Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 239 Ilmu Kebatinan


Bab 239 Ilmu Kebatinan


Jaya terus meraung sambil mengeluarkan jurus-jurus yang sedikit aneh karena dirasuki oleh eyang zuma.


Jagat tersenyum dan mengeluarkan kartu arwah yang masih kosong, dan ketika jaya menyerang jagat, dia hanya menempelkan kartu arwah itu di dahi jaya.


"Kartu arwah aktif dan sedot...."


Eyang Zuma yang merasuki tubuh jaya pun seketika masuk kedalam kartu arwah milik jagat dan jaya pun terkulai lemas.


Kemudian jagat melihat kartu arwah tersebut dan membaca keterangan di dalam kartu arwah tersebut.


Keterangan : Hantu Jawara


Nama :Zumadilja


Level Bintang 5


"Wow, lumayan juga kekuatan Hantu jawara bernama Zuma ini, tetapi kekuatan yang dia miliki lebih rendah dari pada pemimpin hantu yang aku taklukkan di rumah vila ku" gumam jagat.


Kemudian dia menoleh kepada jaya yang kembali bangkit "Hanya itu yang kamu bisa, aku sudah menghilangkan pengaruh kerasukan mu, apa kamu memiliki cara lain untuk melawanku"


Jaya pun menyeringai "Tuan muda, itu hanya sebagian keahlian ku, dan ini adalah keahlian ku sesungguhnya"


Jaya pun duduk sila kemudian dia membaca mantera untuk memanggil arwah atau hantu yang lain.


"Roh pemakan jiwa hadirlah dan serang dia...." Jaya pun menunjuk kearah jagat.


Wuss....


Muncul asap putih di hadapan jaya yang berubah menjadi sosok perempuan cantik berbaju merah, kuku di jari yang panjang dan memiliki taring.


Hati pemakan arwah itu hendak menyedot Sukma atau jiwa jagat, apa bila itu orang biasa, Sukma yang di ambil atau dia keluarkan dari tubuh, maka orang itu bisa mengalami gila.


Setidaknya dia akan tidur dan tidak akan bangun kembali, hantu pemakan jiwa ini sama dengan hantu yang pernah jagat taklukkan waktu pertama kali dia datang ke kota B.


Jagat menaklukkan hantu pemakan jiwa di kamar hotel 110 karena sudah banyak memakan korban, dan setelah jagat menangkap hantu pemakan jiwa, maka korban yang koma dan di rawat di rumah sakit kembali sembuh.


Jagat malah menantang "Ayo keluarkan semua hantu yang kamu miliki"


"Hahaha .... Tuan muda jangan sombong dulu, hantu pemakan jiwa ku ini sangat hebat dia bisa membuat Anda kehilangan ingatan dan bahkan bisa menjadi gila" jawab jaya.


"Masa iya ayo kita lihat" ucap jagat sambil mengeluarkan kembali kartu arwah yang masih kosong.


"Kartu arwah aktif dan sedot...."


Wuss....


Argh....


Jagat kembali menangkap satu hantu lagi yang di keluarkan oleh jaya dan jagat melihat keterangan di kartu tersebut.


Keterangan : Hantu Pemakaman Jiwa


Nama : Dewi Sri Mamera


Level Bintang 5


"Hahaha pantas saja dia memakai baju merah, namanya juga Mamera, tidak seperti si Dewi kemuning, nama kemuning tetapi memakai baju hijau" gumam jagat.


Dia menyebut Dewi kemuning kepada hantu pemakan jiwa yang pernah dia tangkap di kamar hotel yang mengaku Dewi kemuning tetapi memakai pakaian gaun hijau yang mirip seperti ratu Pantai Selatan.


Mungkin itu hanyalah kamuplase supaya orang yang melihat percaya bahwa dia itu Ratu Pantai Selatan bukan Dewi kemuning.


Tetapi jagat tidak mempermasalahkan hal itu yang pasti dia sudah menangkap dua hantu pemakan jiwa.


Biar pun yang satu ini hanya level bintang lima tidak seperti Dewi kemuning yang memiliki level lebih tinggi satu level dengan Dewi Sri Mamera.


"Sial kartu apa itu, kenapa bisa menyedot hantu yang aku keluarkan ?" Tanya jaya di dalam hatinya.


Kemudian jaya kembali membacakan mantra dan muncul banyak hantu yang mengelilingi jaya, mereka seperti satu kompi pasukan yang berbaris dengan memegangi senjata tombak dan juga pedagang.


Mereka seperti prajurit jaman kerajaan dulu sebelum era penjajahan Belanda.


"Tuan muda, seberapa banyak kartu yang anda miliki, apakah mampu menampung banyak hantu yang aku miliki ini" cibir jaya.


"Hahaha .... Kalau begitu, aku sangat beruntung, berarti kalau aku menangkap semua hantu yang kamu miliki berarti hantu itu menjadi milik ku" ucap jagat.


Jaya sedikit terkejut, tetapi dia tahu jagat hanya menggunakan kartu untuk menangkap hantu.


Dan jagat pun mengira bahwa hantu yang jaya keluarkan akan langsung di perintahkan untuk menyerang sehingga jagat sudah banyak mengeluarkan kartu arwah.


Kartu arwah yang jagat keluarkan di buat terbang, dan hanya ada 40 kartu yang jagat miliki, sedangkan hantu milik jaya ada sekitar 100.


Jaya menyeringai kemudian sambil membaca mantra dia mengacungkan jari tangannya ke atas dan berteriak "Menyebar dan rasuki orang lalu kemudian serang orang itu"


Jaya menunjuk ke arah jagat sambil menyeringai puas dan para hantu itu pun terbang dan memasuki tubuh para satpam yang mengantri.


Ada sebagian orang yang bisa ilmu kebatinan dan mereka menolak untuk dirasuki sehingga mereka pun melawan hantu milik jaya.


"Sialan kamu jaya, perewangan mu mau mengambil alih tubuh ku, awas nanti kamu"


"Hai memangnya aku ini apa bisa di rasuki hantu kelas rendah seperti milik mu, dasar kurang ajar"


Semua orang yang memiliki ilmu kebatinan dan dapat melihat hantu malah bertarung melawan hantu milik jaya.


Jaya pun mengernyitkan dahinya "Sialan ternyata mereka juga memiliki ilmu kebatinan yang bisa melihat hantu"


Jagat menyeringai "Hahaha.... ternyata kamu salah terka, dikira mereka hanya bisa ilmu beladiri saja"


Tetapi ada sebagian orang yang berhasil di rasuki dan bergegas bergerak menuju jagat.


Tetapi di sana jagat langsung melemparkan kartu arwah kedahi dan badan mereka sehingga arwah atau hantu yang merasuki langsung tersedot oleh kartu arwah.


Karena tenaga dalam jagat sudah kembali walaupun belum sepenuhnya pulih dia pun mengeluarkan golok naga pembelah Langit dari dalam cincin batu wulung Ireng.


Di golok itu ada batu wulung Ireng berbentuk bulat di atas pegangan tangan, jagat pun memutar batu wulung Ireng dan berteriak "Serap semua hantu yang ada di sini"


Wuss....


Pusaran angin tiba tiba muncul di dalam aula dan membuat hantu itu terseret angin yang sangat kencang, kemudian angin itu masuk ke dalam batu wulung Ireng yang ada di golok naga pembelah Langit.


Seketika semua hantu yang tidak merasuki tubuh orang lain langsung lenyap di serap batu wulung Ireng.


Dan orang yang kerasukan juga langsung pulih karena hantu yang merasuki tubuh langsung di serap oleh kartu arwah.


"Uhuk.... uhuk...." Jaya batuk dan mengeluarkan seteguk darah.


Kemudian dia pun mengeluh "Semua hantu ku lenyap, oh tidak. Itu hantu yang selama ini aku taklukkan dengan sudah payah"


Jaya pun terbaring lemas karena mengeluarkan semua hantu itu memerlukan energi yang sangat besar dan bahkan staminanya sudah habis karena diserap oleh eyang Zuma yang tadi merasukinya.


Jaya pun menangis karena semua hantunya sudah di ambil oleh jagat, dan Jagat pun menyeringai sambil menghampiri jaya.


"Ilmu mu sangat bagus, aku suka itu, aku salut karena kamu bisa memerintahkan banyak hantu, tetapi kamu harus ingat bahwa aku berasal dari hutan larangan gunung moeza dan kakek ku pemilik hotel Arssad ini adalah seorang kuncen dan dukun ternama, sehingga kalau melawan ku dengan hantu, itu sama artinya kamu menyerahkan hantu mu kepada ku"


Kemudian jagat mengeluarkan sesuatu dari tangannya keluar benda berwarna hijau, itu adalah belatung gaib milik jagat.


"Hantu mu semua aku sita, tetapi gantinya, aku akan memberikan sesuatu untuk mu supaya kamu bisa mengambil kekuatan dari hantu yang merasuki mu tetapi kamu masih dalam keadaan sadar"


Jagat pun melepaskan belatung gaib itu di depan hidung jaya dan belatung gaib itu langsung masuk kedalam hidung dan kemudian menghilang


***


* Bersambung