Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 128 Malu Pada Akhirnya


Bab 128 Malu Pada Akhirnya


Manager Rudi menuntun jagat kearah mobil yang berwarna hijau, kemudian dia pun menjelaskan keistimewaan mobil tersebut.


"Mas ini mobil satu satunya yang spesial di dealer ini, Perusahaan pembuat mobil ini bekerja sama dengan perusahaan pembuat senjata di negara ini, sehingga mobil ini sudah di lengkapi kaca anti peluru, body anti gores dan keamanan lainnya"


Kemudian manager Rudi mengambil tongkat bisbol yang tadi dia bawa, kemudian tanpa aba aba dia langsung menghantamkan tongkat bisbol itu dengan keras.


Brak.... jagat tersentak kaget karena tiba-tiba manager Rudi memukul kaca mobil itu dengan sangat keras.


Tidak ada retakan atau pun goresan yang di akibatkan benturan antara tongkat bisbol dan kaca tersebut.


"Maaf kalau aku mengagetkan mu, lihatlah kaca mobil ini benar benar kuat, senjata api tipe ringan tidak akan dapat menembus mobil ini" ucap manager Rudi sambil menunjuk kearah kaca mobil.


"Baiklah aku ambil mobil ini" jagat pun tanpa ragu lagi dia langsung mengambil mobil tersebut dan segera membayarnya.


"Silahkan mas tunggu sebentar, aku kanan memprosesnya terlebih dahulu" ucap manager Rudi.


"Baiklah, tapi aku akan tunggu di cafe pinggir dealer ini, karena kebetulan aku menunggu teman juga untuk bertemu, kalau bisa 3 mobil mini bus tolong kirimkan ke hotel Arssad, tetapi mobil yang satu itu aku akan memakainya sekarang" pinta Jagat.


"Baiklah mas, aku akan suruh orang untuk mengeluarkan mobil ini, dan mengirimkan 3 mobil lainnya ke hotel Arssad, ngomong ngomong apa hubungan anda dengan hotel Arssad ? Tanya manager Rudi.


"Aku pemilik hotel Arssad itu, dan mobil mini bus yang aku beli untuk alat transportasi karena aku membuka perusahaan baru yaitu perusahaan yang bergerak di bidang keamanan" jagat menjelaskan.


"Maksudnya, mas ini membuka perusahaan bodyguard " tanya manager Rudi yang menegaskan.


Jagat mengangguk "iya benar, kalau pak Rudi ingin menggunakan jasa kami, kami memiliki bodyguard ahli, yang kami didik sebagai pengawal pribadi atau pun security"


"Ya aku sebenarnya berminat, nanti saja aku akan langsung ke hotel Arssad untuk memastikannya" ucap manager Rudi.


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu pak, aku akan ke cafe, kalau sudah selesai tolong segera beritahu aku" ucap Jagat.


Jagat pun melangkah pergi menuju kecafe yang tidak jauh dari dealer Yosan, hanya terhalang 1 toko dari sana dan jagat pun duduk di kursi yang kosong dan memesan segelas kopi.


Jagat merogoh saku celananya untuk mengambil handphone milik nya, dan kemudian menghubungi agen penjualan property yang bernama Eva Ho, dan setelah menghubungi Eva Ho, jagat menghubungi Elis dan mengirimkan alamat cafe.


Karena sudah sepakat bahwa Elis dan jagat yang akan pergi melihat rumah yang hendak dia beli melalui agen penjualan.


Sofy tidak bisa ikut karena dia harus buka praktek di tempat lain dan malam sekitar jam 8 an baru dia beres praktek.


Sehingga hanya Elis yang menemani jagat untuk melihat rumah tersebut.


*


Jagat tidak menyadari bahwa ada orang yang tadi bertemu di dealer TOYA, wanita cantik yang masih muda dan laki-laki paruh baya.


Mereka seperti ayah dan anak, tetapi mereka menunjukkan kemesraan seperti sepasang kekasih yang lagi di mabuk asmara.


Wanita yang bersama laki laki paruh baya itu mencibir jagat "Lihatlah om sayang, lelaki miskin yang tadi sok ingin membeli mobil paling mahal di dealer TOYA, sungguh dia kira sedang berbelanja di pasar loak"


"Sudahlah sayang, abaikan saja pemuda miskin itu, untuk apa kita mengurusi hidupnya" ucap laki laki paruh baya.


"Hanya tampang saja yang ganteng, sayangnya dia lelaki kurang beruntung karena hidup di dalam kemiskinan" ucap wanita muda.


Jagat memakai pakaian biasa sehingga terlihat seperti orang miskin, itu yang menjadi alasan mereka berdua mencibir jagat.


Kemudian wanita itu mencibir kembali Jagat, mulutnya seperti senapan angin mengata ngatai jagat dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Lelaki paruh baya itu malah seperti mendukung apa yang di ucapkan oleh wanita itu, sehingga telinga jagat menjadi merah karena mendengar cibiran yang bahkan mereka tidak mencari tahu siapa jagat sebenarnya.


Wanita itu membandingkan jagat dengan lelaki paruh baya yang bersamanya, karena sudah memberikan dia mobil.


Setelah beberapa lama, terlihat seorang wanita cantik masuk kedalam cafe tersebut, dia berjalan ke arah jagat.


Wanita muda yang memiliki paras cantik seperti gadis Loli, itu membuat para lelaki yang ada di sana melongok.


Seperti serigala yang melihat seekor domba di Padang rumput, para lelaki itu seperti ingin menerkam wanita itu.


Wanita itu berhenti dan duduk di depan jagat dia pun langsung memegang tangan jagat "Mas say, apakah kamu sudah menghubungi agen penjualan property dan bagai mana dengan mobil yang hendak kamu beli"


Wanita yang biasa menyebut jagat dengan panggilan mas say itu adalah Elis yang tadi di hubungi jagat untuk menemani dia melihat rumah yang hendak mereka beli.


Jagat pun tersenyum dan menjawab "aku tadi sudah menghubungi agen penjualan property, dan sekarang sedang menunggu manager dealer Yosan yang mengurus mobil yang aku beli"


Kemudian jagat menawarkan sesuatu "Apakah kamu mau mobil seperti yang di miliki Sofy"


Elis pun menggelengkan kepalanya "Tidak usah, karena nanti kita hidup bersama, sehingga ke tempat kerja bisa nebeng sama dokter sofy saja, atau kita bertiga bisa memakai mobil baru mas say untuk berangkat kerja"


Mendengar percakapan dari jagat dan Sofy, wanita dan laki-laki paruh baya itu tertawa terbahak-bahak seperti orang yang kesurupan.


"Om sayang, apa kamu dengar perkataan dari lelaki miskin itu, dia sepertinya menghubungi temannya untuk bersandiwara menjadi orang kaya di depan kita" ucap wanita muda itu.


"Kamu benar sayang, dia sedang Bersandiwara, kita lihat saja nanti apakah manager dealer Yosan itu sedang mengurus legalitas mobil yang dia beli, seperti kita yang menunggu legalitas mobil dari dealer TOYA" ucap lelaki paruh baya.


Elis yang baru datang dan tidak mengerti apa yang terjadi sebelum dia datang menjadi memandang aneh kepada mereka berdua.


Elis pun bertanya kepada jagat "Mas say, ada apa ini, kenapa mereka berdua seperti sedang mencibir mu"


"Hiraukan saja mereka, mereka berdua menganggap dirinya sebagai orang kaya, dan dari tadi memandang rendah diri ku, dan mengganggap aku orang miskin" jawab jagat.


"Pantas saja mereka begitu sok, dan bicara seperti itu, kenapa mas say tidak membungam mulut mereka dengan kebenaran yang sebenarnya" ucap Elis.


Jagat pun menjawab "Tenang saja, nanti juga mereka akan malu pada akhirnya"


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna