
Bab 43 Jadi'in Asri Pacar
Pagi Hari jagat sudah bersiap untuk pergi tidak lupa memasukan Ayu Dias kedalam kartu Arwah, karena takut ketahuan lagi oleh Mang Maman yang katanya di rumah ini ada yang seperti orang lagi beres beres padahal rumah ini di kunci dan hanya di huni jagat seorang.
Ketika jagat membuka pintu ternyata sudah ada orang di depan dengan memandangi jagat dengan tatapan yang sinis. Tangan kanan orang itu membawa kotak nasi jinjing bertingkat dua.
Kemudian dia menyodorkan kotak nasi tersebut, "Ini titipan dari Bapak, dan ibu yang memasaknya, nanti sore aku akan ambil kembali kotak nasi ini"
Orang itu adalah Ajeng yang berbicara dengan nada seperti tidak suka kepada jagat, melihatnya dengan tatapan jijik, karena dianggap jagat itu hanya orang kampung yang udik baru datang dari kota.
Ajeng sikapnya tinggi dia tidak mau bergaul dengan orang miskin, sehingga memandang rendah jagat yang berpenampilan seperti itu.
Memang jagat berpenampilan sederhana dengan memakai kaos murahan, karena itu Ajeng hanya memandang sebelah mata kepada jagat.
Meskipun jagat adalah orang yang sudah menolong dirinya, dari pengaruh guna guna dan membuat Ajeng kembali normal dari kegilaannya.
Ajeng tidak perduli karena yang di pikirkannya adalah hanya kedua orang tuanya yang memiliki hutang Budi kepada jagat bukan dirinya.
Jagat menerima kotak nasi tersebut "Terima kasih, bilang ke pak Bambang dan ibu gak usah repot-repot buatin makanan kerena Ceu Rodiah sudah menyediakan segala kebutuhan harian ku, itu juga ceu Rodiah menyuruh Asri yang memberikannya kepada ku, jadi kamu gak usah repot-repot mengantarkan makanan kepada ku"
Jagat dengan terpaksa membawa nama Ceu Rodiah dan asri yang telah menyiapkan semua makanan untuk jagat. Supaya Ajeng tidak lagi terpaksa untuk mengantarkan makanan itu ke jagat.
"Untuk pagi ini aku terima makanan ini, dan nanti sore gak usah datang ke sini untuk mengambil kotak nasi ini, karena nanti aku akan titip ke mang Maman saja, dan sekarang pergilah" setelah mengambil kotak makan dari Ajeng, jagat mengusir Ajeng dengan kata katanya.
Ajeng kesal karena di usir dengan tidak hormat oleh jagat "Ya Bagus lah kalau begitu, ternyata kamu tahu diri juga, sudah merepotkan ku, permisi..."
Ajeng pun pergi meninggalkan jagat dengan kesal dan dia pun menggerutu "lelaki miskin seperti dia, sok sekali, awas saja kalau dia mendekati bapak dan ibu untuk membuat ku dekat dengannya, ih tidak Sudi, aku wanita yang elegan seperti ini masa harus berpasangan dengan lelaki miskin yang kampungan".
Setelah jagat menerima kotak nasi tersebut jagat menyimpan terlebih dahulu lalu menyalakan motornya untuk memanaskan mesinnya, kemudian baru lah dia menyantap makanan yang di buat oleh istrinya pak Bambang.
Seperti biasa jagat mampir ke warung ceu Rodiah terlebih dahulu untuk sekedar minum kopi sebelum berangkat menuju tujuannya.
"Ceu kopi hitam satu ya" ucap jagat setelah sampai di warung Ceu Rodiah.
"Tumben gak pesen mie telor plus sayur nak jagat" ucap Ceu Rodiah.
"Tadi ada yang ngirim sarapan pagi ceu, jadi gak pesen mie telor plus sayur" jawab jagat.
"Pasti Ajeng yang ngirim, dan di suruh Bu mambang" tebak Ceu Rodiah.
Jagat menganguk "iya ceu, eh ini kotak nasi tolong titip mang Maman yang ceu, soalnya hari ini pasti pulang malam"
Ceu Rodiah kaget mendengar perkataan dari jagat yang akan pulang malam. "Kalau mau pulang malam, lebih baik ngintip di rumah teman nak jagat, jangan pulang ke kampung Hoe ini, ingat loh kampung Hoe ini angker kalau sudah malam"
Ceu Rodiah memperingatkan jagat karena memang warga kampung hoe tidak ada yang berani keluar rumah setelah magrib tiba.
Warung di dalam kampung pun sudah pada tutup ketika jam 5 sore, sehingga setelah jam 5 sore lewat tidak ada yang beraktifitas di luar rumah.
Jagat menanggapinya hanya dengan tersenyum saja "Tenang saja Ceu, tidak akan terjadi apa apa dengan ku nanti"
Ceu Rodiah pun menyuguhkan segelas kopi hitam yang di minta jagat, kemudian Ceu Rodiah duduk di sebrang bangku yang diduduki oleh jagat.
"Memang nak jagat mau kemana, sehingga harus pulang malam" tanya Ceu Rodiah penasaran.
"Itu Ceu kemarin ada panggilan kerja, kebetulan aku kuliah mengambil kelas karyawan, sehingga tidak setiap hari harus ke kampus, jadi aku nyari kerjaan Freelance dan kebetulan ada tawaran di rumah sakit Wijaya sebagai asisten dokter, ya itung-itung kerja praktek aja Ceu" jawab jagat.
Ceu Rodiah pun membelalakkan matanya "wah hebat ya nak jagat ini, Masih Kuliah, kerja di rumah sakit, dan ganteng juga"
Ceu Rodiah menatap kagum kepada jagat karena, jagat dianggap sebagai pemuda yang hebat, calon dokter yang akan mendapatkan masa depan yang cerah.
Kemudian Ceu Rodiah pun bertanya kepada jagat "Nak jagat bagai mana menurut mu tentang Asri anak Ceu Ceu"
Jagat merasa bingung dengan pertanyaan dari ceu Rodiah "maksudnya ceu?...."
"Iya apakah menurut nak jagat Asri itu cantik dan masuk katagori nak jagat" ucap Ceu Rodiah.
Jagat semakin bingung dengan apa yang di ucapkan oleh ceu Rodiah "Asri memang cantik, ceu. Terus apa masuk katagori ku gitu, maksud ceu ceu itu apa aku tidak mengerti" jagat balik bertanya.
Dia ingin menjodohkan anaknya dengan jagat secara blak-blakan, karena ceu Rodiah tahu kalau anaknya nanti menikah dengan jagat maka masa depan anaknya akan cerah.
Jagat tertawa terbahak-bahak "Hahaha maksud ceu ceu aku akan di jodohkan dengan Asri"
Ceu Rodiah mengangguk "iya, apa nak jagat tidak suka dengan Asri"
"Aduh Ceu, Ceu Ceu ini ada ada saja, aku ini orang baru dan Ceu Ceu tidak kenal aku, siapa tau aku ini penjahat atau orang yang tidak baik, dan baru beberapa hari berada di sini" ucap jagat.
Ceu Rodiah cemberut "ya siapa tahu saja nak jagat mau sama anak Ceu Ceu, toh orang jahat tidak pernah akan mengatakan bahwa dirinya jahat"
"Aku aja baru ketemu asri 1 kali Ceu, dan mana mungkin aku langsung suka, bahkan asri pun gak mungkin langsung suka padaku, dan mungkin saja asri sudah punya lelaki yang dia sukai" ucap jagat..
Ceu Rodiah tidak lagi berbicara setelah perkataan jagat, yang menyebutkan mereka baru bertemu sekali, tetapi ceu Rodiah kelihatan sedang berpikir keras.
Kemudian Ceu Rodiah membuka kembali mulut nya "Apa nak jagat, sudah punya pacar"
Jagat tersenyum dan menjawab dengan bercanda "Pacar jagat banyak ceu, secara jagat ini ganteng dan banyak gadis yang minta jagat menjadi pacar mereka, gak peduli meskipun dia di dua atau menjadi pacar yang ke 3"
"Iya sih nak jagat memang ganteng wajar kalau banyak anak gadis yang tergila gila, ceu ceu kalau seumuran nak jagat, mungkin ceu akan mengejar ngejar nak jagat juga" ucap ceu Rodiah sambil bercanda juga.
Jagat tersenyum "Ceu Ceu bisa aja bercandanya"
Setelah minum kopi dan mengobrol dengan ceu Rodiah jagat pun pamit untuk berangkat menuju ke rumah sakit Wijaya karena kemarin sudah janji. Jagat mau di masukan tim khusus di rumah sakit tersebut.
Setibanya di rumah sakit jagat langsung menuju kantor kepala rumah sakit karena sudah ada janji dan di antara oleh resepsionis.
Kepada rumah sakit ini adalah orang yang sama dengan Rektor universitas Wijaya, dia adalah Ayah dari Eriska kepala keluarga Wijaya.
Jagat memanggilnya dengan sebutan Om Wijaya, karena dia juga sahabat karib ayahnya, dan dia adalah calon mertua jagat di masa depan.
Setelah sampai di kantor kepala rumah sakit jagat pun mengetuk pintu.
Tok....tok....tok....
Orang yang ada di dalam ruangan pun berbicara "iya silahkan masuk"
Jagat pun masuk "Selamat Pagi Om"
"Oh, selamat pagi Arya, akhirnya kamu datang juga, perkenalkan ini Dokter Calvin, dokter divisi khusus yang aku ceritakan kemarin.
Om Wijaya menyambut dan memperkenalkan Dokter khusus yang baru di bentuk, dokter yang memiliki kekuatan supernatural dia adalah seorang yang indigo dan bisa melihat makhluk Astral.
Jagat menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan "aku Arya, senang berkenalan Dangan anda"
Dokter Calvin pun menyambut uluran tangan jagat "Aku Calvin kepala Divisi khusus rumah sakit yang menangani medis dan non medis"
Kemudian mereka pun duduk di kursi yang sudah tersedia, om Wijaya pun membuka percakapannya.
"Ini anak yang aku ceritakan, yang akan masuk ke divisi khusus, dia lulusan kedokteran terbaik di luar negri, dan kuliah di universitas Wijaya untuk mendapatkan sertifikat ijin praktek dan sekalian aku ajak dia bergabung" jelas om Wijaya kepada dokter Calvin.
Dokter Calvin pun melihat jagat dengan seksama, dia menggunakan kekuatannya untuk melihat kemampuan dari jagat, tetapi tidak ada aura sedikit pun di tubuh jagat yang menandakan bahwa jagat tidak memiliki kekuatan supernatural
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna