Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 218 Semakin Bringas


Bab 218 Semakin Bringas


Kemudian tanpa tunggu lama pak sudewo menelpon jagat, karena khawatir kalau di biarkan berlarut larut akan menjadi masalah besar.


Apa lagi pak sudewo hanya memasok hasil pertaniannya untuk hotel Arssad saja, dan apabila kerja sama dengan hotel Arssad tidak terjalin, makan pak sudewo harus menjual hasil pertaniannya ke pasar, yang pasti harga jualnya akan lebih murah.


Handphone milik jagat pun berdering, kemudian jagat pun mengangkat "Halo...."


"Selamat malam dokter jagat, eh tuan muda Arssad, maaf jika aku tidak tahu mengenai jadi diri anda" ucap pak sudewo.


"Oh pak sudewo, ada apa ya, telpon malam malam begini?" Tanya jagat.


"Maaf mengganggu istirahat anda, ini mengenai kerja sama antara aku dan hotel Arssad, maaf jika anak ku sudah menyinggung anda" ucap pak sudewo.


"Oh itu tidak menjadi masalah untuk ku, tapi hanya saja ada yang sudah mengancam ku dengan kata katanya dan memanfaatkan penghentian pengiriman hasil pertanian ke hotel ku, dan juga memanfaatkan itu untuk memaksa manager cabang ku untuk berhubungan dengan dirinya...." jagat pun menjelaskan semua.


Jagat juga menjelaskan bahwa anak pak sudewo yang bernama Rian Wicaksono menyewa orang untuk melakukan kekerasan bahkan anda anak buahnya yang hendak melecehkan Elis dan Sofy.


Sehingga jagat mengatakan itu tidak bisa di maafkan, dan harus mengambil tindakan tegas.


Karena pak sudewo memiliki hubungan baik dengan jagat, dia pun di berikan kesempatan, yaitu masih bisa mengirimkan sayuran dan hasil pertanian ke hotel Arssad, tetapi bukan Rian Wicaksono yang melakukannya.


Dan Rian Wicaksono di blacklist dari hotel Arssad dan tidak di perbolehkan memasuki hotel Arssad mana pun.


Pak sudewo pun menghela napas lega karena dia masih bisa berbisnis dengan hotel Arssad dan berjanji akan menghukum anaknya itu.


Masalah pun selesai dan jagat pun memutuskan sambungan telepon. Sekarang di kamar hotel itu bukan hanya ada sofy dan Elis, tetapi sudah bertambah satu orang yaitu Raya.


Raya pun terus meminta maaf kepada jagat dan kepada Elis, sofy yang tidak tahu kronologisnya hanya diam menyimak.


Setelah mereka berdiskusi dan mencapai kesepakatan mereka pun istirahat.


*


Keesokan paginya Elis dan Sofy, bersiap untuk pulang ke kota B, jagat pun sudah segar dan sudah siap untuk berangkat.


Terlihat Raya yang masih berbaring di atas tempat tidur dengan berbalut selimut, kelihatannya dia sangat kelelahan dan tepar.


Entah apa yang jagat lakukan semalam dengan ketiga orang wanita ini, yang pasti, Elis dan Sofy tidak setepar raya.


Mereka pun membiarkan Raya sendiri di kamar hotel tersebut dan mereka pun berangkat pagi-pagi sekali.


Di lorong jalan hotel Elis menyeringai "Untung kita berdua mendalami ilmu beladiri dan tenaga dalam, kalau kita hanya orang biasa mungkin kejadiannya akan seperti Raya, yang belum bangun sampai saat ini"


"Iya benar, semalam ay sangat buas, bahkan itu yang kedua kalinya dia melayani kita tetapi malah kita yang kewalahan, aku khawatir kita berdua tidak bisa mengimbangi permainan ay nanti" ucap Sofy.


"Jangan khawatir, kalau sudah sampai kota B, kita tidak akan berdua lagi untuk melayani mas say, kita ada duo ayu yang membantu kita" jawab Elis.


Jagat yang berjalan di depan kemudian menengok ke arah belakang dan bertanya kepada mereka berdua "Apa sih yang kalian bicarakan, apa kalian membicarakan ku"


Mereka tidak menutup nutupi apa yang sedang mereka bicarakan, Elis pun menjawab pertanyaan dari jagat "Iya kita sedang membicarakan mas say, sekarang mas say semakin beringas, kasian Raya sampai dia tidak bisa bangun, mas say menyiksanya begitu keras, bahkan melakukannya dengan berbagai macam gaya"


Jagat menyeringai "Aku juga melakukan itu kepada kalian berdua kan, jadi semua kebagian, jadi apanya yang salah dengan ku"


Sofy pun ikut menimpali "Bukan begitu Ay, Raya itu orang biasa, aku khawatir dia bisa meninggal karena kelelahan, karena kamu tidak memberikan jeda kepada dia, padahal dia yang pertama"


"Itu karena aku mungkin semakin kuat, jadi untuk mengimbangi ku, kalian berdua harus rajin berlatih dan menerobos tahap berikutnya" ucap jagat.


Sepintas orang yang mendengarkan pasti tidak mengerti dengan apa yang mereka bertiga bicarakan.


Karena mereka hanya membahas tentang tepar dan bukan orang biasa, serta harus banyak belatih.


Orang yang tahu, nantinya pasti mereka akan komen di kolom komentar, tetapi yang tidak tahu apa yang mereka bicarakan Hanya lewat saja.


Mereka pun sudah sampai di depan resepsionis kemudian Elis berbicara kepada penjaga counter resepsionis.


"Di kamar yang kami tempati masih ada manager kalian yang kemarin malam merayakan ulang tahunnya, dan dia masih tidur, kalau dia bangun dan bertanya kami kemana, kami sudah pergi pulang menuju kota B" ucap Elis.


Resepsionis itu pun mengangguk "Baik nyonya, aku akan menyampaikan pesan itu nanti setelah Bu raya bangun"


Mereka pun berangkat pergi keluar dan naik ke dalam mobil, jagat pun langsung menancap gas dan meninggalkan hotel Arssad cabang kota T.


Di jalan sofy bertanya kepada jagat "Ay, bukanya beberapa hari lagi pak agung biantara akan kerumah kita, dan kamu berjanji akan menghidupkan Maya kembali?"


Kemudian Elis pun berkata "Apa kamu yakin mas say, kamu bisa menghidupkan Maya kembali, kita bukan tuhan atau pun dewa, dan mustahil bagi kita menghidupkan kembali manusia, bahkan jasadnya Maya sudah rusak dan membusuk"


Jagat mengangkat tangannya "Tenang saja, sudah aku katakan bahwa aku memiliki cara, kalian juga tahu aku sudah memesan boneka arwah untuk menghidupkan kembali Maya, dan dari hasil seketsa kalian, aku juga memesan boneka arwah untuk Dias dan Dara"


"Kalau begitu, persiapan apa yang harus kita lakukan ay ?" Tanya Sofy.


"Di perbatasan kota T dan kota G ada pasar yang khusus menjual barang antik, bukan hanya itu, disana juga ada penjual rampe dan benda untuk pesugihan lainnya" ucap jagat.


"Jadi di sana tempat penjual sarana perdukunan ya mas say ?" Tanya Elis.


Jagat pun mengangguk "iya, dan bukan hanya itu, disana juga ada banyak penjual batu akik, aku ingin mencari batu akik untuk di hadiah sama kakek, dia sangat suka mengoleksi aksesoris batu akik dan bantu permata"


"Kalau begitu kita juga harus ikut mencari dan mendapatkan barang bagus untuk hadiah kakek" ucap Sofy.


"Ya benar, kita harus mencari hadiah untuk kakek" timpal Elis.


***


* Bersambung