
Bab 133 Lagu KDRT
Semua orang merasa kaget karena Lisa memeluk angin dan berbicara sendiri.
Lisa menuntun Maya mendekati jagat dan Elis. kemudian duduk di tangga, setelah itu Lisa berbicara kepada Maya.
"Maya anak ku maafkan ibu mu ini nak, ibu selalu meninggalkan mu, tetapi hari ini dan seterusnya aku tidak akan meninggalkan mu lagi, aku akan selalu bersama mu selamanya" ucap Lisa sambil meneteskan air matanya.
Agung sebagai suami dari Lisa menggelengkan kepalanya dia pun bergumam "Apakah kejiwaan istri ku sudah tidak lagi normal, dia mungkin sudah gila karena berkata sendiri, tetapi kenapa Elis dan jagat pun berbicara begitu, seperti orang yang sedang mengobrol dengan seorang anak.
Atau mungkin kah anak ku Maya sudah meninggal dan itu roh nya, tetapi masa iya di jaman modern seperti ini ada hantu bahkan menyerupai anak ku Maya"
Eva Ho dan Ruben saling memandang, kemudian Eva bertanya kepada suaminya itu "Mas kenapa mereka apa kamu tahu"
Ruben yang seorang polisi, selalu ada saja berhubungan dengan hal yang gaib, karena kebanyakan penjahat memakai ilmu gaib juga untuk melakukan aksi mereka.
Tetapi Ruben tidak bisa hal gaib tetapi percaya dengan hal itu karena selalu menggunakan jasa Elis dalam mengintrogasi tersangka.
Dan semenjak Elis di rasuki oleh dara, kekuatan Elis meningkat, dia bisa mentransfer ingatan yang ingin dia ketahui ke orang lain.
Setelah tanpa bicara pun, si polisi bisa melihat penjahat melakukan kejahatannya dari hasil terawangan Elis.
Dan sekarang Ruben pun menjelaskan kepada istrinya "mereka mungkin sedang mengobrol dengan arwah anaknya Bu Lisa, yang dalam laporan menghilang di culik, mungkin anak nya Bu Lisa sudah meninggal dunia dan di bunuh perampok, tetapi jasadnya belum di ketahui, sehingga kami sebagai polisi menyangka bahwa anaknya Bu Lisa di culik perampok itu untuk mendapatkan uang tebusan"
Dari penjelasan itu agung yang mendengarkannya langsung tersentak kaget, antara percaya dan tidak.
"Pak Ruben apakah benar yang kamu ucapkan, aku belum percaya kalau aku tidak melihat dengan mata kepala ku sendiri" agung langsung menghardik Ruben.
"Terserah kepada pak agung sendiri, mau percaya atau tidak, Karena ini hal yang gaib, tidak semua orang percaya, bahkan kami sebagai polisi harus menggunakan jasa suster Elis, dengan kekuatan supernatural yang dia miliki kami terbantu dalam mengintrogasi tersangka" Ruben pun menjelaskan.
Tetapi di sela obrolan mereka, Lisa tersentak kaget dan berkata "Tidak mungkin.....tidak mungkin....Jaya melakukannya"
Kemudian Agung berdiri dan berkata dengan suara sedikit keras "Ada Apa sayang, kenapa kamu menyebut adik ku jaya ?"
Kemudian Lisa menceritakan kembali apa yang di ceritakan Maya sebelum kematiannya "Maya bilang selama kita tidak ada di sini, jaya selalu datang ke rumah kita, dan ketika kejadian tragedi itu bermula Maya sedang tidur.
Dan terbangun karena mendengar adanya suara *******, Maya kemudian mencari asal suara dan ternyata dari kamar baby sitter.
Kata Maya baby sitter itu sedang main kuda kuda di dalam kamar dengan jaya, tetapi tanpa memakai sehelai benang pun.
Kemudian Maya yang mengintip ketahuan oleh jaya dan dia pun marah dan memakai"
Cerita Lisa pun terhenti karena Maya menagis "Maya takut bunda.....Maya takut.....om jaya jahat, dia mencekik Maya kemudian membanting Maya sampai terjatuh dari tangga"
Dengan polos nya, jagat bergumam dalam hatinya sambil menggoyangkan jari jempolnya "Abang cekik adek bang, Abang banting adek bang, sudah lama Abang gak banting adek, sudah lama Abang gak cekik adek...."
Melihat jagat memangut mangutkan kepalanya sambil menggoyang jari jempolnya, Elis pun menegur "Apaan sih mas say kok seperti joget begitu, orang lain lagi sedih ini malah joget"
Elis menegur jagat dengan cara berbisik, karena tidak sopan kalau kedengaran oleh Lisa dan yang lainnya.
"Mendengar cerita dari Maya, aku jadi ingat lagu KDRT yang lagi viral itu" jawab jagat.
"Oh lagu yang cekik adek dan banting adek ya" ucap Elis.
Lisa pun menceritakan kembali cerita dari Maya sambil terisak nangis, agung yang awalnya tidak percaya, sekarang dia pun menjadi yakin.
Agung mengepalkan tinjunya dan berkata "jaya apa mau kamu dan kenapa kamu membunuh anak ku Maya"
Ruben pun menenangkan agung "Tentang pak agung, kami dari kepolisian akan mengupas tuntas tentang kejadian ini, karena kasus kejadian 6 bulan yang lalu masih belum di tutup, karena belum menemukan titik terang.
Dan setelah hari ini kebuka sudah, aku percaya kepada suster Elis dan dokter Jagat, karena mereka berdua dokter divisi khusus dari rumah sakit Wijaya"
Kemudian didalam cerita Maya, dia di ikat, tangan dan kakinya kemudian di masukan kedalam plastik hitam besar yang sering di pakai untuk membuang sampah.
Setelah itu Maya di masukan kedalam rak dibawah tempat memasak dan di gembok.
Mendengar perkataan dari Lisa, bahwa mayat Maya masih berada di rumah ini dan masih terbungkus oleh kantong plastik hitam tersebut.
Karena selama penyelidik oleh polisi dan olah TKP, polisi tidak pernah membuka rak di bawah tempat masak Karena mereka kita. Itu bukan rak, hanya tembok biasa saja.
Iya karena rak itu di lapisi oleh stiker 3 dimensi yang mirip seperti batu bata, dan mereka kita itu bata sungguh yang di modifikasi supaya lebih indah.
Ruben pun berdiri dan memanggil temannya, untuk membuktikan bahwa cerita itu benar, karena dia tadi datang ke mari dengan di bonceng temannya, dan temannya itu belum pulang, dia sedang merokok di luar.
Kemudian Ruben dan temannya pergi ke dapur, tidak lupa Eva pun merekam kejadian itu dengan handphone milik nya, itu bertujuan untuk bukti.
Setelah masuk dapur dan mengetuk di bawah tempat masak, ternyata memang benar itu bukanlah batu bata tetapi stiker 3 dimensi.
Lisa dan agung sebagai tuan rumah tidak pernah masuk kedalam dapur, karena di dapur itu sudah tugasnya asisten rumah tangga, sehingga mereka tidak tahu situasi di dalam dapur.
Ruben pun membuka rak itu dan ternyata, di sana memang ada bungkus hitam besar yang ditimbun tanah dan sebagian timbul ke atas.
Ruben pun tidak berani mengangkat plastik hitam tersebut, mereka cukup mengetahui dan kemudian mereka memanggil tim porensik.
Tidak lama kemudian tim porensik datang dan membawa bungkusan tersebut. Bungkus itu di bawa ke rumah sakit polri untuk melakukan identifikasi.
Dan kabar mengatakan bahwa di dalam plastik itu ada mayat anak kecil yang sudah membusuk, daging nya hancur dan mencair akibat pembusukan, tulangnya sebagian besar rusak.
Ya karena tulang anak kecil itu masih rapuh sehingga mudah rusak dalam proses pembusukan.
Mendengar berita itu Lisa dan agung bersedih dan sekaligus marah kepada saudaranya sendiri.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna