
Bab 177 Si Mayang Bersarang di Goa Naga Ini
Tandi Tandjaya terus mengajak ngobrol sofy meskipun sofy bersifat acuh tak acuh kepada Tandi Tandjaya, tetap saja Tandi Tandjaya berusaha menarik perhatian dari sofy.
Sebenarnya Tandi Tandjaya memiliki rasa kepada sofy sejak pandangan pertama, dan ketika mereka berjalan dari desa cidanao ke kampung cisarati, Tandi Tandjaya selalu curi curi pandang.
Dan sesekali dia mendekati sofy untuk mengajak dia ngobrol, tetapi sofy selalu acuh dan malah mendekati Elis sehingga Tandi Tandjaya di biarkan sendiri.
Sedangkan jagat sendiri asik mencari tanaman herbal yang banyak di sepanjang perjalanan.
Sekarang Tandi Tandjaya berusaha PDKT kepada sofy, siapa tahu sofy mau dan tertarik kepadanya.
Setelah itu Tandi Tandjaya pun memberanikan diri mengungkapkan perasaannya. "Sofy dari semenjak aku bertemu dengan mu, aku memiliki rasa kepada mu, mau kan kamu...."
Ucapan Tandi Tandjaya tidak dilanjutkan karena sofy langsung menyela ucapannya "Maaf aku tidak ada rasa apa pun kepada laki-laki, dan maaf itu mereka sudah keluar dari rumah, kita harus bersiap"
Deg ....Tandi Tandjaya di tolak secara langsung dengan alasan sofy tidak suka dengan laki laki. Alasan sofy menurut Tandi Tandjaya tidak logis, karena sudah kodratnya laki laki itu berpasangan dengan wanita.
Tandi Tandjaya pun berjalan terlebih dahulu dengan hati yang tidak rela karena sudah di tolak sebelum ucapannya berakhir.
Rasa kecewa pun menyelimuti hati Tandi Tandjaya dia pun berbicara di dalam hatinya "Apakah aku harus melakukan cara adat, aku bisa menantang dia bertarung kalau aku menang maka mau tidak mau dia harus menikah dengan ku"
Tandi Tandjaya pun berpikir kembali "Tapi dia bukan penduduk asli kampung cisarati, kalau aku menantang dia terang terangan bukan kah itu hanya menindas, dan kalau aku kalah mungkin itu akan memalukan karena aku calon kepala keluarga Tandjaya selanjutnya"
Dia terus berpikir bagaimana cara supaya sofy tertarik kepadanya, sampai dia pun mengacak ngacak rambutnya sendiri saking pusingnya memikirkan sofy.
Elis dan jagat keluar dari rumah besar dengan membawa selendang bidadari yang di masukan kedalam kotak khusus.
Sofy pun bertanya "Apakah aku boleh ikut dengan kalian berdua ?"
Elis tersenyum dan merangkul sofy "tentu saja, kamu kan bagian dari kami, ayo kita pergi"
Sebelum mereka pergi ada seseorang yang memanggil, dia adalah wanita muda di kampung cisarati ini.
"Tunggu sebentar" panggil wanita itu.
Elis yang mengenalinya pun menjawab "Iya ada apa Neneng !"
"Aku ingin berbicara dengan nona ini" orang yang di panggil Neneng itu menunjuk ke arah sofy.
Kemudian sofy pun menjawab "Ada apa ya neng"
"Ayo ikut aku sebentar aku ingin berbicara empat mata" ucap Neneng.
Kemudian sofy pun berbicara kepada Elis dan jagat "kalian pergi terlebih dahulu, nanti aku menyusul"
Setelah Elis dan jagat menjauh barulah Neneng pun berbicara "Aku mendengarkan percakapan mu dengan Tandi, sebenarnya aku menyukai Tandi sudah lama, tetapi Tandi malah menyukai mu, dan bahkan tadi dia sempat menyatakan perasaannya kepada mu"
"Maaf aku tidak selevel dengan pereman terminal seperti dia, aku seorang dokter tidak mungkin menyukai seseorang pereman seperti dia, aku juga sudah memiliki kekasih yang seprofesi seperti ku ini di kota" jawab Sofy.
Sofy tidak mengungkapkan bahwa jagat lah kekasihnya, karena dia sudah menjadi suami sah dari Elis, sofy merahasiakan bahwa dirinya berbagi cinta bersama Elis selama ini dan menyukai laki-laki yang sama dengan Elis.
"Bagus lah kalau begitu, maaf aku bertanya terus terang kepada mu" ucap Neneng.
"Tidak apa-apa, kalau kamu menyukai Tandi kejarlah dia sampai dapat. Kalau begitu ikutlah bersama ku supaya kamu lebih dekat dengan Tandi" ajak sofy.
"Terima kasih" ucap Neneng.
Mereka pun pergi bersama dan menyusul Elis dan jagat yang terlebih dahulu menuju ke danau cidanao.
Setibanya di danau Elis dan jagat sudah naik ke atas perahu, mereka menunggu sofy datang, tetapi sofy datang bersama orang yang bernama Neneng.
Tandi Tandjaya pun bertanya kepada sofy dengan nada yang tidak senang "Kenapa kamu bersama dia ?"
Tandi Tandjaya menunjuk kearah Neneng dengan tatapan yang tidak suka, padahal Neneng itu gadis desa yang cantik alami serta memiliki kulit yang kuning Langsat serta memiliki body yang tidak kalah dengan wanita lain.
Sofy pun menjawab "Tadi Elis pergi terlebih dahulu dan aku tidak tahu jalan jadi aku ajak dia bersama ku"
Elis pun menjulur tangannya kepada Elis "Ayo cepat naik"
Sofy menoleh kearah Neneng "Ayo kamu juga ikut, temani aku nanti di sana"
Neneng pun mengangguk setuju dan kemudian Neneng meraih tangan Elis dan dia naik terlebih dahulu kemudian barulah sofy yang naik.
Perahu pun berjalan karena sudah menggunakan mesin sehingga perahu itu melaju dengan cepat ke arah tengah danau.
Jagat yang sudah tahu dimana lokasi goa tersebut menjadi pemandu dan dia juga mengikuti belatung gaib untuk menunjukkan arah.
Jagat pun berkata "Berhenti di sini, aku kira goa naga ada di bawah sini dan jaraknya sekitar 100 meter dari permukaan"
Tandi Tandjaya terkejut "Kakak ipar kenapa kamu tahu bahwa letak goa itu ada di sini dan ada di kedalam 100 meter"
Jagat terkekeh "hehehe....itu hanya filing ku saja, aku akan mencoba berenang sampai kedasar sana"
"Mustahil bisa menyelam sampai 100 meter kebawah tanpa alat, aku pernah belajar biologi di sekolah, semakin kedalam tekanan air akan semakin besar, bahkan seorang penyelam yang memakai alat pun akan mengalami tekanan sehingga memecahkan gendang telinga" ucap Tandi Tandjaya.
Apalagi jagat yang memiliki tingkatan beladiri di di atas grand master dia akan mudah berenang sampai kedasar danau.
"Tenang saja aku percaya dengan mas say ku" ucap Elis.
Kemudian jagat dan Elis pun bersiap untuk terjun kedalam air untuk menyelam sampai ke dasar danau.
Elis menarik nafas dalam-dalam kemudian dia terlebih dahulu melompat dari perahu dan di susul oleh jagat.
Sofy yang tadinya hanya ingin mengantar saja dia ingat perkataan dari Neneng, dan kemudian sofy berdiri di atas perahu.
"Eh kenapa kamu berdiri, nanti perahu ini tidak seimbang" ucap Tandi Tandjaya.
Tanpa berbicara apapun sofy langsung melompat kedalam air dan langsung menyelam dan tidak terlihat lagi.
Sekarang di atas perahu tinggal Neneng dan Tandi Tandjaya saja, mereka berdua pun saling memandang dan canggung mau berbicara apa.
Di dalam air Elis sudah menyelam sangat dalam dan semakin kedalam semakin gelap hingga tidak terlihat apa pun.
Sofy ternyata pintar menyelam, terbukti pada waktu di hotel Arssad di kolam renang dia sangat cepat berenang, bahkan menyelam sangat lama.
Sofy pun menyusul jagat, tetapi sofy tersedak dan harus mengeluarkan udara yang dia tahan dan hampir kehabisan napas.
Jagat berusaha meraih sofy dan memberikan pernapasan buat dari mulut ke mulut, serta sofy di pelukan jagat menyelam sampai kedasar.
Di sana Elis pun sudah kehabisan napas dan dia nampak lemas karena tidak berhenti bergerak sambil menahan nafas.
Jagat pun meraih Elis sehingga sofy dan Elis ada dalam pelukan jagat, dan kemudian jagat pun memberikan pernapasan buat.
Jagat menyelam hanya menggerakan kakinya saja karena kedua tangannya memengang tubuh Elis dan Sofy.
Jagat menggunakan mata emas untuk melihat dasar dari danau tersebut dan melihat di mana pintu goa berada.
Jagat pun melihat cahaya di dasar danau, dia tahu bahwa itu adalah pintu goa naga yang di tuju, jagat pun menggunakan jurus langkah cepat dia menggerakkan kaki dengan cepat seperti baling baling kapal selam, Sehingga cepat sampai dan masuk ke dalam goa tersebut.
"Ohok....Ohok...."
Elis dan Sofy terbatuk karena tersedak air yang terminum oleh mereka, mereka pun membungkuk, jagat membantu dengan menepuk pundak mereka sampai keluar air dari mulut mereka.
Beruntung di dalam goa ini tidak di penuhi dengan air dan mereka bisa bernafas lega di dalam goa ini.
Setelah mereka membaik mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kedalam goa tersebut.
Terdengar suara tetesan air dari atas skalaklit goa yang terdengar sedikit nyaring.
Mereka terus berjalan menyusuri jalan bebatuan yang entah sudah berapa ratus tahun tidak pernah di lalui oleh manusia.
Jagat bisa melihat jalan karena dia menggunakan mata emas sehingga bisa melihat dengan jelas meskipun sedikit samar.
Terlihat jalur tersebut bekas di lalui oleh mahkluk melata besar, karena jalan yang di lalui tidak licin dan tidak terdapat lumut yang menempel.
Jagat yang berjalan menuntun Elis dan Sofy pun berkata "Gunakan mata batin kalian supaya sedikit melihat jalan yang kita lalui"
Elis dan Sofy pun mengaktifkan mata batin mereka, meskipun penglihatan mereka sangat redup tetapi membantu, mata batin mereka belum setinggi jagat yaitu penglihatan mata emas.
Elis dan Sofy baru memiliki penglihatan mata perunggu, hanya bisa mempertajam Indra penglihatan supaya bisa melihat makhluk halus saja.
Dan sekarang mereka mencoba melihat kegelapan dengan menggunakan mata batin yang mereka miliki, dan ternyata itu sedikit membantu.
Tidak lama kemudian mereka tiba di inti dalam goa, dan ruangan di sana sangat besar, di sana sedikit terang karena ada batu biru dan merah yang memancarkan cahaya.
Mereka kaget karena di salah satu batu besar terdapat kulit ular yang baru saja ganti kulit.
"A...apa ini kulit ular yang kita lihat waktu kita menuju ke kampung cisarati ?" Tanya Sofy.
"Mungkin saja, dan mungkin juga si Mayang bersarang di goa naga ini, karena itu goa ini di sebut dengan goa naga, mungkin si Mayang di anggap naga oleh masyarakat setempat" jawab Elis.
Kemudian Elis pun melanjutkan "Aku sering lihat penduduk cisarati selalu melakukan persembahan kepada penunggu danau ini dengan memberikan tumbal kerbau setiap satu tahun sekali, mungkin saja itu persembahan untuk si Mayang"
Jagat pun menimpali "Bisa jadi, ular yang di beri nama si Mayang ini bersarang di goa ini, karena goa ini aman dan tidak terjamah tangan jahil manusia"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna