Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 182 Resmi di Nikahkan


Bab 182 Resmi di Nikahkan


Di tempat yang lain jagat, Elis dan Sofy sudah sampai di kampung cisarati dan segera menemui kepala keluarga Tandjaya dan para tetua lainnya.


Elis dan jagat menjelaskan semua yang terjadi di goa itu, orang orang yang mendengar cerita dari Elis tercengang dan tidak percaya.


Kemudian jagat menyerahkan kembali cincin pemberian dari kepala keluarga Tandjaya dan memberikan juga 2 buah batu wulung Ireng yang berukuran kecil.


Serta secara rahasia jagat memberitahukan kepada mertuanya sendiri yaitu nyai Danastri cara penggunaan dari cincin batu wulung Ireng tersebut.


Jagat juga menjelaskan bahwa di dalam ruangan penyimpanan cincin Wulung Ireng, banyak terdapat buku beladiri kuno dan banyak juga senjata yang bisa di pakai oleh seluruh anggota keluarga Tandjaya.


Jagat pun mengatakan juga bahwa di dalam cincin itu ada baju kulit ular si Mayang, yang berfungsi sebagai armor pelindung bagi pemakainya yang akan menjadi kebal terhadap senjata apa pun.


Kemudian Elis memberikan tongkat ular kepada ibunya dan memberitahukan bahwa tongkat ular itu bisa berubah menjadi ular besar yang bisa melindungi keluarga Tandjaya di saat genting.


Elis memberitahukan mantra untuk merubah tongkat itu menjadi ular dan merubah kembali dari ular menjadi tongkat.


Berkat kepulangan Elis dan menikahnya Elis dengan jagat, menjadi berkah untuk keluarga Tandjaya.


Karena mereka bisa mengetahui cara penggunaan dari cincin batu wulung Ireng dan mendapatkan tongkat sakti sebagai pelindung mereka.


Bukan hanya itu, para anggota keluarga Tandjaya bisa berkembang dengan pesat melalui beladiri karena di dalam cincin itu terdapat banyak kitab beladiri.


Setelah menyelesaikan tugas Elis dan jagat pamit pulang, karena rencana malam ini jagat ada janji bertemu dengan pembeli daster kuntilanak milik ayu Andara.


Bukan hanya itu jagat juga berjanji akan mentraktir makan sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu, dan tidak sengaja bertemu di jalan menuju ke kota G.


Selain itu jagat juga berjanji akan mengobati Adi Sucipto yang dia selamatkan waktu serangan jantung di hotel Arssad.


Banyak kegiatan yang akan di lakukan oleh jagat sehingga harus segera kembali ke hotel Arssad cabang kota G.


Mereka pun mengijinkan jagat, Elis dan Sofy kembali ke kota, dan jagat pun berjanji sekitar seminggu paling lambat 2 Minggu dari sekarang akan ada anak buahnya yang menyurpai tempat ini untuk mulai pembangunan.


Jagat pun memberikan kartu bank yang berisi 5 miliar untuk modal awal pembangunan di kampung cisarati.


Setelah itu jagat Elis dan Sofy pulang dengan di antarakan perahu bermotor supaya cepat sampai di desa cidanao.


Setelah keberangkatan jagat Elis dan Sofy, Tandi Tandjaya dan Neneng di giring 4 orang pria dewasa.


Karena keluarga Tandjaya masih berkumpul di aula maka dengan berani mang Odang masuk dengan mendorong Tandi Tandjaya dan Neneng masuk kedalam aula keluarga Tandjaya.


"Ada apa ini, kenapa kalian berdua di dorong seperti maling yang ketahuan mencuri ?" Tanya nyai Danastri.


Tandi Tandjaya menundukkan kepalanya dan berbicara tidak jelas "A....anu....anu...."


Kemudian nyai Danastri membentak Tandi Tandjaya "ada apa dengan anu mu, Tandi ?"


Tandi Tandjaya tidak bisa berkata apa-apa lagi, tetapi disana mang Odang memberanikan diri berbicara. "Maaf nyai, mereka berdua kami pergok sedang bermesraan di atas perahu, kami melihat mereka sedang berciuman dan hampir melakukan perzinahan di atas perahu"


Semua orang terkejut mendengar perkataan dari mang Odang, kemudian nyai Danastri memastikan "Apa itu benar Tandi?"


Tandi Tandjaya tidak menganguk atau menggelengkan kepalanya, dia tetap diam saja, kemudian nyai Danastri bertanya kepada Neneng "Apa itu benar Neneng ?"


Neneng pun tidak menjawabnya, tetapi kepalanya mengangguk Yang menandakan kejadian itu benar adanya.


Nyai Danastri pun marah dan menggebrak meja yang ada di depannya.


Brak....


Tandi Tandjaya pun menjawab dan memberikan alasan "Tapi uwa itu hanya kecelakaan, kami berdua terombang ambing saat menunggu kak Elis dan yang lainnya di atas perahu kami tidak sengaja berpelukan karena hampir terjatuh dan kebetulan kepala kami bertubrukan sehingga bibir kami berdua bertemu"


Nyai Danastri kembali menggebrak meja.


Brak....


"Jangan bohong dan mencari alasan, apanya yang menunggu kakak mu, Elis dan suaminya sudah sedari tadi sampai dan sekarang mereka sudah pulang ke kota di antarkan paman mu"


Tandi Tandjaya terkejut "Apa kakak sudah kembali dari tadi !"


"Kalau tidak percaya tanyakan kepada orang orang yang ada di sini" jawab nyai Danastri.


Tandi Tandjaya pun melirik semua orang dan semua orang menganguk, yang berarti tadi Elis, sofy dan jagat sudah pulang dan sekarang mereka bertiga kembali ke kota.


"Kalau memang kamu menyukai Neneng, kenapa tidak memberitahukan kepada ayah ibu mu, atau aku sebagai kepala keluarga, pasti aku akan melamarkan Neneng untuk mu, bukan berbuat zinah dan memalukan keluarga" ucap nyai Danastri.


"Tapi itu....." Tandi Tandjaya tidak melanjutkan bicaranya karena keburu di sela oleh nyai Danastri.


"Diam kamu, tidak usah mencari alasan" bentak nyai Danastri.


Kemudian nyai Danastri memerintahkan "Nyai Dayuni, undang penghulu datang ke mari, Kang darmani pergi kerumahnya pak Retno, lamarkan Neneng untuk Tandi dan ceritakan apa yang terjadi di sini, supaya keluarga pak Retno bersiap untuk menikahkan anaknya dengan Tandi"


Nyai Danastri memerintahkan adiknya yaitu ibu dari Tandi untuk pergi mengundang penghulu dan ayahnya Tandi pergi untuk melamar Neneng kepada orang tuanya.


Beberapa waktu pun berlalu, penghulu dan keluarga pak Retno pun datang ke keluarga Tandjaya dan pada akhirnya Tandi Tandjaya dan Neneng pun resmi di nikahkan.


Keluarga Tandjaya pun kembali merayakan pesta pernikahan dengan mengundang semua penduduk kampung cisarati.


Dan ini hal yang langka dan sangat membahagiakan, karena kemarin lusa anak dari kepala keluarga Tandjaya melangsungkan acara pernikahan.


Dan sehari kemudian Tandi Tandjaya di nikahkan dengan Neneng anaknya pak Retno salah satu orang terpandang di kampung cisarati.


Pak Retno sebenarnya orang dari luar kampung cisarati, tetapi waktu masih muda dia menikah dengan seorang wanita yang berasal dari kampung cisarati dan menetap di kampung tersebut.


Pak Retno memulai usaha tambak ikan menggunakan jaring, dan dengan keberhasilannya membuat pak Retno terkenal dan terpandang di kampung cisarati.


Pernikahan ini juga menjadi syukuran keluarga Tandjaya karena mendapat banyak buku beladiri kuno untuk di pelajari dan cara menggunakan batu wulung Ireng.


Nyai Danastri tidak menanyakan tentang batu wulung Ireng yang berbentuk telur, karena batu wulung Ireng itu sudah di percaya kepada jagat oleh nyai Kinasih dan sudah bersatu dengan pedang naga langit.


Bukan hanya itu Elis pernah menjelaskan bahwa batu wulung Ireng yang berbentuk telur itu untuk menampung kekuatan dan telah disatukan oleh nyai Kinasih sebagai leluhur mereka dengan pedang milik jagat.


Sehingga nyai Danastri tidak menanyakan lagi tentang batu wulung Ireng yang berbentuk telur.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna