
Bab 181 Ternyata sudah di Rencanakan
Setelah pedang itu berubah di tangan nyai Kinasih, dia pun menyerahkan pedang itu kepada jagat, dan jagat pun langsung menggigit jarinya untuk membuat kontrak darah dengan pedang naga langit.
Jagat pun mengoleskan darah yang ada di jarinya ke pedagang tersebut, dan seketika jagat membayangkan film silat cina yang nama dari pemeran utamanya Tio Buki.
Wuss....
Karena jagat membayangkan pedang yang ada di film itu, pedang pun meresonansi dengan pikiran jagat, dan seketika pedang itu berubah menjadi Golok pembunuh naga, seperti yang ada di serial Film yang jagat bayangkan.
Jagat pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya "untuk aku tidak membayangkan pedang yang mirip seperti...."
Jagat tidak melanjutkan bicaranya karena membayangkan hal yang tidak tidak setelah itu.
Setelah jagat membayangkan pedang pembunuh naga, kemudian jagat membayangkan tongkat sihir miliknya yang bernama si doris yang sering berdiri di pagi hari.
Beruntung pedang itu berubah menjadi Golok pembunuh naga seperti di serial Film dan tidak berubah menjadi tongkat sakti, kalau tidak, jagat akan sangat malu dan akan di anggap menjadi orang yang mesum.
"Bagus, sekarang pedang naga langit sudah berubah sesuai dengan apa yang kamu pikirkan dan tidak akan bisa berubah lagi, kecuali ada tuan lain yang menjalani kontrak dara dengan pedang tersebut, pedang itu memiliki kekuatan menyerap serangan lawan dan mengembalikan kembali 10 kali lipat" nyai Kinasih pun menjelaskan.
Dan penjelasan itu adalah hal yang terakhir sebelum mengatakan kata kata perpisahan "Semua sudah aku katakan, aku titipkan keluarga Tandjaya dan cucu buyut ku kepada mu, kalau kamu menyakiti hatinya, aku tidak akan ragu untuk membuat mu menderita"
Nyai Kinasih sedikit mengancam jagat supaya memperlakukan Elis dan wanita jagat yang lain secara adil.
Jagat pun mengangguk "Aku akan ingat nasihat anda leluhur, dan akan menjaga Elis serta keluarga Tandjaya dengan baik"
Kemudian nyai Kinasih berubah menjadi partikel cahaya dan setelah itu hilang seketika.
Lingkungan yang ada pun berubah kembali menjadi semula, kabut putih berubah menjadi batu dan dinding goa.
"Tugas kita selesai ayo kita pulang" ajak Elis.
Tetapi di sana jagat mencegahnya "Tunggu, ingat ucapan leluhur, lumut di sini memiliki khasiat untuk menetralisir racun, aku akan mengambilnya terlebih dahulu"
Mereka pun mengangguk setuju dan berpencar untuk mengumpulkan lumut yang ada di dinding.
Setelah itu mereka pun berkumpul kembali dan memberikan semua lumut itu kepada jagat, kemudian jagat memasukan semua lumut yang mereka kumpulkan kedalam cincin Wulung Ireng.
Elis membacakan mantra dan membuat tongkat ular berubah menjadi si Mayang kembali mereka menunggangi si Mayang untuk keluar dari dalam goa ini.
**
Di atas danau cidanao Tandi Tandjaya dan Neneng yang sedang berduaan, terombang ambing di dalam perahu.
Ketika jagat bertarung dengan si Mayang dan membentur dinding goa, air danau cidanao menjadi bergejolak sehingga Tandi Tandjaya dan Neneng saling berpelukan erat karena mereka takut terhempas dalam perahu.
Gelombang air seperti ombak di lautan yang terhempas angin kencang, sehingga mereka saling berpegangan erat.
Dan setelah beberapa waktu berlalu, air cidanao menjadi tenang, tetapi mereka masih berpeluang erat.
Ada hasrat yang menggelora di dalam hati Tandi Tandjaya, meskipun asalnya tidak memiliki rasa cinta kepada Neneng, tetapi karena gunung kembar Neneng menempel di dada bidang Tandi Tandjaya, membuat si Otong menegang dari balik celana.
Hembusan napas yang keluar dari hidung Tandi Tandjaya menyapu bulu lembut yang ada di leher Neneng yang membuat wajah Neneng memerah.
Jantung Neneng pun berdebar kencang, dia dag dig dug ser.... lehernya terasa geli geli gimana gitu....
Tandi Tandjaya dan Neneng pun saling menetapkan malu, di sana Neneng memejamkan matanya dan mengangkat sedikit bibirnya.
Kemudian mereka akan melangkah ke posisi di mana mereka sudah siap untuk bercocok tanam, tanpa di sadari ada satu perahu yang menghampiri mereka.
"Nah Lo.... kalian berdua mau melakukan perzinahan di atas perahu ini ya" ucap salah seorang yang berada di perahu lain.
Karena sudah tertangkap basah Tandi Tandjaya pun tidak bisa mengelak dan membela diri.
Salah seorang dari mereka pun ada yang mengenali Tandi Tandjaya dan Neneng. "oh ternyata kamu Tandi dari keluarga Tandjaya dan Neneng anaknya pak Retno dari kampung cisarati"
Perahu yang menghampiri tandi Tandjaya itu adalah orang dari kampung lain yang masih di wilayah desa cidanao yang berprofesi sebagai penangkap ikan di danau cidanao ini.
Kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tali dan menarik perahu yang di tumpangi Tandi Tandjaya dan Neneng.
"Ayo kalian ikut dengan kami untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kalian karena akan melakukan perzinahan" ucap salah dari mereka.
Di desa cidanao memiliki hukum ada yaitu, apabila ada orang yang ketahuan berzina maka orang itu harus segera di nikahkan.
Itu juga kalau mereka sama sama lajang dan belum menikah, tetapi kalau salah satu dari mereka sudah menikah atau keduanya sudah memiliki pasangan maka mereka akan di arak keliling desa dan di permalukan sebelum di berikan hukuman cambuk dan di usir dari desa cidanao.
Karena Tandi Tandjaya dan Neneng masih lajang maka hukumnya hanya di nikahkan saja tanpa harus di permalukan terlebih dahulu dan di usir dari kampung.
Biasa trik ini di lakukan oleh pasangan yang lama berpacaran dan tidak di restui keluarga mereka, sehingga mereka akan pura pura melakukan perzinahan kemudian di gerbek dan di nikahkan.
Di dalam tragedi ini Tandi Tandjaya sangat murung dan dia menyesali perbuatannya karena tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya.
Dia malah memeluk Neneng untuk melindungi dirinya supaya tidak terjatuh kedalam air dan supaya perahu tidak terbalik karena goncangan ombak.
Tandi Tandjaya juga menyesal karena terlah berciuman dengan Neneng yang di mana dia menjadi tidak menyadari bahwa ada perahu lain yang menghampiri dirinya.
Di dalam perahu lain terdapat 4 orang pria dewasa dan mereka bisa bersaksi dan memberatkan Tandi Tandjaya.
Di sisi lain ada yang senang dalam situasi ini, dia pun bergumam "Aku berhasil meraih keinginan ku, supaya bisa di nikahi mas Tandi. Aku tidak perduli dengan rasa malu ini yang penting mas Tandi bisa menjadi milik ku"
Ternyata orang yang senang dalam situasi ini adalah Neneng karena dia memegang sangat mencintai Tandi Tandjaya, dan dengan cara apa pun Neneng rela melakukan segala cara untuk mendapatkan Tandi Tandjaya.
Neneng sedikit menyeringai dan merasa senang, kemudian dia bergumam "Untung mang Odang tepat waktu, sehingga aku kepergok sedang berpelukan dan itu bisa menjadi bukti yang memberatkan mas Tandi supaya menikahi ku, dan betapa beruntungnya aku karena wanita kota itu memilih terjun ka air dan ikut dengan Elis"
Situasi ini ternyata sudah di rencanakan oleh Neneng, dan keempat orang yang ada di perahu lainnya adalah suruhan Neneng dan salah satunya bernama mang Odang.
Dia orang yang mengenal Neneng dan juga Tandi Tandjaya sebagai keluarga Tandjaya di kampung cisarati.
Mang Odang yang ada di perahu lain menggosok tangannya dan tersenyum sendiri "hehehe....aku bisa mendapatkan uang yang lumayan kalau begini, itu sudah di janjikan oleh si Neneng, masing masing dari teman ku akan mendapatkan 1 juta rupiah dan aku paling besar, yaitu 5 juta rupiah. Ini tugas yang paling mudah dan tidak memerlukan tenaga banyak"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna