Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 57 Bawalah Ibu Mu ke Rumah Sakit


Bab 57 Bawalah Ibu Mu ke Rumah Sakit


Setelah mereka duduk jagat pun berbicara kepada Raya "Ayo temani aku makan"


"Tidak terima kasih, aku sudah sarapan" Tolak Raya.


Jagat menyantap makanan sendiri karena Raya menolak untuk makan bersama, sambil makan jagat pun mengajak mengobrol Raya.


"Kenapa kamu, kayaknya kamu sedang memiliki masalah" tanya jagat.


Raya menggelengkan kepalanya mencoba menutupi sesuatu, tetapi jagat tidak bisa di bohongi, terlihat dari raut wajahnya Raya dia nampak sedang sedih


"Tidak...tidak ada masalah apa apa" jawab Raya


"Jujurlah, aku tahu kamu sedang menghadapi masalah, ayo ceritakan mungkin aku bisa membantu mu" tanya kembali jagat.


"Benar aku tidak memiliki masalah apa pun" sanggah Raya yang tidak ingin menceritakan masalahnya kepada siapa pun.


"Apa aku kamu anggap kekasih atau hanya sekedar tuan dan karyawan" tanya jagat yang membuat Raya menjadi nampak aneh


"Apa yang kamu katakan, Tentu saja a...aku anggap kamu sebagai kekasih ku, te... tetapi ini tempat kerja ku, selain kekasih kamu juga adalah tuan ku" jawab Raya.


"Kalau kamu menganggap ku sebagai kekasih dan tuan mu, maka ceritakan masalah mu mungkin aku dapat membantu mencarikan solusinya " ucap jagat.


Raya ragu ingin bercerita kepada jagat atau memilih memendamnya di dalam hati dan tidak ada orang yang mengetahui kecuali dirinya sendiri.


"A...aku..." Raya menundukkan kepalanya.


"Apa ini ada hubungannya dengan penyakit ibu mu" tebak jagat.


Raya menganguk setelah di tebak oleh jagat "Iya, ibu ku penyakitnya bertambah parah, aku tidak bisa merawatnya dan adik ku sibuk sekolah sehingga ibu tidak ada yang memperhatikan"


"Kenapa tidak membawa ibu mu ke rumah sakit dan menjalani perawatan" ucap jagat.


"Aku tidak memiliki banyak tabungan untuk berobat ibu, rumah juga sebenarnya Rumah dinas Almarhum ayah ku yang kerja di BUMN, dan sekitar 2 Minggu lagi aku harus mengosongkan rumah itu di tambah adik ku sekolah dan butuh biaya untuk biaya praktek dan SPP" keluh Raya.


Di balik ketegasan Raya sebagai atasan di divisi bagian Resepsionis, dia ternyata memiliki sisi yang sangat menyediakan, tetapi propesional dalam pekerjaan sangat bagus, dia tidak menyangkut pautkan antara pekerja dan keadaan pribadinya di rumah.


"Bawa lah ibu mu ke rumah sakit Wijaya untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan, soal biaya biar aku yang menanggungnya, soal tempat tinggal nanti aku cari solusi, atau kamu dan ibu mu bisa pindah ke rumah yang aku kontrak sekarang, kamu tinggal memikirkan tentang sekolah adik mu itu, yang lainnya biar aku yang tangani" ucap jagat.


Raya malah menangis dan menggelengkan kepalanya "tidak... aku tidak bisa menerima semua itu, aku pacaran dengan mu karena kita saling membutuhkan, aku tidak mau di anggap memanfaatkan mu sebagai cucu dari pemilik hotel ini"


"Bicara apa kamu ini, aku membantu mu, itu bukan uang dari hotel ini, dan ini hasil jerih payah ku, jadi aku sebagai pacar mu itu sudah semestinya membantu mu, kamu bilang kita saling membutuhkan dan sekarang kamu sedang membutuhkan aku makanya aku bantu" ucap jagat.


Raya tidak berkata apa pun lagi, dia masih tetap terisak menangis.


"Sudahlah hapus air matamu, sekarang aku akan menelpon rumah sakit untuk mengirimkan ambulance ke rumah mu, dan sekarang mending kamu ijin pulang dan bersiap untuk membawa ibu mu kerumah sakit, tenag saja siang ini aku ada di rumah sakit Wijaya, aku bisa menemani kamu di sana" ucap jagat.


Raya pun mengangguk "Terima kasih mas, kamu telah membantu ku "


Raya bangun dari tempat duduknya dan menghampiri jagat kemudian Raya mencium pipi jagat.


"Sudah pergilah nanti ambulance akan datang ke rumah mu dan aku minta alamat rumah mu, serlock aja ke wa ku" perintah jagat.


"Ya kalau begitu aku pergi dulu" pamit Raya.


"Eh kalau kamu ketemu pak Hadiansyah suruh dia ke sini, atau ya sudah nanti aku telpon saja biar tidak merepotkan mu" ucap jagat.


Jagat melanjutkan makan sampai habis dan setelah itu ada suara pintu di ketuk Tok....tok....tok....


"Ya masuk tidak di kunci" saut jagat yang masih di meja makan.


Kemudian pintu di buka dan ada lelaki masuk ke dalam kamar tersebut dia melihat jagat dan membungkukan badannya.


"Selamat pagi mas Arya, kata Bu Raya saya di suruh untuk menemui anda" ucap orang itu.


"Silahkan duduk pak Hadi, ada yang ingin saya bicarakan dengan pak Hadi" ucap Jagat.


Pak Hadi pun duduk di kursi meja makan yang sekarang makananya sudah tidak ada dan tersisa hanya piring kosong yang menumpuk, Tetapi minuman masih tersedia.


Jagat menyerahkan gelas kosong dan sebotol minuman yang tadinya itu untuk raya, tetapi karena raya tadi tidak makan maupun minuman jadi gelas dan botol minuman itu di berikan kepada pak Hadi.


"Minuman untuk pak Hadi" ucap jagat.


"Terima kasih mas Arya" ucap Hadi.


Jagat pun mulai membahas apa yang ingin dia bicara kepada pak Hadi. "Ada berapa orang security di hotel ini"


"Ada sekitar 60 orang, mas. Di bagi ke dalam 3 ship kerja, jadi per ship terdiri dari 20 orang yang berjaga di


Setiap sudut di hotel ini, tetapi yang banyak berkumpul ada di Club malam karena di sana titik rawan terjadi keributan" pak Hadi menjelaskan dengan detail.


"Apa mereka dari yayasan atau di rekrut pribadi" tanya jagat.


"Beberapa orang security saya yang merekrutnya sendiri, dan saya merekrutnya karena dia jago bela diri, dan sebagian lagi kita ambil dari yayasan security" jawab pak Hadi.


"Ya tadinya aku ingin membuka bisnis di bidang keamanan, dan membuka yayasan Bodyguard, Bagai mana menurut pak Hadi" jagat menanyakan pendapat pak Hadi.


"Wah itu ide yang bagus mas, saya mendukung ide tersebut" ucap Hadi.


"Iya aku membicarakan ini ke pak Hadi karena, pak Hadi berpengalaman dalam bidang keamanan dan sebagai kepala keamanan di hotel ini, apakah pak Hadi bisa membantu membuatkan perijinan, soal biaya dan lainnya biar aku yang tangani" ucap jagat.


Pak Hadi pun mengangguk "Apa yang tidak bisa buat mas Arya, nanti akan saya siapkan semua proposal dan lainnya, mas Arya tinggal menandatangani saja"


"Ya bagus kau begitu" jagat merasa senang karena pak Hadi bisa di andalkan, dan jagat pun kembali bertanya "Sekarang bagai mana pergerakan Cakra di hotel ini"


"Cakra sudah tidak mengelola Club Malam lagi dan sekarang yang menjadi manajer di pegang kembali oleh pak Alex, tetapi saya sering lihat anak buahnya saja yang aktif keluar masuk ke club malam, seperti nyamereka sedang kejar target menjual narkoba, karena kabarnya Pak Bagas memberikan waktu 1 bulan kepada Cakra untuk mengembalikan uang yang dia gelap kan" ucap Hadi


Dia menceritakan tentang anak buah Cakra yang meraja Lela menjual narkoba di Club malam hotel Arssad ini.


"Biarkan lah dulu sampai uang yang dia gelapkan sudah di kembalikan ke hotel ini, kalau sudah selesai urusannya dengan hotel baru kita lapor mereka ke polisi" ucap jagat.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna