
Bab 220 Melakukan Sulap
Di samping lapak penjual batu mentah itu ada kios yang menawarkan jasa potong batu untuk melihat, apakah batu yang pelanggan beli memiliki batu bagus di dalamnya.
Pemilik kios itu pun menawarkan jasanya "Tuan apakah anda ingin mengecek batu yang anda beli atau tidak, kami menerima jasa memotong batu, cukup membayar 20 ribu rupiah saja"
Jagat pun melambaikan tangannnya "Tidak, terima kasih tawarannya, aku akan bawa ini kerumah saja tanpa harus di potong terlebih dahulu"
Kemudian jagat pun pergi dari lapak penjual batu mentah tersebut, jagat pun memasukan ketiga batu yang dia bawa ke cincin penyinpan begitu pula Elis dan Sofy.
Mereka menggunakan batu wulung Ireng untuk menyimpan batu mentah tersebut.
Jagat pun masuk ke blok barang antik dan benda mistik, jagat masih menggunakan mata emas dan melihat semua benda yang ada di sana dengan pandangan spritual.
Terlihat banyak aura yang keluar dari dalam benda antik dan mistik tersebut, tetapi kebanyakan auratnya berwarna hitam.
Kemudian jagat menyeringai dan bergumam "Mungkin ini yang dilakukan eyang mawon, dia menangkap hantu liar dan memasukannya ke dalam benda tersebut, sehingga terlihat memiliki aura mistis"
Jagat pun melihat beberapa benda yang mengandung aura spritual yang berwarna merah, kuning dan hijau, tetapi bukan di langit yang biru.
Aura itu berasal dari beberapa benda yang ada di kios pedangan benda antik dan mistik.
Kemudian jagat berhenti dan mendekat kios tersebut "Nyai, berapa harga Cempor ini"
Jagat bertanya kepada pemilik kios dan pemilik kios itu seorang wanita yang memakai pakaian hitam dengan aksesoris yang banyak.
Dan Cempor yang jagat maksud adalah barang antik yang di pakai untuk penerangan yang menggunakan api dan biasanya di tempel di dinding tembok.
Pemilik kios itu menjawab "murah saja 500 ribu rupiah saja, Cempor ini peninggalan jaman kerajaan, dan sudah berusia lebih dari 300 tahu, kamu memang pintar menilai barang"
Sofy bergumam "Wanita aneh, dia yang menjelaskan dia juga yang memuji dirinya sendiri dengan berkata pintar menilai barang"
Jagat hanya tersenyum dan dia mengambil Cempor itu, dan kemudian jagat juga mengambil teko kecil yang terbuat dari Kuningan dan beberapa barang yang di nilai tidak berhari.
"Nyai, Aku mau ini semua, berapa semuanya?" Tanya jagat.
Kemudian pemilik kios itu menghitung "total semua 5 juta 6 ratu ribu rupiah"
Jagat pun membayar dengan cara menscan barcode milik pemilik kios, beruntung di pasar ini para pedagang sudah modern dan bisa melakukan transaksi pembayaran dengan cara transfer via aplikasi pembayaran.
Kalau harus membayar cash, jagat tidak banyak membawa uang, walaupun dia memiliki 200 juta dan uang dari eyang mawon, tetapi jagat menyimpannya di dalam cincin Wulung Ireng sehingga kalau harus mengambilnya akan berabe.
Dan kalau orang lain tahu bahwa jagat memakai batu wulung Ireng, maka jagat bisa dalam bahaya, karena bisa menjadi incaran orang jahat.
Setelah membungkus semua jagat pun pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke tempat parkir.
Ternyata di sana sudah banyak Menunggu para pedagang yang membawa belanjaan jagat, karena tadi jagat meminta barangnya itu di antara ke tempat parkir.
Jagat pun memasukan semua barang itu kedalam bagasi mobil, tetapi saking banyaknya, bagasi mobil tidak muat dan harus di simpan di kursi belakang.
Sehingga sofy dan Elis duduk di kursi depan, mereka pun melanjutkan bicaranya, dan tepat di jalan yang sepi jagat berhenti.
Kemudian jagat jagat berbalik lalu memasukkan semua barang yang ada di mobil itu kedalam cincin Wulung Ireng. Sehingga sofy dan Elis bisa kembali duduk di kursi belakang.
Hanya ayam camani saja yang tidak bisa di masukan ke dalam cincin Wulung Ireng, karena ayam itu makhluk hidup.
Dan hanya makhluk hidup lah yang tidak dapat di masukan ke dalam cincin tersebut.
Kemudian jagat pun melanjutkan perjalanan menuju kota B, jagat menempuh perjalanan kurang dari 2 jam, karena pagi pagi di jalur antar kota sepi.
Sehingga jagat bisa melaju kencang di jalan raya, karena jalanan bagus tidak lagi ada yang berlubang sehingga jagat cepat sampai tujuan.
Jagat pun sudah sampai di hotel Arssad dan satpam yang menyambut mereka adalah pak Opan.
Sehingga jagat memberhentikan mobilnya "Pak Opan, bisa tolong sebentar"
Jagat pun membuka bagasi melalui tombol otomatis "pak tolong bawa ayam itu ke dapur dan kasih ayam itu makan"
"Siap laksanakan mas" pak Opan menghormat dan kemudian mengambil 3 ekor ayam camani yang berada di bagasi, kemudian menutupnya kembali.
Jagat pun melajukan mobilnya menuju tempat parkir dan jagat memarkirkan mobilnya di samping mobil milik kakek Badar.
Mereka pun turun, dan jagat tercengang karena melihat sepeda motor kesayangannya dalam kondisi yang mengenaskan.
Jagat pun menjadi geram "Siapa yang melakukan ini semua, aku tidak akan pernah mengampuni orang ini"
Elis dan Sofy yang tahu itu sepeda motor kesayangan jagat langsung menenangkan hati jagat.
"Sabar ya mas say, kita bisa memperbaikinya nanti" ucap Elis.
"Iya, Ay, jangan sedih, lebih baik kita bertemu kakek terlebih dahulu " ucap Sofy.
Jagat pun mengangguk dan kemudian pergi menuju ke resepsionis.
Di lobi Mira memanggil "tuan muda, anda di tunggu tuan besar di ruang rapat"
Deg....
Jantung Elis dan Sofy menjadi berdetak kencang, mereka menjadi nerpous dan salah tingkah.
Jagat mengangguk kepada Mira "Terima kasih Mira"
Kemudian jagat menatap Elis dan Sofy "jangan gugup begitu, kakek badar baik orangnya, kalian juga kan sudah pernah berbicara dengan dirinya di telpon, dan satu lagi, batu mentah yang kalian pegang, hadiahkan saja kepada kakek biar dia senang"
Elis dan Sofy pun menyeringai dan mengangguk, kemudian mereka pun pergi menuju ruang rapat.
Di sana sudah berkumpul para pejabat hotel, seperti Farrah, Alex, Hadiansyah, Farel dan Tobi, selain itu ada juga Firman dan idhang.
Jagat sudah kenal dengan Farrah, Alex dan Hadiansyah, tetapi Farel dan Tobi, jagat lupa lupa ingat.
Jagat pun menyapa "Selamat pagi kek"
Jangan menyalami kakek badar dengan mencium punggung tangan kakek badar.
Kemudian jagat berkata "perkenalkan mereka...."
Kakek Badar mengangkat tangannya, yang menandakan jagat jagat berkata lagi.
"Aku sudah tahu, biarkan mereka saja yang memperkenalkan diri mereka" ucap kakek badar.
Jagat pun mengangguk, kemudian yang pertama menyalami kakek badar adalah Elis "selamat pagi kek, senang bertemu dengan anda, nama ku Elis...."
Elis mau berbicara lebih lanjut tetapi langsung di sela oleh kakek badar "Wanita keturunan bidadari yang cantik dan awet muda"
Elis pun menyeringai "Terima kasih atas pujiannya kek, oh iya aku punya hadiah untuk kakek"
Elis pun menengadahkan tangannya dan kemudian muncul batu mentah di tangan Elis, saking senangnya di puji dia lupa di ruangan ini bukan hanya ada kakek badar, tetapi pejabat hotel Arssad juga ada di ruangan ini.
Semua orang tercengang karena melihat Elis yang tadinya di tangan tidak ada apa apa, tetapi sedetik kemudian di tangan Elis terdapat sebongkah batu seukuran kepalan tangan.
Elis menyeringai "hehehe....maaf kalau aku melakukan sulap di depan kalian semua"
Kemudian Elis pun memberikan batu mentah itu kepada kakek badar.
Elis pun menerangkan "Di dalam batu ini terdapat giok hijau kaisar, mudah mudahan kakek suka"
***
* Bersambung