
Bab 274 Jagat Sialan
Pagi harinya dara mengetuk pintu kamar jagat.
Tok.... Tok.... Tok....
"Iya sebentar" teriak jagat dari dalam kamar.
Jagat pun membuka matanya dan menepuk pipi Elis dan Sofy yang ada di kanan dan kiri jagat.
"Hai Beib sayang, ayo bangun ini sudah pagi"
"Ay aku masih ngantuk" sofy membuka sebelah matanya, dan kemudian dia terpejam lagi.
"Mas say, ayo peluk lagi aku, nanti saja kita bangun siang" pinta Elis sambil menarik jagat supaya dia tidur lagi.
Kemudian ketukan pintu terdengar lagi.
Tok.... Tok.... Tok....
"Mas ini aku Dara, ayo bangun sarapan pagi sudah di siapkan"
Jagat pun bangkit dari tempat tidur serta mengabaikan Elis dan Sofy yang masih berbaring.
Jagat menghampiri pintu dan kemudian membuka kunci pintu lalu membukanya.
Dara terkejut ketika melihat jagat, karena dia hanya menggunakan ****** ***** saja.
Jagat membuka pintu kemudian menarik dara masuk dan jagat menutupnya kembali.
Dara pun menghamburkan diri di pelukan jagat "Mas apa yang hendak kamu lakukan"
Jagat pun memberikan isyarat dengan menempelkan telunjuknya di bibir dara, kemudian dara pun diam.
Jagat melakukan itu supaya tidak menggangu Elis dan Sofy yang masih tidur.
Jagat berbisik di telinga dara "Kamu cantik sayang, dengan menggunakan tubuh ini, apakah kamu sudah terbiasa dengan tubuh baru mu"
"Gleguk" dara menelan ludahnya sambil mengangguk.
"Kamu membuat ku jadi bernapsu" bisik jagat.
"Kalau mas mau melakukannya, aku siap kapan pun, tetapi sekarang kita di tunggu kakek badar untuk sarapan pagi, Dias sudah masak banyak untuk kita, dan juga Eriska menunggu mu di lantai dasar" jelas dara.
Hatinya berdebar kencang karena di dekap jagat, tangan jagat melingkar di pinggang rampingnya sehingga tubuhnya menempel.
Ini seperti pertama kalinya dara di dekap jagat, padahal dulu hampir setiap hari jagat memeluknya ketika dia tidur.
Sekarang dara memiliki tubuh fisik bukan tubuh gaib lagi, sehingga dia berdebar bagai mana wanita yang di cumbu kekasihnya waktu pertama kali.
"Sudah dong mas, aku malu lihatlah kak sofy dan kak Elis mereka melihat kita" ucap Dara.
Jagat pun menoleh ke arah tempat tidur, dan benar saja Elis dan Sofy sedangkan duduk di tepi ranjang mereka berdua melihat jagat yang sedang memeluk tubuh dara.
"Hai jangan menatap ku seperti itu, ayo masuk ke kamar mandi" usir jagat kepada sofy dan Elis.
Mereka pun berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi dengan tubuh yang lunglai karena masih mengantuk.
Kemudian jagat kembali menoleh ke arah dara sambil tersenyum yang membuat dara jadi merinding "Mas....?"
Jagat kemudian melepaskan pelukannya dan menarik dara "Mas mau apa ?"
"Ayo ikut mandi bareng bersama kami" ajak jagat.
Dara dengan pasrah mengikuti jagat masuk ke dalam kamar mandi, sehingga di sana mereka mandi berempat.
Jagat tidak khawatir karena kamar mandi lumayan luas ada sekitar seperempat dari kamar tidurnya.
Bahkan rak tempat baju ada di dalam kamar mandi tersebut, sehingga setelah mereka mandi bisa langsung berganti pakaian di sana tanpa harus keluar dari kamar mandi terlebih dahulu.
Beberapa lama kemudian Elis keluar dari kamar mandi dengan merangkak di susul oleh sofy, bahkan mereka berdua naik ke atas tempat tidur dengan susah payah.
"Sial ay, dia bertambah kuat, bahkan kami bertiga tidak sanggup mengalahkannya" keluh Sofy.
"Berarti nanti malam kita harus mengajak Dias juga tidur bersama, kita berdua sudah tidak sanggup lagi menghadapi keganasan mas say, kasian dara di dalam, dia sedang di habisi mas say" ucap Elis.
"Gila kamu, aku sudah tidak kuat, kamu saja sana pergi kedalam" jawab Elis.
Sofy pun menggelengkan kepalanya "Tidak aku tidak sanggup menghadapi Hujaman ay lagi, ************ ku sakit tau"
Elis dan Sofy tidak sanggup menghadapi keganasan dari suaminya itu, bahkan dia lemas di buatnya.
Mereka berdua meninggalkan dara yang sedang di siksa di kamar mandi oleh jagat.
Siksaan kenikmatan yang membuat seluruh tubuh menjadi lemas tak berdaya.
Elis pun mengambil handphone milik nya, dia tadinya ingin menghubungi seseorang, tetapi di cegah oleh Sofy.
"Kamu mau menelpon Siapa ?"
"Aku mau nelpon Eriska biar dia selesaikan dengan suami kita" jawab Elis.
"Gila kamu yah, Eriska baru saja sembuh, kalau dia di hujan ay, nanti dia ngedrop lagi" ucap Sofy.
Elisi pun menepuk jidatnya "oh iya ya, dia kan baru kemarin sadar, tubuhnya masih lemah"
Tok.... Tok.... Tok....
Terdengar ada lagi yang mengetuk pintu, Elis dan Sofy tidak tahu siapa yang mengetuk pintu, tetapi dia senang karena mereka berdua bisa lepas dari cengkraman jagat.
"Siapa ?" Tanya Elis.
"Aku Dias kak, apa kalian sudah bangun" tanya Dias.
Sofy dan Elis pun saling memandang kemudian mereka berdua tersenyum "Hehehe .... Kebetulan sekali"
Mereka berdua pun berdiri dan pura pura tidak terjadi apa-apa, kemudian mereka berjalan ke arah pintu.
Elis membukakan pintu dan Sofy langsung menarik tangan Dias supaya dia segera masuk.
"Eh.... Kak ...." Dias kaget karena langsung di tarik Sofy.
Elis segera menutup pintu supaya Dias tidak kabur, kemudian mereka berdua tersenyum jahat.
"Kita akan sarapan terlebih dahulu, kamu ajak mas say gih, dia ada di kamar mandi" Elis memerintah
Kemudian sofy menimpali "Kamu masuk saja kedalam, soalnya kalau di ketuk di luar ay tidak ada nyaut dan mandinya lama"
Sofy dan Elis pun mendorong Dias supaya pergi ke kamar mandi sedangkan mereka berdua ingin segera keluar dari kamar ini.
"Eh.... Tapi kak, apa kalian melihat dara, dia tadi di suruh untuk memanggil kalian Tetapi belum kembali ?" Tanya Dias.
"Sudahlah masuk aja dulu ke kamar mandi nanti juga ketemu dengan dara, kami pergi dulu ya" jawab Elis sambil sesegera mungkin pergi dari kamar yang di ikuti oleh sofy.
Dias pun menggaruk kepalanya sambil bergumam "Kok mereka berdua hari ini terasa aneh ya, tapi sudah lah mungkin itu hanya perkiraan ku saja"
Dias pun langsung membuka kamar mandi, tetapi ada tangan yang menjulur dari dalam menarik Dias masuk dengan paksa kedalam kamar mandi.
"Argh...." Dia berteriak dan kemudian pintu kamar mandi di tutup dan suara Dias pun tidak kedengaran lagi.
Sofy dan Elis turun dan duduk di meja makan sambil menghela nafas.
"Hai cucu menantu kenapa kalian tidak bersama si anak nakal ?" Tanya kakek badar.
Elis dan Sofy menyeringai, kemudian Elis menjawab "Suami kita sedang mengerjai Dara dan Dias"
Kakek Badar menggelengkan kepalanya "Hadeuh dasar anak nakal, bisa bisanya pagi pagi begini mengerjai orang"
Eriska langsung bangkit dari tempat duduknya "Jagat sialan, kenapa dia tidak mengerjai ku juga"
Kemudian Elis mencegah Eriska "Kamu belum sembuh total, bisa sangat berbahaya jika sekarang kamu di kerjai suami kita"
"Iya bahkan kami berdua sangat kewalahan menghadapinya" timpal sofy.
***
* Bersambung