Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 166 Kompensasi


Bab 166 Kompensasi


Sofy dan Elis yang ada di belakang langsung tersungkur, karena jagat mengerem mendadak.


Brak ....


"Aduk sakit..." Keluh Elis


"Ada apa sih ay, kok ngerem mendadak" ucap Sofy


Mereka pun kembali ke posisi semula, jagat pun menunjuk kearah depan "Lihatlah ada pohon besar di tengah jalan, jadi kita tidak bisa lewat.


Tandi Tandjaya yang seorang praktisi bisa menyingkirkan kayu sebesar itu dengan susah payah, dia pun berniat membuka pintu.


Tetapi jagat mencegahnya "Tunggu, jangan keluar, ada yang aneh dengan kayu itu"


Tandi Tandjaya pun tidak jadi membuka pintu dan jagat pun mematikan mesin mobilnya.


"Kenapa kamu mematikan mesin mobilnya ay, kan tempat ini lumayan gelap ?" Tanya Sofy.


Jagat menempelkan jarinya ke bibir "Sutt.... jangan berisik, yang di depan kita bukan kayu tetapi ular besar"


Mereka pun tercengang dengan perkataan jagat, sofy baru pertama kali melihat ular yang sangat besar seperti ini yang terlihat seperti sebatang pohon tumbang.


"Dari mana kamu tahu bahwa itu ular bukan pohon tumbang" tanya Tandi Tandjaya.


Sebenarnya jagat menggunakan mata emas yang dia miliki, dia melihat bahwa itu bukan pohon tetapi ular besar.


"Lihat bagian atas sedikit demi sedikit bergerak, ular besar biasanya berjalan sangat lambat karena bobot tubuhnya" ucap jagat.


Mereka pun memperhatikan dengan seksama, mata mereka memang tajam walaupun sedikit gelap mereka masih bisa melihat sedikit jelas.


"Iya lihat walaupun di tutupi lumut, terlihat otot dan kulit yang bergerak" ucap Sofy.


Mereka pun menunggu lama sampai ular itu tinggal terlihat ekornya saja, mereka sedikit berdebar debar, karena seperti ular anaconda, ular sebesar itu bisa meremukan mobil dengan lilitannya.


Dan ular sebesar itu bisa memakan seekor gajah besar, meskipun lambat, tetapi bila sedang berburu maka ular sebesar itu bisa bergerak dengan kecepatan tinggi untuk mematuk mangsanya dan kemudian melilitnya.


Mereka pun menghela nafas lega dan melanjutkan perjalanan, di hutan itu masih asri dan belum terjamah oleh manusia. Apalagi di daerah ini dekat dengan danau.


Sehingga makhluk purba seperti itu masih ada dan bersembunyi dengan baik di dalam goa yang berada di dalam hutan.


Kemudian jagat pun bercerita "di daerah ku, ada ular sebesar itu, masyarakat setempat menamainya si bujang, ular penjaga hutan larangan, dan sepertinya ular itu juga penjaga danau cidanao"


Elis pun membuka suaranya "Iya aku pernah mendengar dari ibu ku, ada ular piton besar yang di pelihara leluhur ku bernama si Mayang. Dia di perintahkan untuk menjaga goa naga air yang berada di dalam danau cidanao sekarang"


"Oh jadi nama ular itu si Mayang, bagus juga namanya" ucap jagat.


Tetapi dari energi yang dirasakan oleh jagat si Mayang yang baru saja lewat hanya ular besar biasa.


Tidak ada aura bahwa si Mayang di sisipi aura siluman ular, dan umurnya di perkirakan sudah hampir 400 sampai 500 tahun.


Tetapi biar pun begitu, biasa ular sebesar itu sudah bisa di sebut sebagai ular spirit yang memiliki aura mengerikan dan bisa saja berubah menjadi siluman ular.


Tetapi sepertinya si Mayang tidak ada tanda-tanda menjadi siluman, dan hanya ular besar biasa.


Memikirkan hal itu jagat pun menjadi bingung, untuk menyimpulkan sesuatu.


Jagat sambil menyetir mengeluarkan belatung gaib, dia pun berbicara melalui batinnya. "Pergi dan ikuti ular si Mayang, cari informasi dan laporan segera"


Belatung gaib itu pun menjawabnya "Baik pangeran akan hanba laksanakan"


Kemudian belatung gaib itu pun menghilang dari pandangan jagat, orang lain tidak bisa melihatnya, hanya jagat saja yang bisa melihat hal gaib seperti itu.


Tidak lama kemudian mereka pun sampai di kecamatan, suasananya sedikit ramai karena seperti sebuah pasar walaupun dalam sekala kecil. Dan sudah terlihat dari kejauhan danau cidanao.


Jagat pun melakukan mobilnya kearah jalan desa cidanao, dan jalan menuju kesana pun tidak seperti jalan pada umumnya.


Jalan berlumpur dan berbatu menunjukkan bahwa daerah itu sangat terpencil. Beruntung jagat memiliki mobil tife off road sehingga tidak masalah melalui jalan seperti ini.


Meskipun sedikit gelap tetapi terlihat pemandangan yang indah seperti di depan adalah sebuah lautan lepas, karena danau cidanao lumayan besar dan mencakup beberapa kampung di daerah tersebut.


Hari sudah gelap tidak mungkin mereka melanjutkan perjalanan dan mereka pun sudah sampai di desa cidanao dan disana juga ada perkampungan cidanao.


"Kita menginap di sini saja kebetulan keluarga kita memiliki vila di kampung ini besok pagi kita bisa melanjutkan perjalanan" ucap Tandi Tandjaya.


Dia pun menjadi pemandu dan mengarahkan jagat untuk menuju vila keluarga Tandjaya.


Mereka pun sampai di vila dan disana ada pengurus vila, Elis membawa sofy menuju kamar dan mereka pun beristirahat, sedang jagat di berikan kamar lain sendiri. Mereka pun beristirahat.


Keesokan harinya mereka pun bangun dan bersiap untuk berangkat menuju kampung halaman Elis, meskipun ini sudah masuk ke desa kampung halaman Elis, tetap saja mereka belum sampai ke kampung yang di tuju.


Tandi Tandjaya pun memberikan informasi "kita tidak bisa menggunakan kendaraan ke kampung cisarati, kita hanya bisa berjalan kaki, mobil hanya bisa di simpan di tempat ini"


Sofy dan jagat pun mengangguk "baik lah...."


Mereka pun bersiap dengan memakai sepatu dan menggendong tas ransel yang mereka bawa.


Elis banyak membawa hadiah untuk sana saudaranya sehingga dia harus menyewa orang untuk membawa barang bawaan.


Mereka pun menyewa 3 orang dengan bayaran 100 ribu rupiah per orang untuk membawa barang milik Elis.


Sofy tidak banyak membawa barang, hanya alat medis dan baju ganti, begitupun jagat, dia bahkan hanya membawa tas kosong saja yang sekarang di isi oleh makanan dan minuman untuk bekal di perjalanan.


Elis banyak di kenal warga di kampung cidanao karena dia anak dari kepala keluarga Tandjaya dan di kabarkan bahwa dia yang nantinya akan menjadi kepala keluarga selanjutnya.


Informasi pun menyebar bahwa Elis sudah berada di desa cidanao dan akan berangkat menuju kampung cisarati.


Itu pun sampai di telinga anak dari kepala keluarga saksana, yang dari dulu waktu masih sekolah menengah atas dia selalu mengejar Elis.


"Oh, ternyata jodoh ku, sudah pulang, aku akan membawa keluarga ku untuk melamar dirinya, kalau tidak aku akan menghancurkan keluarga Tandjaya itu" ucap lelaki yang terobsesi dengan Elis.


Dia adalah anak laki laki dari keluarga saksana yang suatu hari nanti akan menjadi kepala keluarga saksana, dia orang yang arogan dan sombong.


Keluarga saksana adalah keluarga Jawara terkuat di kecamatan Ranca samping desa cidanao, sehingga di daerah tersebut tidak ada yang berani berbicara bahwa leluhurnya adalah pencuri selendang bidadari.


Rumor lain yang disebarkan oleh keluarga saksana adalah bahwa Jaka Tandjaya yang merebut nyai Kinasih sang bidadari yang akan di pinang oleh Tura saksana.


Mereka menyebarkan rumor bahwa nyai Kinasih di perkosa oleh Jaka Tandjaya, sebelum pernikahan dengan Tura saksana terjadi.


Sehingga mau tidak mau nyai Kinasih harus memilih Jaka Tandjaya untuk di nikahi karena dia sudah ternoda oleh Jaka Tandjaya.


Dan keluarga saksana pun menganggap bahwa keluarga Tandjaya yang merebut calon istrinya Tura saksana, dan sampai saat ini mereka bermusuhan.


Tetapi di sisi lain anak dari kepala keluarga saksana sekarang ingin menjadikan Elis sebagai istrinya, dia menganggap itu sebagai kompensasi bahwa nenek moyang yaitu Tura saksana dahulu calon istrinya di curi.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna