
Bab 222 Itu Bukan Boneka ***
Kemudian kakek badar menjelaskan tentang pesta perjamuan kemarin, dan dia memberitahukan bahwa kakek badar sudah mengumumkan pertunangan antara jagat dan Eriska.
Bahkan Candra Wijaya menginginkan bahwa anaknya langsung di nikahkan tanpa harus adanya pertunangan.
"Bagai mana menurut mu, apa kamu ingin langsung menikahinya atau mau bertunangan terlebih dahulu?" Tanya kakek badar.
"Aku sih ingin langsung menikahinya, tapi sebenarnya dia tidak tahu bahwa aku Arya Sandi Sandjaya yang di sebut tuan muda Arssad, yang dia tahu aku hanyalah jagat seorang Office Boy dan mahasiswa kedokteran" jawab jagat.
"Hahaha.... Kalau begitu kamu harus menjelaskan kepada Anaknya si Candra Wijaya itu bahwa kamu itu benar benar calon suaminya" ucap kakek badar.
Jagat mengangguk "iya kek, kebetulan aku sekarang ada mata kuliah dan pasti bertemu dengan dirinya, aku akan jelaskan semuanya biar dia tidak salah paham"
Mereka pun berbincang bincang dan kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu ruang rapat.
Tok .... Tok.... Tok....
"Ya masuk...." Ucap kakek badar.
Kemudian Hadi masuk dan menghadap "Tuan Besar, ada pengirim paket yang datang kemari, katanya mereka membawa 10 peti berukuran besar"
Mendengar itu jagat pun tersenyum "Akhirnya barang yang aku pesan datang juga"
"Hai bocah nakal, benda apa yang kamu pesan sampai ada 10 peti besar ?" Tanya kakek badar.
"Hehehe.... Itu hanya Boneka yang aku pesan dari teman ku yang ada di luar negri kek" jawab jagat.
Kemudian jagat pun menengok kearah Hadi "Pak Hadi kalau bisa terima peti itu dan bawa masuk ke dalam sini"
Hadi pun mengangguk "Baiklah tuan muda"
Kemudian Hadi pun pergi meninggalkan ruangan itu, biasanya Hadi menyebut mas jagat, karena adanya kakek badar, Hadi pun tidak berani dan memanggil jagat dengan nama tuan muda.
Tidak lama kemudian beberapa orang mengangkut peti peti itu yang seperti peti mayat dengan ukuran 80 centimeter kali 300 centimeter dengan tinggi 50 centimeter.
Ada beberapa buah peti yang berukuran lebih kecil dan sepertinya itu boneka anak anak.
Setelah semua peti itu di masukan ke dalam ruangan rapat, kakek badar bertanya dengan serius "Untuk apa kamu membeli boneka sebanyak ini, apa kamu kekurangan wanita sehingga hasrat mu di lampiaskan ke boneka ini"
Kakek Badar berkata begitu sambil membuka salah satu peti dengan tangannya dan terlihat boneka yang terbuat dari karet silikon yang sangat mirip manusia aslinya.
Jagat pun tersenyum sambil menggaruk kepalanya "Hehehe....itu bukan seperti apa yang kakek pikirkan, itu bukan boneka *** tetapi itu boneka arwah"
Kakek Badar pun kaget "Apa boneka arwah ? Apa yang akan kamu lakukan dengan boneka arwah sebanyak ini ?"
Jagat pun menjelaskan "Aku hanya akan menggunakan 3 boneka arwah ini, kemarin lusa aku mendapatkan Vila di Perumahan real estate intan permata, dari pengusaha properti agung biantara, dengan syarat aku harus menghidupkan kembali anaknya yang telah meninggal dunia karena menjadi korban pembunuhan"
"Astaga, anak bodoh, bagai mana bisa kamu menghidupkan orang yang sudah mati, itu sangat mustahil dan melawan hukum alam, ingat kamu bukan tuhan atau pun dewa pencipta...." Kakek Badar menasehati panjang lebar.
Kakek Badar pun tertegun sejenak dan kemudian dia mengangguk, karena memang ada mantera seperti itu.
"Ya aku tahu itu, tapi itu menggunakan mantra hitam, dan kita tidak memakai mantra dan ilmu seperti itu" jawab kakek badar.
"Iya maka dari itu lah aku akan memakai boneka arwah ini, dengan metode seperti memanggil arwah jelangkung. Arwah dari anaknya pak agung biantara akan aku masukkan ke dalam boneka arwah seperti ini dan membuat boneka arwah ini bisa bergerak sendiri karena ada arwah dari anaknya pak agung biantara di dalamnya" jelas jagat.
"Aku tidak habis pikir, metode mu ini di luar akal sehat ku, sepertinya aku harus ikut melihat kamu melakukannya di depan ku" ucap kakek badar.
"Baiklah kalau begitu kakek bisa menginap di villa ku malam ini, dan kebetulan hari ini malam bulan purnama yang bagus untuk melakukan ritual, aku sudah menyiapkan semua perlengkapannya" ucap jagat.
Kemudian jagat pun memasukan satu persatu peti peti itu kedalam cincin Wulung Ireng.
Jagat pun memberikan kunci cadangan vila kepada kakek badar "Ini adalah kunci vila, disana banyak kamar untuk kakek dan kedua paman, tetapi sayangnya disana aku belum memiliki penjaga keamanan dan asisten rumah tangga"
Kakek Badar pun menerima kunci vila itu dan di kunci itu ada gantungan yang menandakan nomor vila yang jagat tempati.
"Baiklah, kakek akan membawa beberapa scurity dari hotel ini untuk menjaga vila mu, dan besok lusa akan aku Carikan asisten rumah tangga yang dapat di percaya" ucap kakek badar.
Kemudian jagat pun memberitahukan "Oh ya, di dalam vila itu ada 3 arwah yang aku pelihara, namanya ayu Dias, ayu Andara dan Maya, mereka bertiga lah yang nanti akan aku masukan kedalam boneka arwah"
Kemudian jagat pun pamit untuk pergi ke campus karena adanya mata kuliah yang harus dia ikuti
Jagat pun pergi dari ruangan rapat tetapi sebelum menutup pintu, kepala jagat menyembul kedalam "Oh iya sampai lupa, paman tolong bawa ayam camani ke vila ku ya, untuk melakukan ritual nanti malam"
Disana idhang yang menjawab sambil membulatkan tangannya "Okeh...."
Jagat pun pergi ke kampus sambil menaiki ojek online di perjalanan handphone milik jagat pun bergetar.
Itu adalah telpon masuk, jagat merogoh saku celananya untuk mengambil handphone tersebut.
Dan terlihat ada no kontak yang tidak di kenal yang menghubungi jagat, kemudian dia pun menkroll layar handphone kemudian dia tempelkan di daun telinga.
"Halo...." Ucap jagat.
"Hai.... OB sialan, awas kamu yah, kamu sudah membuat keluarga ku hancur, ayah ku di mutasi ke cabang dan harus mengganti rugi motor butut mu itu dengan uang yang banyak, kamu harus menanggung semua ini" ancaman orang yang menelpon.
Kemudian telpon itu pun langsung di matikan secara sepihak oleh orang yang mengancam jagat itu.
Jagat menyeringai, karena sudah bisa menebak orang yang tadi mengancam dirinya, orang itu adalah Cakra anak dari Bagas Wibisono.
"Dasar gila, dia yang merusak sepeda motor ku, dia juga yang mengancam, suruh siapa bersikap arogan di depan kakek ku" gumam jagat.
***
* Bersambung