Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 264 Berkas Akuisisi


Bab 264 Berkas Akuisisi


Sofy pun balik mengancam, supaya dia ketakutan, dan benar saja lutut Thomas Liem bergetar, tetapi dia berusaha untuk tidak menunjukkan ketakutannya.


Dia pun menoleh ke kiri dan kanan, semua pengawal pribadinya sudah geram dan mengepalkan tangannya, apalagi kedua petarung yang dia bawa.


Kedua petarung itu siap berkelahi asalkan menerima perintah dari Thomas Liem.


Thomas Liem pun menghitung orang yang ada di depannya, mereka hanya ada berlima sedangkan di sisi Thomas Liem ada 12 orang dan 13 kalau di hitung dengan dirinya.


Thomas Liem kembali berani, dia pun membentak Jagat "Aku tidak perduli kamu dari geng Beruang Hitam atau geng serigala, yang pasti hari ini kamu akan habis"


Thomas Liem melambaikan tangannnya "Hajar mereka, kita menang jumlah, masa kalah dengan mereka yang berlima"


Semua pengawal pribadi Thomas Liem langsung merangsak maju, begitu pula Wira, darma dan Sukma, mereka berani menghadapi 2 lawan 1.


Sofy melawan 3 dari mereka sedangkan jagat melawan 2 petarung Thomas Liem.


Bak.... Buk.... Bak.... Buk....


Setelah beberapa menit bertarung di ruangan tersebut, semua anak buah Thomas Liem terkapar.


Thomas Liem bukan seorang petarung sehingga dia sekarang hanya meringkuk di pojokan untuk menghindari pertarungan.


Setelah semua anak buahnya di kalahkan dia pun bangkit dan hendak melarikan diri keluar dari ruangan ini.


Tetapi Wira dan darma segera menangkap Thomas Liem "Hai mau kabur kemana kamu"


Wira dan darma membawa Thomas Liem ke hadapan jagat "Tuan muda, dia hendak melarikan diri"


Jagat pun menyeringai "Bagus, mencoba lari pun percuma, aku kesini hanya ingin mengambil pertaruhan istri ku, yaitu membuat mu jadi Kasim"


Brak....


Thomas Liem langsung berlutut "Tolong Jagan sakiti aku, bagai mana kalau aku ganti pertaruhan ku, aku anak satu satunya di keluarga ku, kalau senjata lahir ku tidak berfungsi lagi, bagai mana aku meneruskan keturunan ku"


Thomas Liem memelas sambil berlutut dan menyatukan kedua tangannya dengan bercucuran air mata.


Jagat pun menyeringai "hai apa yang kamu bisa tawarkan untuk mengganti senjata lahir mu itu, kalau tidak seimbang aku akan memecahkan kedua telor mu, supaya senjata lahir mu tidak bisa berdiri tegak lagi"


"Bagai mana dengan uang 1 milyar rupiah, aku akan bayar kamu sebesar 1 milyar rupiah" tawar Thomas Liem.


Jagat menggelengkan kepalanya "Kamu kira aku orang miskin, dengan hanya membayar 1 milyar itu hanya dapat membeli sepotong roti saja"


"Ba....bagai mana kalau 10 milyar" ucap Thomas Liem sambil menunjukan ke 10 jari tangannya.


Jagat menggelengkan kepalanya "Tidak uang ku masih banyak aku tidak butuh uang itu"


Kemudian jagat melirik ke arah para bodyguardnya itu "pegangi dia, aku akan menghancurkan telornya"


Wira langsung memelintir tangan Thomas Liem dari belakang sedangkan darma dan Sukma merentangkan kedua kaki Thomas Liem sampai dia duduk di lantai.


Setelah itu jagat mengangkat kakinya, kemudian dia hendak menginjak senjata lahir Thomas Liem.


"Tunggu...." Cegah Thomas Liem sambil menangis.


Kaki jagat yang hampir mendarat pun berhenti kakinya masih mengambang di udara, dengan satu kali hentakan kaki saja 2 telor milik Thomas Liem pasti pecah.


"Aku memiliki club malam di kota Utara, itu senilai lebih dari 30 milyar rupiah, namanya club malam Nirwana, bagai mana, omset perharinya bisa mencapai ratusan juta, aku akan memberikannya kepada mu" ucap Thomas Liem.


Jagat pun menurunkan kakinya dan dia kembali menginjak lantai "Baiklah aku setuju"


Jagat pun merogoh handphone dari dalam saku celananya dan kemudian menelpon paman firman.


Selain dia pengawal pribadi kakek badar dia juga sebagai asisten kakek badar.


Telpon pun segera di angkat "Ya halo jagat, ada apa ?"


Kakek Badar pun bertanya kepada firman "hai firman, ada apa ?"


Firman tersenyum dan menjawab "Jagat mendapatkan Club malam Nirwana yang ada di kota Utara, aku akan membawa berkas akuisisi ini ke jagat"


Kakek Badar tersenyum dan kemudian menggelengkan kepalanya "Dasar bocah nakal"


Tidak butuh lama firman pun masuk ke dalam ruangan VIP nomor 7 dan dia pun tercengang, karena banyak orang yang terkapar.


Firman tidak berkomentar dia langsung menyerahkan berkas akuisisi beserta alat tulisnya.


"Dudukan dia di kursi" perintah jagat.


Wira mengangkat Thomas Liem untuk berdiri dan dia pun duduk di kursi.


Jagat pun menyerahkan berkas akuisisi tersebut "Isi dan tanda tangan lah, besok lusa aku akan menyuruh anak buah ku mengambil sertifikat, dan mulai besok club malam itu sudah menjadi milik ku"


Mau tidak mau Thomas Liem menuruti perkataan dari jagat, dia pun mengisi dengan detail lalu membubuhi tanda tangannya di berkas akuisisi.


"Ini sudah selesai, sekarang lepaskan lah aku" pinta Thomas Liem sambil menyerahkan berkas akuisisi.


Jagat pun menerima berkas tersebut dan dia pun pergi dari ruangan VIP nomor 7 dengan di ikuti oleh semua orang.


Setelah jagat tidak ada, Thomas Liem pun memukul meja "Sialan, awas kamu Arya, aku akan membalas semua ini berkali kali lipat"


Hati Thomas Liem penuh kebencian, tetapi dia tidak bisa melakukan apa pun, semua pengawal pribadi yang dia sewa dan bahkan 2 petarung tepar di lantai.


Thomas tahu kekuatan Arya dan anak buahnya, dia pun berpikir cara untuk membalas dendam dan bagai mana cara untuk mendapatkan Club malam Nirwana kembali.


Thomas Liem tidak perduli kalau jagat dari geng mana pun, yang pasti dia ingin sesegera mungkin membalas dendam.


Jagat menyerahkan berkas akuisisi tersebut kepada firman "paman tolong serahkan kepada pak Alex, dia tahu harus bagai mana, aku akan menempatkan Akram di sana, ini sebagai pijakan supaya kita bisa menguasai kota bagian Utara"


"Kamu cerdas, bisa mendapatkan Club malam Nirwana dengan sangat mudah" puji firman.


Jagat pun tidak mengambil pujian tersebut "Ini karena dia berani bertaruh dengan sofy, jadi aku turun tangan, karena pastinya dia akan mengelak untuk apa yang dia pertaruhkan"


Firman pun memuji sofy "Tidak aku sangka, wanita cantik dan lembut seperti mu pandai bertarung juga"


Sofy pun tersipu malu "ini berkata ay yang membimbing ku"


Mereka pun masuk ke ruangannya masing-masing, terlihat pertarungan lain sedang berlangsung.


Jagat tidak bertaruh untuk petarung lain, jagat hanya bertaruh untuk petarungnya sendiri, dan bertaruh untuk para petarung yang di bawa Andi.


Di beberapa pertarungan, Wira, darma dan Sukma menang telak dan jagat memasang taruhan yang tinggi, sehingga dia mendapatkan banyak uang.


Di pertarungan berikutnya, salah seorang petarung muncul, dia mengambil mikropon si rambut kuning "Siapa yang ingin bertarung dengan ku ayo maju"


Orang itu sesumbar dan sombong, semua orang di tantangannya, dia adalah juara pertarungan ini berturut-turut.


Di ruangan VIP nomor 28 Irvan meminta ijin kepada jagat "Tuan muda ijinkan aku menghadapi dia, aku ingin membalas kekalahan Minggu lalu"


Irvan pun tidak ragu dan tekadnya sudah bulat, sehingga jagat pun tanpa ragu untuk mengijinkannya bertarung.


Mereka sudah berlatih dan jagat sudah menanamkan belatung gaib, sehingga sekarang Irvan lebih kuat berkali kali lipat dari pada waktu pertama bertemu jagat.


"Ya sudah turun dan hajar dia sampai babak belur" perintah jagat.


Irvan pun merasa senang "Siap tuan muda"


***


* Bersambung