
Bab 259 Apa Kamu Tahu Aturan Tempat Ini
Jagat, kakek badar dan Andi berpisah mereka, mereka masuk ruangan VIP yang berada.
Jagat bersama Elis dan Sofy beserta 3 bodyguard yang dia bawa dan trio jago, sehingga di dalam ruangan VIP itu mereka ada 9 orang.
Sedangkan di ruangan VIP kakek badar, ada firman, idhang, Alex dan Hadi, mereka dalam ruangan ada 5 orang.
Di ruangan VIP Andi mereka bersama anak buahnya yang di anggap terkuat di perguruan silat serigala yang di pimpin langsung oleh Andi sendiri.
Ada sekitar 30 ruangan VIP di lantai atas yang mengelilingi arena pertarungan bawah tanah ini.
Jagat pun melihat ke bawah dan terlihat di bawah itu banyak orang, disana lebih mirip Cafe atau bar dari pada arena pertarungan.
Karena memang di sana juga di sediakan bangku dan kursi untuk duduk dan minum.
Di bagian bawah banyak para pereman dan petarung jalanan yang akan melaksanakan pertarungan di tempat ini hanya untuk mendapatkan sejumlah uang.
Banyak juga yang datang ke tempat ini hanya untuk berjudi dan bertaruh kepada petarung, kalau beruntung mereka akan mendapatkan banyak uang dan kalau kalah mereka juga bisa jatuh miskin.
Acara pertarungan belum di laksanakan, terlihat dari orang yang ada di bawah masih seluyuran kesana-kemari.
Sofy berkata sambil menunjuk ke arah bawah "Ay lihat orang yang memakai switer biru kuning dan memakai helm"
Jagat pun langsung memindai orang orang yang ada di bawah dan kemudian jagat pun melihat orang yang di tunjuk oleh Sofy.
"Siapa dia mas say?" Tanya Elis.
Para bodyguard yang bersama dengan jagat pun penasaran mereka pun melihat kebawah melalui kaca.
Karena ruangan itu di kelilingi oleh kaca, orang yang ada di ruang VIP bisa melihat orang di bawah, tetapi orang yang ada di bawah tidak dapat melihat yang ada di ruangan VIP.
Itu semua untuk menjaga privasi orang yang ada di ruangan VIP, dan biasanya orang yang ada di sana adalah orang kaya dan bahkan ketua mafia.
Jagat pun menjelaskan kepada Elis siapa yang sofy dan jagat maksud "Itu Adalah lelaki yang bertemu dengan kita di kota G, dia orang yang memberikan 3 batu untuk kita beli"
Elis pun mengangguk dan ingat waktu kejadian itu "Oh lelaki itu ya, tapi kenapa dia ada di tempat ini, sepertinya dia sangat misterius"
"Aku lihat dia membawa barang di tasnya, sepertinya dia seorang kurir" ucap Sofy.
"Entahlah aku tidak tahu" jawab jagat.
Di bawah terlihat ada seseorang pelayan yang membawa nampan berisi Bir, dia pun memberikan bir itu ke pria berambut Kampak.
Pria berambut Kampak itu mengambil bir yang pelayan itu sodorkan, tetapi tangannya bukan mengambil bir malah memegang pergelangan tangan pelayan itu.
Pelayan itu langsung terhuyung karena di tarik dan langsung di putar oleh pria Kampak sehingga dia langsung duduk di pangkuan si pria Kampak.
"Hai cantik, temani aku minum" ucap si pria Kampak.
Pelayan itu meronta dan berusaha melepaskan diri dari pelukan si pria Kampak.
"Lepaskan aku tolong, Jagan begini" pinta si pelayan sambil meronta.
Pelayan itu bisa melepaskan diri, tetapi tangannya masih di pegang oleh pria Kampak itu.
Plak....
Pelayan itu menampar pipi pria Kampak dan si pria Kampak itu pun marah "Lacur sialan, cuih"
Si pria Kampak meludah kemudian mengangkat tangan wanita itu keatas.
Si pria Kampak itu bertubuh tinggi, dan si pelayan memiliki tubuh bisa, sehingga si pelayan itu bisa terangkat walaupun hanya satu tangan yang di angkat keatas.
Sehingga si pelayan itu tergantung dan kakinya tidak menyentuh lantai yang ada di bawahnya walaupun dia berjinjit.
Seorang pria kurus pun mendorong dengan badannya di pria Kampak itu sambil berteriak "lepaskan pacar ku"
Bruk ....
Si pelayan itu pun terlepas dari tangan si pria Kampak dan si kurus itu pun memasang kuda kuda tinju, terlihat si kurus itu tidak bisa berkelahi, dilihat dari kuda kuda dan kepalan tinjunya.
Dia hanya melakukan hal itu karena untuk membela pacarnya yang sedang di ganggu pria Kampak itu, dan seolah menjadi pahlawan untuk pacarnya itu.
"Jangan berani dengan wanita dasar sampah, ayo lawan aku kalau berani" ucap si kurus.
Biasanya itu adalah tanda di mulainya pertarungan, karena selalu ada drama pembullyan pelayan atau pengunjung oleh salah satu petarung.
Benar saja si pria rambut Kampak itu adalah seorang petarung, dia mengganggu pelayanan wanita dan kebetulan pacar si pelayan itu sedang ada di tempat itu, sehingga pria kurus itu menantang si pria Kampak.
"Cih... kurus kerempeng seperti mu satu kali tinjuan ku saja bisa langsung terkapar" cibir si pria Kampak.
"Jangan hanya membual ayo lawan aku kalau berani " tantang si kurus.
Si pria Kampak itu pun menyeringai dan menghampiri si kurus sambil mencibir dan meledaknya, supaya dia terprovokasi dan menyerangnya terlebih dahulu.
Benar saja si kurus itu marah dan kemudian menerjang si pria Kampak sambil melayangkan tinjunya.
Buk....
Si pria Kampak langsung mendaratkan tendangan berputar kearah si kurus dan si kurus pun dibuat terbang.
Brak ....
Si kurus menabrak meja dan akhirnya dia pun pingsan, beberapa orang membawa si kurus dari tempat tersebut.
Si pria Kampak yang ada di tengah arena langsung mengangkat kedua tangannya ke atas dan dia pun berteriak "Ayo siap yang berani lawan aku kita bertarung"
Kemudian muncul si rambut kuning dengan membawa mikropon dan dia pun berseru "Yo.... selamat datang para hadirin semua, acara akan segera di mulai, siapkan para petarung kalian semua, dan untuk pembukaan kali ini, siap pun dapat menantang pria di rambut Kampak yang ada di arena ini, ayo siapa pun yang berani maju ketengah arena"
Setelah si rambut kuning berseru tidak ada seorang pun yang berani melangkah ketengah arena, tetapi di arah penonton si kurir yang memakai switer biru kuning penasaran.
Dia bergegas melihat ada apa di tempat ini dan mereka berdiri melingkar, si kurir baru pertama masuk ke tempat ini.
Dia ada yang menyuruh membawakan kotak kayu yang entah berisi apa, yang penting dia bisa menghasilkan uang dengan mengantarkan paket dengan menjadi kurir sampingan.
Karena penonton berdesak desakan sama sama ingin melihat si kurir itu pun tersandung dan terpeleset sehingga terhuyung ke depan dan kebetulan para penonton yang ada di depan langsung menyingkir memberi jalan.
Dia pun terjatuh di tengah arena dan mengejutkan semua orang, si kurir itu bangun dengan sedikit malu karena di tatap semua orang.
Kemudian dia membungkukan badannya kearah si rambut kuning dan si rambut Kampak "Maaf aku tidak sengaja terpeleset"
Dengan tersenyum dan menggaruk kepala si kurir itu pun berbalik dan hendak masuk kembali kebarisan penonton.
Tetapi na'an si kurir itu tidak di berikan jalan oleh penonton lain dan malah ada salah seorang dari mereka yang mendorong si kurir untuk kembali ke tengah arena.
Beberapa orang mencibir "Hahaha....akan ada pertunjukan menarik.
"Ini mah bukan pertunjukan tetapi pembantaian sepihak" ucap yang lainnya.
Tetapi ada juga yang merasa kasihan kepada si kurir itu "Kasihan dia, akan jadi bulan bulanan si rambut Kampak"
"Sial sekali dia, pasti babak belur, Minggu kemarin ada orang yang seperti dia dengan di patahkan tulang tangan dan sebelah kakinya"
Si kurir itu pun berkata dengan baik baik "Maaf permisi aku mau lewat"
Tetapi orang yang berada paling depan menatap sinis si kurir, orang itu pun mengeluarkan senjata dari balik bajunya "lihatlah ini, pergi lah ketengah atau kamu mati di tembak"
Kemudian si kurir pun mengangkat tangannya dan berjalan mundur kebelakang.
Si rambut kuning yang menjadi pembawa acara Langsung mengangkat mikropon dan berjalan ke arah si kurir "Wow ternyata sudah ada penantang si rambut Kampak, ayo kita tanya siapa namanya"
"Hai boleh aku tahu nama mu, dan apakah kamu sudah siap menantang si rambut Kampak itu ?" si rambut kuning menunjuk ke arah si rambut Kampak.
Si kurir pun terbengong karena tidak menyangka dia di sebut sebagai penantang, padahal dia tidak sengaja terpeleset dan masuk ke tengah arena.
"Nama ku Odod, maaf apa maksud mu dengan menantang, aku tadi terpeleset sehingga terhuyung dan terjatuh" jawab si kurir yang mengaku namanya odod.
Mendengar perkataan dari si odod semua orang tertawa terbahak-bahak "Hahaha.... dasar bodoh"
"Hai Apakah kamu tahu aturan di tempat ini, siapa pun yang memasuki arena di anggap penantang dan mau tidak mau harus bertarung" ucap si rambut kuning.
Odod pun kaget "Apa aku harus bertarung dengan dia, apa tidak salah, lihatlah badan ku yang gemuk dan pendek ini, sedangkan dia tinggi besar"
***
* Bersambung