Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 210 Hantu Wanita


Bab 210 Hantu Wanita


Jagat merasa heran karena sekarang Memet memiliki suara perempuan "Apa aku salah menyetel volume suara, aku rasa sudah benar, tetapi nyatanya dia memiliki suara perempuan"


Jagat pun bergumam di dalam hatinya dan berpikir keras, setelah itu Memet pun berkata dan berterima kasih.


"Dokter Terima kasih, karena telah menyembuhkan ku" ucap Memet


"Hai tapi nanti, kamu jangan memakai kerudung atau rambut palsu ya, aku tidak mau kamu jadi berubah menjadi beti" ucap jagat.


"Ah dokter bisa saja kalau nanti ketemu di jalan jangan panggil aku Memet lagi ya, panggil aku meta saja" jawab Memet.


Jagat pun langsung menepuk jidatnya "Hadeuh, dosa apa yang aku perbuat"


Memet pun tersenyum "jangan khawatir aku laki laki tulen meskipun suara ku menjadi suara perempuan, terima kasih ya dok, aku tidak akan melupakan jasa mu ini"


Memet pun keluar dari ruangan periksa dan menutup mulutnya, dia bertemu Elis dan Sofy hanya tersenyum saja, dan memanggutkan kepalanya.


Kemudian pasien berikutnya pun datang dan setelah beberapa lama semua pasien selesai di obati.


Setelah selesai mengobati semua pasien, mereka bertiga pun kembali kerumahnya pak sudewo.


Istrinya pak sudewo pun sudah menyiapkan mereka makan dan mereka pun menyantap makanan yang di sajikan istrinya pak sudewo.


Setelah itu jagat berpamitan untuk melanjutkan perjalanan mereka, ya melanjutkan perjalanan menuju hotel Arssad cabang kota T karena jagat ada janji dengan Eyang mawon.


"Maaf pak, kami tidak lama berada di sini, aku masih ada urusan dan sekarang kamu pamit pulang, ini serbuk pengobatan, masukan ke Torn air dengan kapasitas 1.000 liter, ini akan membuat orang yang meminumnya sembuh dari penyakit ringan" jagat pun memberikan serbuk obat itu


Kemudian pak sudewo pun memberikan sesuatu yang di bungkus dengan amplop berwarna coklat.


"Maaf aku tidak dapat memberikan sesuatu yang berharga, hanya ini tanda terima kasih kami kepada kalian semua yang telah bersedia mengobati penduduk" ucap pak sudewo sambil menyerahkan amplop coklat.


Jagat tidak menolaknya dan mengambil amplop coklat tersebut kemudian meninggalkan rumah pak sudewo.


Perjalanan pulang terasa cepat kalau sudah tahu jalan arah pulang dan hanya dalam waktu kurang dari satu jam mereka pun sudah sampai di hotel Arssad cabang kota T.


Di sana Elis menawarkan diri "Mas say, biar aku saja yang ke resepsionis untuk meminta kamar buat kita"


"Baiklah aku tunggu di restoran saja" ucap jagat sambil merogoh saku celananya dan mengeluarkan kartu hitam.


Kemudian jagat menyerahkan kartu itu kepada Elis, dan Elis pun mengambilnya.


Elis tahu fungsi dari kartu tersebut, karena beberapa kali jagat menunjukkan kartu itu ke resepsionis dan mendapatkan kamar gratis.


Elis pun turun dari dalam mobil, kemudian sofy pun menyusul "Tunggu aku ikut"


Mereka berdua pun turun dan menuju ke resepsionis hotel, sedangkan jagat memarkirkan mobilnya lalu menunggu mereka di restoran hotel yang ada di dekat tempat parkir.


Di depan resepsionis Elis berbicara kepada karyawan di sana "Mbak aku mau kamar keluarga dengan kasur yang paling besar"


Kemudian resepsionis itu pun membuka komputer untuk melihat stok kamar yang belum di isi oleh pelanggan.


"Maaf Bu, semua kamar sudah terisi penuh, yang tersisa hanya kamar VVIP saja" ucap karyawan.


"Ya gak apa-apa, itu saja" ucap Elis.


"Tapi mbak, kamar itu sudah ada yang membokingnya, dan kami tidak bisa memberikan kamar itu kepada anda" ucap karyawan.


"Itu kan baru di boking, sedangkan kami sudah berada di sini, berikan kepada kami, biarkan orang yang boking itu cari hotel lain" ucap tegas Elis.


"Tapi...." Karyawan itu ragu.


Elis pun menyodorkan kartu hitam yang di berikan oleh jagat tadi "Apa kamu tahu kartu ini, kalau tahu berarti biarkan orang yang memboking kamar itu cari hotel yang lain"


Melihat kartu yang di sodorkan oleh Elis, karyawan itu membelalakan matanya "Ini ?....."


"Ya, Kenapa !" Ucap Elis.


Kemudian karyawan itu langsung membungkukkan badannya "Maaf bila aku tidak mengenali anda nyonya, kami akan menyiapkan kamar tersebut untuk anda, tolong tunggu sebentar"


Karyawan itu pun mencari kunci kamar VVIP dan kemudian memberikan kunci itu kepada Elis.


"Apa anda mau bertemu dengan kepala cabang hotel ini, nyonya. Biar aku hubungi dia untuk segera datang" tawar karyawan itu.


Elis menggelengkan kepalanya "Tidak usah, dan jangan katakan apa pun kepada Raya kalau kami ada di sini"


Disana sofy pun bertanya kepada Elis "Hai siapa yang bernama Raya, apa kamu mengenalnya"


Elis mengangguk "Dia kepala cabang hotel Arssad ini, dan dia juga mantan kekasih suami kita"


Elis kembali mengangguk, dan kemudian sofy bertanya lagi "Kalau dia mantan pacar Ay, Kenapa dia di kirim ke hotel cabang yang terpencil seperti ini"


Kemudian Elis pun menceritakan tentang pertemuan dirinya waktu di rumah sakit, ketika ibu raya dirawat di sana, dan Elis salah satu orang yang merawat ibunya.


Elis membicarakan betapa arogan ibunya itu, bahkan dia menghina dan merendahkan jagat, Elis juga bercerita bahwa Raya tidak tahu diri.


Perawatan dan pengobatan ibu nya itu seluruhnya di tanggung oleh jagat, tetapi Raya malah memutuskan hubungan dengan jagat.


Dan kebetulan cabang ini tidak memiliki pemimpin, sehingga jagat memutasikan Raya ke cabang kota T ini.


Sofy pun mengangguk "Oh jadi begitu ceritanya, tapi kalau dia tidak memutuskan hubungan, mungkin dia bisa menjadi salah satu dari kita"


Karyawan yang mendengar cerita dari Elis, menjadi tahu tentang rahasia raya kenapa dia di mutasikan ke cabang ini.


Elis pun menoleh kepada karyawan itu "Kamu sudah mendengar cerita ini, aku harap kamu merahasiakan cerita ini kepada orang lain, kalau sampai tersebar, maka aku akan memecat mu "


Karyawan itu pun mengangguk "Baik nyonya, aku akan merahasiakan ini dan hanya aku lah yang tahu, kalau begitu, mari aku antar menuju kamar VVIP"


Karyawan itu pun mengantarkan Elis dan Sofy dan setelah sampai Elis pun memberikan tip kepada karyawan itu.


"Ini buat mu, anggap saja uang tutup mulut" ucap Elis sambil menyerahkan 2 lembar uang berwarna merah.


Karyawan itu pun tersenyum dan mengangguk "Terima kasih nyonya"


Elis dan Sofy pun masuk ke dalam kamar tersebut, karena mereka sudah tahu kamar yang mereka tempati sehingga Elis ingin pergi untuk menjemput jagat.


"Mau ikut tidak, aku mau menjemput mas say, dia tadi nunggu di restoran" ajak Elis.


Sofy melambaikan tangannnya "Aku di sini saja, aku lelah ingin beristirahat, kekuatan penyembuh ku terkuras habis, waktu mengobati pasien, aku pesan makanan sama minuman saja"


Elis pun menjawab "Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu"


Elis pun pergi untuk menjemput jagat sedangkan sofy berada di kamar hotel VVIP.


Sofy berniat mandi dan berganti baju dengan baju tidur karena hari ini sudah sore dan hampir menjelang malam.


Sofy pun masuk ke kamar mandi dan berdiri di depan cermin, sebelum membuka pakaian untuk mandi, sofy menggosok gigi sambil memandangi cermin.


Di bawah cermin itu kebetulan adalah westapel, karena pegal berdiri, sofy pun duduk di kloset.


Namun tiba tiba ada asap hitam yang muncul berputar putar dan kemudian berubah menjadi seorang wanita.


Wanita itu berpakaian compang camping dengan rambut yang acak acakan dan bola mata yang seluruhnya berwarna putih.


Sofy terus menggosok giginya dan pura pura tidak melihat sosok hantu yang muncul di depannya itu.


Hantu wanita itu melihat sofy, melirik sekeliling sofy sampai hantu wanita, mendekatkan wajahnya di depan wajah sofy.


Sofy pun menggosok gigi menjadi melambat, dia pura pura tidak melihat karena ingin tahu apa yang akan di perbuat oleh hantu wanita itu.


Sofy pun bergumam "Sialan mau apa hantu ini, apa dia hantu pemulung atau hantu pengemis, tapi apa ada di dunia hantu seorang pengemis dan pemulung"


Hantu wanita itu melambai lambaikan tangannya di depan mata sofy, dan dia pun memanggil anggukan kepala.


"Hihihi.... ternyata manusia ini tidak bisa melihat ku, bagus lah kalau begitu" ucap hantu wanita itu.


Kemudian hantu wanita itu membuka mulutnya "Hah...."


Keluar bau mulut seperti sudah memakan jengkol dan tidak menggosok gigi selama bertahun tahun.


Mencium bau mulut dari hantu wanita itu, sofy pun menjadi mual, sofy pun sudah tidak tahan lagi, dia kemudian melayangkan tangannya ke wajah hatu wanita itu.


Plak ....


Sofy menampar pipi hantu wanita itu sambil membentak "Mulut mu bau busuk, dasar hantu Sialan"


Brak....


Hantu itu pun tersungkur dan tanda lima jari berwarna merah menempel di pipi hantu wanita itu.


"Pergi kamu dari sini, aku tidak mau melihat wajah mu lagi" bentar Sofy.


Hantu wanita itu pun membungkukkan badannya dan meminta maaf, lalu kemudian hantu wanita itu berubah menjadi asap hitam kemudian menghilang.


***


* Bersambung