
Bab 72 Mau Ketemu Calon Besan
Sepulang dari kosan Elis, jagat mampir ke warung Ceu Rodiah, seperti biasa jagat memesan mie telor plus sayur dan kopi hitam.
Ceu Rodiah pun duduk di bangku sebrang jagat, sambil menyerahkan pesan dari jagat.
"Ini nak jagat silahkan di nikmati" ucap Ceu Rodiah.
"Terima kasih Ceu" jawab jagat sambil menggeser mangkok mie kedekatannya.
"Sudah beberapa hari nak jagat tidak mampir ke warung Ceu Ceu, kemana saja" tanya Ceu Rodiah.
Jagat yang sedang memakan mie, mendongkakan kepalanya "Belakang ini lagi sibuk Ceu, harus berangkat pagi, dan pulang malam"
"Apa pulang malam" Ceu Rodiah menunjukkan ekspresi kaget.
Jagat hanya menganggukkan kepalanya dia tidak menjawab karena sedang mengunyah.
"Apa tidak takut, malam malam pulang ke kampung ini, orang kampung sini mereka tidak berani pulang malam dan memilih menginap di rumah saudara atau di penginapan sana" ucap Ceu Rodiah.
Jagat menggelengkan kepalanya, bertanda dia tidak takut pulang malam.
"Apa selama pulang malam pernah terjadi sesuatu" tanya lagi Ceu Rodiah penasaran.
Jagat mengangguk.
"Kejadian apa" Ceu Rodiah penasaran.
Jagat pun menelan mie yang ada di mulutnya kemudian dia pun berbicara "Ya paling hanya gelap dan kabut saja, dan ada wanita yang meminta tumpangan, dan setelah sampai dekat kebun dia pun tiba tiba menghilang"
Mendengar cerita dari jagat, membuat bulu kuduk Ceu Rodiah berdiri, dan dia pun bergidik "ih... ngeri"
Jagat hanya tersenyum, dan dia pun mengobrol dengan ceu Rodiah ngaler ngidul, setelah Mei dan kopi sudah habis jagat pun membayar dan pamit pulang.
Setelah sampai rumah, jagat merasa lelah karena semalam hanya tidur 1 jam saja, karena di ganggu Elis.
Jagat pun merebahkan tubuhnya tanpa mengeluarkan Ayu Dias, karena sudah menjadi kebiasaan kalau jagat tidur maka harus memeluk ayu Dias yang disebut sebagai bantal gulingnya.
Beberapa jam pun berlalu jagat bangun dan berniat untuk mencari makan, dia pergi ke warung glosir yang ada di kampung itu, membeli beberapa roti dan air mineral.
Sepulang dari warung glosir terlihat pak Bambang dan istrinya sudah memakai pakaian yang bagus Jagat pun menyapa. "Mau kemana pak sudah rapi begini"
"Eh nak jagat, ini mau ke hotel Arssad" jawab pak Bambang.
"Emang ada acara apa ya pak di hotel Arssad " tanya jagat penasaran.
Karena setahu dia, tidak ada acara apapun di hotel Arssad, apalagi orang yang nikahan dan menyewa gedung di hotel Arssad, atau acara lainnya.
"Ini loh mau ketemu calon besan, dia katanya direktur umum hotel Arssad, jadi kita ketemuan di hotel tersebut sekalian mau menginap di hotel itu" ucap pak Bambang.
Jagat menyeringai dan bergumam di dalam hatinya "oh jadi Ajeng akan di jodohkan dengan si Cakra, bagus lah sifat mereka berdua memang cocok yang satu arogan dan yang satunya sombong "
Ajeng yang baru datang langsung menimpali "Hebat kan aku, yang akan di jodohkan dengan anak direktur umum hotel Arssad, dari pada dengan mu, rumah saja ngontrak"
Jagat hanya tersenyum mendengar ucapan Ajeng yang merendahkannya, dia tidak tahu siapa pemilik hotel Arssad yang sebenarnya.
"Pak Bagas adalah teman ku, waktu sekolah dulu, dan hubungan kami sangat baik, dia memiliki anak laki-laki yang telah dewasa dan aku hanya memiliki anak perempuan satu satunya, mudah mudahan dengan perjodohan ini mereka bisa lanjut ke jenjang pernikahan dan bahagia" ucap pak Bambang.
"Kalau begitu selamat ya pak, mudah mudahan apa yang di harapkan oleh pak Bambang tercapai" ucap jagat.
Kemudian dia pun pamitan untuk pulang ke rumah, dan pak Bambang pun naik mobil bersama istrinya dan juga Ajeng.
Jagat kembali masuk ke dalam rumah dia pun makan roti yang sudah dia beli, waktu pun menjelang sore.
Jagat pun mengeluarkan ayu Dias dari dalam kartu Arwah, "mas bagai mana dengan dara apa dia masih ada di dalam kartu Arwah"
Ayu Dias langsung bertanya kepada jagat setelah keluar dari kartu Arwah, jagat pun menggelengkan kepalanya.
"Dia masih ada di dalam kartu Arwah Belum aku keluarkan" ucap jagat.
"Ayo keluarkan Dara, mungkin dia belum terbiasa di dalam kartu Arwah" pinta Ayu Dias.
"Baiklah yu, aku akan keluarkan dara" ucap jagat.
Jagat pun mengambil kartu Arwah dan mengeluarkan Dara, dia pun terkejut ketika sudah keluar dari kartu Arwah.
"Bagai mana keadaan mu dara, apa kamu betah berada di dalam kartu Arwah" tanya ayu Dias.
"Di dalam memang sedikit luas, tetapi aku kaget karena tiba-tiba terperangkap di dalam sana" ucap dara.
Jagat dan ayu Dias tersebut "Ya kalau belum terbiasa maka menganggap bahwa kamu terperangkap, tetapi kalau sudah nyaman bahkan kamu tidak akan pernah mau keluar dari tempat itu" ucap ayu Dias.
"Eh perkenalkan ini mas jagat, dia tuan ku, dia juga yang menyuruh ku untuk kamu masuk kedalam rumah dan membersihkan diri" ucap ayu Dias yang memperkenalkan jagat kepada Dara.
Dara memang pernah mengganggu jagat ketika perjalanan pulang, tetapi dara belum tahu nama jagat karena ketika itu jagat sedang tidur, dan setelah dara membersihkan diri dia terperangkap dalam kartu Arwah.
Jagat tidak sengaja menyimpan kartu Arwah di atas meja sehingga tersentuh oleh dara sehingga dia masuk ke dalam kartu Arwah tersebut dan baru sekarang dia di keluarkan kembali.
"Nama ku Ayu Andara, panggil saja dara, aku mohon biarkan aku tinggal di sini, dan aku rela melakukan apapun, aku tidak akan pernah bisa kembali, karena aku tidak kuat kalau harus di bully oleh teman hantu yang lain, karena aku tidak bisa menakuti manusia" ucap dara panjang lebar.
Jagat tertawa terbahak-bahak "Hahaha....iya kamu itu hantu kuntilanak yang Bodoh, kamu menakuti manusia yang salah, kalau orang lain yang kamu takuti pasti berhasil, tetapi kamu malah menakuti ku, ya tidak mungkin lah aku takut pada mu"
Dara pun menundukkan kepalanya "iya aku memang hantu kuntilanak yang Bodoh, bukan hanya kamu teman teman hantu ku bilang aku ini bodoh, tetapi aku mohon biarkan aku tinggal di sini, jadikan aku seperti ayu Dias"
"Yu jelaskan apa yang aku lakukan pada mu, dan apa saja yang aku sering perbuatan kepada mu, kalau dia menyanggupi baru aku akan terima dia" perintah jagat.
Ayu Dias pun menceritakan panjang lebar kepada dara apa yang sering jagat lakukan kepadanya, karena ayu Dias sebagai bantal guling dari jagat.
Dara pun mengangguk dan berkata "Baiklah akan aku lakukan seperti apa yang kamu lakukan, aku tidak perduli mau aku di jadikan bantal guling atau pun kasur dari mas jagat, asal aku tetap di sini dan tidak kembali ke teman teman ku, lebih baik aku mati dari pada mendengar hinaan dan bully an dari teman sesama Hantu"
Jagat pun tersenyum "Bagai mana caranya hantu bisa mati, kamu itu adalah roh yang tidak punya jasad, Roh itu tidak bisa mati kalau tidak di hancurkan inti Rohnya"
Dara pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa kecil "hihihi...."
Jagat pun menghentikan tawanya dara "jangan tertawa di depan ku, aku tidak suka ketawa mu, cukup kamu senyum saja tidak boleh mengeluarkan suara tawa mu"
Ya jagat tidak suka mengenakan ketawa hihihih.... karena ketawa dari hantu kuntilanak mengeluarkan aura yang menakutkan, yang membuat bulu kuduk berdiri.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna