
Bab 320 Gangster Beruang Hitam Cabang Kota Utara
Untuk membuktikan kekuatan yang di janjikan oleh Sekar, dia pun memerintahkan salah satu anak buah Septian.
"Septian perintahkan salah anak buah mu untuk menunjukkan kemampuannya"
Septian mengerti apa yang Sekar maksud sehingga dia pun mengangguk "Baik Nona...."
Septian menunjuk ke arah anak buahnya "Dudi, ambil itu dan perlihatkan kemampuan mu"
Septian pun menunjuk ke arah besi beton yang besar dan bahkan, untuk membengkokkan besi itu, tukang bangunan harus menggunakan alat khusus.
Anak buah Septian yang bernama Dudi itu pun mengambil besi beton itu, semua anak buah si rimba melihat ke arah Dudi.
Dengan sedikit usaha Dudi, membengkokkan besi beton tersebut, sehingga anak buah si rimba menganga.
Septian pun berkata "Kekuatan ini pemberian dari tuan kami, kalian tidak akan merasa rugi menjadi anak buah nona Sekar, awalnya kami hanya orang biasa yang mengandalkan keberanian, tetapi setelah mendapatkan kekuatan ini, kami bukan orang yang biasa lagi"
Septian meyakinkan anak buah si rimba supaya dengan senang hati mengabdi dan menjadi anak buah Sekar
Kemudian Septian berkata lagi "Tetapi ingat, kami tidak mentoleransi seorang penghianat, seperti Danu yang bekerja sama dengan gangster shooting gun untuk membunuh bang Anton, sekarang si Danu sudah mendekam di penjara untuk waktu yang lama"
Melihat ketegasan Septian, bang Anton pun merasa bangga, karena pernah memiliki anak buah seperti dirinya.
Si rimba pun langsung mengangguk "Ya kami bersedia menjadi anak buah anda nona, bagai mana cara untuk membuat kami lebih kuat seperti dia"
Si rimba ingin menjadi lebih kuat sehingga dia tidak sabar untuk bertanya kepada Sekar.
Sekar pun tersenyum dan menjawab "Aku akan memberikan kekuatan yang kalian inginkan, tetapi kalian harus berjanji dan bersumpah setia kepada ku"
Si rimba dan semua anak buahnya pun mengangguk, mereka menyatakan diri akan mengabdi dan setia kepada Sekar.
Kemudian Sekar mengeluarkan pil hitam, pil itu adalah pil kesialan "Ambil dan makan lah pil ini maka kalian akan menjadi lebih kuat lagi"
Si rimba yang pertama kali maju untuk mengambil pil yang ada di tangan Sekar.
"Kamu akan menjadi pemimpin mereka, maka ambilah pil paling besar dan makan lah"
Si rimba mengangguk kemudian mengambil pil yang paling besar.
Gleguk....
Tanpa ragu si rimba langsung meminum pil kesialan itu, dan semua anak buahnya pun satu persatu mengambil dan meminum pil kesialan tersebut.
Pil itu memang bisa membuat orang menjadi sial, tetapi karena yang mengendalikannya adalah Sekar sendiri, sehingga pil itu bisa berefek menambah kekuatan seperti halnya belatung gaib jagat yang di rubah menjadi pil.
Hanya saja pil kesialan itu hanya bersifat sementara, pil itu hanya bertahan 1 sampai 2 Minggu.
Bila di pecahkan di badan maka pil itu akan membuat orang sial selama 1 Minggu, tetapi apabila di telan, maka mereka akan di selimuti aura kegelapan dan membuat orang menjadi lebih kuat.
Kemudian Sekar mencoba mereka "Ambil besi itu dan coba bengkokkan"
Si rimba pun menuruti perintah dari Sekar, dia pun mengambil besi yang ada di bawah.
Si rimba berusaha dengan keras untuk membengkokkan besi itu, tidak seperti Dudi, si rimba masih menggunakan tenaga ekstra untuk dapat membengkokkan besi tersebut.
Sambil mengerang si rimba pun berhasil membengkokkan besi beton "Eagrh....."
Kemudian dia pun mengelap keringatnya yang ada di dahinya "Siuh.... Aku bisa juga membengkokkan besi beton yang sangat keras itu akhirnya"
Semua anak buah si rimba pun sama berhasil membengkokkan besi beton tersebut dan mereka pun menjadi senang.
"Ya aku juga menjadi kuat...."
Di sana Septian mencibir "Jangan senang dulu, kekuatan kalian masih lebih rendah dari pada kami, tetapi tuan kita akan membuat kalian lebih kuat lagi kalau kalian banyak berkontribusi dan menunjukkan kesetiaan kalian kepada Nona Sekar"
Semua orang menganguk mendengar perkataan dari Septian itu si rimba menepuk dadanya sendiri "Baiklah aku akan banyak mencapai prestasi dan membuat gangster ku ini menjadi lebih kuat dari pada kamu"
Si rimba menunjuk ke arah Septian, itu adalah sebuah tantangan tetapi Septian tidak marah dia malah bangga "Baiklah, aku akan menunggu itu, jadikan lebih kuat lagi dari sekarang dan lampoi aku"
Kemudian si rimba berkata dengan semangat kepada Sekar "Nona sebagai anak buah anda, apa tugas pertama yang harus kami lakukan, dan apakah kami juga harus menggunakan nama Gangster Beruang Hitam ?"
Sekar mengangguk "Ya, kamu adalah pemimpin dari Gangster Beruang Hitam cabang kota Utara ini, tugas pertama mu, kuasai area Utara ini dalam satu Minggu.
Rekrut lah banyak anak buah sehingga kalian bertambah kuat, area parkir dan pasar menjadi ladang penghasilan kalian kalau kalian menguasai kota Utara ini.
Sehingga permintaan kalian mengenai penghasilan sudah di atasi oleh kalian sendiri.
Ingat di kota Utara ini banyak tempat hiburan dan tempat wisata, kalian akan banyak menghasilkan uang dari pada di area Septian.
Kalian hanya perlu menyetor sejumlah uang sebesar 20 persen pendapatan kalian, itu tidak lah banyak bukan"
Si rimba pun mengangguk "Siap nona, aku akan melaksanakannya dengan senang hati, terima kasih atas kemurahan hati anda"
Sekar tahu di antara mereka ada seorang yang berhati busuk, dia adalah mantan dari anggota shooting gun yang berhasil lolos dari hotel Arssad.
Di dalam hatinya, dengan mengikuti ini suatu saat dia akan balas dendam, dan sekarang dia tahu rahasia kekuatan dari gangster beruang hitam, yaitu obat yang di berikan kepada anggota sehingga mereka menjadi bertambah kuat.
Sekar pun menjulurkan tangannya dan mengangkat tangannya itu keatas seperti sedang mencekik leher seseorang.
Semua orang bertanya tanya apa yang sedang Sekar lakukan, mereka tidak tahu bahwa ada salah satu teman mereka yang terangkat dan melayang di udara sambil memegangi lehernya.
"Aku tahu hati busuk mu, semua orang yang ada di sini tidak bisa berbohong di hadapan ku, meskipun di dalam hatinya, aku bisa tahu apa yang kamu rencanakan" ucap Sekar.
Si rimba tercengang, dia kira Sekar berbicara kepada dirinya "Apa yang anda maksud nona Sekar?"
Tetapi di belakang si rimba ada orang yang berbicara terbata bata "To.... tolong ampuni aku nona, aku tidak berani lagi"
Si rimba dan anak buahnya pun berbalik ke belakang dan melihat salah satu temannya sedang melayang di udara sambil memegangi lehernya.
"Untuk kalian ini aku ampuni, tetapi jika rahasia gangster beruang hitam kamu sebar ke gangster lain, maka kamu akan tamat"
Sekar pun membanting orang itu sehingga jatuh tersungkur, itu membuktikan bahwa Sekar Arssad famili bukan orang biasa.
Mereka pun semakin yakin bahwa mereka tidak akan bisa berkhianat kepada Sekar karena kekuatan yang di tunjukkan oleh Sekar tadi.
"Sekarang pergilah, setelah kalian menguasai kota Utara ini, baru lah kalian menyetor uang kepada ku, dan tempat ini akan menjadi markas kalian, aku akan menyiapkan gedung khusus untuk gangster beruang hitam cabang kota Utara ini"
Mendengar itu si rimba pun menjadi sangat senang, karena selain mereka di berikan kekuatan, mereka juga di pasilitasi.
"Terima kasih atas kemurahan hati Nona, aku akan undur diri dan memberikan hasil yang memuaskan untuk anda"
Setelah itu si rimba dan anak buahnya pergi dari tempat tersebut.
Urusan Sekar selesai dan bang Anton pun sudah menaksir biaya perbaikan sampai tempat ini bisa beroperasi kembali.
Mereka pun pulang dari Elephant Land dan menunggu perintah selanjutnya dari jagat.
***
* Bersambung