Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 263 Rejeki Nomplok


Bab 263 Rejeki Nomplok


Setelah sofy mendapatkan pedangnya, dia menahan serangan samurai Azuka sampai kilatan api terpercik dari pedang mereka akibat benturan senjata mereka.


Trang.... Trong.... Trang....


Suara senjata yang bertubrukan terdengar keras, bahkan di arena pertarungan mereka seperti bermain kembang api.


Gerakan yang di tampilkan oleh sofy sangat indah, itu adalah Jurus tarian pedang bidadari kayangan, yang dia pelajari dari cincin batu wulung.


Jurus itu di dapat dari warisan leluhur Elis yaitu nyai Kinasih, yang jagat dapat dan di berikan kepada Elis dan Sofy.


Itu adalah jurus pertama dari kitab tarian pedang bidadari kayangan, karena sejatinya jurus itu ada 4 tingkatan dan di bagi menjadi 2 kitab beladiri.


Tingkat pertama dan kedua adalah jurus tarian pedang tunggal, dan tingkat ketiga dan keempat adalah jurus tarian pedang kombinasi.


Elis dan Sofy mempelajari jurus pedang tersebut dan menjadi jurus andalan bagi mereka berdua.


Sehingga jagat sengaja selalu membawa mereka berdua karena jurus mereka itu saling berhubungan erat satu dengan yang lainnya.


Di dalam ruangan VIP jagat berdiri dan Elis pun bertanya "Mas say, kamu mau kemana ?"


Jagat pun menyeringai "Aku akan pergi ke ruangan VIP nomor 7, sebentar lagi orang yang bernama Thomas Liem itu akan melarikan diri, karena aku lihat si Azuka akan segera kalah, kamu tetap disini karena setelah ini pertarungan tim"


Elis mengangguk dan dia mengerti, karena dia harus mengambil alih posisi di ruangan VIP ini, bahkan sekarang taruhan akan di lakukan oleh Elis.


Taruhan di tempat ini sudah otomatis, karena di tiap ruangan ada komputer yang mengakses taruhan, sehingga mereka tinggal mengetik uang taruhan mereka.


Karena sebelumnya mereka telah melakukan deposit terlebih dahulu, dan jika mereka menang maka uang taruhan akan langsung masuk ke deposit pemenang.


Beda dengan penjudi di lantai bawah, mereka memberi dan menerima uang secara cash.


Jagat pun mengajak, Wira dan Sukma "kalian berdua ayo ikut dengan aku"


Jagat pun melangkah pergi menuju ke ruangan VIP nomor 7, dengan di ikuti oleh Wira dan Sukma.


Di arena Pertarungan sudah terlihat jelas Azuka sudah berlumuran darah karena sayatan dari pedagang milik sofy.


Sayatan itu bukan sembarang sayatan, itu mengarah kepada tendon dan otot Azuka, sehingga Azuka tidak lagi bisa menggerakkan tubuhnya lagi.


Bahkan tangan dan kakinya seolah sudah lumpuh dan dia pun terduduk lemas dengan samurai tergeletak di samping dirinya.


"Wow akhirnya si wanita jepang tersungkur lemas, tapi sayangnya aturan di pertarungan ini apabila salah satu menyerah maka lawan akan menang, dan apabila tidak sadarkan diri maka lawan memang" teriak si rambut kuning yang menjadi pembawa acara.


Sofy pun menghampiri Azuka yang terduduk lemas "Menyerah lah, kamu sudah kalah"


Azuka menggelengkan kepalanya "Aku lebih baik mati dari pada harus menyerahkan kalah"


Sofy pun menyeringai "Oh jadi kamu ingin mati ya, memang sih di area ini tidak ada aturan, bahkan kita boleh membunuh lawan kita, baiklah aku akan melaksanakan keinginan mu yaitu membunuh mu"


Sofy pun mengarahkan pedangnya ke leher Azuka kemudian pedang sofy di ayunkan ke arah sebaliknya.


Itu untuk mengambil awahan supaya tebasanya telah di leher Azuka, di sana Azuka langsung memejamkan matanya untuk menerima takdirnya, yaitu mati di tangan sofy dengan pedangnya.


Semua orang yang bersorak pun berhenti, suasana menjadi hening, mereka menanti detik detik sofy menebas leher Azuka.


Sofy pun mengayunkan pedangnya dengan cepat dan mengarah ke leher Azuka, semua orang membelalakan matanya dan ada sebagian orang yang menutup matanya menggunakan tangan.


Wuss....


Plak....


Azuka pun langsung pingsan terkena tamparan selendang, di kira dia akan mati terkena Tebasan pedang.


Tetapi sofy dengan cepat memasukan pedangnya ke dalam cincin batu wulung dan mengambil selendang yang tadi di terbangkan oleh penonton.


Azuka terkena mental sehingga apa pun yang menghantam dirinya dia kira Pedang dan dia akan mati dengan pedang tersebut.


Ternyata yang menampar leher Azuka adalah selendang dan dia pun menjadi shock dan kemudian pingsan.


Jeruji besi yang menjadi sangkar di pertarungan ini pun diangkat kembali, darma menghampiri sofy dan menyerahkan switer milik sofy.


Sofy pun berjalan kearah penonton dan menyerahkan selendang yang terlempar "Terima kasih, karena selendang mu telah menolong ku"


Penonton wanita itu tersipu malu sambil mengambil selendangnya "Sama sama...."


Beberapa orang bertepuk tangan untuk sofy dan dia pun berjalan kembali ke ruangan VIP nomor 28 dengan di ikuti oleh Darma.


Pertarungan yang sangat menegangkan yang pernah mereka lihat, pertarungan ini lebih hebat dari pada adegan di film laga.


Di tempat penonton ada beberapa orang yang menawar selendang itu, karena mereka juga melihat bahwa selendang itu bisa berubah menjadi sebuah pedang.


Bahkan ada orang yang berani menawar selendang itu dengan harga 10 juta rupiah.


Ini adalah rejeki nomplok bagi penonton wanita itu, tidak sia sia dia datang ke tempat ini dan mendapatkan uang yang lumayan banyak.


Sedangkan di lorong koridor menuju ruangan VIP nomor 7 jagat berjalan dengan di ikuti oleh Wira dan Sukma.


Di sana sofy melihat jagat dan dia pun bergegas menghampiri jagat "Ay mau kemana ?"


"Aku mau menemui Thomas Liem, bukanya dia bertaruh jika kamu menang maka dia akan kamu kebiri, aku takut dia langsung melarikan diri karena kekalahan petarungnya" jawab jagat.


Sofy pun mengangguk dan ikut bersama jagat ke ruangan VIP nomor 7.


Sesampainya di depan pintu ruangan VIP nomor 7 jagat pun mengetuk pintu.


Tok.... Tok.... Tok ....


Di dalam ruangan itu ada seseorang yang berteriak dengan nada kesal "Siapa itu, tidak tahu kalau aku lagi kesal"


Jagat mengetuk pintu kembali


Tok.... Tok.... Tok....


"Sialan, orang yang di luar tidak menjawab, malah mengetuk pintu lebih keras" ucap kesal Thomas Liem.


Dia pun menyuruh para pengawalnya "Buka pintu, biarkan orang itu masuk, kalau tidak membawa berita baik hajar saja"


Di ruangan itu ada sekitar 10 pengawal dan 2 petarung lelaki, Thomas Liem membawa 3 petarung dan salah satunya sudah di kalahkan oleh sofy.


Sehingga tinggal 2 petarung yang tersisa dan 10 pengawal pribadi yang selalu mengawal Thomas Liem.


Pintu pun di buka, jagat dan yang lainnya langsung masuk dan Wira langsung menutup pintunya.


"Siapa kalian ?" Bentak Thomas Liem.


Jagat menyeringai "Aku Arya dari ruangan VIP 28"


Sofy yang ada di belakang dan terhalang punggung jagat langsung melangkahkan kakinya kesamping sehingga sekarang sofy terlihat oleh Thomas Liem.


Thomas Liem langsung terkejut dan menunjuk sofy "Oh jadi kamu, kenapa kamu membawa orang ruangan ku"


Sofy tidak menjawab, tetapi jagat lah yang menjawab pertanyaan dari Thomas Liem "Tadi kamu berkata, kalau petarung mu menang maka istri ku ini harus melayani mu bukan, tetapi sekarang kamu lah yang kalah, dan taruhan mu adalah jika kamu kalah maka kami akan membuat mu menjadi Kasim"


"Cih.... Berani sekali kamu membuat ku menjadi Kasim, kamu tidak tahu siapa aku.... Aku ini tuan muda Liem dari kota Utara" ucap Thomas Liem dengan nada ancaman.


Jagat menggelengkan kepalanya "Aku tidak tahu keluarga Liem, yang pasti sekarang kamu harus membayar taruhan mu itu"


"Kurang ajar, apa benar benar kamu akan mengebiri ku, ingat aku tuan muda Liem penguasa dari geng shooting gun, kalau kamu berani menyentuh ku, maka anak anak geng shooting gun akan mencari mu dan menghabisi mu" ancaman Thomas Liem.


Jagat menyeringai "Oh jadi kamu orang di balik geng shooting gun, apa kamu tidak tahu, geng mu itu sudah musnah, bahkan mereka ada di penjara kota B"


Kemudian sofy menimpali "hai apa kamu bodoh, mau menakut nakuti kami dengan geng mu yang sudah hancur itu, boleh kamu tahu, suami ku ini penguasa baru geng Beruang Hitam dan pemimpin geng serigala adalah kakaknya"


***


* Bersambung