
Bab 70 Biarlah Aku Yang Memungutnya
Yuli dan Dean langsung berpelukan, air mata bahagia menetes di mata mereka hingga membasahi pipi, di sisi lain dokter Marta berkecap kagum melihat jagat yang bisa membuat Yuli bangun.
"Benar benar diluar imajinasi, dokter dari divisi khusus, aku perkirakan pasien akan bangun besok, eh sekarang sudah bisa bangun" puji dokter Marta.
Jagat tersenyum "itu biasa, ini juga masih dalam prosedur rumah sakit ini kok dok"
Dokter Marta dan jagat melihat mereka yang sedang mengobrol dan Yuli pun berkata dia baik baik saja, hanya saja badannya yang terasa lemah, Dean pun berbicara kepada Yuli bahwa dia akan menikahinya setelah pulang dari rumah sakit ini.
Yuli pun merasa senang karena mereka berdua saling mencintai dan kedua orang tua mereka sudah merestui, tetapi mereka akan menikah secara agama dan tidak merayakan pesta, karena mereka berdua masih sekolah dan rencananya setelah mereka lulus dari sekolah menengah atas baru lah mengadakan acara resepsi pernikahan.
Setelah mereka mengobrol jagat pun menghampiri "Dek, Yuli istirahat lagi ya, besok pagi atau siang sudah boleh pulang, sekarang untuk memulihkan stamina tubuh supaya tidak lemas dek Yuli istirahat kembali"
Yuli pun tidak menolak dia pun menyudahi obrolan mereka, jagat hanya mengusap muka Yuli "Tidur lah dan mimpi yang indah "
Yuli pun langsung terlelap dalam tidurnya, orang yang melihat menganga melihat apa yang di lakukan oleh jagat.
Jagat tersenyum kepada dokter Marta "sekarang dia sudah tidur, apa dokter Marta masih ada tugas yang lain"
"Oh iya aku harus memeriksa beberapa pasien lagi, permisi Dokter Jagat, suster Elis" dokter Marta pun berpamitan dan keluar dari ruangan tersebut.
Jagat memanggil Dean dan ibunya Yuli untuk berbicara di luar tentang masalah yang akan dia hadapi yaitu menikah dengan Yuli, jagat juga mengancam Dean apa bila dia tidak bertanggung jawab atau berpisah dengan Yuli suatu hari nanti maka burung yang dia miliki akan kembali hilang, apa lagi kalau dia berselingkuh maka burungnya akan hilang selamanya.
Jagat juga berkata bahwa setelah menikah mereka arus membawa sesajen dan meminta maaf kepada penunggu gunung kujang karena mereka berdua sudah berbuat tidak senonoh.
Syarat dan sesajen apa saja sudah jagat beritahukan termasuk di dalamnya ada ayam hitam yang harus di serahkan kepada kuncen Gunung kujang.
Di sisi lain Elis menghampiri ibunya Raya yang berbaring masih di ruangan yang sama, Elis pura pura mengecek ibunya raya padahal dia ingin tahu apa yang di perbuat oleh ibunya Raya.
Intinya Dengan cara menyentuh ibunya raya dan raya sendiri, Elis mencari informasi apa yang di lakukan raya dengan jagat sebelumnya.
Elis tersenyum kepada ibunya raya "Sayang ya, ibu ini salah mengira, berlian malah di sangka batu kali"
"Apa maksud mu suster aku tidak mengerti" tanya ibunya Raya.
"Ibu tadi pas pertama kali dokter jagat mengunjungi ibu, dia malah di hina dan di rendahan oleh ibu, dan disangka bahwa dokter jagat orang biasa karena memakai pakaian yang murahan, memang sih kalau orang tua selalu menilai orang dari sampulnya" tutur Elis.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu, apakah dia yang bercerita kepada mu" tanya ibunya Raya.
Elis menggelengkan kepalanya "Aku tahu karena aku menyentuh ibu, aku ini Perawatan dari divisi khusus, jadi aku tahu yang sudah ibu lakukan beberapa jam kebelakang bahkan sampai beberapa hari yang telah ibu lakukan"
Kemudian Elis melanjutkan kembali bicaranya "Sayang sekali, karena ibu seorang yang idealis, dan tidak boleh di bantah oleh anak-anak, sehingga mengorbankan kebahagiaan anaknya sendiri"
"Apa maksud mu, aku melakukan ini demi kebahagiaan anak anak ku" ibu raya berkata dengan nada tinggi.
"Santai saja bu, gak usah marah, iya setiap ibu ingin melihat anaknya bahagia, tetapi apa yang di lihat oleh ibu belum tentu dirasakan oleh anaknya sendiri, orang yang idealis menang tidak mau kalah, apa ibu yakni dengan memutuskan hubungan dokter jagat dengan anak ibu, anak ibu yang penurut ini akan bahagia, justru anak ibu ini malah terpuruk dalam kesengsaraan batin.
Anak ibu ini tidak mau menentang ibunya sendiri karena, sifat buruk ibu yang selalu bersumpah serapah yang tidak baik, ingat ucapan seorang ibu di dengar oleh sang maha kuasa, maka nasib buruk anak mu adalah hasil ucapan mu sendiri.
Siapa yang tidak mau memiliki calon menantu seorang dokter yang baik, dan malah membiayai pengobatan calon mertuanya, tapi sayang, malah di hina dan di rendahkan" ucap Elis panjang lebar seperti sedang berceramah di podium.
Semua ucapan Elis memang benar dan tidak ada yang salah, meskipun Elis hanya menebak tetapi Elis tahu dari kilas balik dari ibunya Raya.
Bisikan Elis di telinga Raya membuat dia meneteskan air matanya, ada ketidak relaan di hati Raya, karena sudah banyak berkorban untuk jagat, apalagi dia sudah menyerahkan kehormatannya.
Gara gara ibunya yang hanya menilai orang dari penampilannya, sehingga pas waktu jagat menjenguk, dia malah di hina dan di rendahan.
Jagat di anggap orang miskin, dan hanya ingin morotin uang hasil kerja dari Raya, banyak hinaan yang di lontarkan oleh ibunya Raya dan direndahkan serendah rendahnya.
Tetapi raut wajah ibunya raya tidak nampak adanya penyesalan, dia bahkan cuek acuh tak acuh, bahkan dirinya merasa paling benar dengan segala ucapan dan perbuatannya.
Jagat yang berada di luar setelah mengobrol dengan Dean dan ibunya Yuli membuka jas putihnya kemudian di gantung di tangan kirinya, dia pun masuk kembali kedalam ruangan tersebut.
"Raya, pak Bagas ingin memutasikan mu, dan aku menyetujuinya, dia ingin kamu menjadi Kepala cabang hotel Arssad yang ada di kota T, kamu kan sudah bilang, mau pindah ke kota T setelah ibu mu sembuh, kebetulan Cabang hotel Arssad memiliki rumah dinas untuk kepala cabang, letaknya tidak jauh dari hotel Arssad cabang kota T, kalau tidak salah ada di perumahan cempaka.
Lusa pak Bagas akan memberikan surat mutasi kamu dan Minggu depan sudah bisa mulai bekerja di sana, dan bukannya rumah dinas yang di tempati oleh keluarga mu akan di ambil 2 Minggu lagi, jadi setelah ibu mu sembuh kamu sudah bisa pindahan ke kota T di rumah baru yang ada di perumahan cempaka.
Kunci dan segalanya akan di serahkan nanti oleh pak Bagas kepada mu, dan satu hal lagi, gaji mu di naikan 50 persen dari gaji awal" jelas jagat yang membuat ibunya raya melongok.
"Siap kami sebenarnya, kenapa kamu bisa mengatur kerja dari anak ku ini" tanya ibunya Raya.
"Nama ku Arya Sandi Sandjaya, yang di singkat Arssad" ucap jagat.
Kemudian jagat pun berpamitan kepada raya dan ibunya "aku permisi dulu, selamat malam, selamat beristirahat dan semoga ibu lekas sembuh dan jangan banyak pikiran"
Jagat pun keluar dari ruangan tersebut yang di ikuti oleh Elis dari belakang, raya meneteskan air matanya, dan pipinya sudah basah dengan air matanya.
Raya tetap mematung, setelah beberapa lama jagat pergi raya pun tersadar dan kemudian berlari menyusul jagat.
Jagat yang berjalan tersusul raya yang berlari kemudian punggung jagat ditangkap raya dan memeluknya.
"Mas maafkan aku, maafkan ibu ku, aku menyesalinya" ucap raya lirih.
Jagat tidak berbalik, dia tetap di peluk dari belakang oleh raya, Beruntung malam ini sepi karena di rumah sakit, jadi mereka tidak menjadi pusat perhatian.
"Ternyata mangga tidak jatuh jauh dari pohonnya, dulu kamu menghina ku dan di kira pengemis yang meminta sumbangan, sekarang ibu merendah ku, aku sudah memaafkan mu tetapi untuk ibu mu...." Jagat terdiam tidak melanjutkan.
Kemudian jagat kembali berbicara "kembali lah, ibu mu membutuhkan mu, patuhi dia karena, seburuk burunya seorang ibu pasti sangat menyayangi anaknya, dan sejahat jahat nya anak pasti akan di bela orang tuanya, kalau kita berjodoh kita pasti akan bersatu, tetapi kalau kita tidak berjodoh maka terima lah takdir yang telah di tentukan yang maha kuasa"
Raya pun menangis dan melepaskan pelukannya, jagat pun pergi tanpa memperdulikan Raya, dan tanpa menoleh kebelakang.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna