Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 213 Ini Perewangan Yang Eyang Mau


Bab 213 Ini Perewangan Yang Eyang Mau


Elis dan Sofy pergi meninggalkan Rian Wicaksono yang masih kesal kepada mereka berdua.


"Cih, kalau kalian berdua bukan wanita cantik, mungkin akan aku hajar kalian sekarang juga" ucap Rian Wicaksono pelan.


Elis dan Sofy tidak sekarang memiliki pendengaran yang tajam, sehingga dia mendengar celotehan dari Rian Wicaksono.


Sofy berbalik dan berkata "Apa yang tadi kamu ucapkan, apa karena aku wanita jadi kamu tidak berani menghajar kami, sana pergi ganti baju dengan rok atau daster, kemudian datang lagi kemari untuk menghajar kami berdua"


"Jangan mentang-mentang kamu memiliki badan tinggi besar, kami akan takut padamu. Sedikit pun aku tidak taku, kalau mau berkelahi ayo aku ladeni" timpal Elis.


"Cih, sana pergi dasar ******" hina Rian Wicaksono.


Elis dan Sofy di panggil jalan, dan mereka tidak terima, tetapi dengan sabar mereka masih menahan hinaan itu.


Sofy melangkah beberapa langkah kedepan Rian Wicaksono dan kemudian dia langsung berbalik dengan mengayunkan kakinya.


Hiuk....


Wuss....


Kaki sofy terangkat dan berayun, sofy melakukan tendangan memutar dan mengibas wajah Rian Wicaksono.


Memang tendangan itu tidak kena, tetapi membuat Rian Wicaksono terperangah dan kemudian dia terduduk lemas.


Ayunan kakinya saja sangat cepat dan angin yang di timbulkan membuat Rian Wicaksono ketakutan.


Kalau saja kaki sofy kena dan menempel di wajah Rian Wicaksono, mungkin yang terjadi, gigi Rian Wicaksono akan copot semuanya dan wajah yang dia banggakan akan babak belur hanya dengan satu kali tendangan.


Setelah itu Sofy dan Elis pun pergi dan tidak memperdulikan Rian Wicaksono yang duduk lemas di lantai dan orang orang yang melihatnya di balik pintu kamar hotel masing masing.


Rian Wicaksono di permalukan di depan semua orang, dan kamar hotel yang ada di sini bukan kamar hotel sembarangan, sehingga pengunjung hotel di sini pun dari kalangan menengah ke atas.


Setelah kejadian itu mereka pun masuk ke kamar masing masing dan yang tinggal Rian Wicaksono sendiri yang masih duduk di lantai.


Tidak lama kemudian Elis dan Sofy sampai di restoran mereka pun melambaikan tangannnya kepada jagat.


Jagat pun memanggil "Cepatlah Kenapa kalian lama, eyang mawon sudah lama menunggu barang yang ada di dalam tas ransel itu"


Kemudian sofy memberikan tas ransel itu dan berkata "Tadi ada orang gila, jadi kami membereskannya terlebih dahulu"


"Oh bagus kalau begitu, perkenalkan ini eyang mawon" jagat memperkenalkan eyang mawon kepada sofy dan Elis.


Kemudian jagat memperkenalkan mereka berdua "Eyang mawon, ini adalah kedua istri ku, dia Elis dan dia Sofy"


Elis dan Sofy menempelkan kedua tangannya di depan dada mereka, kemudian mereka pun berkata secara bersamaan "Senang bertemu dengan anda"


Eyang mawon pun terpana dengan kecantikan mereka berdua, kemudian eyang mawon pun merapatkan kedua tangannya di depan dada "Senang melihat kalian berdua"


Jagat bergumam "Hadeuh, kata kata apa yang di ucapkan eyang mawon, masa bilang senang melihat kalian berdua"


Jagat pun tersenyum, Elis dan Sofy pun duduk di samping kiri dan kanan jagat.


Eyang mawon pun mengibas ngibaskan tangannya ke arah wajah dirinya sendiri jagat pun tersenyum dan kemudian bertanya "Kenapa eyang apa anda kepanasan"


Eyang mawon tidak menutupi dan dia pun berkata jujur "Iya aku kepanasan dan gerah melihat istri mu Ki jagat, kamu beruntung sudah masih muda dan memiliki 2 istri yang cantik seperti bidadari juga"


Menurut Elis dan Sofy, itu adalah pujian kepada mereka berdua, eyang mawon berkata begitu mungkin karena istrinya tidak cantik sehingga dia iri kepada jagat.


Eyang mawon sedikit bingung "Maksud mu NYI"


Eyang mawon menyebut NYI atau nyai karena dia istri dari paranormal seperti jagat dan panggilan itu sudah bisa di kalangan para paranormal atau supernaturalis.


"Iya betul kata Elis, eyang pastinya kebakar, karena masih ada 2 orang lagi yang masih menunggu di rumah yang lebih cantik dari pada kami berdua dan ada 1 orang lagi yang masih tahap tunangan dengan suami kami ini" timpal sofy.


Gubrak....


Mendengar itu eyang mawon merosot dari tempat duduknya dan jatuh ke lantai, lalu kemudian dia bangkit lagi dan duduk.


Eyang mawon mengangkat tangannya kemudian memberikan 2 jempol "hebat, kalau aku punya 10 jempol mungkin aku akan mengacaukan semua jempol ku untuk mu Ki"


Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari eyang mawon.


Kemudian jagat pun berkata "Hahaha.... eyang mawon bercandanya bisa saja"


"Jujur, melihat istri mu Ki, aku jadi ingin segera pulang" ucap eyang mawon sambil menyeringai.


"Hahaha.... eyang.... eyang, kita lakukan bisnis terlebih dahulu baru pulang, nanti aku akan memberi bonus lagi agar anda bisa kuat dan tahan lama" ucap jagat.


Eyang mawon pun menjentikkan jarinya "Benar nih Ki, aku sangat berterima kasih kalau begitu, ayo tunjukkan kepada ku barang yang aku mau"


Jagat mengeluarkan sesuatu dari dalam ransel itu dia mengeluarkan botol toples kecil yang berisi cairan ****** gajah, dan toples kecil yang berisi batu putih.


"Ini mani gajah yang encer dan ini yang sudah padat" ucap jagat.


Dia juga merogoh saku celananya dan mengeluarkan dompet di sakunya, setelah itu jagat menjepit kartu dari sela sela dompet.


Kartu itu adalah kartu arwah yang berisi hantu atau siluman yang sudah di taklukkan oleh jagat.


"Ini perewangan yang eyang mau, aku memiliki beberapa yang sudah di taklukkan, ada genderewo, kalong Wewe, Wewe gombel, dan banas Pati" ucap jagat.


"Astaga, kamu juga memiliki banaspati, dan apa bedanya kalong Wewe dan wewe gombel, bukanya itu sama saja ?" Tanya eyang mawon.


"Hehehe... menurut ku mereka berbeda, kalau kalong Wewe memiliki sayap seperti kelelawar, dan kalau Wewe gombel tidak memiliki sayap, itu saja menurut ku perbedaannya" jawab jagat.


Kalau soal mani gajah, eyang mawon sudah familiar, karena dia sering berhubungan dengan yang begituan.


Tetapi ketika melihat kartu arwah, ini baru, biasa eyang mawon hanya menggunakan guci keramik kecil untuk tempat perewangan yang dia miliki, tetapi jagat memakai benda yang dirasa masih asing.


Dan kartu ini juga memperlihatkan gambar asli seperti Poto dan level hantu yang ada di dalamnya.


Belum selesai eyang mawon mengagumi kartu arwah, sofy tiba-tiba berkata kepada jagat "Ay, tadi aku sudah menangkap hantu yang menggangu ku tadi, sudah aku Tampar tapi dia belum kapok dan kembali ketika Elis sedang mandi"


Sofy pun menyerahkan kartu arwah kepada jagat yang berisi hantu pengganggu.


"Apa nyai juga bisa melihat hantu bahkan menampar dan menangkapnya" teriak eyang mawon yang terkejut.


Sofy pun tersenyum sambil mengangguk kepalanya yang tidak gatal "Hehehe....kami berdua bisa melihat hantu, kalau soal menangkap hantu itu karena aku di berikan kartu arwah ini, yang bisa menyedot hantu dan mengurungnya di dalam"


Eyang mawon menggelengkan kepalanya karena takjub kepada jagat dan juga kedua istrinya yang dia rasa sangat hebat.


***


* Bersambung