Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 98 Selamat Bersenang senang


Bab 98 Selamat Bersenang senang


Di Club Malam Ketika jagat masih di kantor Alex.


Elis dan Sofy sedang asik minum sambil ngemil kacang tanah yang garing dan gurih.


DJ memainkan Alat Musiknya sampai terdengar jedak jeduk membuat kepala enak kalau di goyangkan.


Elis yang seperti gadis Loli yang imut dan Sofy yang anggun menjadi pusat perhatian semua lelaki yang lewat dan melihat mereka.


Mereka pun ada keinginan untuk berkenalan dengan kedua wanita cantik ini, tetapi di urungkan, karena mereka juga membawa wanita ke dalam Club malam ini.


Tiba tiba ada 3 orang pemuda yang menghampiri mereka kemudian mereka pun menyapa "Selamat Malam Dokter Sofy"


Salah satu dari mereka mengenal sofy sebagai dokter, dia pemuda yang tinggi dan cukup tampan, dengan memakai pakaian yang mahal dengan aksesoris seperti jam dan lainnya serba brendit.


Dan 2 orang yang di belakang orang itu nampak seperti pengawal pribadinya, yang selalu mengekor kemana pun tuanya pergi.


Sofy tersenyum melihat pemuda itu dan Sofy pun menjawab sapaan dari pemuda itu dengan senyuman "Selamat malam Juga Tuan Muda Toni"


Toni adalah anak kedua dari keluarga Raharjo, keluarga mereka bergerak di bidang obat-obatan, keluarga Raharjo juga sebagai pemasok obat untuk rumah sakit Wijaya.


Dan mereka pun membuka apotek terbesar di kota ini juga membuka klinik di mana Sofy juga ikut praktek di klinik tersebut, sehingga Toni dan Sofy saling mengenal.


Toni tahu siapa sofy dan bagai mana Sofy, dia juga tahu sofy pecinta sesama jenis, tetapi Toni tidak perduli dengan berbagai cara Toni mengejar sofy tetapi selalu dia tolak.


Toni pun duduk di kursi yang kosong sedangkan kedua pengawalnya tetap berdiri di belakang Toni.


"Apa ini pasangan mu, aku iri sama kamu, kenapa pecinta sesama jenis harus secantik kalian berdua" cibir Toni.


Sofy dan Elis pun saling menatap mereka tidak menjawab cibiran dari Toni, Elis dan Sofy malah sengaja berpegangan tangan di depan Toni.


Toni memiliki niat busuk di hatinya, di saku celana dia selalu membawa obat perangsang dan obat bius untuk di campur ke minuman.


Toni Berencana untuk mengundang Sofy dan Elis di ruangan pribadi yang akan dia sewa kemudian obat perangsang dan sedikit obat bius akan dia masukkan ke dalam minuman.


Setelah itu Toni bisa memanfaatkan mereka berdua untuk kesenangan dirinya sendiri, kalau dalam pribahasa sekali dayung 2 sampai 3 pulau terlampoi.


Toni tadinya hanya menginginkan sofy tetapi ketika melihat Elis dia juga menginginkannya, sehingga hari ini hari keberuntungannya.


Bibir Toni merekah membayangkan akal bulus dan niat jahatnya akan berhasil di lancarkan.


"Kalau dia pasangan mu, ikutlah dengan ku ke ruangan pribadi, kita akan bersenang senang, makan dan minum sepuas kalian, biarlah aku yang mentraktir kalian berdua" Ajak Toni.


Elis dan Sofy kembali saling menatap dan Sofy pun menolak dengan halus "Maaf kami berdua tidak bisa menerima tawaran tuan muda Tomi, kami sedang menunggu seseorang"


Mendengar penolakan itu Toni tidak senang tetapi dia memiliki berbagai cara untuk membuat sofy bisa ikut dengannya "Dokter Sofy, kamu menolak ajakan ku, sungguh penolakan mu itu tidak menghargai ku"


Sofy menjelaskan "maaf bukannya aku tidak menghargai mu tuan muda Toni, tapi sungguh aku tidak bisa dan sekarang aku sedang menunggu teman"


Sofy tetap menolak ajakan dari Toni yang membuat Toni menjadi bertambah geram, Toni pun mencoba mengancam sofy dengan pekerjaannya supaya dia mau menerima ajakan dari dirinya.


"Kamu adalah dokter Klinik Raharjo ku, kalau kamu tidak mau menerima ajakan ku, aku tidak akan mengijinkan mu untuk praktek lagi di klinik keluarga ku" ancam Toni.


Sofy pun tersenyum masam "Apakah ini suatu ancaman untuk ku, tuan muda Toni"


"Mau kamu anggap itu ancaman atau bukan terserah kamu, karena aku tidak pernah menerima penolakan dari siapa pun, kalau kamu masih ingin praktek dan menghasilkan uang di klinik keluarga ku, maka terimalah ajakan ku, toh kita hanya bersenang-senang saja hari ini tidak lebih" ucap Toni.


*


Dari arah pintu masuk terlihat wanita pecicilan dengan stelan serba hitam nampak seperti anak Black Metal yang di ikuti wanita bergaun merah.


Kemudian dia melihat kearah sofy dan Elis dia pun menghampiri mereka.


"Hai Dokter Sofy, suster Elis" wanita itu langsung duduk di kursi yang masih kosong.


Wanita bergaun merah itu juga ikut duduk di samping wanita pecicilan tersebut.


Sofy dan Elis pun menyapanya kembali dengan kompak "Hai Nona Muda Wijaya"


Nona muda Wijaya adalah sebutan hormat untuk anak pemilik rumah rumah sakit Wijaya, nama aslinya adalah Eriska Wijaya


Kemudian Eriska menoleh ke arah Toni "Eh ada kak Toni, bagai mana kabarnya kak Toni, Lama tidak bertemu"


Toni mengangguk sambil menjawab terbata bata "E... Eriska a...aku baik baik saja"


Toni pikir yang di tunggu oleh Elis dan Sofy itu adalah Eriska, Toni tidak bisa menyinggung Eriska, kalau dia di singgung maka keluarganya akan habis


Pemasukan terbesar keluar Raharjo adalah dari penjualan obat ke rumah sakit Wijaya, kalau Toni menyinggung Eriska apa lagi berbuat tidak senonoh maka rumah sakit Wijaya bisa menghentikan kerja sama mereka.


Dan kalau itu terjadi dengan otomatis keluarga Raharjo akan bangkrut, sehingga dari pada menyinggung lebih baik dia menyingkir dari tempat itu dan mencari wanita lain untuk bersenang senang.


"Maaf Eriska aku permisi dulu ada teman menunggu ku" ucap Toni sambil berlalu pergi.


Elis dan Sofy pun menghela nafasnya, mereka terselamatkan oleh kedatangan Eriska.


Eriska pun tanpa di suruh langsung mengambil gelas kosong yang tadi di berikan pelayanan itu hanya 3 untuk sofy, Elis dan jagat. Gelas yang di ambil Eriska adalah gelas untuk jagat yang belum dipakai.


Eriska pun membuka botol minuman kemudian menuangkan di gelas tersebut setelah itu dia meminumnya tanpa ragu.


"Minuman yang enak, ternyata kalian berdua memiliki cita rasa yang tinggi" puji Eriska.


Elis dan Sofy pun hanya tersenyum menanggapi Eriska, karena Eriska sangat di hormati oleh semua dokter, perawat dan karyawan rumah sakit Wijaya.


Tidak ada yang berani menyinggung Eriska karena latar belakangnya yang kuat, bahkan Toni pun takut dengan Eriska, dan lebih memilih menyingkir dari sana.


Kemudian Eriska kembali menuangkan minuman itu kedalam gelasnya "Apa yang kalian lihat ayo kita minum bersama"


Eriska tanpa malu menyuruh Elis dan Sofy untuk minum bersamanya seolah minuman itu di pesan dan di bayar olehnya.


Sofy dan Elis tidak bisa menolaknya mereka berdua pun menuangkan minuman ke gelas mereka masing masing.


Mereka pun tos, gelas mereka bertiga di adukan sampai ada suara cling kemudian mereka meminum minuman itu.


"Ah, enak....Kalian bersenang senang lah, aku akan pergi dulu aku sudah tidak kuat untuk berjoget di depan" Eriska sambil beranjak dari tempat duduknya yang di ikuti oleh wanita bergaun merah yang selalu mengekor dirinya kemana pun.


Sofy dan Elis pun melambaikan tangannya "Selamat bersenang senang Nona muda Wijaya"


Setelah beberapa lama kepergian Eriska jagat pun muncul "Maaf lama menunggu"


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna