Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 276 Pintar Mencari Alasan


Bab 276 Pintar Mencari Alasan


Eris yang bisa menyetir langsung berlari untuk mengambil mobil di garasi sedangkan Nesti langsung menyapa Eriska.


"Halo nona Erika, nama ku Nesti dan tadi yang berlari bernama Eris, mulai sekarang kami berdua akan menjadi pengawal anda, mohon kerja samanya"


Eriska pun tersenyum "mohon kerjasamanya"


Tidak lama kemudian Eris datang dengan menyetir mobil RR Phantom yang membuat Eriska tercengang.


"Ini kan Rolls-Royce Phantom seri terbaru, apa tidak terlalu mewah untuk aku gunakan"


Eriska belum kemana mana selama dia ada di rumah villa ini, semenjak kemarin dia hanya berada di kamar saja dan sekarang dia baru keluar.


Eriska tidak tahu bahwa di dalam garis mobil itu banyak berjajar mobil yang serupa tetapi beda warna.


Eris membawa mobil RR Phantom berwarna hitam, karena warna hitam itu warna kesukaan Eriska.


Jagat menganggukan kepalanya "Ini sebanding dengan mu, karena kamu calon suami dari tuan muda Arssad"


Eriska tanpa ragu langsung nyosor ke wajah jagat, dia mencium pipinya "Terima kasih ya sayang"


Jagat hanya tersenyum dan mengangguk.


Kemudian Nesti segera membukakan pintu belakang mobil "Nona apakah Anda mau berangkat sekarang"


Eriska mengangguk "iya..."


Kemudian dia kembali berbalik ke arah jagat dan kembali mencium pipi sebelahnya.


"Sampai bertemu lagi nanti malam ya sayang, aku pulang dulu"


Panggilan Eriska pun berubah dari asalnya hanya memanggil nama, sekarang dia memanggil jagat dengan panggilan sayang.


Jagat kembali mengangguk sambil melambaikan tangannya "Ingat jangan nakal, biarkan Eris dan Nesti ada di dekat mu, supaya kamu bisa mereka lindungi"


Eriska pun berangkat dan tinggal mereka bertiga, jagat melihat kearah ruang tamu di dekat garasi.


Terlihat beberapa mobil mewah parkir di sana, itu adalah orang orang yang ingin bertemu dengan kakek badar.


Jagat pun mengajak Elis dan Sofy pun berangkat, mereka bertiga berjalan ke arah garasi untuk mengambil mobil yang biasa mereka gunakan.


Ada 2 orang yang keluar dari mobil mewah itu kemudian mereka menatap ke arah Elis dan Sofy.


Mereka pun menyapa Elis dan Sofy "Selamat pagi nona Elis dan nona sofy"


Elis dan Sofy pun mengerutkan dahinya, karena mereka berdua tidak mengenal orang yang menyapa mereka.


"Apa aku mengenal anda berdua ?" Tanya Elis


Salah satu dari mereka pun memperkenalkan diri "Anda memang tidak kenal kami, tetapi kami mengenal anda, perkenalkan nama ku Robby Septian, dan ini anak ku Nicko Septian, kami kemarin malam melihat anda berdua bertarung, anda berdua begitu hebat, kami kemarin ada di ruangan VIP nomor 9"


"Oh pantas anda tahu tentang kami berdua" ucap Sofy.


Kemudian Sofy melanjutkan "Kalau begitu kami permisi dulu"


Anak dan ayah itu hanya menghormati Elis dan Sofy, karena mereka tahu bahwa Elis dan Sofy adalah petarung yang hebat dan masih kerabat dari tuan besar Sandjaya.


Tetapi ketika mereka melihat jagat, pandangan mereka menatap jijik, karena pakaian jagat sangat sederhana dan mereka menganggap jagat sebagai sopir dari Elis dan Sofy.


Jagat hanya bersikap datar dan berjalan menuju mobil kemudian dia menyalakannya lalu kemudian Elis dan Sofy masuk dan mereka pun berangkat kerja.


Di sofa lain banyak pengusaha yang duduk dan sebagian mereka duduk di kursi plastik.


"Ada urusan apa kalian menemui ku ?" Tanya kakek badar.


Kemudian salah seorang pengusaha menyanjung kakek badar "Tuan Besar Sandjaya, kemarin malam aku melihat anda bertarung sangat hebat, aku tidak menyangka bahwa anda Petarung legendaris yang banyak di ceritakan orang"


Kemudian orang itu mendekati kakek badar dan menyerahkan amplop yang berisi kartu ATM "Kemarin aku bertaruh untuk anda dan ini sebagian hasil kemenangan ku, aku persembahkan untuk anda"


Kakek Badar bukan orang yang munafik, kalau ada yang memberi dia pasti ambil, tetapi dia tidak pernah minta sesuatu kepada pasiennya.


"Terima kasih, aku terima dengan senang hati, tetapi aku tidak dapat menerima ini begitu saja, apa kamu ada yang di inginkan dari ku ?" Tanya kakek badar.


"Tuan besar sungguh murah hati, sebenarnya aku memerlukan perlindungan dari anda, aku memiliki banyak musuh di luar, dan membutuhkan pengawal, apakah aku bisa menyewa murid anda yang ada di sini untuk aku jadikan bodyguard"


Mereka tahu bahwa kakek badar membuka perusahaan keamanan moeza bodyguard, dan katanya, para bodyguard itu di latih langsung oleh kakek badar, sehingga orang itu menyebut bodyguard itu sebagai murid dari kakek badar.


Kakek Badar pun tersenyum "Perlu berapa orang untuk menjadi pengawal pribadi mu, tetapi murid ku memiliki aturan, mereka hanya melindungi mu dan tidak bisa di perintah untuk menindas orang"


Orang itu pun mengangguk " baik lah aku mengerti yang penting aku aman, aku hanya memerlukan 2 orang hebat untuk melindungi mu, masalah harga tidak menjadi masalah"


"Kalau soal harga tergantung, murid ku yang menjadi bodyguard ada di tingkatan Master tahap pertama sehingga tahap 3, semakin tinggi tingkat beladiri semakin mahal juga harga yang harus di bayarkan untuk menyewa jasa mereka" jawab kakek badar.


Kemudian kakek badar melambaikan tangannnya ke arah belakang "Firman, urusan orang orang yang ingin menyewa jasa pengawalan"


Firman pun menganggukan kepalanya "Siap tuan besar"


Kemudian firman melangkah maju dan berbicara "yang ingin menyewa jasa pengawalan bisa menemui ku di ruangan sebelah"


Firman pun pergi ke ruangan sebelah.


Hampir semua orang yang kemarin malam bertaruh untuk kemenangan tuan besar Sandjaya memberikan amplop yang berisi kartu ATM.


Dan mereka juga hendak menyewa jasa pengawalan untuk melindungi mereka dari penindasan pihak lain.


Sebagian lagi meminta nasihat dan pencerahan kepada kakek badar mengenai usaha mereka.


Hanya pagi sampai siang saja, kakek badar sudah mendapatkan uang puluhan milyar rupiah yang di berikan para pengusaha.


Belum dari jasa pengawalan, mereka bahwa berani membayar 2 sampai 5 miliar pertahun hanya untuk menyewa jasa 1 bodyguard selama 1 tahun.


Sedangkan para bodyguard itu hanya di berikan uang sebesar 200 juta sampai 300 juta pertahun, berarti keuntungan yang diperoleh sangat besar.


**


Di rumah sakit Wijaya, jagat sudah sampai mereka sudah berada di Ruangan divisi khusus rumah sakit Wijaya.


Jagat yang sedang berbincang dengan dokter Dian dan Arman di kejutkan oleh kedatangan dokter Calvin dan dokter Yohanes.


Dokter Yohanes pun menyapa jagat dengan nada yang sarkasme "Hai dokter jagat, bagai mana kabar mu, kemana saja selama ini kamu tidak masuk kerja, sudah beberapa ratus episode kita tidak bertemu"


Jagat tersenyum sambil menggaruk kepalanya "Hehehe.... Aku baik baik saja, akhir akhir ini aku sibuk dengan kuliah ku, sehingga tidak bisa untuk bekerja"


"Pintar mencari alasan" cibir dokter Yohanes.


***


* Bersambung