Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 107 Jodoh Dengkul Mu


Bab 107 Jodoh Dengkul Mu


Melihat Rendi membawa banyak orang Elis dan Sofy pun menjadi gusar, tetapi jagat tetap tenang.


"Masuk ke dalam mobil, ini tidak akan lama dan jangan campuri urusan laki laki, nanti kalian terluka" ucap jagat


Sofy membuka pintu mobil kemudian memasukan semua barang di bagasi, setelah itu mereka tetap berada di samping jagat.


"Kenapa kalian berada di sini, ayo cepat pergi" pinta jagat.


"Aku memang trauma terhadap kekerasan, tetapi biar pun begitu aku ini seorang praktisi beladiri Taekwondo sabuk Hitam" ucap Sofy.


"Aku juga tidak akan kemana-mana, aku berasal dari kampung pedalaman yang syarat akan ilmu beladiri, di kampung ku laki laki atau perempuan tidak boleh keluar kampung untuk merantau kalau belum mencapai minimal Praktisi bela diri" ucap Elis.


Jagat tersenyum, ternyata mereka para ahli bela diri, meskipun belum tahap master, tetapi jagat yakin bahwa seorang praktisi dapat mengalahkan setidaknya 3 orang biasa seperti pereman tersebut.


Jagat juga sedikit tidak percaya, karena mereka itu wanita yang cantik, dan jauh dari kata berlatih bela diri, ternyata anggapan jagat itu salah, mereka selama ini memendam rahasia yaitu mereka Berlatih Beladiri.


Rendi tiba di depan mereka dan tertawa jahat kepada mereka "Hahaha....Aku akan membalas mu karena sudah mempermalukan ku, berlutut dan minta maaf kepada ku, aku tidak akan membuat mu cacat, dan hanya akan membuat mu babak belur saja"


Jagat menyeringai melihat 10 orang pereman yang di bawa oleh Rendi, ke 10 pereman itu menundukan kepalanya ketika melihat jagat.


Jagat mengetahui semua pereman itu, mereka adalah anak buah Cakra yang sudah di taklukan oleh jagat sehingga jagat bisa memerintah mereka dengan mudah.


"Apa kamu yakin aku harus berlutut, syarat apa lagi yang kamu mau, pasti di luar itu kamu ada masuk lain" ucap jagat.


"Hahaha....kamu sungguh pintar, aku mau sofy bersama ku, kamu bilang dia wanita mu, cuih....Sofy tidak cocok dengan lelaki miskin seperti mu" ucap Rendi merendahkan.


"Apa peduli mu, mau dia miskin atau tidak, yang pasti dia bukan laki-laki pengecut seperti mu" balas sofy


"Jangan begitu Sofy, aku sudah lama mengejar mu, dari sejak kita kuliah dulu, sekarang setelah bertahun-tahun kita ketemu lagi, dan itu berarti kita berjodoh" ucap Rendi.


"Jodoh dengkul mu, maaf aku dari awal tidak menyukai mu, dan sekarang aku masih sama, yaitu tidak menyukai mu" ucap sofy


"Apa yang kurang dari ku, aku ini orang kaya dan dokter Terkenal, sebentar lagi aku akan naik jabatan lagi sebagai wakil direktur rumah sakit umum" Rendi kembali menyombongkan pekerjaannya.


"Aku tidak perduli, mau kamu kaya dan menjadi direktur sekali pun, tetap tidak akan bisa menyukai mu" ucap Sofy.


Kemudian jagat sedikit memprovokasi "Heran deh, katanya orang kaya, dokter Hebat dan akan naik jabatan menjadi wakil direktur, tapi kok otaknya di dengkul ya, sudah beberapa kali di tolak kok masih belum mau menyerah, apa muka mu itu muka tembok yang tidak tahu malu"


"Apa yang kamu katakan, aku muka tembok, kurang ajar, apa kamu tidak merasa takut dengan orang yang aku bawa, sekali aku perintahkan mereka, kamu bisa mereka hajar tahu" ancam Rendi.


Rendi masih tidak bisa menyadari dengan ketenangan dari jagat dan tidak merasa takut dengan jumlah orang yang dia bawa.


"Oh jadi kamu mau jadi pahlawan ya di depan sofy, sehingga kamu tanpa rasa takut didepan ku, baiklah aku tidak akan berbelas kasih lagi kepada mu" ucap Rendi.


Kemudian Rendi pun memerintahkan kepada 10 orang pereman itu untuk membawa jagat "Bawa bajingan ini menjauh dari hadapan ku, lakukan yang kalian inginkan, mau kalian pukuli aku tidak perduli yang penting akan tidak mau dia bersama sofy lagi"


Mendengar perintah itu para pereman itu tidak bergerak sedikitpun, mereka berdiri di belakang Rendi seolah seperti patung manakin untuk memajang baju di toko.


Jagat menyeringai, melihat mereka semua tidak bergerak sedikitpun.


Kemudian Rendi berteriak marah kepada mereka "Apa kalian semua tuli, ayo bawa bajingan ini pergi dari hadapan ku dan pukuli dia"


Mendengar teriak marah Rendi.


Elis dan Sofy sudah memasang kuda kuda siaga, mereka siap untuk bertarung.


Di sana jagat mencibir dan mengulangi kata kata dari Rendi "Apa kalian Tidak mendengar apa yang dia katakan, ayo bawa pergi bajingan ini dari hadapan ku, dan pukuli dia"


Mendengar perintah dari jagat barulah para preman itu merespon, mereka semua bergerak memegangi tangan Rendi dan membawa pergi dari hadapan jagat.


Rendi pun berteriak "Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku, aku sudah membayar kalian semua untuk memukuli dia, tapi kalian malah membawa ku"


Rendi terus meronta supaya lepas dari pegangan para pereman tersebut, tetapi tidak berhasil meloloskan diri, karena cengkram pereman itu kuat sehingga Rendi tidak bisa kabur.


Mereka membawa Rendi ke toilet yang ada di parkiran itu, dan kebetulan toilet yang ada di parkiran itu sepi dan jarang di pakai.


Rendi pun di pukuli oleh 10 pereman yang dia sewa sendiri, sudah puas memukuli, pereman itu pun pergi Tanpa berkata kaya lagi.


Rendi pun meringis kesakitan, wajahnya tidak berbentuk lagi, kedua pipi memar, mata biru dan bibir Jontor.


"Awas kamu jagat, aku akan membalas mu berkali-kali lipat" gumam Rendi.


Dia pun keluar dari toilet dengan cara merangkak, karena kakinya terasa lemas dan dia tidak sanggup untuk berjalan.


*


Setelah para preman itu membawa Rendi, jagat mengajak sofy dan Elis untuk masuk kedalam mobil dan pergi dari Moll tersebut.


Mereka pun menuruti perintah jagat dan masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang dengan seribu pertanyaan di benak mereka.


Jagat menjalankan mobil dan melaju keluar dari parkiran dan menuju jalan Raya.


Setelah beberapa lama Sofy bertanya "Kenapa mereka tidak membawa mu dan malah membawa Rendi untuk di pukuli, apa kamu kenal mereka, sehingga mereka malah melakukan perintah mu"


Jagat tidak menyangkalnya, dia menganggukan kepalanya "ya aku kenal semua preman itu, mereka adalah anak buahnya Cakra"


"Tapi kenapa anak buah Cakra bisa mematuhi perintah mu" tanya kembali Sofy.


"Itu terjadi Minggu yang lalu, Cakra memerintahkan kepada mereka untuk memukuli ku, tetapi mereka malah babak belur dan masuk kedalam rumah sakit.


Elis juga tahu waktu itu kita mengobati istrinya kak Andi, dan setelah itu mereka sedang menerima perawat di ruang sebelahnya.


Aku mengancam mereka, mereka bisa menjalankan perintah dari Cakra untuk hal yang lain, tetapi kalau mereka berurusan dengan ku lagi, mereka bukan hanya akan masuk kedalam rumah sakit, tetapi aku ancam mereka akan masuk ke liang lahat,


sehingga mereka ketakutan dan berjanji tidak akan menyinggung lagi aku untuk selamanya, walaupun di perintahkan oleh cakra untuk memukuli ku"


"Oh iya aku ingat dengan mereka, ketika mereka masuk rumah sakit, mereka semua mengigil ketakutan ketika melihat mu" ucap Elis.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna