka, handphone dokter Calvin pun berbunyi dan dia segera mengangkatnya.
"Halo...."
Ternyata ada pasien yang harus di tangani oleh divisi khusus dan bukan hanya satu pasien tetapi ada beberapa.
Mereka sudah di tempatkan di beberapa ruang periksa, dokter Calvin pun membagi setiap dokter dengan di dampingi perawat.
"Dokter Yohanes bersama suster Elis tolong tangani pasien di ruang periksa 1, Dokter Dian dan suster Lita di ruang periksa 2...."
Semua di bagian dan sengaja seperti di pasangkan bahkan dirinya sendiri memilih perawat wanita.
"Dokter jagat bersama pak Arman di ruang periksa 5"
Arman berbinar, karena bisa mendampingi jagat dalam menangani pasien.
Terakhir kali Arman kagum dengan cara jagat menangani pasien, apa lagi jagat berjasa bagi Arman karena dia di berikan makhluk astral berupa siluman harimau yang kuat.
Dengan menggunakan siluman harimau itu Arman bisa menangani pasien yang kesurupan dengan mudah.
Ilmu Arman adalah ilmu amatan mirip seperti jaya si pengendali Roh, dia juga sama sama menggunakan ilmu amatan.
Cuman kalau Arman di gunakan untuk pengobatan sedangkan jaya di gunakan untuk beladiri.
Jagat dan Arman pun tiba di ruang periksa 5, di sana terlihat ada pasien anak kecil yang berbaring di blangkar.
Anak itu di ikat dengan kuat dan di sampingnya ada kedua orang tuanya.
Melihat jagat datang orang tuan Pasien langsung berbinar dan menghampiri.
"Dokter tolong obati anak ku"
Jagat pun bertanya "Anak ibu kenapa di ikat, apa gejala yang sering terjadi ?"
Ibu dari pasien itu menjelaskan, bahwa anaknya itu memiliki penyakit aneh, dia suka tiba-tiba terkulai lemas kemudian lumpuh dan setelah itu mengamuk seperti ada yang merasukinya.
Dan kejadian itu terjadwal sehari 2 kali di siang hari dan menjelang malam.
Ibu itu menjelaskan juga bahwa kejadian ini baru satu Minggu dia alami. Sekarang sudah siang sehingga penyakit anaknya itu kambuh.
Ibu itu tahu dari kabar orang bahwa rumah sakit ini juga bisa mengobati penyakit-penyakit aneh yang di luar nalar, penyakit medis dan non medis, bisa di tangani di sini dan kebanyakan orang sembuh.
Sehingga dari rumor orang, ibu pasien berusaha untuk membawa anaknya itu kerumah sakit ini.
Melihat pasien itu jagat hanya tersenyum "itu mudah Bu, Tenang saja, kami akan menangani anak ibu dengan baik"
Ketika jagat sedang berkomunikasi dengan orang tua Arman tiba tiba mengeram
"Haemmmm...."
Ilmu amatan dari Arman aktif ketika ada pasien yang kerasukan makhluk halus, biasanya dia akan menakut nakuti makhluk halus itu dengan makhluk yang Arman milik.
Tetapi bahayanya jiga makhluk halus yang masuk ke dalam tubuh pasien itu lebih kuat dari pada makhluk milik Arman.
Itu bisa mengancam nyawa Arman dan juga pasien yang akan di obati.
Orang tua pasien terkejut ketika Arman menggeram dan akan di rasuki oleh siluman harimau.
Jagat langsung menggibaskan tangannya ke arah Arman
Wuss....
"Hentikan pak Arman, kamu tidak akan mampu melawan makhluk yang ada di tubuh anak ini"
Arman seketika langsung sadar, karena kibasan tangan jagat mengandung tenaga dalam supaya siluman harimau tidak masuk kedalam tubuh Arman.
"Biar aku saja yang menangani ini, pak Arman hanya menyiapkan yang Ku butuhkan saja"
Arman pun mengangguk "Iya dokter"
"Tolong ambilkan aku daun sirih yang ada di taman, aku butuh 10 lembar saja" jagat menyuruh Arman.
"Baik dokter, akan aku ambilkan"
Arman pun segera keluar ruang periksa untuk mengambil dauh sirih.
Jagat mengambil tasnya yang dia bawa, jagat mengeluarkan kertas berwarna kuning polos dan spidol yang sudah di modifikasi.
Tinta di dalam spidol itu menggunakan darah ayam cemani, sisa dari ritual pembangkitan Dara, Dias dan Maya.
Kemudian jagat menggambar simbol Mantra di kertas kuning itu dia menggambar lingkaran dan bintang yang di bubuhi tulisan Jawa kuno dan abjad Hanacaraka.
Selain itu juga ada tulisan kaligrafi arab yang membentuk lingkaran, entah apa fungsi dari tulisan itu semua, hanya dia lah yang tahu.
Orang tua pasien sedikit tercengang, karena jagat membuat simbol Mantra di kertas sangatlah cepat, hanya dengan beberapa menit saja kertas mantra itu selesai di buatnya.
Setelah itu Arman memasuki ruang periksa dan memberikan daun sirih kepada jagat.
Jagat mengambil satu lembar lalu menempelkan daun itu di kening pasien.
Kemudian jagat membaca mantra dan doa doa, sampai pasien menjerit seperti kepanasan.
"Eagh .... Panas.... hentikan.... "
Pasien yang seorang anak laki laki itu menggeliat sambil mengeluarkan suara geraman.
Suara yang di keluarkan itu bukan seperti suara anak kecil, tetapi suara pria dewasa yang kesakitan.
Kedua orang tua pasien khawatir karena anaknya itu nampak kesakitan.
"Dok apa ini tidak apa apa, aku khawatir dengan anak ku" ucap lirih ibu pasien.
Ayah pasien hanya menenangkan istrinya itu "Tenang Bu, jangan ganggu dokter yang sedang bekerja"
Ibu pasien menganggukan kepalanya, sambil meneteskan air mata, karena tidak tega melihat anaknya itu kesakitan.
Arman pun di buat melongo, hanya dengan di tempeli daun sirih di kening dan membaca doa, makhluk yang merasuki tubuh anak itu langsung kepanasan.
Kemudian jagat berkata "Menyerah dan keluar dari dalam tubuh anak ini atau aku musnahkan kamu dengan di bakar api Mapak Geni"
Anak itu mengeram "Argh ampun.... Aku tidak mau mati di bakar api Mapak Geni, itu membuat ku sangat sakit, aku ingin keluar tetapi aku tidak bisa...."
Makhluk yang merasuki tubuh anak ini meminta ampun dan ingin keluar dari dalam tubuh anak itu karena takut dengan api Mapak Geni yang sangat panas.
Api Mapak Geni adalah salah satu api abadi yang ada di dunia astral, api itu akan menyala sampai makhluk yang di bakarnya berubah menjadi abu dan menghilang dari dunia.
Api ini hanya memiliki efek kepada makhluk astral saja, sehingga mereka akan takut dan tidak mau mendekatinya.
Meskipun terkena percikan kecil saja maka api itu akan membesar dan membakar makhluk tersebut.
"Kenapa kamu tidak bisa keluar dari dalam tubuh anak ini, bukanya kamu masuk sendiri dan bisa keluar sendiri ?" Tanya jagat yang mengintrogasi.
Dia pun menggelengkan kepalanya "Aku memang masuk sendiri, tetapi sebelumnya aku di pasangi segel, sebelum anak ini mati menderita, aku tidak bisa keluar dari dalam tubuh ini, tolong keluarkan aku dari tubuh ini, aku sudah tidak kuat, aku kepanasan"
Jagat bertanya lagi "Apa kamu di suruh seseorang ?"
Dia mengangguk "iya, aku di perintahkan untuk membuat anak ini sakit dan menderita, supaya harta kekayaan orang tuanya habis di pakai untuk berobat anaknya ini"
***
* Bersambung