
Bab 219 Judi Batu
Mereka pun sampai di pasar tersebut, jagat pun memarkirkan mobilnya, setelah itu mereka pun keluar dari dalam mobil dan berkeliling di pasar tersebut.
Jagat membeli banyak perlengkapan untuk ritual, kertas kuning dan spidol warna merah serta jagat juga membeli 3 ekor ayam camani.
Ayam yang di kenal serba hitam, bahkan darahnya juga berwarna hitam, ayam ini sering di gunakan oleh para spiritualis untuk ritual.
Setelah berbelanja mereka pun masuk ke blok batu akik, banyak kios dan pedagang kaki lima menjajakan dagangan.
Bahkan ada juga penjualan batu mentah dan jasa pemotongan serta jasa pembuatan batu akik.
Terlihat banyak orang lalu lalang kesana-kemari dan banyak juga yang sedang bergerombol karena melihat barang yang bagus.
Tetapi di sana terlihat ada seseorang yang sedang jongkok dan memilah Milah batu mentah di salah satu kios kaki lima yang menjual dagangannya dengan cara emperan.
Orang itu sekitar berumur 30 tahunan bertubuh gemuk dan punggungnya sedikit bungkuk.
Kalau orang spritual bilang, orang itu bungkuk meongen, karena hanya bungkuk di belakang lehernya saja, sepertinya dia sering tidak dengan bantal yang tinggi, sehingga memiliki kelainan di tulang punggung atasnya.
Orang itu memegang 3 batu di tangannya, dia tidak menawar dan hanya memilah dan memegang ketiga batu itu.
Kemudian karena kesal si penjual batu mentah itu bertanya dengan sedikit membentak "Hai pak, apa kamu mau membeli ketiga batu itu, cepatlah, kalau tidak simpan batu itu kembali dan pergilah"
Penjual batu mentah itu tidak segan mengusir orang itu, karena sudah sangat lama dia jongkok di lapak penjual batu mentah itu dan hanya memilih serta memegang batu mentah yang dia pilih.
Lelaki itu pun tersenyum dan menjawab dengan santai "Tenang, mang jangan marah dulu, tunggu sebentar lagi, bukan aku yang akan membelinya, tetapi sebentar lagi dia muncul"
"Cih, bilang saja kamu tidak memiliki uang untuk membayarnya, sudahlah letakan batu ku itu dan pergi dari sini" usir penjual batu mentah.
Lelaki itu kembali tersenyum dan kemudian dia berdiri tanpa memperdulikan perkataan si penjual batu mentah.
Lelaki itu berbalik dengan memegang batu mentah yang dia bawa "Hai bos kamu beruntung sekali bertemu dengan ku, kamu akan beruntung lagi apabila membeli 3 batu mentah ini"
Lelaki itu berbalik dan menyapa jagat, seperti orang yang sudah kenal, lelaki itu memanggil bos kepada jagat dan menyuruh membeli batu yang sedang dia pegang.
Kemudian lelaki itu melangkah ke arah sofy dan berkata "Anda cantik, berwibawa dan pemberani, batu ini melambangkan sifat anda, didalamnya terdapat batu red Baron yang berjodoh dengan anda"
Lelaki itu meraih tangan kanan sofy dan memberikan satu batu mentah kepadanya.
Kemudian lelaki itu melangkah ke depan Elis, kemudian dia berkata "Melihat ada membuat suami anda menjadi sejuk dan nyaman, sifat air membuat sejuk disekitarnya, batu ini berjodoh dengan mu nyonya bos, di dalamnya terdapat batu giok kaisar yang berwarna hijau dan cocok dengan anda"
Lelaki itu meraih tangan Elis dan memberikan satu batu mentah, setelah itu lelaki itu kembali kedepan jagat.
Kemudian dia meraih tangan jagat dan memberikan satu batu mentah "batu di dalamnya mungkin tidak berharga karena berwarna putih, tetapi ada urat di dalamnya membentuk huruf arab yang bertuliskan sang pencipta, itu bisa menjadi jimat marabahaya bagi keluarga mu jika di pajang di rumah atau di dalam kendaraan"
Elis dan Sofy termasuk jagat hanya diam saja melihat lelaki itu berbicara dan mengoceh mengenai batu tersebut.
Kemudian lelaki itu membungkuk dan mengambil 2 batu mentah lagi dan memberikannya kepada jagat "Aku merekomendasikan 2 batu mentah lagi untuk kamu beli, ini masih bisa mendapatkan untung kalau di buat buat akik"
Kemudian di persimpangan blok batu, ada seorang wanita yang melambangkan tangannya dan memanggil lelaki itu.
"Yah, sudah belum, ayo kita pulang" teriak wanita itu.
Lelaki itu mengangguk sambil melambaikan tangannnya "Tunggu sebentar"
Kemudian lelaki itu berbalik ke arah jagat "Istri ku sudah menunggu ku, aku permisi, ingat beli semua batu itu kalau bos ingin Beruntung"
Lelaki itu pun pergi dengan tergesa gesa dan berlari kecil, setelah itu lelaki itu pun hilang di kerumunan orang.
Jagat, Elis dan Sofy yang masih berdiri mematung tersadar oleh ucapan penjual batu mentah "Hai tuan dan nyonya, Jagan di anggap, orang itu sudah gila, dari tadi dia jongkok di lapak ku, dan mana mungkin di tangan kalian ada batu red Baron dan giok kaisar, kalau memang ada mungkin aku sudah menjadi orang kaya"
Kemudian jagat pun menggunakan mata emas yang dia miliki untuk melihat kedalam batu mentah tersebut.
Dan benar saja apa yang di katakan oleh lelaki itu, batu mentah itu di dalamnya berwarna putih, tetapi ada garis seperti urat yang bertuliskan asma....
Ikan atau hewan saja yang sisik dan bulunya membentuk tulisan ini maka akan mahal harganya dan banyak di cari oleh kolektor.
Kemudian sofy bertanya "Ay, apakah ini termasuk judi batu yang sering aku baca di novel online ?"
Jagat pun mengangguk "Ya ini salah satu dari judi batu"
Kemudian Elis bertanya "bukanya biasa judi batu itu di adakan di pelelangan, tapi kok di pasar ini ada juga yang seperti ini ?"
"Ini hanyalah sekali kecil saja, dan orang yang beruntung akan mendapatkan batu yang bagus, tetapi orang yang sial bisa mendapatkan kemalangan dengan kehilangan banyak uang" ucap jagat.
Kemudian jagat berbicara kembali dengan cara berbisik "Coba aktifkan mata batin kalian dan lihatlah dengan menggunakan mata emas"
Mereka berdua pun menuruti perkataan dari jagat dengan mengaktifkan mata batin yang mereka miliki lalu menggunakan mata emas untuk melihat kedalam batu yang mereka pegang
Mereka pun terkejut dengan apa yang dia lihat dan lelaki tadi memang benar yang di pegang oleh sofy didalamnya berwarna merah dan batu yang di pegang Elis berwarna hijau.
"Ay benar, didalamnya aku lihat berwarna merah, dan sepertinya bisa bercahaya" bisik sofy.
"Batu yang aku pegang pun berwarna hijau mulus dan tanpa cela, sangat bagu kelihatannya" bisa Elis.
"Hai, bagai mana, apakah kalian akan membeli batu ini atau tidak, kalau tidak akan membelinya, silahkan letakan kembali di bawah" ucap pedagang batu.
Jagat pun berbalik dan berjongkok "Berapa total harga kelima batu ini, aku akan membelinya"
Mendengar perkataan dari jagat yang akan membeli 5 buah batu mentah, pedagang itu menyeringai.
Karena dari tadi setelah membuka lapak, dagangan batu mentah dirinya belum mendapatkan pembeli satu pun.
"Oh baiklah kalau begitu, harga satu batu itu hanya 250 ribu rupiah, tetapi tuan mengambil 5 buah biar aku diskon, aku kasih harga 1 juta untuk semuanya" ucap pedagang batu.
"Baiklah akan aku bayar, mau cash atau mau aku transfer pembayarannya ?" Tanya jagat.
"Biar tidak repot aku minta di transfer saja, dan ini barcode pembayarannya" penjualan batu itu memperlihatkan barcode pembayaran di handphone milik nya.
Jagat pun menyerahkan batu yang ada di tangannya kepada Elis, kemudian dia merogoh saku celananya untuk mengambil handphone.
Jagat pun mengutak Atik handphone dan kemudian jagat menscan barcode tersebut sampai ada suara tit...
Dan keterangan di handphone milik jagat memberitahukan bahwa transfer sudah di lakukan.
Handphone milik penjual batu itu pun mendapatkan notifikasi bahwa pembayaran sudah berhasil.
"Terima kasih banyak tuan, apa batu itu mau aku bungkus atau tidak ?" Tanya pedangan batu.
Jagat melambaikan tangannnya "tidak usah, aku akan membawanya seperti ini saja"
Biasanya si penjual batu mentah suka sedikit curang, dia akan menggantikan batu mentah yang orang lain beli dengan batu mentah yang tidak ada apa apanya di dalamnya.
Biasanya batu itu sudah di belah dan dirapatkan kembali dengan lem khusus sehingga tidak terlihat bahwa batu itu sudah di potong.
Sehingga jagat pun menolak tawaran si pedagang batu itu membungkus batu tersebut.
***
* Bersambung