Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 180 Rahasia Pedang Naga Langit


Bab 180 Rahasia Pedang Naga Langit


Nyai Kinasih sudah tidak perduli lagi dengan urusan para keturunan dirinya, karena sudah beberapa ratus tahun dia berada di dunia ini dan ingin kembali ke dunianya yang berbeda di istana langit.


Tapi sebelum itu nyai Kinasih juga memandang ke arah sofy dengan tatapan yang aneh dan kemudian nyai Kinasih bertanya "Siapa kamu sebenarnya, dan kenapa ada Wulung darah di dada mu bersatu dengan tulang dada mu ?"


Mendengar pertanyaan dari nyai Kinasih jagat dan Elis tercengang Elis pun berucap kaget "Apa ...sofy memiliki Wulung darah di dadanya"


Sofy pun menjawab pertanyaan dari nyai Kinasih "Aku sofy, salah satu istri dari mas Arya, madu dari Elis. Mengenai Wulung darah yang bersatu dengan tulang dada ku, ini sudah ada waktu aku masih kecil...."


Kemudian sofy pun menceritakan dirinya waktu masih kecil yang pernah tersambar petir di dada sampai dia hampir meninggal dunia.


Setelah tersambar petir itu sofy pingsan dan di temukan tergeletak dengan baju sudah compang camping seperti terbakar.


Tetapi anehnya kulit sofy tidak terluka apa pun, bahkan bekas cambukan dan siksaan ayahnya yang sering memukulinya menghilang tanpa bekas.


Sehingga dari sana lah sofy memiliki kekuatan dan kemampuan untuk meregenerasi sel-sel kulit dan mengakibatkan luka di sekujur tubuhnya cepat sembuh dan membuat dirinya juga awet muda.


Ternyata samberan petir itu membawa Wulung darah yang langsung mengenai tulang dada, sehingga sekarang Wulung darah itu sudah bersatu di dada sofy.


"Oh jadi begitu, baik lah aku mengerti. Untuk hadiah karena kalian semua sudah berjasa membawa selendang ku aku akan memberikan kalian sesuatu" ucap nyai Kinasih


Kemudian tangan nyai Kinasih di rentangkan sehingga muncul kulit ular si Mayang hasil ganti kulit, dan kemudian dengan sihir yang di miliki oleh nyai Kinasih, dia pun merubah kulit si Mayang menjadi beberapa baju.


Baju yang terbuat dari kulit ular si Mayang itu sangat tipis dan transparan tetapi memiliki daya tahan yang kuat.


Nyai Kinasih menjadikan kulit si Mayang menjadi 10 buah baju dan kemudian dia memberikan masing masing 1 buah kepada Elis dan Sofy sedangkan sisanya di berikan kepada jagat.


"Aku berikan kalian masing-masing 1 buah pakaian ini, ini berfungsi untuk melindungi kalian, dengan memakai pakaian ini maka kalian akan menjadi kebal dengan senjata apa pun" ucap nyai Kinasih


Mereka bertiga pun menjadi sangat senang karena di berikan hadiah itu dari nyai Kinasih yang sangat hebat.


Kemudian nyai Kinasih pun melanjutkan "Sisanya aku titipkan kepada mu"


Nyai Kinasih berbicara kepada jagat untuk menitipkan sisa dari baju pelindung tersebut dan nyai Kinasih berkata kembali "berikan kepada orang yang kalian sayangi dan ingin kalian lindungi"


Elis, sofy dan jagat pun membungkukkan badan mereka dan berucap secara bersamaan "Terima kasih leluhur, atas kemurahan hati anda"


Nyai Kinasih tersenyum "itu bukan apa-apa, aku akan memberikan kalian ini juga"


Kemudian nyai Kinasih memberikan sesuatu dan dia membuka telapak tangannya.


Ada 10 batu wulung Ireng di tangan nyai Kinasih yang belum di jadikan batu cincin, karena jagat orang yang paling dekat dengan nyai Kinasih maka 10 batu wulung Ireng itu di titipkan kepada jagat.


Kemudian nyai Kinasih berjalan ke arah Elis dan memberikan tongkat ular yang bisa berubah menjadi ular besar.


"Aku akan titipkan pusaka tongkat ular ini kepada generasi sekarang untuk menjadi benda pusaka, tongkat ini bisa berubah menjadi ular besar yang di sebut si Mayang untuk melindungi keluarga Tandjaya, tetapi hanya wanita dari keturunan ku lah yang bisa menggunakan tongkat ini" ucap nyai Kinasih.


Elis pun menerima tongkat itu dengan senang hati "Terima kasih leluhur"


Kemudian nyai Kinasih membisikkan mantra perubahan supaya tongkat itu bisa berubah menjadi ular besar.


Dan nyai Kinasih juga memberitahukan kepada Elis mantra untuk mengembalikan ular besar menjadi tongkat kembali.


Elis mendengarkan secara seksama dan mengingat setiap ucapan dari nyai Kinasih.


Setelah itu Elis pun mencoba membacakan mantra untuk merubah tongkat menjadi ular.


Elis pun melemparkan tongkat yang ada di tangannya itu "Berubah lah..."


Wuss....


Tongkat itu seketika berubah membesar dan memanjang, kemudian menjadi sosok ular besar kembali yang bernama si Mayang.


Elis pun tersenyum bahagia, kepala si Mayang pun seakan menundukkan kepalanya kepada Elis dan Elis mengelus kepala si Mayang.


"Bagus ternyata cucu buyut ku sangat cerdas, sekali coba langsung bisa" ucap nyai Kinasih.


Kemudian Elis pun mengembalikan si Mayang kembali menjadi tongkat ular.


"Waktu ku tidak lama lagi, ada beberapa hal yang harus aku sampaikan segera kepada kalian, yang pertama, lumut yang ada di dinding goa ini semuanya memiliki manfaat, yaitu bisa menetralisir segala macam jenis racun termasuk bisa ular yang sangat mematikan.


Kedua kalau kalian ingin kembali, kalian bisa menunggangi si Mayang dan melewati jalan rahasia yang menuju ke hutan, dan yang terakhir pedang langit yang di pegang oleh mu" nyai Kinasih menunjuk kearah jagat.


Kemudian jagat pun menunjukan pedang langit yang dia pegang dari tadi "pedang ini maksud anda, leluhur"


Nyai Kinasih mengangguk "iya, pedang itu akan sangat berguna apabila di padukan dengan batu wulung Ireng yang berbentuk telur"


Kemudian nyai Kinasih berjalan beberapa langkah dan mendekati jagat serta mengambil pedang langit yang sedang di pegang jagat.


Jagat pun memberikan pedang tersebut kepada nyai Kinasih untuk dia lihat, dan di sana nyai Kinasih menunjuk ada gambar naga dan di atas kepala naga ada lubang berbentuk oval.


"Aku tahu keluarga Tandjaya ku mempercayakan pusaka itu kepada mu, di cincin penyimpangan itu ada 2 pedang dan kitab beladiri yang cocok untuk cucu buyut ku dan madu nya, dan pasti batu wulung Ireng yang berbentuk telur pun di berikan kepada mu" ucap nyai Kinasih.


Jagat pun mengangguk "benar leluhur, semua itu aku yang pegang sekarang, karena ibu mertua sudah mempercayakan hal itu kepada ku"


Kemudian jagat mengeluarkan Wulung Ireng yang berbentuk telur dan memberikannya kepada nyai Kinasih "ini dia batu wulung Ireng, leluhur"


Nyai Kinasih pun mengambil batu tersebut kemudian memasukannya ke lubang yang ada di pedang langit.


Wuss....


Pedang langit berubah bentuk yang tadinya lumayan panjang dan lebar sekarang menjadi seperti pedang yang bermata dua.


"Pedang ini bisa berubah bentuk sesuai dengan keinginan kita, dan setelah menanamkan batu wulung Ireng maka pedang ini bernama pedang naga langit, untuk membuat ikatan dengan pedang ini kamu hanya tinggal meneteskan setetes darah saja" nyai Kinasih memberitahukan rahasia pedang naga langit.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna