
Bab 270 Eyang Siksik Rewik dan Seh Abdul Careham
Dengan ajian Waraga Sungsang itu, Ki Maja menjadi merasa di atas angin, karena merasa tidak akan terkalahkan.
Iya Ki Maja berfikir begitu karena setiap dia terluka akan sembuh dengan cepat dengan menggunakan ajian Waraga Sungsang ini.
Dan jurus Kanuragan lainnya adalah jurus Waringin Sungsang yang dapat menambah beberapa kali lipat kekuatan yang di milikinya.
Apa lagi di bantu dengan cincin batu wulung Kadigjayaan yang membuat dia kebal akan senjata tajam.
Dan senjata andalannya keris ular weling yang mengandung racun yang sangat tinggi dan bisa membunuh seekor gajah dalam beberapa menit.
Tetapi Ki Maja lupa akan konsekuensi menggunakan jurus ajian Waraga Sungsang itu.
Ajian Waraga Sungsang memang bisa menyembuhkan cedera dengan cepat, bahkan jiga dia di ambang kematian.
Tetapi bayarannya yaitu satu kali menggunakan ajian Waraga Sungsang maka akan di bayar dengan di kuranginya umur Ki Maja selama 1 tahun.
Dan selama pertarungan Ki Maja sudah memakai kurang lebih 10 kali ajian Waraga Sungsang.
Itu berarti bahwa Ki Maja sudah mengurangi umurnya sebanyak 10 tahun.
Sekarang umur Ki Maja sekitar 55 tahun, dia tidak terlalu tua dan terlihat masih gagah sedangkan umur manusia pada umumnya sekitar 60 sampai 70 tahun.
Kalau umur Ki Maja di takdirkan sang pencipta mencapai umur 70 tahu dan sekarang berkurang 10 tahun, itu berarti umur Ki Maja tinggal 5 tahun lagi.
Dan apabila dia terluka beberapa kali lagi sehingga harus menggunakan ajian Waraga Sungsang sekitar 5 kali lagi, itu berarti Ki Maja akan mati oleh ajiannya sendiri.
Brak.... Bruk.... Brak....
Srak.... Sruk.... Srak....
Baju yang dipakai oleh kakek badar tercabik cabik sehingga terlihat kulit putih yang mulus di balik pakaian kakek badar.
Biar pun sudah tua sekitar 60 tahunan tetapi badannya tegap dan bugar, bahkan masih terlihat otomatis atletis di perutnya.
Karena kakek badar selalu menggunakan cincin batu wulung darah, sehingga dia awet muda dan seperti om om yang berusia 40 tahunan.
Hanya saja rambut dan janggut yang memutih, dan dia tidak memiliki kumis, sehingga terlihat masih tampan.
"Astaga apakah benar itu tuan besar Sandjaya, lihat tubuh atletisnya, sungguh bagus bahkan aku menjadi iri dengan tubuhnya" gumam salah satu penonton yang ada di ruangan VIP.
Mereka pun memuji tubuh kakek badar yang selama ini di tutupi di balik pakaian longgar seperti baju Koko dengan kepala di ikat imama putih.
Setelah bajunya terkoyak, kakek badar merobek baju tersebut sehingga dia bertelanjang dada.
Ilmu Kanuragan kakek badar sangat banyak sehingga dapat mengimbangi jurus dari Ki Maja.
Staminanya seperti tidak terkuras dan tetap fit itu karena dia menggunakan belatung gaib yang menyerap lelah dari kakek badar.
Belatung gaib itu berubah menjadi warna merah dan kemudian melompat dari tubuh kakek badar lalu kemudian meledak.
Itu sebabnya di pertarungan tadi banyak terjadi ledakan kecil, itu di sebabkan oleh belatung gaib yang meledak.
Kakek Badar juga sekarang kebal terhadap racun keris ular weling Ki Maja, itu karena obat pil goa naga yang di minum oleh kakek badar.
Racun yang di netralisir oleh pil akan menjadi kekebalan alami di tubuh kakek badar, karena itu kakek badar sudah tidak takut terkena sayatan keris ular weling Ki Maja.
Dengan cincin batu wulung darah kakek badar bisa menyembuhkan lukanya sendiri secara cepat.
Sehingga berbanding terbalik dengan ilmu Kanuragan Ki Maja yang mengurangi umurnya, kakek badar memiliki ilmu yang tidak berefek sedikit pun.
Hanya saja dia harus mengorbankan belatung gaib untuk membuat stamina tetap fit, efek tersebut sama dengan ilmu Kanuragan ajian Waringin Sungsang.
Mereka pun kembali bertarung dengan sengit, bahkan mata biasa tidak mampu melihat pergerakan mereka saking cepatnya.
"Badar bagai mana kekuatan ku, apakah kamu mengakuinya, dan sebentar lagi hadapilah kekalahan mu" teriak Ki Maja sambil menghadang serangan kakek badar.
"Maja aku akui ilmu Kanuragan mu begitu hebat, tetapi aku yakin banyak yang harus kamu bayar dalam menggunakan ilmu mu itu" jawab kakek badar sambil mengelak serangan Ki Maja.
"Hahaha.... Itu sebanding, asalkan aku bisa mengalahkan mu, resiko apa pun akan aku terima...." Ucap Ki Maja sambil melayangkan tinjunya.
Keduanya sudah berdarah darah karena sayatan senjata yang terkena kulit, luka kakek badar sembuh dengan berlahan.
Sedangkan Ki Maja kembali berteriak menggunakan ilmu Kanuragan Waraga Sungsang yang mengembalikan kondisi tubuhnya seperti semula.
Selama pertarungan terakhir Ki Maja sudah menggunakan 4 kali jurus ajian Waraga Sungsang, itu berarti tinggal 1 kali lagi dia akan mati oleh ilmunya sendiri.
Ki Maja sadar bahwa dia tidak boleh menggunakan Waraga Sungsang lagi, kalau tidak dia akan mati.
Kemudian dia menggunakan jurus lain dari ilmu perdukunan yang dia kuasai.
Ki Maja mundur beberapa langkah kebelakang kemudian menyatukan telapak tangannya "Eyang siksik rewik, seh Abdul Careham datanglah bantu aku.... Datang lah bantu aku...."
Asap hitam dan asap merah pun seketika muncul dan berubah menjadi sosok makhluk yang mengerikan.
Makhluk itu hanya bisa di lihat oleh orang yang memiliki mata batin, sehingga orang awam tidak bisa melihat makhluk gaib itu.
"Batu aku masuk lah kedalam raga murid ku dan lawan lah dia" Ki Maja menunjuk ke arah kakek badar.
Kemudian eyang siksik rewik dan seh Abdul Careham pun memasuki jasad murid Ki Maja yang pingsan.
Makhluk itu masuk ke murid yang di anggap terkuat dan tubuhnya paling besar.
Dua orang murid Ki Maja yang pingsan itu pun kembali bangkit dengan mata merah bercahaya dan mengeluarkan taring di sisi mulutnya.
Elis yang duduk menonton kembali bangkit dan melompat, kemudian mendarat di samping kakek badar.
"Hai wanita gila minggir, ini pertarungan ku dengan si badar kamu tidak boleh ikut campur" teriak Ki Maja sambil melambaikan tangannya.
Elis pun mencibir "Siapa yang akan ikut campur, lawan ku adalah murid mu, tadi mereka pingsan dan sekarang dia bangkit kembali, sehingga aku akan melawan mereka kembali"
"Terserah kamu saja, yang pasti sekarang kamu tidak akan bisa mengalahkan mereka berdua"
Kemudian Ki Maja memerintahkan kedua muridnya itu "Eyang siksik rewik maju lawan wanita itu dan seh Abdul Careham lawan lelaki itu"
Kedua murid Ki Maja mengangguk "Heum...."
Mereka pun melompat dan langsung mendaratkan tinjunya.
Buwar....
Tinju itu di tahan oleh Elis dan juga kakek badar, sehingga menimbulkan suara ledakan, karena pukulan mereka sangatlah kuat.
Bahkan Elis dan kakek badar terpental beberapa meter ke belakang.
"Hahaha.... Rasakan itu, mereka tidak akan terkalahkan kalau sudah merasuki tubuh manusia" ucap Ki Maja senang.
Kemudian Elis bertanya kepada kakek badar "Ke bagai mana ini, apa yang akan kita lakukan, langsung melawan atau mau memakai teknik lain ?"
"Mereka hanyalah makhluk halus yang merasuki tubuh, aku bisa mengatasinya dengan mantra yang aku miliki" jawab kakek badar.
Kemudian dia mengeluarkan kertas mantra yang berwarna kuning, kertas mantra itu di gulung karena memiliki panjang 30 centimeter dan lebar 20 centimeter.
Di kertas mantra itu sudah tertera simbol Mantra yang bertuliskan huruf Jawa kuno dan lambang lingkaran dengan bintang di tengahnya.
"Baiklah aku juga akan menggunakan ini" ucap Elis sambil mengeluarkan kartu arwah kosong, yang pernah di berikan oleh jagat.
"Ayo kita maju...." Ajak kakek badar.
Elis mengangguk "Ayo kek....."
Mereka berdua pun langsung maju melompat, Elis menggunakan kartu arwah dan menyalurkan energi tenaga dalam untuk mengaktifkan kartu arwah tersebut "Kartu Arwah aktif dan sedot...."
Kemudian kakek badar membuka gulungan mantra dia menggigit jarinya kemudian tetesan darah yang ada di jari di goreskan ke kertas mantra itu "Gulungan penyegel Arwah aktif dan sedot...."
Kedua murid Ki Maja yang di rasuki oleh makhluk halus yang bernama eyang siksik rewik dan seh Abdul Careham langsung berteriak.
Teriakan itu terdengar sangat memilukan dan memekakan telinga, sehingga para penonton langsung menutup telinga mereka masing masing.
Argh .....
Argh .....
Arwah yang merasuki tubuh mereka tersedot oleh kartu arwah dan segel arwah.
Wuss....
Eyang siksik rewik masuk dan terkurung di kartu arwah, kayu arwah pun menunjukan bahwa eyang siksik rewik berada di level bintang 6.
Makhluk itu bisa di katakan hantu tingkat tinggi yang sudah bisa mengambil nyawa orang lain, tetapi belum masuk ketingkat korin.
Sedangkan seh Abdul Careham masuk kedalam kertas mantra segel arwah milik kakek badar.
Darah yang tadi ada di kertas mantra itu langsung meresap dan menghilang menjadi segel pengunci arwah.
Kemudian kakek badar memasukan kembali kertas mantra itu kedalam batu wulung Ireng begitu juga Elis.
Kedua murid Ki Maja kembali terkulai lemas dan jatuh pingsan, mereka sudah tidak berdaya lagi.
Sekarang Elis tidak mungkin menonton lagi dia akan melawan ki maja bersama dengan kakek badar.
***
* Bersambung