
Bab 165 Rahasia Keluarga Tandjaya
Bang Jupri yang melihat Elis sendiri yang keluar dia pun mencibir "Cih wanita cantik seperti mu tidak seharusnya melawan kami, seharusnya kamu patuh kepada kami ini"
Elis yang keluar langsung bertolak pinggang dan berteriak kepada Tandi Tandjaya "Oh jadi kamu yang menjadi bos besar mereka, apa keluarga Tandjaya tahu bahwa anggota keluarga mereka yang merantau ke luar menjadi pereman terminal"
Tandi Tandjaya yang melihat Elis pun langsung membelalakan matanya, karena tidak menyangka yang membuat anak buahnya terluka di tangannya adalah Elis.
Tandi Tandjaya pun berbicara terbata bata "ka...ka... kamu...kak Elis...."
Elis pun menyeringai "ya ini aku ...."
Kemudian Tandi Tandjaya pun menggeplak kepala bang Jupri.
Plak ....
"Jupri .... Siapa yang kamu sudah singgung hari ini, dia itu kakak ku, kamu berani menyinggung kakak ku sendiri"
Bang Jupri tersentak kaget karena tiba-tiba kepalanya di pukul keras, dan mendengar perkataan dari bosnya itu
Sambil meringis bang Jupri pun langsung berlutut "Maaf kan aku bos, aku tidak tahu kalau dia kakak mu"
Kemudian Tandi Tandjaya menendang bang Jupri.
Brak ....
"Ugh...."
"Bawa dia dan bubar dari sini....." Perintah Tandi Tandjaya.
Tetapi disana Elis langsung mencegah "Tunggu...."
Para pereman yang hendak bubar tiba tiba berhenti, Tandi Tandjaya pun langsung bergegas menghampiri kakaknya itu "Kak Elis ada apa lagi"
"Si Jupri dan si Ucup sudah menyinggung pemilik rumah makan ini dan dia mau melecehkan anaknya, siapa pun yang menggangu mereka dan menghancurkan rumah makan ini, maka kaki Kalian taruhannya" ancaman Elis
Kemudian Tandi Tandjaya pun berbalik "kalian dengar perkataan dari kakak ku, sekarang pergilah dan bawa Jupri kembali"
Semua orang bubar bang Jupri pun di bopong mereka karena tidak sanggup berdiri setelah di tendang Tandi Tandjaya.
Setelah semua orang pergi Tandi Tandjaya pun meminta maaf kepada Elis "Kak maafkan anak buah ku yah, jangan di ambil hati, dan jangan beritahukan ini kepada keluarga kita"
Kemudian Tandi Tandjaya mengubah topik pembicaraan "Kak kapan kakak kembali, dan sama siapa ayo masuk kita bicarakan di dalam"
Tandi Tandjaya pun memperlakukan Elis dengan hormat, bukan karena takut, tetapi Elis adalah sosok kakak yang sangat di kagumi Tandi Tandjaya.
Elis anak yang jenius di kampungnya, dia juga selalu melindungi Tandi Tandjaya waktu kecil, dan segala perintah dari Elis tidak pernah di bantah olehnya.
Umurnya sama dengan jagat, dia masih muda dan ceroboh, setelah Elis pergi dari desa, Tandi Tandjaya pun berusaha keras berlatih untuk mencapai level praktisi, supaya bisa merantau bersama Elis.
Tetapi setelah berhasil mencapai level praktisi dia malah terjerumus ke dalam gengster dan malah menjadi Pimpinan dari para pereman karena keterampilan bertarungnya.
Di dalam rumah makan Uda langsung menyambut Tandi Tandjaya "Selamat datang Bos Tandi, anda mau makan apa"
Tandi Tandjaya melambaikan tangannya "Aku sudah kenyang hanya ingin ngobrol dengan kakak ku di sini"
"Oh silahkan " Uda menjawab sambil membungkuk badannya.
Tandi Tandjaya sangat di takuti di tempat ini karena dia seorang Bos besar pereman yang menguasai 3 tempat yaitu pasar, terminal dan tempat parkir.
Semua pereman menyetorkan sejumlah uang kepadanya untuk upeti dan mereka bisa menjalankan tugas dengan aman.
Elis pun memperkenalkan sofy dan jagat "Ini teman ku sofy, dan ini pacar ku jagat"
Tandi Tandjaya pun menjulur tangannya dan Sofy pun menyambut "Aku sofy, dan bisa menjadi Sofyan bila aku marah"
Sofy pun sambil menunjuk seringai yang membuat wajahnya berseri-seri dan sangat cantik, yang membuat jantung Tandi Tandjaya berdebar debar.
Kemudian Tandi Tandjaya melepaskan tangannya dan kemudian berjabat tangan dengan jagat "kakak ipar, aku Tandi Tandjaya adik sepupu kak Elis"
Jagat pun tersenyum "Nama ku Arya tetapi kamu bisa memanggil ku dengan sebutan jagat"
Setelah itu mereka pun duduk dan mengobrol, Elis yang baru datang bermaksud untuk pulang kampung, dan kebetulan Tandi Tandjaya pun sudah 2 tahun ini tidak pulang, sehingga Tandi Tandjaya berniat ikut dengan mereka.
Setelah sepakat Tandi Tandjaya pun ikut bersama mereka dan melanjutkan perjalanan.
Selama perjalanan tandi Tandjaya pun banyak bercerita mengenai masa kecil Elis dan dirinya, dia juga bercerita tentang keluarga Tandjaya.
"Memang benar cerita rakyat yang beredar, bahwa kami keturunan dari Bidadari, bisa terlihat dari kak Elis yang sangat cantik" Tandi Tandjaya memuji kakaknya itu.
Kemudian dia pun melanjutkan "Tetapi sayangnya, keturunan bidadari hanya turun ke wanita Keluarga kami, mereka akan awet muda dan berumur panjang, sedangkan para lelaki keluarga Tandjaya seperti manusia normal pada umumnya, sehingga kepala keluarga hanya di berikan kepada wanita di keluarga kami, dan itu juga kami sambil melindungi sesuatu"
Mendengar cerita dari Tandi Tandjaya sofy dan jagat menjadi penasaran, kemudian jagat pun bertanya "Rahasia apa yang di miliki oleh keluarga kalian"
Tandi Tandjaya pun menjawab "Karena kamu Kakak ipar ku yang akan menjadi suaminya, maka aku akan memberitahukan rahasia keluarga ku ini"
Kemudian Tandi bercerita.
Keluarga Tandjaya melindungi Goa peninggalan dari leluhur kami, dahulu kala para bidadari yang mandi di sungai dekat desa kami selalu membawa sesuatu yang berharga dari kerajaan langit.
Dan di tempat mandi para bidadari ada sebuah goa, yang disebut goa naga air, para bidadari itu membawa harta berupa koin emas dan batu bintang atau di sini di sebut batu ulung yang memiliki kekuatan supernatural.
Entah benar atau tidak karena hanya kepala keluarga kami terdahulu yang pernah masuk kedalamnya.
Karena perseteruan antara keluarga Tandjaya dan keluarga saksana, keluarga saksana menutup jalur air dan menjadikan sungai itu menjadi danau.
Itu karena sumpah dari leluhur kami yang membuat keluarga saksana takut, sumpah dari leluhur kami adalah jiga para saudara bidadari dari keluarga kami datang maka dia akan membalas dendam karena sudah mencuri selendang dirinya.
Sehingga Tura saksana menjadikan daerah tersebut danau supaya para bidadari tidak turun dan mandi di sungai itu.
Jagat pun mengerti dengan cerita ini, dia pun sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa Tura saksana menjadikan sungai itu menjadi danau supaya para bidadari itu tidak balas dendam dan mengambil selendang yang dia curi.
Dan rahasia keluarga Tandjaya adalah mereka melindungi goa yang penuh dengan harta Karun, sehingga hanya orang tertentu yang bisa merantau.
Hanya para wanita dari keturunan bidadari yang awet muda dan panjang umur, itulah kesimpulan semua cerita yang di simpulkan oleh jagat.
Hari pun mulai gelap dan hujan turun, meskipun tidak deras dan hanya gerimis, tetapi hujan ini bisa membasahi seluruh tubuh orang yang berada di luar.
Di persimpangan pusat kota tadi jagat masuk ke jalan perkampungan dan sekarang sudah 2 jam perjalanan menuju ke dalam hutan.
Disana sofy pun mengeluh "Apa kita ini masih lama, ini sudah hampir jam 3 sore, tetapi langit sudah gelap"
Tandi Tandjaya pun menjawab "Sebentar lagi kita sampai ke kecamatan Ranca samping, dan setengah jam kemudian akan ada bale desa cidanao"
Setelah berbicara seperti itu, tiba-tiba jagat mengerem mendadak.
Cekittt....
Mobil pun berhenti di tengah jalan dan terlihat pohon tumbang yang menghalangi jalan berwarna hitam penuh dengan lumut dengan ukuran sebesar drum.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna