
Bab 110 Apakah Dia Masih Manusia
Cakra tidak bisa berkata-kata, dia sudah menutup telpon ketika dia bilang dukun kampung sombong, dan bicara Cakra juga pelan
Tetapi kenapa Ki jatijara menelpon balik dan memarahi Cakra, Cakra terdiam tidak menjawab dan seakan ada sesuatu yang menusuk telinga.
Di telpon itu Ki jatijara berbicara kembali "Karena kamu sudah menghina ku dengan menyebut dukun kampung sombong, aku meminta kompensasi ketika kamu menemui ku"
Cakra disana baru lah tersadar dan menjawab "Ba...baik Ki...."
Telpon pun di matikan sepihak oleh Ki jatijara, Cakra pun menggelengkan kepalanya "Benar benar sakit...eh sakti Ki jatijara, bisa mendengar gumaman ku, padahal handphone sudah aku matikan dan dia malah telpon balik untuk memarahi ku, tidak sia sia aku meminta bantuan orang sakti seperti Ki jatijara ini"
Pintu ruang perawatan VIP pun di ketuk dan kemudian masuk Ajeng dan keluarganya beserta keluarga Wibisono.
Mereka menjenguk Cakra karena kabar Cakra di pukuli di Club malam hotel Arssad yang sudah di anggap wilayah kekuasaannya sendiri.
**
Di tempat lain
Di daerah Kota bagian timur, dimana geng Serigala Petarung Jalanan berkumpul.
Joni dan ke 9 anak buahnya di kumpulkan, mereka di kelilingi oleh anggota Geng Serigala yang lain untuk mendapatkan hukuman karena tidak bisa melindungi Cakra.
"Joni kemari...." Teriak Andi sebagai kepala geng serigala dan sekaligus Guru beladiri Petarung Jalanan.
Joni bergegas menghadap dan menundukkan kepalanya "Maaf kak, kami tidak becus menjalankan tugas"
Plak....
Setelah Joni meminta maaf Joni pun di tampar keras oleh Andi, tamparan keras itu menggema di seluruh ruangan.
Kalau orang biasa yang di tampar mungkin akan pingsan dan mengeluarkan seteguk darah, tetapi Joni masih berdiri tegak dan kokoh.
Hanya tanda telapak tangan berwarna merah di pipi Joni, bekas tamparan Andi.
Setelah di tampar mata Joni berubah menjadi merah bercahaya, nampak kemarahan terlintas di wajah Joni dan seperti kerasukan.
Andi merasa kaget dengan tatapan Joni yang seakan ingin membunuh dirinya, tetapi Andi bukan orang sembarangan.
Dia salah satu murid dari kakek Badar, kuncen Gunung Moeza yang sudah berada di tingkat grand master.
Hanya saja dia di Grend Master beladiri dan hanya memiliki sedikit kemampuan batin.
Andi menggunakan tenaga dalamnya untuk menarik makhluk astral yang merasuki tubuh Joni "Siapa kamu, ayo keluar dari dalam tubuh Joni"
Mendengar itu semua anak buah Andi kaget, karena baru sekarang hal ini terjadi, pantas Joni di tampar keras oleh Andi tidak bergeming sedikit pun, ternyata dia sedang di rasuki.
Andi memegangi kepala Joni dengan mengeluarkan tenaga dalamnya dan Joni pun meraung.
Anak buahnya yang lain sigap memegangi tangan Joni, anak buah yang lain pun memegangi tangan 9 orang lainnya.
Join kemudian di pukul di bagian kepalanya oleh Andi dan keluar makhluk yang bercahaya berwarna hijau dari lubang hidung Joni.
Makhluk itu hanya Andi saja yang bisa melihat, orang yang belum mencapai tahap master bela diri pun belum tentu bisa melihat kalau energi batinnya belum terbuka.
"Astaga ini kan Belatung Gaib yang ada di Hutan larangan gunung moeza" guman Andi.
Kemudian Andi mengambil Belatung Gaib itu yang sebesar telunjuk kemudian dia menggunakan kontak batin.
Belatung gaib itu pun menjawab "Pangeran Arya Loka lah yang memasukan ku ke tubuh anak buah mu, karena mereka mau mencelakai pangeran kami"
Pangeran Arya loka adalah sebutan jagat ketika berada di dunia gaib hutan larangan, Andi mengetahui siapa Arya loka itu, karena dari semenjak Andi kecil selalu berada di tempat gurunya dan bermain dengan jagat.
"Oh jadi kamu di perintahkan oleh adik ku Jagat, Baiklah suruh yang lain keluar dari dalam tubuh anak buah ku dan beritahukan kepada pangeran mu, kami tidak akan menggangu dia dan kami minta maaf" ucap Andi.
Andi terlihat seperti berbicara sendiri dengan mengangkat tangannya, dan mereka pun tercengang ketika mendengar bahwa makhluk yang merasuki tubuh Joni di perintahkan oleh adiknya Andi.
Dan tanpa lama ke 9 orang lainnya pingsan karena Belatung Gaib itu keluar dari tubuh mereka dan Belatung Gaib yang ada di tangan Andi pun seketika menghilang.
Jagat yang sedang berbaring di kamar tersentak karena melihat 10 Belatung Gaib menempel di dinding.
Jagat pun mengulurkan tangannya "Kemari lah"
Kesepuluh Belatung Gaib itu pun melompat dan hinggap di tangan jagat.
"Apa yang terjadi sehingga kalian semua kembali" tanya jagat.
Salah satu dari Belatung Gaib pun berbicara "kami ketahuan oleh orang yang memiliki ilmu batin, kami di perintahkan untuk kembali kepada anda dan dia berjanji tidak akan lagi mengganggu anda"
Mendengar laporan itu jagat menyeringai puas, walaupun dia tidak lagi bisa mengendalikan 10 orang anak buah Andi tetapi dia tidak akan lagi menjadi sasaran anak buah Andi yang di sewa oleh Cakra.
"Masalah satu sudah teratasi" gumam jagat.
Andi yang berada di markas berteriak kepada seluruh anak buahnya "Perhatian. Siapa pun kalian tidak boleh menyinggung orang yang bernama Jagat atau Arya Sandi Sandjaya, kalau di antara kalian ada yang secara sengaja atau tidak, menyinggung dirinya aku akan menghukum kalian"
Semua orang langsung berteiak dengan serempak "Siap Bos...."
Beberapa ketua divisi geng itu di kirim Poto jagat oleh Andi dan mereka menerima serta menyebarkan Poto itu ke anak buahnya.
Supaya mereka tahu siapa orang yang tidak boleh di singgung itu, bukan hanya sudah di anggap adik sendiri oleh Andi, jagat juga di anggap orang yang paling berbahaya kalau di singgung.
Dengan bukti bahwa 10 anak buah Andi bisa di kendalikan oleh jagat dengan mudah, sehingga dari pada di jadikan lawan lebih baik di jadikan kawan.
Ketika Joni dan anak buahnya sudah sadar, mereka pun bercerita tentang keganasan dari jagat, sebenarnya mereka di pukuli oleh geng motor itu hanya kebohongan belaka dan disebut kalah jumlah.
Padahal mereka yang sebanyak 20 orang di pukuli oleh satu orang yang bernama jagat sampai mereka babak belur dan masuk ke dalam rumah sakit.
Mendengar cerita dari anak buahnya Joni, anak buah Andi yang lain merasa ngeri, karena 9 orang anak buah joni ada dalam level praktisi beladiri dan Joni sendiri salah satu master beladiri murid dari Andi sendiri.
Tetapi mereka dikalahkan dengan mudah seorang diri oleh jagat, seorang Grend Master beladiri sendiri akan kewalahan kalau menghadapi 10 orang praktisi beladiri.
Ini 9 orang praktisi 1 master dan 10 preman di kalahkan oleh 1 orang tanpa terluka sedikitpun.
Anak buahnya Andi pun banyak yang bergumam "Apa dia masih Manusia, dan ada di level apa tingkatan beladirinya"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna