Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 56 Bersandiwara Menjadi Romantis


Bab 56 Bersandiwara Menjadi Romantis


Setelah di tinggalkan jagat dan Ajeng, Bayu jadi terdiam mematung, dia memegang pipinya yang di tampar oleh Ajeng.


Sekilas melihat gelang yang Ajeng pake bukan gelang pemberian darinya waktu dulu, gelang yang di pake Ajeng adalah gelang yang di pakaikan oleh jagat pengganti gelang milik Bayu.


Bayu teringat kata-kata Mbah Jambrong "Den Bayu Ingat gelang itu sudah aku isi dengan mantra pembalik Sukma, selama wanita itu memakai gelang yang kamu berikan dia akan dengan mudah kamu kendalikan meskipun dia sudah sembuh dari gangguan jiwa. Tetapi jika dia melepas gelang tersebut dan kamu memeletnya kembali maka pelet itu akan berbalik kepada mu"


Bayu tersenyum sendiri kemudian duduk "Dek Ajeng sudah tidak memakai gelang yang aku berikan dulu, berarti.....ah tidak, itu tidak boleh terjadi, aku harus segera memanggil kembali Mbah Jambrong sebelum pelet itu berbalik kepada Ku dan membuat aku gila seperti Ajeng dulu"


Dia pun segera menaiki sepeda motornya dan pergi dari tempat itu, isi kepalanya sudah kacau karena penolakan dan malah sekarang menyakitkan selain di tolak dia juga menampar pipi bukan hanya itu dia menampar di depan tunangannya yaitu jagat.


Di jalan pulang Ajeng yang bergandengan dengan jagat melirik kebelakang dan ternyata bayi sudah pergi, Ajeng pun segera melepaskan pelukannya di tangan jagat.


"Awas kamu jangan berpikir yang aneh aneh, kalau tidak aku akan menyuruh ayah untuk mengusir kamu dari rumah kontrakan yang kamu tempati" ancam Ajeng.


Mendengar perkataan itu jagat malah tertawa terbahak-bahak "hahaha ternyata wanita yang di kenal sombong dan arogan bisa bersandiwara menjadi romantis juga, sayang itu hanya sandiwara, kalau betulan sudah aku bawa kamu ke penghulu"


Ajeng pun marah dan memukul bahu jagat "Apa kamu bilang, jangan mimpi kamu bisa bersanding dengan ku, kamu berbeda level dengan ku"


Jagat menyeringai "jadi ingat dulu ketika pertama kali kamu melihat ku, dari kamar langsung menghampiri ku dan memelukku serta mencium pipi ku dan berkata 'Mas Bayu jangan tinggalkan aku ya, aku ini....itu....bla...bla...bala..."


Jagat mengingatkan kembali ketika Ajeng masih di rasuki oleh arwah pembalikan Sukma dan keadaan pikirannya terganggu sehingga orang bilang sakit jiwa atau gila.


Ajeng yang mendengar itu langsung menunjuk ke arah jagat "Awas kalau kamu menyebar kan hal yang memalukan itu, aku tidak akan memaafkan mu "


"Hahaha.... terserah kamu saja dan selamat tinggal" ucap jagat sambil mengayunkan tangannya tanda perpisahan karena dia sudah sampai di dekat rumah yang dia kontrak.


Ajeng pun mengepalkan tangannya dan mengangkat jari tengahnya ke arah jagat "Sialan dasar cowok miskin, berharap bisa memacari ku, jangan mimpi "


Ajeng pun berlalu pergi meninggalkan jagat di persimpangan jalan menuju ke tempatnya.


Di rumah jagat mempersiapkan kertas memotong beberapa lembar kertas sesuai ukuran yang dia inginkan. Kemudian mengukir simbol dan pola sihir di kertas itu dengan spidol permanen warna merah.


Jagat membuat beberapa simbol dan pola sihir yang berbeda setelah itu semuanya dia kasih jampi jampi, supaya ketika di gunakan memiliki khasiat.


Setelah selesai jagat pun berbenah untuk berangkat ke Rumah sakit Wijaya, tidak lupa dia juga membawa beberapa potongan kertas kuning yang kosong belum di kasih simbol dan pola sihir.


Semuanya dia masukan kedalam tas selempang yang selalu dia bawa, tas yang terbuat dari bahan jeans itu seperti nampak kosong, padahal di dalam tas selempang itu jagat selalu membawa 2 set kartu Arwah, beberapa Toples kecil kertas jimat dan lainnya.


Setelah semua di masukan ke dalam tas, jagat pun bersiap untuk berangkat menuju ke Rumah sakit, tetapi tidak seperti biasanya jagat tidak mampir ke warungnya Ceu Rodiah.


Dia pergi ke Hotel Arssad terlebih dahulu untuk hanya sekedar sarapan pagi, sesampainya di hotel Arssad jagat memarkirkan sepeda motornya kemudian berjalan ke arah lobi.


"Selamat Pagi Mas Jagat?" Sapa satpam yang menjaga di pintu masuk Lobi.


Jagat tersenyum dan balik menyapa "Selamat Pagi pak Opan.


Jagat masuk dan menuju ke resepsionis di sana seperti biasa ada Mira yang menjaga dan anak yang berseragam SMK.


Anak itu pun menyapa "Eh kak Jagat, Tumben berkunjung ke hotel ini"


"Bagai mana PKL mu, apakah menyenangkan" tanya jagat kepada anak SMK itu.


Jagat tersenyum mendengar perkataan dari anak SMK itu, kemudian jagat pun bertanya kepada Mira "Mira apa Raya ada"


Mira pun bangkit dan mengangguk "Iya tuan, Bu Raya ada di ruangannya"


"Suruh dia menemui ku di lantai atas" jagat memberikan perintah kemudian dia pun pergi kelantai atas dengan menggunakan Lift khusus dan Sampai di kamar pribadinya.


Tidak lama jagat sampai dia langsung duduk di sofa dengan posisi rebahan dan mengangkat telpon yang ada di meja samping sofa tersebut.


Jagat memijit nomber telpon untuk menghubungi Dapur restoran dan memesan beberapa makanan serta minuman dan di suruh membawanya ke ruangan VVIP kamar pribadi.


Setelah itu jagat menelpon kantor pak Bagas dan tidak lama pak Bagas mengangkat telponnya "Selamat Pagi bisa saya bantu"


"Pak Bagas aku ingin tahu tentang cabang hotel Arssad di kota dan kabupaten seluruh provinsi JB ini, siap kan berkasnya segera" jagat langsung bertanya dan memberikan perintah kepada Pak Bagas sebagai direktur umum hotel.


"Siap tuan muda, segera saya siapkan, eh ngomong ngomong anda sekarang berada di mana ?" jawab pak Bagas dan dia berbalik nanya jagat berada.


"Aku baru tiba di Hotel ini dan tepatnya aku ada di kamar pribadi ku" jawab jagat


"Oh siap, kalau berkasnya sudah siap saya akan menghubungi anda" ucap pak Bagas.


Setelah menghubungi pak Bagas jagat meletakan kembali telpon di atas meja.


Dan setelah beberapa lama ada orang yang mengetuk pintu kamar hotel pribadi tersebut.


Tok....tok....tok....


Jagat pun bangun dan beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju pintu dan membuka pintu tersebut.


Jagat melihat Raya yang di temani beberapa pelayan restoran yang membawakan makanan dan minuman.


"Ayo masuk dan letakkan hidangannya di atas meja makan" perintah Raya kepada beberapa orang pelayan.


Mereka pun masuk dan menatap takjub keadaan di dalam ruangan kamar hotel pribadi yang di tempati oleh jagat.


Sambil melewati jagat yang masih berdiri dan memegang daun pintu "Permisi tuan muda, kami masuk untuk meletakkan semua hidangan ini"


Jagat hanya mengangguk tidak berkata apa-apa, dan para pelayan pun segera masuk dan meletakkan semua hidangan dan minuman, serta di tengah meja makan salah satu pelayan itu menyalakan lilin dengan aromaterapi yang membuat suasana menjadi nyaman.


Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan kamar hotel pribadi tersebut dan sekarang Raya yang masuk kedalam setelah para pelayan itu pergi.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna