Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 201 Serangan Gengster


Bab 201 Serangan Gengster


Pesta Perjamuan ini di adakan menjelang malam dan hari ini sudah sekitar jam 7 malam, orang orang sudah berkumpul di aula.


Kursi sudah penuh di duduki para tamu dan ada sebagian orang yang berdiri, di Perjamuan ini semua orang yang memiliki relasi bisa hadir.


Karena pertemuan ini tidak di adakan secara khusus, tetapi di adakan secara mendadak, sehingga tidak memakai undangan secara resmi.


Tetapi siapa pun yang tahu berita kedatangan tuan besar ke kota ini, mereka langsung hadir ke pesta perjamuan.


Pengusaha kecil dan menengah pun ada yang turut hadir untuk menambah relasi mereka, dan banyak orang dari mereka membicarakan tentang bisnis.


Sehingga acara yang di adakan tuan besar ini sangat bermanfaat bagi kalangan pengusaha, karena bisa menambah wawasan, pertemanan dan menjalin kerjasama bisnis dengan pihak lain.


Tuan besar pun membuka acara dengan berpidato di atas podium, semua orang memperhatikan dengan seksama.


Dan di akhir kata, tuan besar mengumumkan sesuatu "Hari ini akan aku umumkan sesuatu yang membahagiakan, yang pertama cucu ku membuka perusahaan baru yaitu perusahaan keamanan moeza bodyguard siapa pun yang ingin memakai jasa dari kami bisa menghubungi orang kepercayaan ku yaitu Alex atau Hadiansyah.


Dan yang kedua, cucu ku juga sedang mencari tender, untuk proyek pembangunan jalan di kampung cisarati dan membangun resort di daerah tersebut, bagi kalian yang berbisnis di bidang ini silahkan bisa ajukan proposal kalian kepada kami, paling telat satu Minggu dari sekarang"


Mendengar perkataan dari tuan besar banyak orang menjadi heboh, apalagi mereka dari perusahaan pengembangan real estate, mereka langsung menghubungi sekretaris dan orang penting di perusahaan mereka untuk segera membuat proposal supaya tender tersebut jatuh kepada mereka.


Kemudian tuan besar melanjutkan "Hal membahagiakan selanjutnya adalah Sekitar 4 bulan dari sekarang Cucu ku yang bernama Arya Sandi Sandjaya atau di panggil dengan tuan muda Arssad akan bertunangan dengan Eriska Wijaya, anak dari Candra Wijaya"


Tuan besar pun mengangguk kearah Candra Wijaya yang ada di sisi podium, kemudian Candra Wijaya pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah tuan besar.


Tuan besar pun mempersilahkan Candra Wijaya untuk memberikan sambutan "Teman teman semuanya, perjodohan ini telah di sepakati semenjak almarhum ayah ku masih ada, sehingga perjodohan ini adalah amanat dari almarhum ayah ku, dan kalau bisa 4 bulan lagi bukan hanya pertunangan anak ku, tetapi pernikahan anak ku bersama Arya, sehingga mereka sah menjadi suami istri. Itu yang aku harapkan sebagai orang tua dari pihak perempuan"


Semua orang langsung bertepuk tangan dan memberikan selamat kepada Candra Wijaya.


Banyak orang juga yang berdiskusi karena mereka belum pernah melihat sosok Tuan muda Arya atau tuan muda Arssad.


Tuan besar tidak memanggil jagat dengan nama panggilan biasanya, tetapi dengan nama asli dan nama singkatan.


Hanya beberapa orang yang tahu siapa yang bernama Arya Sandi Sandjaya yang di singkat Arssad, itu adalah Adi Sucipto dan bang Anton serta para eksekutif hotel yang sudah pernah bertemu dengan jagat.


"Nona Eriska memang cantik, dan anak orang terkaya di kota B ini, aku dengar dia sekarang memengang salah satu perusahaan Wijaya grup" ucap salah satu pengusaha.


"Benar benar orang beruntung, orang besar menikah dengan orang besar juga, Wijaya grup dan Sandjaya grup, akan menjadi kombinasi yang tidak terkalahkan di dunia bisnis" ucap pengusaha lainnya.


Banyak orang yang memuji tetapi ada pula yang mencibir, karena beberapa orang ada yang mendapatkan kabar buruk tentang jagat.


"Aku dengar tuan muda Arssad itu play boy, suka main perempuan, berjudi dan mabuk, kerjaanya hanya menghamburkan uang saja"


"Iya aku juga pernah mendengar bahwa dia orang yang tidak berbakat, bahkan adiknya yang bernama Haris mengatakan bahwa tuan muda Arssad itu seorang pecundang"


Kemudian blok lain mengatakan tentang Eriska, mereka berbicara dengan berbisik.


"Anak ku, teman dari nona Eriska di kampus, katanya nona Eriska memiliki orientasi seksual yang menyimpang, dia suka sesama jenis"


"Iya aku juga pernah mendengar itu, bahkan penampilan selalu urakan"


"Kabar lain dia juga mengikuti sakte sesat, sehingga selalu berpenampilan memakai pakaian serba hitam, seperti penganut aliran iblis atau semacamnya"


"Iya tapi lihat sekarang, gaun yang dia pakai sangat bagus dan dia sekarang begitu cantik"


Banyak yang membicarakan keburukan dan kebaikan seseorang, itu karena mereka hanya mendengarkan dari orang lain saja


Tetapi tiba-tiba ada petugas keamanan yang melapor "Lapor tuan besar, di halaman hotel sedang terjadi keributan, ada beberapa kelompok orang yang menyerang kemari"


Lapor itu sebelumnya sangat pelan, tetapi karena di dekat tuan besar ada mikrofon yang sedang aktif, sehingga perkataan petugas keamanan itu terdengar melalui speaker.


Semua orang langsung panik, tetapi Candra Wijaya yang masih ada di sana langsung naik podium "Teman teman semuanya harapan tentang, kita disini memiliki banyak petugas keamanan, disini juga ada teman kita dari kepolisian, sehingga kita akan merasa aman berada di sini dan tidak terjadi apa-apa"


Mereka pun kembali tenang karena ucapan dari Candra Wijaya, para petugas keamanan pun menjaga pintu masuk ke dalam aula ini.


Para perwira polisi yang hadir di Perjamuan ini langsung bergegas pergi menuju kelantai bawah dan kebetulan mereka pun dilengkapi dengan senjata api yang mereka bawa.


Ini adalah serangan dari gangster shooting gun dan gengster Beruang Hitam yang membelot, mereka masuk dengan menerobos penghalang yang di pasang di depan gerbang.


Di bawah pun para satpam yang sedang berjaga langsung menghadang para gangster tersebut.


Para bodyguard dan anak buahnya Andi pun tidak tinggal diam mereka langsung keluar dari dalam gedung yang di pakai mereka untuk berkumpul.


Para gangster itu tidak menyangka bahwa ada banyak sekali petugas keamanan dan Bodyguard, serta anggota dari gang serigala yang mengepung mereka.


Baku hantam pun tidak terelakkan Karena mereka terlanjur membuat keributan dengan menerobos jalur masuk yang sudah di tutup oleh satpam.


Mereka tidak mengira bahwa akan seperti ini dan pemimpin gangster shooting gun pun mengumpat "Sialan Cakra, ternyata dia menjebak kita masuk kedalam sarang harimau"


Danu ketua gengster Beruang Hitam pun mengiyakan ucapan pemimpin gengster Beruang Hitam "Iya aku kira akan mudah menangkap dan membawa Anton, tetapi situasinya sudah seperti ini, kalau kita mundur maka kita tidak bisa keluar, lebih baik maju walaupun kalah"


Mereka sudah kepalang tanggung karena sudah ada di dalam pertarungan, meskipun mereka membawa senjata tajam dan senjata tumpul, tetap saja mereka kalah jumlah.


Para satpam dan bodyguard pun di lengkapi senjata berupa tongkat karet yang elastis dan juga tongkat besi yang di ujungnya bisa mengalirkan aliran listrik yang dapat menyetrum orang lain untuk melumpuhkan lawan.


Mereka juga sebelumnya sudah mengalami kerugian, Karena malam kemarin puluhan anggota gengster Beruang Hitam menyerang club malam pesona, tetapi mereka di kalahkan oleh petugas keamanan dari hotel Arssad yang di kirim ke tempat itu.


Sehingga mereka yang terluka tidak berani ikut untuk menangkap Anton di hotel Arssad.


Duwar....


Tiba tiba ada suara tembakan yang meledak, itu suara pistol yang di tembakan ke arah atas.


Suara tembakan itu membuat pertarungan berhenti dan mereka pun mundur dengan masih mengelilingi gengster Beruang Hitam dan gengster shooting gun.


"Hentikan perkelahian ini, letakan senjata kalian dan menyerah lah" ucap salah satu kapten polisi.


Kedua gengster itu di todong dengan senjata api oleh para polisi sehingga mereka mau tidak mau harus menyerah atau mereka akan di lumpuhkan dengan timah panas.


Mereka pun menyerah dengan membuang senjata mereka ke lantai dan mengangkat tangan mereka.


Polisi itu pun menangkap mereka dengan di bantu oleh para bodyguard dalam memasang borgol di tangan para gengster itu.


Ruben salah satu polisi yang ada di sana langsung menelpon kantor polisi untuk membawakan Bus polisi untuk membawa mereka pergi dari hotel Arssad.


Dan setelah mobil bus datang para gengster itu pun di gelandang ke kantor polisi dan hotel Arssad pun menjadi aman.


***


* Bersambung