Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 49 Ajian Amatan


Bab 49 Ajian Amatan


Setelah beres jagat dan Arman kembali keruangan tetapi di jalan jagat berbicara "pak Arman, kalau nanti mereka tanya, pak Arman jawab saja kalau pak Arman yang menyelesaikan pekerjaan ini, karena tadi aku hanya di suruh untuk menangani luka pasien saja"


"Tenang saja percaya kepada ku" Arman menepuk dadanya. Menandakan bahwa dia akan menyombongkan dirinya sendiri kepada semua orang karena telah berhasil menyelesaikan tugas.


"Kalau bisa jangan panggil aku dengan sebutan pak Arman, kayaknya aku sudah tua, panggil saja aku Arman seperti yang lain" pinta Arman kepada jagat.


Jagat pun mengangkat jari jempolnya "Asiap....dan panggil aku jagat jangan ada embel embel Dokter, karena aku belum sah menjadi dokter dan ini juga sedang kuliah untuk mendapatkan sertifikat ijin praktek"


Arman dan jagat pun sepakat, mereka pun menjadi akrab satu dengan yang lainnya.


Setelah sekitar jam 5 sore para dokter dan perawat pun pulang dan hanya tinggal Arman saja karena dia harus jaga malam jadi dia tidak pulang dan kebetulan di ruangan ini ada kamar untuk istirahat.


Dan di sana jagat belum pulang menunggu semua pulang terlebih dahulu sehingga di ruangan itu hanya tersisa jagat dan Arman saja.


Jagat pun mengeluarkan kartu arwah dan meletakan di atas meja, setelah itu jagat juga mengambil topel kecil bekas obat suntik yang sudah di cuci bersih sehingga siap pakai.


"Aku akan memindahkan siluman harimau yang ada di kartu Arwah ini ke toples kecil, tetapi siluman harimau ini belum di taklukan, aku khawatir kamu tidak bisa menaklukannya kalau siluman harimau ini lepas" ucap jagat.


Arman pun menjadi bingung karena dia hanya bisa menaklukkan orang yang kesurupan dengan menggunakan arwah lain yang lebih kuat tetapi itu juga dia harus menggunakan tubuhnya untuk dirasuki.


"Bagai mana ya, aku jadi bingung, di sisi lain aku ingin siluman harimau ini, tetapi di sisi lain aku tidak bisa menaklukkannya kalau tidak merasuki tubuh orang, jujur saja aku tidak bisa melihat makhluk Astral dengan mata ini, tetapi aku hanya bisa merasakannya" Arman menjadi curhat kepada jagat tentang kemampuan yang dia miliki.


Jagat malah tertawa "Hahaha....gitu aja kok repot, hanya dengan membuka mata batin saja, kamu sudah bisa melihat makhluk Astral"


"Apa segampang itu, justru aku sangat sulit membuka mata batin harus dengan konsentrasi penuh, dan itu juga hanya bisa merasakan keberadaan saja tidak melihat secara fisik" keluh Arman.


Jagat pun memanggil Arman untuk duduk menghadap dia "sini dekat kan kursi mu dekat ku dan buka matamu secara lebar jangan berkedip"


Arman mengikuti arahan dari jagat kemudian jagat merentangkan kedua tangannya, jari telunjuk menekan bagian di atas telinga dan jari jempolnya mengusap alis Arman.


"Buka mata lebar" perintah jagat, dan Arman pun belotot, seperti bola matanya akan keluar, kemudian jagat meniup bola matanya satu persatu.


"Aduh perih" lirih Arman yang seperti kelilipan karena di tiup jagat.


Arman menggosok gosokkan tangannya ke mata karena seperti sangat perih sampai dia keluar air mata seperti menangis.


Bukan hanya keluar air mata, Lendir di hidungnya pun keluar saking perih


"Apa yang kamu lakukan kepada ku jagat" ucap Arman sambil menggosok matanya.


Jagat tertawa terbahak-bahak "hahaha hanya gitu saja kamu tidak tahan, tunggu setelah mata kamu pulih apa yang terjadi "


"Tapi ini sakit tahu" ucap Arman.


Jagat tidak memperdulikan Arman dia kemudian memasang Barier Pelindung dengan menggunakan kekuatannya, barier ini supaya makhluk astral tidak bisa masuk ke dalam atau pun yang sudah di dalam tidak bisa keluar.


Barier ini di gunakan supaya makhluk astral yang akan di lepaskan jagat tidak kabur dan sebagai kurungan bagi makhluk astral yang akan di taklukan.


Kemudian jagat memindahkan siluman harimau itu kedalam toples kecil dan di tutup, sehingga kartu Arwah kembali kosong dan di simpan kembali kedalam dompet.


Setelah selesai, ternyata mata Arman pun sudah sembuh dan tidak perih lagi tetapi matanya menjadi sangat merah.


Jagat tersenyum melihat mata merah Arman "mata mu bagus"


"Bagus apanya, perih begini pasti merah" ucap Arman kesal


Jagat pun menyerahkan toples kecil yang sudah berisi siluman harimau itu "ini aku sudah pindahkan dan sekarang kamu bisa menaklukannya"


Arman pun mengambilnya dengan bingung "bagai mana cara menaklukkan siluman harimau ini"


"Baiklah akan aku coba" Arman memiliki kepercayaan tinggi untuk bisa menaklukkan siluman harimau level bintang 4 ini.


Arman dan Jagat menggeser semua meja dan melipat kursi untuk membuat ruangan di sini lebih luas dan leluasa untuk berkelahi mengalahkan siluman harimau yang ada didalam toples.


"Buka lah toples itu dan siluman harimau pun akan keluar" ucap jagat, dia hanya duduk di belakang melihat Arman yang berdiri sambil memegangi toples kecil.


Arman pun mulai membuka tutup karet dari toples itu, dan berlahan asap putih keluar dari dalam toples lambat laun asap berubah menjadi sosok manusia setinggi 170 centimeter dengan kepala menyerupai harimau dan tangan cakar yang lumayan besar.


Arman mundur 2 langkah ke belakang, karena kaget melihat makhluk tinggi besar di depannya, tetapi dia memberanikan diri.


"Hai siluman harimau tunduk dan patuh lah kepada ku dan keadilan anak buah ku" bentak Arman


"AUM...."


Siluman harimau itu mengaum dan memancarkan aura dominasi yang membuat tubuh merinding.


Arman mundur beberapa langkah, jagat yang melihat itu hanya tersenyum "Apa kamu takut" tanya jagat.


"Ta ...taku, tentu ti...tidak" jawab Arman sambil terbata bata.


Dia pun memposisikan dirinya untuk berkelahi melawan siluman harimau itu.


"Hai siluman harimau, kalau kamu tidak mau tunduk dan patuh kepada ku, maka aku sendiri yang akan menaklukan mu sendiri" ancam Arman.


Tetapi tiba-tiba tangan cakar melesat menghampiri Arman, tanpa di duga siluman harimau itu menyerang Dangan tangan cakarnya, yang membuat Arman tersentak kaget.


Brak....


Arman terkena serangan dan terhuyung kebelakang sampai menubruk meja "Kurang ajar kamu, kalau mau menyerang bilang dulu dong, aku belum siap tau" ucap Arman yang kaget.


Jagat yang menonton malah tertawa "hahaha....masa ada yang mau Menyerang harus bilang dulu, kamu bisa melawannya atau tidak"


Arman pun bangkit kembali dan bersiap "Aku bisa menghadapinya sendiri" dia pun percaya diri tetapi tidak di pungkiri akibat serangan dadakan kaki Arman gemetaran.


"Mau aku bantu" ucap jagat


Arman menggelengkan kepalanya "Tidak usah, aku akan berusaha sendiri "


Arman langsung menerjang Siluman harimau itu dan perkelahian pun terjadi, dan ternyata Arman juga memiliki bela diri sehingga dia bisa mengimbangi perlawanan dari siluman harimau tersebut.


Arman sedikit kewalahan menghadapi siluman harimau itu, napasnya sudah terengah Engan kemudian dia mundur beberapa langkah dan menempelkan kedua tangannya seperti menyembah dengan mulut komat Kamit membacakan mantra.


Kemudian dia memanggil "Eyang Anom datanglah dan masuklah ketubuh ku, eyang Anom datanglah dan masuklah ke tubuh ku"


Arman menggunakan ajian amatan untuk memanggil Leluhur supaya masuk kedalam tubuhnya dan menambah kekuatan dia.


"Percuma kamu menggunakan ajian Amatan, leluhur mu tidak akan datang karena ruangan ini sudah aku bentengi dengan ajian pelindung. Sehingga makhluk astral dari luar tidak bisa masuk, dan yang berada di dalam juga tidak bisa keluar" ucap jagat.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna