Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 140 Eriska Memelintir Perut Jagat


Bab 140 Eriska Memelintir Perut Jagat


Setelah selesai dengan dias dan dara jagat pun kembali ke kamarnya dan tidur dengan memeluk sofy. Sedangkan Dias dan dara kembali ke kamar Maya.


Pagi pun menjelang, Jagat bangun lebih awal, karena dia akan menyiapkan formasi yang akan di pasang di setiap sudut area vila ini.


Jagat pun pergi ke halaman depan dan mengganti lubang sedalam sikut kemudian memasukkan parfum panca warna, setiap sudut vila di tanam parfum panca warna tersebut.


Setelah itu Jagat pun membacakan mantra dan kemudian terbentuklah pelindung kasat mata yang mengelilingi halaman dan rumah vila tersebut.


Entah apa fungsinya pelindung itu, padahal dengan 21 penjaga gaib saja sudah cukup, tetapi jagat malah memasang juga formasi pelindung yang tidak terlihat.


Jagat pun menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan Sofy, karena yang bisa makan hanya mereka berdua, karena penghuni lainnya hanya makhluk gaib yang makan hanya dengan mencium aromanya, mereka sudah merasa kenyang.


Sofy pun sudah bersiap, dia sudah mandi dan rapi dengan memakai stelan dokter, karena mereka siap berangkat kerja di rumah sakit Wijaya.


Dan mereka pun sarapan pagi berdua, seperti pasangan pengantin baru mereka saling menatap dan berpegangan tangan.


Setelah selesai sarapan mereka pun pamitan kepada Dias, Dara, dan juga Maya. Ketiga hantu itu sekarang tidak di masukan kedalam kartu Arwah, tetapi di biarkan di rumah.


Jagat pun memberikan pesan kepada Dias dan Dara "aku tidak akan memasukkan kalian berdua kedalam kartu Arwah, jadi untuk sekarang kalian tinggal di rumah ini, temani Maya dan ingat jangan keluar dari dalam rumah ini"


Dara dan Dias pun mengangguk, kemudian jagat pun berpamitan kepada Maya "Dek kakak berangkat kerja dulu sama kak sofy ya, adek jangan kemana-mana, dirumah ini saja bermain dengan kak Dias dan kak dara"


"Iya kak, Maya tidak akan main keluar, dirumah juga sudah cukup bermain main, apalagi aku ditemani kak Dias dan kak dara, tidak seperti di rumah lama aku tinggal sendiri kesepian" ucap Maya senang.


"Baiklah Kaka pergi ya" ucap jagat sambil beranjak pergi.


Mereka pun pergi dari rumah vila terbesar itu untuk menuju rumah sakit Wijaya.


Di jalan mereka pun mengobrol, sofy mengutarakan isi hatinya "Aku sangat bahagia, karena baru kali ini aku merasa hal yang aku rasa begitu indah, jujur aku sangat nyaman bersama mu, dan jujur aku tidak mau kehilangan mu"


Jagat pun meraih tangan sofy kemudian menciumnya "Kamu dan Elis adalah wanita ku, jadi tidak akan aku biarkan siapapun menyakiti kalian berdua, dan aku janji tidak akan meninggalkan kalian berdua"


"Ya meskipun kamu bukan milik ku seutuhnya, tetapi aku bahagia bersama mu" sofy tersenyum kearah jagat


Ungkapan yang langsung dari lubuk hati sofy yang sangat jujur, karena baru pertama kalinya dia menyukai seseorang lelaki seperti jagat.


Jagat pun menjawab sekaligus bertanya "Aku memang bukan milik mu seutuhnya, tetapi kamu adalah milik ku seutuhnya, dan apa kamu akan kuat menahan hasrat ku, kalau aku miliki mu seutuhnya ?"


Sofy pun menggelengkan kepalanya "Tidak, aku tidak sanggup kalau aku sendiri. Bisa bisa aku gempor melayani mu, ini saja masih kerasa di Doris mu seperti menempel di ************ ku"


Di sana jagat tertawa "Hahahaha.... maafkan aku, kemarin setelah main sama dara dan Dias aku tidak dengan memeluk mu dan si doris di jepitan di ************ mu, sehingga sampai sekarang masih terasa"


Sofy pun menjadi malu sendiri dan mencubit bahu jagat "ih kamu jahat, mengambil kesempatan di kala aku tidak, pantas saja aku mimpi.... ternyata kamu yang melakukannya"


Sofy pun tidak mengatakan pas mimpi dan melanjutkan perkataannya dengan melewati perkataan yang ingin di ungkapkannya.


Tidak lama kemudian mereka pun sampai di rumah sakit Wijaya, tetapi hanya sofy yang turun dari mobil sedangkan jagat ada janji harus mengantarkan Eriska terlebih dahulu.


Jagat pun melanjutkan perjalanan tetapi dia ke hotel Arssad terlebih dahulu untuk menyimpan mobilnya ini dan menggantinya dengan motor jadulnya.


Di sana pun semua stap yang kenal dengan jagat menyapa, apalagi pak Sopian satpam yang berjaga di depan, dan pak Hadi yang sekarang menjadi penanggung jawab Arssad Bodyguard.


Jagat pun sempat memperkenalkan dirinya kepada security yang baru mendaftarkan dan sekarang sedang dalam pelatihan satpam senior.


Jagat pun tidak lupa menanyakan tentang keadaan 3 Petarung yang akan dia siapkan untuk pertarungan di arena bawah tanah.


Setelah itu barulah jagat pergi untuk menjemput Eriska ke kosan yang baru. Setibanya di kosan jagat pun duduk di kantin dan memesan segelas kopi sambil menunggu Eriska.


"Mas jagat, kemana saja, kemarin tidak pulang ya ?" Tanya ibu kantin.


Jagat mengangguk "iya Bu, kemarin aku sibuk sampai pulang malam, jadi aku milih nginap di rumah teman"


Obrolan mereka tidak berlanjut karena ibu kantin melayani pelanggan lainnya.


Setelah kopi habis, Eriska pun datang dan mengajak jagat untuk pergi. "Ayo kita pergi"


Jagat pun memberikan helm kepada Eriska untuk dia pakai dan mereka pun pergi.


Di jalan Eriska memeluk jagat dengan erat, seperti dia enggan kehilangan dan berpisah dengan jagat.


Di sana pun Eriska bertanya kepada jagat "Kemarin kamu di mana dan dengan siapa, apa kamu menghindari ku, awas saja kalau begitu aku akan mengebiri anu mu itu"


Jagat tersenyum dan berfikir untuk mencari alasan "Sudah aku katakan, kemarin aku di tugaskan untuk home visit kerumah pasien, sehingga harus pulang malam"


Eriska pun penasaran dan dia pun bertanya lagi "Siapa pasien yang kamu kunjungi dan di mana alamatnya?"


Untung pertanyaan itu mudah untuk di jawab oleh jagat sehingga Jagat pun menjawabnya "Dia bernama Lisa istri dari pengusaha agung Biantara, bahkan ketika aku berada di sana ada pak agung nya sendiri dan seorang polisi"


"Kenapa ada polisi ?" Tanya kembali Eriska.


"Apa kamu tidak tahu keluarga agung Biantara, 6 bulan yang lalu rumah mereka terjadi perampokan hingga anaknya dinyatakan hilang, dan kemarin terungkap lagi bahwa anaknya tidak hilang tetapi meninggal dunia dan di bunuh serta mayatnya di sembunyikan di bawah lemari tempat masak " jagat pun menjelaskan.


"Sungguh kejam sekali perampok yang tega membunuh anak anak" ucap Eriska.


"Iya karena itu aku jadi pulang larut malam dan terpaksa nginep di rumah teman " ucap jagat.


Alasan jagat bisa di terima, tetapi pas jagat mengucapkan teman, tangan Eriska yang memeluk jagat mencubit perutnya jagat.


dengan nada yang sedikit kesal Eriska Memelintir perut jagat "Teman yang mana,Suster Elis atau dokter Sofy, karena aku tahu kamu baru di kota ini dan belum mendapatkan banyak teman, hanya suster Elis dan dokter sofy saja yang aku tahu selalu bersama mu"


"Aaw.... sakit ka...." Jagat meringis kesakitan.


"Ayo bicara jujur" ucap Eriska.


"Iya aku jujur tapi lepaskan dulu" pinta jagat.


Eriska pun melepaskan cubitannya di perut jagat.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna